cover
Contact Name
Ach. Arfan Adinata
Contact Email
ach.arfanadinata608@gmail.com
Phone
0838-3085-3551
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanpolkesbaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mayjend. Prof. Moestopo 8c, Surabaya, East Java, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan (e-Journal)
ISSN : 24078999     EISSN : 24078999     DOI : https://doi.org/10.36568
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan covers all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2024)" : 15 Documents clear
Citra Tubuh Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Sanjiwani Gianyar Candra, I Wayan; Sumitra, I Nengah; Ari Kresna, Ni Luh Gede; Harini, I Gusti Ayu; Ariati, Ni Made
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.109

Abstract

 ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan masalah umum bagi kesehatan masyarakat yang secara terus-menerus jumlahnya mengalami peningkatan. Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit kronis yang terjadi oleh peningkatan kadar gula dalam darah yang diakibatkan oleh ketidaknormalan sekresi insulin dalam pankreas. Dapat mengakibatkan perubahan bentuk dan fungsi tibuh.Tujuan dari penelitian ini adalah megidentifikasi gambaran citra tubuh pada pasien diabetes melitus tipe II. Rancangan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. .Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Poliklinik Penyakit dalam RSUD Saniwani Gianyar. Jumlah sampel pada penelitian ini sebesar 36 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan teknik consecutive sampling. Variabel penelitian citra tubuh. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner SIBID.. Ethical Clearance diperoleh dari Komisi Etik Polkesden dengan no surat : 51/PEPK/V/2023. Hasil  penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (72,2%) klien DM tipe 2 mengalami citra tubuh negatif dan hampir setengahnya (27,8%) citra diri positif. Berdasarkan karakteristik klien diabetes melitus yang memiliki citra diri negative hamper setengahnya(47, 2%) berusia ≥60 tahun, jenis kelamin perempuan (38,9%), memiliki  tingkat pendidikan dasar (58,3%) dan  lama menderita diabetes melitus ≥ 6 bulan (50,00%).  Disarankan  pasien diabetes melitus tipe II aktif meningkatkan pengetahuan tentang penyakitnya, berpartisipasi aktif dalam perawatan DM sehingga merubah persepsinya supaya memiliki citra tubuh yang positif.  Kata Kunci: DM Tipe 2, Citra Diri  ABSTRACT                 Diabetes mellitus is a common public health problem that is constantly increasing in number. Diabetes Mellitus is a chronic disease that occurs by increasing blood sugar levels caused by abnormal insulin secretion in the pancreas. The purpose of this study was to identify the description of body image in patients with type II diabetes mellitus. Descriptive research design using a cross-sectional approach. The population of this study were patients with diabetes mellitus who visited the Internal Medicine Polyclinic of Saniwani Gianyar Hospital. The number of samples in this study amounted to 36 people. Sampling in this study was with consecutive sampling technique. Body image research variables. The measuring instrument in this study used the SIBID questionnaire. Ethical Clearance was obtained from the Ethics Commission of Polkesden with letter number: 51/PEPK/V/2023. The results showed that most (72.2%) type 2 DM clients experienced a negative body image and almost half (27.8%) had a positive self-image. Based on the characteristics of diabetes mellitus clients who have a negative self-image, almost half (47, 2%) are ≥60 years old, female gender (38.9%), have a basic education level (58.3%) and a long time suffering from diabetes mellitus ≥ 6 months (50.00%).  It is recommended that patients with type II diabetes mellitus actively increase knowledge about their disease, actively participate in DM care so as to change their perceptions so that they have a positive body image.  Keywords: Type 2 DM, Self-Image
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Terhadap Perilaku Penanganan Sinkop Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 30 Surabaya Budiutami, Indah Surati; Soelistyowati, Endang; Yuniarti, Siswari; Mu’afiro, Adin
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.122

Abstract

ABSTRAK Sinkop atau pingsan adalah masalah yang banyak ditemukan di masyarakat dan sering sekali ditemukan di lingkungan sekolah. Saat sinkop tidak tertangani dengan baik akan berakibat pada cedera yang serius dimana pertolongan pertama sangat dibutuhkan saat penangananya. Peneliti|an ini bertuju|an untuk menget|ahui peng|aruh pendidik|an keseh|at|an terh|ad|ap peril|aku pertolong|an pert|am|a sinkop p|ad|a sisw|a sekol|ah meneng|ah pert|am|a. Peneliti|an ini menggun|ak|an des|ain peneliti|an pre-eksperiment|al one group pre post test design. Popul|asi peneliti|an seb|any|ak 52 sisw|a y|ang di|ambil deng|an teknik r|andom s|ampling. V|ari|abel peneliti|an ini |ad|al|ah pendidik|an keseh|at|an, dan peril|aku pen|ang|an|an sinkop. Pengumpul|an d|at|a menggun|ak|an kuesioner d|an lemb|ar observ|asi, sed|angk|an |an|alis|a d|at|a menggun|ak|an Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan siswa sebagian besar (77%) memiliki pengetahuan yang baik, hampir seluruhnya (96%) memiliki sikap positif dan sebagian besar (60%) memiliki keterampilan yang baik. Hasil perilaku terhadap penanganan sinkop menunjukkan p value pengetahuan dan keterampilan 0,000 , p value sikap 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pertolongan pertama terhadap perilaku penanganan sinkop. Siswa kelas VIII diharapkan untuk lebih meningkatkan perilaku tentang penanganan sinkop dengan cara mengikuti pendidikan kesehatan maupun  melalui buku agar dapat memberikan pertolongan pertama pada penanganan sinkop.   Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Pertolongan Pertama, Sinkop, Perilaku ABSTRACT  Syncope or fainting is a common problem in the community and is often found in school settings. When syncope is not handled properly, it can result in serious injury where first aid is needed. This research aims to determine the effect of health and wellness education on first aid behaviors of syncope students in secondary schools. This research uses a pre-experiment design of one group pre post test design. The research population was 52 students who were taken by r|andom sampling technique. The variables of this research were health education, and syncope prevention behavior. The data collection used a questionnaire and an observation sheet, while the data analysis used a Wilcoxon signed rank test. The results showed that most students (77%) had good knowledge, almost all (96%) had a positive attitude and most (60%) had good skills. The results of behavior towards syncope handling showed a p value of knowledge and skills of 0.000, p value of attitude of 0.001 <0.05 which means there is an effect of first aid health education on syncope handling behavior. Class VIII students are expected to further improve behavior about syncope handling by attending health education or through books in order to provide first aid in syncope handling. Keywords: Health Education, First Aid, Syncope, Behavior
Efektifitas Kompres Hangat dan Senam Dismenore Terhadap Nyeri Menstruasi Pada Mahasiswa Poltekkes Surabaya Ramadhani, Nabila; Suprihatin, Endah; Nur Anugrahini, Hepta
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.128

Abstract

ABSTRAK Dismenore (nyeri haid) adalah kondisi yang umum dialami oleh banyak wanita selama menstruasi. Penggunaan kompres air hangat dan latihan senam telah diidentifikasi sebagai dua metode yang dapat membantu meredakan ketidaknyamanan tersebut. Namun, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami efektivitas relatif keduanya serta kemungkinan kombinasi yang lebih optimal Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan kompres air hangat dan latihan senam dismenore dalam meredakan ketidaknyamanan saat menstruasi pada mahasiswa. Rancangan penelitian ini menggunkan pre-experimental dengan metode pretest-posttest grup design dengan teknik sampling purposive sampling. Mahasiswa pada penelitian ini sebanyak 40 mahasiswa terbagi dalam 20 mahasiswa kompres air hangat dan 20 mahasiswa senam dismenore. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nyeri haid yang diukur dengan skala nyeri numerik. Efek pemberian kompres hangat dan senam dismenore menggunakan uji  Wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui efektifitas kedua intervensi digunakan uji T.  Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompres air hangat (mean rank 5,35) dan latihan senam dismenore (mean rank 3,45) keduanya menurunkan nyeri menstruasi (p=0,00),  penggunaan kompres hangat dinilai lebih efektif dalam mengatasi dismenore dibandingkan dengan latihan senam disminore. Diharapkan  kompres air hangat dan latihan senam dismenore dapat dijadikan alternatif tindakan nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri menstruasi pada wanita.  Kata Kunci : Kompres air hangat, senam dismenore, dismenore ABSTRACT  Dysmenorrhea (menstrual pain) is a common condition experienced by many women during menstruation. The use of warm water compresses and gymnastic exercises have been identified as two methods that may help relieve such discomfort. However, there is still a need for further research to understand the relative effectiveness of both as well as the possibility of a more optimal combination. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using warm water compresses and dysmenorrhea gymnastic exercises in relieving menstrual discomfort in university students. This research design uses pre-experimental with pretest-posttest group design method with purposive sampling technique. There were 40 students in this study, divided into 20 students of warm water compress and 20 students of dysmenorrhea gymnastics. The dependent variable in this study was menstrual pain as measured by a numerical pain scale. The effect of giving warm compresses and dysmenorrhea gymnastics used the Wilcoxon test, while to determine the effectiveness of both interventions used the T test. The results showed that giving warm compresses (mean rank 5.35) and dysmenorrhea gymnastics exercises (mean rank 3.45) both reduced menstrual pain (p=0.00), the use of warm compresses was considered more effective in overcoming dysmenorrhea compared to dysmenorrhea gymnastics exercises. It is expected that warm compresses and dysmenorrhea gymnastics exercises can be used as alternative nonpharmacological measures in reducing menstrual pain in women. Keywords: Warm water compress, dysmenorrhea exercise, dysmenorrhea
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Choking Management Pada Early Chilhood Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Ibu Enung Mardiyana Hidayat; Erin Widyawati; Hilmi Yumni; Endah Suprihatin
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.147

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menangani kondisi darurat pada anak, seperti tersedak atau choking, sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan yang dapat berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan mengenai manajemen choking pada anak usia dini terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menangani kejadian choking. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan pendekatan One grup Pretest-Posttes. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan ibu sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai choking management. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan ibu (83%) dan keterampilan (97%) berada dalam kategori baik setelah dilakukan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan ibu setelah mengikuti pendidikan kesehatan (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan mengenai manajemen choking pada anak usia dini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu. Oleh karena itu, disarankan agar pendidikan kesehatan seperti ini diperluas dan rutin dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat choking pada anak.  Kata Kunci : Pengetahuan, Keterampilan, Pendidikan Kesehatan, Choking Management. ABSTRACT Maternal knowledge and skills in dealing with child emergencies, such as choking, are very important to prevent the risk of accidents that can be fatal. This study aims to determine the effect of health education on choking management in early childhood on improving mothers' knowledge and skills in handling choking events. This study used a quasy experimental design with a one group pretest-posttest approach. Data were collected through questionnaires to measure mothers' knowledge and skills before and after being given health education on choking management. The results of this study showed that mothers' knowledge (83%) and skills (97%) were in the good category after the intervention. The results showed a significant increase in mothers' knowledge and skills after attending health education (p<0.05). This study concluded that health education on choking management in early childhood is effective in improving mothers' knowledge and skills. Therefore, it is recommended that health education like this be expanded and routinely conducted to reduce the risk of choking accidents in children. Keywords: Knowledge , skill, health education, choking management.
Gambaran Stres Pada Santriwati Penghafal Al Quran Di Pondok Pesantren An Nur 1 Asrama Az Zubaidah Bululawang Kabupaten Malang Fernanti, Usfania; Asri, Yuni; Pitaloka Priasmoro, Dian; Eka Ardiyanti, Sahda
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.151

Abstract

ABSTRAK Santriwati penghafal Al Quran selain mengikuti  kegiatan menghafal Al Quran juga dituntut untuk mengikuti kegiatan lain yang berada dibawah naungan pondok pesantren. Akibat kesibukan dan tuntutan tersebut santriwati penghafal Al Quran terkadang merasa tertekan. Secara teoritis keadaan tertekan tersebut bisa dikatakan sebagai stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui stres pada santriwati penghafal Al Quran. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan memaparkan kejadian stres santriwati di Pondok Pesantren An Nur 1 Asrama Az Zubaidah Bululawang Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Populasi penelitian ini seluruh santriwati di asrama Az Zubaidah berjumlah 300 dengan besar sampel  192 santriwati yang sesuai dengan kriteria. Teknik sampling penelitian ini purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah stres pada santriwati penghafal Al Quran. Instrumen penelitian ini kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS). Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya santri 36,98 %) tidak stres /normal, (19,79 %) stres ringan, (30,73%) mengalami stres sedang, (11,46 %) mengalami stres berat , dan (1,04 %) mengalami stres sangat berat. Diharapkan santriwati harus selalu semangat dan berfikir positif, serta harus selalu istiqomah, dalam belajar,  pengurus pondok pesantren hendakhya memberikan aktifitas tambahan sebagai alat koping santri untuk mengurangi stress sehingga menjaga kualitas program menghafal Al Quran Kata kunci: Santri, Stres, penghafal Al Quran, Pondok Pesantren  ABSTRACT  In addition to participating in Quran memorization activities, female students are also required to participate in other activities under the auspices of the boarding school. As a result of the busyness and demands, female students who memorize the Quran sometimes feel depressed. Theoretically, this depressed state can be said to be stress. The purpose of this study was to determine stress in female students who memorize the Quran. This study uses a descriptive design that aims to describe the incidence of stress in female santri at An Nur Islamic Boarding School 1 Az Zubaidah Dormitory Bululawang Malang Regency. The research was conducted in June 2023. The population of this study was all female students in the Az Zubaidah dormitory totaling 300 with a sample size of 192 female students who fit the criteria. The sampling technique of this study was purposive sampling. The variable of this study is stress in female students who memorize the Quran. The research instrument was the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) questionnaire. The results showed that almost half of the students 36.98%) were not stressed / normal, (19.79%) mild stress, (30.73%) experienced moderate stress, (11.46%) experienced severe stress, and (1.04%) experienced very severe stress. It is expected that female students must always be enthusiastic and think positively, and must always be istiqomah, in learning, boarding school administrators should provide additional activities as a coping tool for students to reduce stress so as to maintain the quality of the Quran memorization program.  Keywords: Santriwati, Stress, Quran Memorization, Islamic Boarding School
Pengetahuan Dan Tingkat Sedentary Lifestyle pada Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban Ririn Krisnawati; Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu; Retna P.D, Teresia
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.166

Abstract

Sedentary lifestyle adalah perilaku duduk atau berbaring dalam sehari-hari, baik di tempat kerja, di rumah, maupun di perjalanan/transportasi yang tidak termasuk waktu tidur. Sedentary lifestyle paling banyak terjadi di kalangan mahasiswa di seluruh dunia karena sebagian besar waktu yang dimilikinya digunakan untuk menghadap gadget atau komputer ketika belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan tingkat sedentary lifestyle pada mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban TA. 2023/2024 dengan besar sampel sejumlah 123 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan tentang sedentary lifestyle kategori cukup dan sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat sedentary lifestyle kategori sedang. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat sedentary lifestyle pada Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban. Pengetahuan berkaitan erat dengan tingkat sedentary lifestyle. Artinya, semakin baik pengetahuan seseorang, semakin rendah pula tingkat sedentary lifestyle karena dengan pengetahuan yang baik, seseorang mampu mengetahui, memahami, dan mengaplikasikan sehingga terwujud perilaku yang sehat. Kata kunci: Pengetahuan, Tingkat Sedentary Lifestyle, Mahasiswa
Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Tuban Ahmad Yusuf Armanda; Sumiatin, Titik; ., Su’udi
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.167

Abstract

ABSTRAK  Kemenkes RI menyusun eliminasi TB Paru tahun 2020-2030 dan menargetkan penurunan insiden TB Paru pada tahun 2030 dengan 65 kasus per 100.000. Saat ini, Indonesia berada pada posisi ke-2 dengan jumlah TB Paru terbanyak di dunia setelah India. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya adalah rendahnya tingkat pengetahuan yang memicu pada sikap dan perilaku pasien pada penyakit TB Paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap pasien dalam pencegahan penularan TB Paru. Desain penelitian ini adalah kolerasi dengan pendekatan Crossectional. Sampel penelitian ini adalah 63 pasien TB Paru yang berobat  di Puskesmas Tuban yang dipilih dengan accidental sampling.  Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap pasien tentang pencegahan penularan TB.  Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman rank test. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya (85,7%) pasien memiliki pengetahuan baik dan sikap baik  (90,5%)  tentang pencegahan penularan TB Paru. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pasien dalam tindakan mencegah penularan TB Paru (p = 0,301). Diharapkan pasien TB paru mempertahankan pengetahuan dan sikap pencegahan penularan TB, dan dijalankan secara rutin hingga memutus rantai penularan dan  tercapai kesembuhan secara total. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Penularan, Tuberkulosis   ABSTRACT  The Indonesian Ministry of Health has developed a pulmonary TB elimination plan for 2020-2030 and aims to reduce the incidence of pulmonary TB by 2030 to 65 cases per 100,000. Currently, Indonesia is in 2nd place with the highest number of Lung TB in the world after India. This happens because one of the factors is the low level of knowledge that triggers the patient's attitude and behavior in Lung TB disease. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and patient attitudes in preventing the transmission of Pulmonary TB. This research design is a correlation with a Crossectional approach. The sample of this study were 63 patients with pulmonary tuberculosis who sought treatment at the Tuban Community Health Center selected by accidental sampling.  The variables in this study were patients' knowledge and attitudes about preventing TB transmission.  The research instrument used a questionnaire and data analysis using Spearman rank test. The results showed that almost all (85.7%) patients had good knowledge and good attitudes (90.5%) about preventing pulmonary TB transmission. There is no relationship between knowledge and patient attitudes in preventing pulmonary TB transmission (p = 0.301). It is expected that pulmonary TB patients maintain knowledge and attitudes to prevent TB transmission, and carry out routinely to break the chain of transmission and achieve complete recovery.  Keywords: Knowledge, Attitude, Prevention of Transmission, Tuberculosis
Terapi Musik Menurunkan Kecemasan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Wilayah Kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya Rafida Indah Wastantri; Joko Suwito; Endah Suprihatin; Aida Novitasari
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.171

Abstract

ABSTRAK Pasien DM termasuk DMT2 sering mengalami kecemasan akibat penyakit yang dideritanya dan perubahan hidup yang mendadak. Kecemasan apabila tidak dikelola dengan tepat dapat mengakibatkan terjadinya berbagai komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek terapi musik terhadap kecemasan pada pasien diabetes tipe 2. Jenis penelitian ini quasi eksperimen dengan  pendekatan one grou pre post . 40 pasien diabetes tipe 2 yang berobat  di Puskesmas Perak Timur Surabaya dijadikan sampel penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian terapi musik dan variabel terikat adalah kecemasan. Pengumpulan data kecemasan menggunakan skala HARS, Untuk mengetahui efektifitas intervensi dilakukan analisis hasil uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh sebelum pemberian terapi musik sebagian kecil(12,5%)  pasien mengalami kecemasan ringan, hampir seluruhnya (87%) mengalami kecemasan sedang. Setelah pemberian terapi musik, sebagian besar (55%) pasien  DM tipe 2 mengalami kecemasan ringan dan hampir setengahnya(45%) mengalami kecemasan sedang. Terdapat perbedaan terapi musik terhadap kecemasan p =0,000 (p<0,05), artinya terapi musik menurunkan kecemasan pasien Diebetes mellitus tipe 2. Terapi musik dapat menjadi pilihan non-farmakologis yang efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien diabetes tipe 2 Kata kunci: Terapi Musik, Kecemasan, Diabetes Melitus Tipe II   ABSTRACT DM patients including T2DM often experience anxiety due to their disease and sudden life changes. Anxiety if not managed appropriately can lead to various complications. The purpose of this study was to determine the effect of music therapy on anxiety in patients with type 2 diabetes. This type of research is quasi-experimental with a one-group pre post approach. 40 patients with type 2 diabetes who seek treatment at Puskesmas Perak Timur Surabaya were used as research samples. The independent variable in this study is the provision of music therapy and the dependent variable is anxiety. To determine the effectiveness of the intervention, the results of the Wilcoxon test were analyzed. The results obtained before the provision of music therapy, a small proportion (12.5%) of patients experienced mild anxiety, almost all (87%) experienced moderate anxiety. After giving music therapy, most (55%) patients with type 2 DM experience mild anxiety and almost half (45%) experience moderate anxiety. There is a difference in music therapy on anxiety p = 0.000 (p < 0.05), meaning that music therapy reduces the anxiety of patients with type 2 diabetes mellitus. Music therapy can be an effective non-pharmacological option to reduce anxiety levels in patients with type 2 diabetes.  Keywords: Music Therapy, Anxiety, Type II Diabetes Mellitus
Perilaku Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberculosis Paru Berbasis Theory Of Planned Behavior (TPB) Di Puskesmas Banyu Urip Kota Surabaya: Pulmonary TB, compliance behavior and taking medication Miftah, Givensyah; ., Padoli; Khasanah, Nur; Alberta, LT
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.180

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis paru adalah penyakit menular berbahaya yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia maupun di dunia karena mudahnya cara penularan penyakitnya. Keberhasilan program pengendalian penyakit TB paru salah satunya ditentukan dari perilaku kepatuhan minum obat yang lengkap sampai selesai bagi setiap penderita TB paru. Sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku mempengaruhi terbentuknya perilaku seseorang berdasarkan Theory Of Planned Behavior. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui perilaku kepatuhan minum obat pada pasien TB paru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini  150 pasien TB paru di Puskesmas Banyu Urip kota Surabaya dengan jumlah sampel 44 pasien yang dipilih dengan accidental sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah perilaku kepatuhan minum obat TB paru. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya  (90,9%)pasien TB paru patuh dalam minum obat, memiliki sikap yang baik(81,8%), memiliki norma subjektif yang baik (90,9%) dan memiliki kontrol perilaku yang baik(86,4%) dalam kepatuhan minum obat. Saran penelitian adalah diharapkan pasien TB paru mempertahankan perilaku kepatuhan minum obat yang sudah dijalankan secara rutin hingga tercapai kesembuhan dan meningkatkan angka kepatuhan pasien TB paru dalam proses pengobatan. Kata kunci: TB paru, perilaku kepatuhan minum obat ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a dangerous infectious disease that is still a health problem in Indonesia and in the world because of the easy way of transmission of the disease. The success of the pulmonary TB disease control program is determined by the compliance behavior of taking complete medication until completion for each patient with pulmonary TB. Attitudes, subjective norms and perceived behavioral control influence the formation of one's behavior based on Theory Of Planned Behavior. The purpose of this study was to determine the compliance behavior of taking medication in patients with pulmonary TB. This research is descriptive research. The population in this study were 150 pulmonary TB patients at the Banyu Urip Community Health Center in Surabaya city with a sample size of 44 patients selected by accidental sampling. The variable in this study was the compliance behavior of taking pulmonary TB medication. The research data were collected through questionnaires distributed to the research sample. Data analysis using descriptive test. The results showed that almost all (90.9%) pulmonary TB patients were compliant in taking medication, had a good attitude (81.8%), had good subjective norms (90.9%) and had good behavioral control (86.4%) in drug compliance. The research suggestion is that pulmonary TB patients are expected to maintain the behavior of adherence to taking medication that has been carried out routinely until recovery is achieved and increase the compliance rate of pulmonary TB patients in the treatment process. Keywords: Pulmonary TB, Drug Compliance Behavior
Efektivitas Media Pendidikan Kesehatan Booklet Dan Leaflet Terhadap Perilaku Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Simomulyo Surabaya anugrah, elfira; Christiany, Irine; Minarti; Miadi
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.188

Abstract

ABSTRAK  Kepatuhan minum obat  masih dianggap sebagai masalah sepele sehingga banyak lansia yang memiliki perilaku  kepatuhan minum obat yang buruk. Penelitian ini menggunakan quast eksperimen komparatif dengan desain two-group pre-test dan post-test pada sampel  84 orang  kelompok intervensi pendidikan kesehatan dengan menggunakan booklet dan leaflet sebagai medianya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku. Uji statistic menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa lansia menunjukkan perilaku buruk (76%) sebelum menerima media pendidikan kesehatan. Setelah mendapat media pendidikan kesehatan, lansia menunjukkan perilaku yang lebih baik (79%). Penggunaan media untuk membuktikan perilaku minum obat khususnya pada lansia penderita hipertensi. Pendidikan kesehatan melalui booklet dan leaflet efektif dalam meningkatkan perilaku  minum obat pada lansia. Di Puskesmas Simomlyo Surabaya dibandingkan kedua media tersebut, media booklet lebih efektif dalam meningkatkan perilaku  minum obat pada lansia. Hasil penelitian menujukkan bahwa media booklet lebih efektif dalam peningkatan kepatuhan minum obat pada lansia di Puskesmas Simomulyo.   ABSTRACT   Adherence to taking medication is still considered a trivial problem so that many elderly people have poor medication adherence behavior. This study used a comparative quast experiment with a two-group pre-test and post-test design on a sample of 84 people in the health education intervention group using booklets and leaflets as media. Data were collected using a behavioral questionnaire. Statistical tests using Wilcoxon Sign Rank Test and Mann-Whitney Test. The results showed that the elderly showed poor behavior (76%) before receiving health education media. After receiving health education media, the elderly showed better behavior (79%). The use of media to prove the behavior of taking medicine, especially in the elderly with hypertension. Health education through booklets and leaflets is effective in improving the behavior of taking medication in the elderly. At Puskesmas Simomlyo Surabaya compared to the two media, booklet media is more effective in improving the behavior of taking medicine in the elderly. The results showed that booklet media was more effective in increasing compliance with taking medication in the elderly at Simomulyo Health Center. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15