cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
081349558346
Journal Mail Official
kognisia@ulm.ac.id
Editorial Address
Unit Jurnal dan Publikasi, Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kognisia
ISSN : 28096827     EISSN : 28096215     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Kognisia merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada riset Ilmu Psikologi, khususnya yang berkaitan dalam bidang psikologi kognitif dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif ataupun kualitatif. Jurnal Kognisia juga menerima artikel penelitian di bidang psikologi lain terkait topik kognitif atau perilaku secara umum. Jurnal Kognisia sebagai sarana komunikasi untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah di bidang psikologi kognitif. Adapun contoh topik penelitian yang relevan untuk jurnal kami: Kemampuan kognitif, Perkembangan kognitif, Terapi kognitif, Gaya kognitif, Proses belajar, Kognisi spasial, Persepsi, Berpikir, Penalaran, Memori, Perhatian, Pemecahan masalah, Pengolahan bahasa, Pengambilan keputusan dan lain-lain.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER" : 10 Documents clear
Hubungan Intensitas Bermain Game Online PUBG dengan Self-Awareness pada Remaja Akhir di Kalimantan Selatan Timpal, Marino Angelino; Istiqomah, Ermina; Achmad, Rendy Alfiannoor
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2656

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Pada fase ini, menerima dan mengerti diri sendiri sangat diperlukan untuk mencapai kedewasaan, dalam hal ini self-awareness sangat berperan penting dalam usaha untuk mengetahui kemampuan yang ada dalam diri remaja serta kesadarannya terhadap lingkungan sekitar. Berkaitan dengan hal tersebut, aktivitas game online menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan self-awareness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas bermain game online PUBG dengan self-awareness pada remaja akhir di Kalimantan Selatan. Subjek dari penelitian ini adalah remaja akhir berusia 15-18 tahun yang berdomisili di Kalimantan Selatan dengan jumlah 130 partisipan melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu angket intensitas bermain game online PUBG dan skala self-awareness. Analisis data menggunakan analisis korelasional dengan bantuan program komputer SPSS. Berdasarkan analisis korelasional didapatkan hubungan negatif antara intensitas bermain game online PUBG dengan self-awareness yaitu -0,406 dengan nilai signifikansi 0,000. Koefisien determinasi menunjukkan kontribusi efektif intensitas bermain game online PUBG dengan self-awareness sebesar 16,48% sedangkan 83,52% bersumber dari faktor lain. Kata Kunci: Intensitas Bermain Game Online, PUBG, Self-Awareness, Remaja Akhir
Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja dengan Persepsi Kinerja pada Perawat di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru Helman, Selvina; Dewi, Rooswita Santia; Achmad, Rendy Alfiannoor
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2698

Abstract

Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan kesehatan, dalam pelaksanaan aktivitasnya rumah sakit bergantung dengan kemampuan sumber daya manusianya. Salah satu sumber daya manusia yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan  pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah perawat. Tenaga keperawatan yang berkualitas serta profesional akan membuat sistem pelayanan menjadi efektif dan efisien. Pelayanan yang baik dapat terwujud  ketika seorang perawat memiliki persepsi yang baik terhadap hasil yang telah dicapai dalam bekerja. Salah satu upaya dalam meningkatkan persepsi kinerja karyawan yang dapat dilakukan oleh organisasi atau perusahaan adalah dengan memberikan kualitas kehidupan kerja yang baik kepada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas kehidupan kerja dengan persepsi kinerja pada Perawat RSD Idaman Kota Banjarbaru. Populasi pada penelitian ini sekitar 261 Perawat RSD Idaman Kota Banjarbaru dengan sampel yang di gunakan sebanyak 120 perawat, jumlah tersebut diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan kriteria perawat yang aktif, berusia ≥ 21 tahun dan lama bekerja ≥  2 tahun. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu skala kualitas kehidupan kerja dan skala persepsi kinerja. Analisis data menggunakan analisis korelasional didapatkan hubungan positif antara kualitas kehidupan kerja dengan persepsi kinerja dengan nilai r = 0,201 dengan nilai signifikansi 0,028 yang artinya semakin tinggi kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi persepsi kinerja. Koefisien determinasi menunjukkan sumbangan efektif kualitas kehidupan kerja dengan persepsi kinerja sebesar 4% sedangkan 96% merupakan sumbangan faktor lainnya.
Peran Pola Asuh Otoritatif terhadap Kemandirian Emosional pada Remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Ahmat, Chovivah Nur; Fauzia, Rahmi; Tanau, Meydisa Utami
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2630

Abstract

Perkembangan kemandirian emosional dimulai pada awal masa remaja dan ketergantungan remaja terhadap orang tua yang akan berkurang pada remaja akhir. Hubungan yang dekat antara orang tua dengan anak berperan dalam perkembangan remaja. Kedekatan orang tua dengan anak yang relatif baik mengarah pada pola asuh otoritatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pola asuh otoritatif terhadap kemandirian emosional pada remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi. Subjek penelitian berjumlah 59 siswa di SMAN 1Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menggunakan metode purposive sampling. Metode penggunaan data menggunakan instrumen skala otoritatif dan skala kemandirian emosional. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 19,367 dan t tabel sebesar 6,61 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (19,367> 6,61). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kemandirian emosional dapat diterima.
Peranan Kemandirian Terhadap Stres Kerja Pada Karyawan Terdampak Covid-19 di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru Salwa, Dinda Alifa; Istiqomah, Ermina; Hidayatullah, Muhammad Syarif
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.6198

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 pada akhir tahun 2019 lalu menimbulkan dampak buruk bagi semua sektor, termasuk sektor industri. Banyak perusahaan yang mengalami kerugian akibat pandemi Covid-19 sehingga ini juga berimbas pada karyawan seperti banyak karyawan yang dirumahkan, mengalami pemotongan gaji hingga terkena PHK. Adanya kondisi ini menimbulkan stres kerja yang dialami karyawan semakin meningkat. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan karyawan untuk meminimalisir stres kerja yang terjadi di masa pandemi Covid-19 adalah dengan bersikap mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian terhadap stres kerja pada karyawan terdampak Covid-19 di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini adalah 107 karyawan terdampak Covid-19 di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert, sedangkan untuk analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini adalah kemandirian berpengaruh secara terhadap stres kerja pada karyawan.Koefisien bernilai negatif artinya semakin tinggi tingkat kemandirian maka semakin rendah stres kerja, dan begitupun sebaliknya.
Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja dengan Keterikatan Kerja pada Perawat Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru Nurliani, Dina; Dewi, Rooswita Santia; Achmad, Rendy Alfiannoor
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada perawat Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah 261 orang perawat Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria subjek berupa perawat yang aktif, berusia ≥ 21 tahun, dan telah memiliki lama bekerja ≥ 2 tahun. Subjek penelitian berjumlah 120 orang perawat. Pengumpulan data menggunakan dua alat ukur yaitu skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Analisis data menggunakan analisis korelasional, didapatkan hubungan positif antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi pula keterikatan kerja, sebaliknya, semakin rendah kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah pula keterikatan kerja. Koefisien determinasi menunjukkan sumbangan efektif kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja sebesar 5,5% sedangkan 94,5% merupakan sumbangan dari faktor lain. Kata Kunci: Kualitas Kehidupan Kerja, Keterikatan Kerja, Perawat
Peran Pola Asuh Otoritatif terhadap Kematangan Beragama pada Remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Fatimah, .; Zwagery, Rika Vira; Tanau, Meydisa Utami
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2631

Abstract

Masa remaja merupakan masa perubahan yang setiap indvidu. Padamasa remaja ini akan mengalami perubahan fisik ataupun psikis. Remaja yang mengalami hal itu cenderung melakukan hal yang beresiko, karena itu remaja adalah individu pertama yang harus di ajarkan jaran agama dan moral, termasuk orangtua mereka. Remaja yang memiliki perilaku yang sesuai dengan aturan moral adalah remaja yang memiliki kematangan beragama yang baik, karena agama pada hakikatnya hanya membawa umatnya menuju dan sebagai orangtua yang mengasuh anak dengan arahan dan bimbingan seperti asuhan otoritatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama pada remaja di SMAN 1 Tebing Tinggi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 59 siswa di SMAN 1Tebing Tinggi, kabupaten balangan, kalimantan selatan, menggunakan metode purposive sampling. Metode menggunakan data instrumen skala otoritatif dan skala kematangan beragama. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 5,989 dan t tabel sebesar 2,002 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (5,989> 2,002). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 5,989 dan t tabel sebesar 2,002 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (5,989> 2,002). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menghasilkan t hitung sebesar 5,989 dan t tabel sebesar 2,002 sehingga menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (5,989> 2,002). Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. Hasil penelitian ini pun menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disangkal bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan adanya peranan yang signifikan dari pola asuh otoritatif terhadap kematangan beragama dapat diterima. 
Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Perawat Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru Mawa, Raudah; Dewi, Rooswita Santia; Achmad, Rendy Alfiannoor
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas kehidupan kerja dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada perawat Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Populasi pada penelitian ini adalah 261 perawat Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru, sedangkan subjek dalam penelitian ini sebanyak 120 perawat dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala kualitas kehidupan kerja dan skala OCB. Nilai positif pada koefisien korelasi menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi OCB, sebaliknya semakin rendah kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah OCB. Hasil analisis tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan OCB dapat diterima. Kata Kunci: Kualitas Kehidupan Kerja, OCB, dan Perawat
Hubungan Rival Attractiveness dengan Komitmen pada Dewasa Awal Berpacaran di Kota Banjarbaru Tirani, Iga; Akbar, Sukma Noor; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2825

Abstract

In early adulthood, commitment is an important aspect of having an intimate relationship such as dating. Commitment in a relationship is defined as an individual's intention to continue the relationship that is being lived. One that affects the level of commitment is rival attractiveness.Someone who feels having a rival in their relationship will tending more to improve commitment in their relationship. This study aimed to understand whether there is correlation of rival attractiveness with commitment of young adults who dating in Banjarbaru city. Hypothesis of this study is there is a correlation of of rival attractiveness with commitment of young adults who dating in Banjarbaru city. Sampel used in this study is 39 persons who currently in dating relationship and within the range of age 21-32 years old which picked using accidental sampling technique. Results found there is a negative correlation between rival attractiveness and dating commitment. Therefore can be concluded that more higher rival attractiveness, then more lower individual dating commitment and vice versa. Aside of rival attractiveness, other factors which influence commitment including attachment styles, personality types, relational satisfaction and relational uncertainty.
Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Kesulitan Belajar Matematika pada Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Banjarbaru Munandar, Retno Intan Riesmita
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.2712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kesulitan belajar matematika pada siswa kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Banjarbaru. Populasi pada penelitian ini yaitu semua siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Banjarbaru, sedangkan subjek yang akan diteliti sebanyak 64 siswa dengan teknik purposive sampling yang memiliki kriteria siswa yang mengalami kesulitan belajar pada matematika dengan nilai dibawah 75. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa efikasi diri dan skala kesulitan belajar matematika. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = -0,367; p < 0,05, artinya adanya hubungan negatif antara efikasi diri dengan kesulitan belajar matematika. Nilai negatif pada r menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah kesulitan belajar matematika, sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka semakin tinggi kesulitan belajar matematika sehingga nilai matematika siswa tersebut rendah. Hasil analisis tersebut memberikan bukti bahwa hipotesis peneliti yang menyatakan adanya hubungan antara efikasi diri dengan kesulitan belajar matematika dapat diterima. Kata kunci: Efikasi Diri, Kesulitan Belajar Matematika, dan Sekolah Menengah Kejuruan This study aims to find the relationship between self-efficacy and learning difficulties in mathematics in class XI students at SMK Negeri 1 Banjarbaru. The population in this study were all students of class XI at SMK Negeri 1 Banjarbaru, while the subjects were 64 students with purposive sampling technique which had the criteria of students who had learning difficulties in mathematics with a score below 75. The data collection method used self-efficacy scale and the mathematics learning difficulty scale. Based on the results of the product moment correlation test, the value of r = -0.367; p <0.05, meaning that there is a negative relationship between self-efficacy and learning difficulties in mathematics. The negative value on “r” indicates that the higher the self-efficacy, the lower the difficulty in learning mathematics, viceversa, the lower self-efficacy, the higher the difficulty in learning mathematics so that the student's mathematics score is low. The results of this analysis provide evidence that the researcher's hypothesis which states that there is a relationship between self-efficacy and learning difficulties in mathematics is acceptable. Keywords: Self-Efficacy, Mathematics Learning Difficulties, and Vocational High Schools
Pengaruh Religiusitas terhadap Stres Kerja pada Karyawan Terdampak Covid-19 di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru Firjatullah, Adib Pratama; Istiqomah, Ermina; Hidayatullah, Muhammad Syarif
Jurnal Kognisia Vol 5, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i2.6196

Abstract

Virus Covid-19 saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Dampak negatif yang dirasakan oleh karyawan seperti banyaknya karyawan yang dirumahkan, adanya pemotongan gaji, hingga PHK. Kondisi ini menyebabkan timbulnya stres kerja pada karyawan. Salah satu tindakan yang dapat mengurangi tingkat stres kerja yang dialami karyawan di masa pandemi Covid-19 adalah dengan meningkatkan religiusitas pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas terhadap stres kerja pada karyawan terdampak Covid-19 di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini adalah 107 karyawan terdampak Covid-19 di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru yang didapatkan berdasarkan Teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala stres kerja (Job Stress Scale) Parker dan DeCotiis (1983) yang telah diadaptasi oleh Fridayanti dkk. (2021) dan skala religiusitas Fetzer (2003) yang telah diadaptasi oleh Cahyaningrum (2018). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan dari religiusitas terhadap stres kerja dengan nilai t hitung > t tabel (2,617 > 1,982) dan nilai signifikansi 0,061.

Page 1 of 1 | Total Record : 10