cover
Contact Name
Dr. Muh. Syaiful Saehu, S.T., M.Si
Contact Email
lppmkarkes@gmail.com
Phone
081243018398
Journal Mail Official
ojs.jgi@gmail.com
Editorial Address
Jl. A.H. Nasution No.89, Anduonohu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi Ilmiah
ISSN : 24075515     EISSN : 2745990X     DOI : https://doi.org/10.46233/jgi.v11i3
Jurnal Gizi Ilmiah (JGI) merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel penelitian (research article) dari disiplin ilmu gizi. Artikel yang dipublikasikan meliputi hasil penelitian di bidang gizi klinik, gizi kesehatan masyarakat, gizi institusi (food service management) dan pangan. JGI terbit sejak tahun 2014 oleh LPPM STIKes Karya Kesehatan dengan pISSN 2407-5515 dan eISSN 2745-990X. Frekuensi terbit JGI tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember. Focus & Scope untuk Jurnal Gizi Ilmiah adalah Ilmu Gizi Klinik, Kesehatan Masyarakat dan Pangan
Articles 126 Documents
Studi Meta-Analisis: Pengaruh Pemberian Kacang-Kacangan terhadap Kadar HbA1c pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Afrizah, Yasmine Alida
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i1.1446

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis akibat gangguan produksi atau kerja insulin, yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal. Salah satu upaya pengendalian kadar gula darah adalah melalui konsumsi makanan tinggi serat, seperti kacang-kacangan. Kandungan serat dan lemak sehat dalam kacang-kacangan diketahui berperan dalam memperbaiki kontrol glikemik, menurunkan kadar insulin berlebih, serta mengurangi kadar lemak darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang-kacangan terhadap kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan pendekatan kuantitatif, yang menggabungkan hasil beberapa studi untuk memperoleh estimasi ukuran efek secara lebih akurat. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak R-Studio versi 4.4.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok intervensi yang mengonsumsi kacang-kacangan memiliki kadar HbA1c lebih rendah sebesar 0,17 dibandingkan kelompok kontrol (aOR = -0,17; CI 95%: -0,38 hingga 0,04; p<0,01). Namun, ditemukan heterogenitas yang cukup tinggi antar studi (I² = 66%; p<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa intervensi kacang-kacangan memberikan manfaat signifikan dalam menurunkan kadar HbA1c dan berpotensi menjadi bagian dari strategi diet yang efektif dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Absctract Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder caused by impaired insulin production or function, resulting in elevated blood glucose levels above normal. One of the dietary approaches to control blood sugar is the consumption of high-fiber foods such as nuts. Nuts are rich in fiber and healthy fats, which are known to help improve glycemic control, reduce excess insulin levels, and lower blood lipid levels. This study aimed to determine the effect of nut consumption on HbA1c levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The study used a quantitative meta-analysis method, combining the results of several studies to obtain a more accurate estimate of the effect size. Data analysis was conducted using R-Studio version 4.4.0. The results showed that the intervention group who consumed nuts had HbA1c levels that were 0.17 lower compared to the control group (aOR = -0.17; 95% CI: -0.38 to 0.04; p<0.01). However, substantial heterogeneity was observed among the studies (I² = 66%; p<0.01). The conclusion of this study is that nut consumption has a significant benefit in lowering HbA1c levels and has the potential to be an effective dietary strategy in the management of type 2 diabetes mellitus.
Pengaruh Fitokimia Caffeine Terhadap Tekanan Darah : Literature Review Afdilah, Irmawati Nur
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i1.1453

Abstract

Caffeine is one of the most widely consumed stimulants worldwide, found in plants such as coffee, tea, and cocoa. This study aims to examine the effects of the phytochemical caffeine on blood pressure through a literature review. Caffeine consumption is known to influence the sympathetic nervous system and enhance alertness and cognitive performance. A literature review covering various studies from 2014 to 2024 reveals that caffeine has varying effects on blood pressure, depending on factors such as dosage, duration of consumption, and previous dietary habits concerning caffeine sources. The methodology used is a literature review, analyzing relevant journals and scientific articles to present data and draw conclusions regarding the relationship between caffeine consumption and blood pressure. The findings indicate that although caffeine can raise blood pressure in some individuals, this effect is not uniform and is influenced by various contextual factors. Therefore, caffeine consumption should be considered carefully, especially for individuals at risk of hypertension.
Pemberian Diet Diabetes Melitus, Rendah Garam, Rendah Lemak, dan B12 pada Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi, Dislipidemia, dan Hernia Nukleus Pulposus: Sebuah Laporan Kasus Kusumawardhani, Mahda Putri
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i1.1454

Abstract

Latar Belakang: Pasien diabetes mellitus dengan komplikasi hipertensi, dislipidemia, dan hernia nukleus pulposus memerlukan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) untuk membantu mempercepat pemulihan pasien. Pasien diberikan intervensi berupa diet diabetes mellitus dengan prinsip 3J (tepat jenis, jumlah, dan jadwal), diet rendah garam, rendah lemak, dan B12. Tujuan: Untuk menganalisis pemberian asuhan gizi terstandar meliputi assesment, diagnosis gizi, intervensi gizi, monitoring dan evaluasi gizi pada pasien dengan diagnosis medis radikulopati lumbal ec hernia nucleus pulposus, diabetes mellitus, hipertensi, dan dislipidemia. Metode: Penelitian dilakukan ketika rotasi asuhan gizi klinik menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain studi kasus. Studi kasus dilakukan pada bulan November 2024 pada pasien rawat inap rumah sakit X kota Surabaya. Hasil: PAGT dilakukan dengan memberikan intervensi gizi berupa diet diabetes mellitus, rendah garan, rendah lemak, dan B12. Setelah itu, dilakukan monitoring dan evaluasi selama tiga hari untuk mengetahui perkembangan pasien. Prinsip diet yang diberikan yaitu 3J (tepat Jadwal, Jenis, dan Jumlah). Hasil monitoring asupan makan pasien selama tiga hari cenderung melebihi 100% karena pasien mengonsumsi makanan tambahan dari luar rumah sakit. Pasien memiliki status gizi obesitas dan selama monitoring dan evaluasi tidak terdapat perubahan berat badan dan LILA pada pasien. Gula darah PP dan gula darah puasa pasien selama tiga hari dicek secara berkala dan cenderung mengalami perbaikan, sedangkan tekanan darah pasien fluktuatif, tetapi tidak meningkat secara signifikan. Pada awal assessment, pasien mengeluh sakit pinggang dan tidak bisa bangun. Namun, pada hari ketiga pemantauan pasien sudah bisa bangun dan bergerak. Kesimpulan: pasien dalam keadaan cukup baik dan mampu menerima diet yang diberikan. Pasien tidak mengalami gangguan napsu makan, tetapi memiliki masalah gizi berupa obesitas. Pola makan pasien sedikit berlebih pada saat pemantauan. Gula darah pasien selama tiga hari mengalami perbaikan dan keluhan nyeri pinggang juga membaik.
Pengaruh Pemberian Kayu Manis Terhadap Imunomodulator pada Manusia dan Hewan Eksperimental : Studi Literatur Rachma, Alyta Adinda
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i1.1464

Abstract

Masalah kesehatan yang banyak terjadi di Indonesia berkaitan erat dengan penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. Keberadaan radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan sel dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Kayu manis atau yang biasa disebut dengan Cinnamomum sp. adalah jenis tanaman tropis yang termasuk dalam famili Lauraceae yang telah banyak digunakan dan terdiri dari berbagai jenis spesies. Selain menjadi sumber antioksidan dan menetralisir radikal bebas, tanaman kayu manis ini berfungsi juga sebagai anti inflamasi dan dapat menjadi peningkat sistem kekebalan tubuh. Literatur ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis hasil dari penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pengaruh pemberian kayu manis terhadap imunomodulator. Artikel pendukung didapatkan dari situs data online pada Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, dan Medline yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2014-2024), dengan jumlah artikel yang dianalisis sebanyak 8 buah, Kayu manis dapat berpengaruh secara signifikan sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta sistem kekebalan tubuh.
Potensi Imunomodulator Tanaman Echinacea purpurea pada Sistem Imun: Studi Literatur Rohmatulkhasanah, Fitri Atik
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i1.1466

Abstract

Echinacea purpurea merupakan tanaman obat yang banyak digunakan sebagai agen imunomodulator karena kandungan bioaktifnya, seperti polisakarida, alkamida, dan glikoprotein. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi dalam meningkatkan respons imun melalui modulasi sistem imun bawaan dan adaptif. Studi ini bertujuan untuk merangkum bukti ilmiah terkait mekanisme imunomodulator Echinacea purpurea berdasarkan hasil penelitian eksperimental yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Telaah literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan Pubmed dengan penerapan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Hasil analisis terhadap 10 studi yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa Echinacea purpurea dapat meningkatkan fungsi imun melalui peningkatan proliferasi limfosit, aktivitas sel pembunuh alami (NK), sekresi sitokin seperti IL-2 dan IFN-γ, serta peningkatan aktivitas fagositik. Selain itu, tanaman ini juga berperan dalam melindungi terhadap imunosupresi akibat stres fisiologis atau paparan agen kemoterapi. Bukti yang tersedia mendukung potensi E. purpurea sebagai agen imunomodulator yang berkontribusi dalam menjaga homeostasis sistem imun.
Efektivitas Suplementasi Lutein dalam Meningkatkan Kerapatan Pigmen Makula (MPOD): Studi Literatur Arifa, Rahmania
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i1.1467

Abstract

Konsentrasi lutein dalam makula, yang dikenal sebagai MPOD merupakan indikator kesehatan mata. MPOD lebih rendah pada mata dengan AMD (Age-related Macular Degeneration). Lutein adalah antioksidan yang melindungi mata dari kerusakan oleh oksigen singlet dan lipid peroksida. Suplementasi lutein dapat memperlambat perkembangan katarak dan degenerasi makula terkait usia. Literatur ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis hasil penelitian yang berkaitan dengan efektivitas suplementasi lutein dalam meningkatkan kerapatan pigmen makula. Literatur didapatkan dari database online Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed yang dipublikasi dalam waktu 10 tahun terakhir (2014-2024) dan jumlah literatur yang dianalisis sebanyak 8 buah. Suplementasi lutein dapat membantu meningkatkan MPOD dalam mencegah kondisi degenerasi makula terkait usia.
Efek Fitokimia Asam Siringat (Syringic acid) Terhadap Diabetes Melitus: Literature Review Indrasta, Azra Fahriyah Fahriyah
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i2.1471

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik, yang melibatkan peningkatan kadar glukosa darah yang abnormal (hiperglikemia). Hiperglikemia yang terjadi pada pasien diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan serius, yang berdampak buruk pada saraf, ginjal, jantung, hati, dan pembuluh darah. Penggunaan pengobatan konvensional dalam mengobati komplikasi diabetes melitus masih menimbulkan beberapa efek samping. Beberapa penelitian menunjukkan asam siringat memiliki efek anti diabetes. Literatur ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hasil penelitian terkait tentang efek fitokimia asam siringat pada diabetes melitus berdasarkan bukti penelitian eksperimental. Tinjauan literatur pada makalah yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dalam 10 tahun terakhir (2014 – 2024) dilakukan menggunakan basis data elektronik. Berdasarkan tinjuaun literatur, asam siringat memiliki efek positif terhadap pemulihan fungsi fisiologis tubuh pada diabetes melitus. Abstract Diabetes mellitus is a metabolic disease that involves an abnormal increase in blood glucose levels (hyperglycemia). Hyperglycemia that occurs in diabetic patients can cause various serious health complications, which have adverse effects on the nerves, kidneys, heart, liver, and blood vessels. The use of conventional medicine in treating complications of diabetes mellitus still causes some side effects. Several studies have shown that syringic acid has anti-diabetic effects. This literature review aims to review and analyze the results of related studies on the phytochemical impacts of syringic acid on diabetes mellitus based on experimental research evidence. A literature review of papers published in English in the last 10 years (2014 - 2024) was conducted using an electronic database. Based on the literature review, syringic acid has a positive effect on the recovery of physiological functions of the body in diabetes mellitus.
Pengaruh Diet Brown Rice terhadap Kadar HbA1c pada Penderita Diabetes Melitus : Meta Analisis Nathasya, Yusrina
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i2.1476

Abstract

Abstrak Diabetes melitus adalah penyakit yang perlu dilakukan pengelolaan untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Kadar HbA1C merupakan parameter penting untuk melihat derajat diabetes melitus dan sebagai pengukur kontrol glikemik tubuh. Brown rice merupakan makanan yang memiliki manfaat dalam meningkatkan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus. Kandungan serat dan glikemik indeks yang rendah menjadi peran penting dalam penurunan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus. Menganalisis efek dari konsumsi brown rice sebagai serat pangan untuk menekan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus. Metode penelitian menggunakan studi meta analisis dengan mencari literatur yang memenuhi syarat inklusi. Efek konsumsi brown rice terhadap kadar HbA1c dianalisis menggunakan aplikasi R Studio. Dari total 10 literatur dengan desain studi randomized control. Konsumsi brown rice menunjukkan hasil signifikan dapat menekan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus. Pemberian diet pada kelompok intervensi (brown rice) memiliki kadar HbA1c lebih rendah dibandingkan pada kelompok kontrol ( -0,37 (95% CI: -0,62, 0,12) dengan p-value < 0,01). Terdapat adanya hubungan secara signifikan dari pemberian diet brown rice dalam menurunkan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus. Abstract Diabetes mellitus is a disease that needs to be managed to prevent serious complications. HbA1C levels are an important parameter to determine the degree of diabetes mellitus and as a measure of the body's glycemic control. Brown rice is a food that has benefits in improving glycemic control in diabetes mellitus sufferers. Fiber content and low glycemic index play an important role in reducing HbA1c levels in diabetes mellitus sufferers. To analyze the effect of consuming brown rice as dietary fiber to reduce HbA1c levels in diabetes mellitus sufferers. The research method uses a meta-analysis study by searching for literature that meets the inclusion requirements. The effect of brown rice consumption on HbA1c levels was analyzed using the R Studio application. From a total of 10 pieces of literature with a randomized control study design. Consuming brown rice shows significant results in reducing HbA1c levels in diabetes mellitus sufferers. The diet given to the intervention group (brown rice) had lower HbA1c levels than the control group (-0.37 (95% CI: -0.62, 0.12) with p-value <0.01). There is a significant relationship between giving a brown rice diet in reducing HbA1c levels in diabetes mellitus sufferers.
Efek Immunomodulatory Cardamom Melalui Sifat Antioksidan dan Antiinflamasi : Literature Review Martak, Aminah Mohammad Arif
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i2.1477

Abstract

Abstrak Tanaman kapulaga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan nutrisi dan senyawa aktifnya yang berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kapulaga dengan senyawa aktif 1,8-cineole dan senyawa fenolik telah diteliti sebagai imunomodulator yang efektif dalam berbagai penyakit, terutama dalam mengatur respons inflamasi dan stres oksidatif. Penelitian ini dilakukan dengan desain literature review pencarian artikel penelitian relevan dalam sepuluh tahun terakhir dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kapulaga terbukti memiliki efek immunomodulatory signifikan melalui sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dimiliki. Berbagai penelitian menunjukkan efek kapulaga dalam mengurangi stres oksidatif, menekan produksi sitokin pro-inflamasi, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan. Interaksi dengan probiotik dapat memperkuat efek peningkatan respons imun. Mekanisme antiinflamasi kapulaga melibatkan penurunan aktivitas enzim COX-2 dan penghambatan jalur NF-κB. Oleh karena itu, kapulaga dapat memberikan potensi besar sebagai imunomodulator dan antioksidan serta antiinflamasi.
Peran Efek Antioksidan Pada Naringenin Sebagai Anti Diabetes: Literature Review Putriliana, Salma Chesa; Atmaka, Dominikus Raditya; Farapti, Farapti
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i2.1482

Abstract

Diabetes mellitus is becoming one of the major problems in the world that causes a few cases of other diseases. This disease is characterized by hyperglycaemia which occurs disrupted secretion or insulin function or both. Oxidative stress, caused by an imbalance between Reactive Oxygen Species (ROS) and antioxidants, can be one of the causes of complications of the disease. Naringenin is potentially found to be an antidiabetic by various mechanisms. The literature research was carried out through articles over the past ten years aimed at finding out how the antioxidant effect mechanisms of naringenin against diabetes mellitus. Research results show that naringenin has significant potential as a therapeutic agent in managing diabetes mellitus through reduce inflammation, increased antioxidants mechanism as well as improved insulin functions and glucose metabolism.

Page 12 of 13 | Total Record : 126