cover
Contact Name
Dr. Muh. Syaiful Saehu, S.T., M.Si
Contact Email
lppmkarkes@gmail.com
Phone
081243018398
Journal Mail Official
ojs.jgi@gmail.com
Editorial Address
Jl. A.H. Nasution No.89, Anduonohu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi Ilmiah
ISSN : 24075515     EISSN : 2745990X     DOI : https://doi.org/10.46233/jgi.v11i3
Jurnal Gizi Ilmiah (JGI) merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel penelitian (research article) dari disiplin ilmu gizi. Artikel yang dipublikasikan meliputi hasil penelitian di bidang gizi klinik, gizi kesehatan masyarakat, gizi institusi (food service management) dan pangan. JGI terbit sejak tahun 2014 oleh LPPM STIKes Karya Kesehatan dengan pISSN 2407-5515 dan eISSN 2745-990X. Frekuensi terbit JGI tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember. Focus & Scope untuk Jurnal Gizi Ilmiah adalah Ilmu Gizi Klinik, Kesehatan Masyarakat dan Pangan
Articles 126 Documents
Hubungan Citra Tubuh, Aktivitas Fisik dan Pengetahuan Gizi dengan Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Wawonii Barat Yansah, Deri; Dhesa, Desiderius Bella; Ihsan, Habib; Abadi, Ellyani Abadi,; Ananda, Siti Hadrayanti
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i2.1516

Abstract

This research is an observational study using a cross-sectional study. The research population was 132 female students (adolescent girls) in class X and XI at SMAN 1 Wawonii Barat aged 15-17 years. The sample was taken as many as 57 people using proportional stratified random sampling. Data was collected through interviews using questionnaires and assessing nutritional status through measuring body weight and height. The data collected were the characteristics of young women, nutritional status based on BMI, body image, physical activity and respondents' knowledge about nutrition. Based on the research results, it was found that 61.4% of young women had thin nutritional status, 38.6% had dissatisfied body image, 47.4% had poor physical activity, 29.8% had poor nutritional knowledge. Statistical tests show that there is a significant relationship between physical activity (P=0.006) and nutritional knowledge (P=0.026) with the nutritional status of adolescent girls at SMAN 1 Wawonii Barat. In order to build a good body condition and resistance to disease, it is desired that students who now have poor nutritional status will attempt to improve it by adopting a balanced diet and taking regular pauses. Given that many pupils still have poor nutritional status, educators might use the research's findings as study material to shed light on the science of nutrition
Efektivitas Suplementasi Beta Glucan terhadap Kadar Glukosa Darah: Meta-Analisis Studi Eksperimental pada Hewan Rahmadani, Lohita Adinda
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1483

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan metabolisme insulin. Salah satu pendekatan dalam pengelolaan diabetes adalah penggunaan serat pangan, khususnya beta glucan, yang dikenal mampu memperlambat penyerapan glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis dan kuantitatif pengaruh beta glucan terhadap penurunan kadar gula darah melalui metode meta-analisis. Literatur diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa studi eksperimental pada hewan coba dalam sepuluh tahun terakhir. Sebanyak tujuh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi beta glucan secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada model hewan diabetes, dengan pooled risk ratio sebesar 21,16 (95% CI: 7,57–59,14). Selain itu, beta glucan juga memberikan efek positif pada profil lipid, seperti penurunan kadar LDL dan peningkatan HDL. Temuan ini mengindikasikan bahwa beta glucan berpotensi digunakan sebagai agen pendukung dalam pengelolaan diabetes melitus. Diperlukan penelitian lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya secara klinis.
Hubungan Paparan Informasi Gizi, Pendidikan Ibu, dan Pendapatan Keluarga Terhadap Kejadian Balita Stunting Di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Nur Fithriah, Alfi Rahmatillah; Diba, Nadia Farah
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1524

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas ekonomi, sehingga berpotensi melanggengkan kemiskinan antargenerasi. Faktor yang berperan antara lain pendidikan ibu, pendapatan keluarga, serta paparan informasi gizi. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control pada Februari–Maret 2023. Sampel sebanyak 100 responden dipilih dengan purposive sampling, terdiri dari 50 ibu dengan balita stunting dan 50 ibu dengan balita normal usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sooko. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan tahunan puskesmas. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan informasi gizi (p=0,009), pendidikan ibu (p=0,009), dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting. Regresi logistik menegaskan pendidikan ibu (p=0,048; OR=0,191) dan pendapatan keluarga (p=0,000; OR=19,946) sebagai faktor dominan. Paparan informasi gizi tidak signifikan setelah dikontrol (p=0,157), namun tetap menunjukkan kecenderungan risiko lebih tinggi tanpa informasi yang memadai. Pendidikan ibu dan pendapatan keluarga merupakan faktor utama kejadian stunting, sedangkan paparan informasi gizi berperan sebagai faktor pendukung. Upaya penurunan stunting perlu diarahkan pada peningkatan literasi gizi ibu, penguatan ekonomi keluarga, serta penyebaran informasi gizi yang efektif.
Pengaruh Pemberian Jus Nanas Mixture Madu Terhadap Penurunan Asam Urat di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Sandi, Sandi; Tahiruddin, Tahiruddin; Abadi, Ellyani
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1613

Abstract

Asam urat merupakan salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami masyarakat, khususnya diderita oleh kelompok usia lanjut. Penelitian ini dilakukan dengan maksud menilai apakah pemberian jus nanas yang dipadukan dengan madu dapat memengaruhi penurunan tingkat asam urat pasien di area pelayanan Puskesmas Kaleroang. Metode yang dipakai yaitu pre-eksperimental dengan model pre dan post test, melibatkan 15 responden dengan pemilihan responden berdasarkan purposive sampling. Pemberian intervensi berupa jus nanas mixture madu sebanyak 200 mL yang dikonsumsi setiap pagi selama 7 hari berturut-turut. Dari hasil analisis diperoleh bahwa kadar asam urat sebelum perlakuan berada pada angka 7,4 mg/dL dengan kisaran 6,3–8,7 mg/dL, adapun setelah perlakuan nilainya turun menjadi 6,1 mg/dL dengan rentang 4,3–7,3 mg/dL. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pemberian jus nanas mixture madu memiliki efek signifikan dan nyata terhadap pengurangan tingkat kadar asam urat.. Karena itu, penggunaan jus nanas campuran madu dapat direkomendasikan sebagai pendekatan nonfarmakologis dalam upaya menurunkan kadar asam urat.
Hubungan Usia dan Kepatuhan Diet dengan Kadar Glukosa Darah Penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka Martinus, Ebriyanti; Ananda, Siti Hadrayanti; Ihsan M, Habib
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1651

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menulat yang kasusnya mengalami peningkatan. Diabetes melitus merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan atau resistensi insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan kepatuhan diet dengan kadar glukosa darah penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain cross sectional study. Sampel adalah adalah sebagian sebagian penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang menjalani rawat inap tahun 2025 sebanyak 33 orang. yang diperoleh menggunakan accidental sampling Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil uji Chi-Square diperoleh p value 0,017 untuk usia dan hasil uji Fisher Exact diperoleh p value 0,027. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan usia dan kepatuhan diet dengan kadar glukosa darah penderita DM Tipe 2 di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Saran bagi rumah sakit agar meningkatkan upaya promotif dan preventif serta memberikan pendampingan kepatuhan diet pada pasien. Bagi peneliti sejanjutnya agar menambahkan variabel lain yang berpengaruh terhadap kadar glukosa darah, seperti lama menderita DM, kepatuhan minum obat serta mengembangkan intervensi atau program berbasis edukasi.
Hubungan Cita Rasa Makanan dan Ketepatan Waktu Distribusi dengan Tingkat Kepuasan Pelayanan Gizi pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka Hasniar, Hasniar; Ihsan M, Habib; Demmalewa, Jenny Qlifianti
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v12i3.1652

Abstract

Abstrak Kepuasan pasien merupakan indikator penting kualitas pelayanan gizi yang berperan besar terhadap citra rumah sakit. RS Benyamin Guluh Kolaka telah mengikuti standar penyelenggaraan makanan dengan siklus menu dan jadwal makan yang teratur, namun masih ditemukan kendala seperti kurang sesuainya cita rasa, keterlambatan distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan cita rasa makanan dan ketepatan distribusi dengan tingkat kepuasan pelayanan gizi pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain cross sectional study. Sampel adalah sebagian pasien rawat inap di ruang kelas III RSBG Kolaka tahun 2025 periode Januari-Maret sebanyak 76 orang yang diperoleh menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian diperoleh p value 0,000 untuk cita rasa makanan dan 0,000 untuk ketepatan waktu distribusi makanan. Kesimpulan adalah ada hubungan cita rasa makanan dan ketepatan distribusi dengan tingkat kepuasan pelayanan gizi pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Saran bagi RSBG Benyamin Guluh agar meningkatkan cita rasa makanan melalui evaluasi resep secara berkala, menyediakan variasi menu yang sesuai budaya lokal dan memperbaiki ketepatan waktu distribusi makanan. Bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan desain penelitian eksperimen untuk menilai dampak perbaikan menu maupun sistem distribusi terhadap sisa makanan dan asupan gizi pasien. Absctract Patient satisfaction is an important indicator of the quality of nutritional services, which significantly impacts a hospital's image. Benyamin Guluh Hospital, Kolaka, adheres to food service standards with a regular menu cycle and meal schedule. However, challenges such as inappropriate taste and delayed distribution persist. The purpose of this study was to determine the relationship between food taste and timeliness of distribution and satisfaction levels with nutrition services inpatients at Benyamin Guluh Hospital, Kolaka. The study used a quantitative, cross-sectional design. The sample consisted of 76 inpatients in Class III wards at Benyamin Guluh Hospital, Kolaka, in 2025, from January to March. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Fisher Exact Test. The results showed a p-value of 0.000 for food taste and 0.000 for timeliness of food distribution. The conclusion is that there is a relationship between food taste and accuracy of distribution and the level of satisfaction with nutritional services among inpatients at Benyamin Guluh Hospital, Kolaka. Suggestions for Benyamin Guluh Hospital include improving food taste through regular recipe evaluation, providing menu variations that are culturally appropriate, and improving the timeliness of food distribution. Future researchers should use an experimental research design to assess the impact of menu and distribution system improvements on food waste and patient nutritional intake.

Page 13 of 13 | Total Record : 126