cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 03 (2024): September" : 29 Documents clear
Organizational citizenship behavior pada karyawan: Bagaimana work engagement berperan? Aditiya, Muhammad Rizqi; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11810

Abstract

Abstrak Perusahaan retail penjualan motor atau disebut dealer menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Persaingan penjualan motor terjadi pada merek dagang yang berbeda dan merek dagang yang sama dengan toko yang berbeda. Persaingan yang ada menuntut karyawan untuk menjukkan kinerja yang maksimal dalam rangka mencapai hasil kerja maksimal. Salah satu upaya perilaku untuk meningkatkan performa yaitu perilaku extra-role yang juga disebut organizational citizenship behavior. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi organizational citizenship behavior yaitu work engagement. Karyawan yang memiliki work engagement dapat digambarkan dengan semangat tinggi, ulet dalam melaksanakan tanggung jawab pekerjaan, tekun dan memiliki kemauan, menunjukkan keterikatan kerja yang kuat, antusias, memiliki inspirasi, kebanggaan, dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 72 orang yang bekerja di divisi administrasi, sales marketing dan mekanik. Metode pengumpulan data menggunakan skala Organizational Citizenship Behavior (Podsakoff dkk, 1996) dan UWES (Scahufelli & Bakker, 2004). Teknik analisis data menggunakan Spearman Brown. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi yang menunjukkan rxy = 0.324 dengan p= 0.006 <0.01, yang artinya adalah adanya korelasi positif dan sangat signifikansi, antara organizational citizenship behavior dengan work engagement. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa responden penelitian yaitu karyawan di divisi marketing, sales dan administrasi termasuk kategori tinggi, yang artinya sesuai dengan hasil uji hipotesis sebelumnya yaitu adanya hubungan positif yang signifikansi antara work engagement dengan OCB. Kata Kunci: organizational citizenship behavior, work engagement, kinerja
Pengambilan keputusan pada mahasiswa yang mengikuti MBKM: Bagaimana peran konformitasnya? Firmansyah, Aditya Rizky; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11835

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan pengambilan keputusan pada mahasiswa yang menempuh MBKM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh MBKM di Fakultas Psikologi yang berjumlah 103 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket secara online menggunakan Google Form dengan menggunakan skala likert. Diperoleh hasil Product Moment dengan nilai signifikan untuk hubungan antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan sebesar 0,000 < 0,01 yang artinya terdapat hubungan yang negatif antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan. Artinya semakin tinggi konformitas maka semakin rendah pengambilan keputusan namun sebaliknya semakin rendah konformitas maka semakin tinggi pengambilan keputusan. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang melakukan perilaku konformitas terkait pengambilan keputusan dalam MBKM yang diikutinya. Kata Kunci : Kesesuaian, Pengambilan Keputusan, Siswa, MBKM Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan pada Mahasiswa yang mengikuti MBKM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Subjek penelitian ini sebanyak 103 pada mahasiswa yang mengikuti MBKM di Fakultas Psikologi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner secara online menggunakan Google Form dengan menggunakan skala likert. Diperoleh hasil Product Moment dengan nilai signifikan pada hubungan Konformitas dengan Pengambilan Keputusan adalah sebesar 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan negatif antara Konformitas dengan Pengambilan Keputusan. Artinya semakin tinggi konformitas maka semakin rendah keputusan pengambilan, namun sebaliknya semakin rendah konformitas maka semakin tinggi keputusan pengambilan. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih banyak yang melakukan perilaku konformitas atas pengambilan keputusan pada MBKM yang mereka ikuti . Kata Kunci : Konformitas, Pengambilan Keputusan, Mahasiswa, MBKM
Kecenderungan BDD pada laki-laki anggota gym: Adakah peran perfeksionisme dan konsep diri? Mareta, Zafira Dwi; Santi, Dyan Evita; -, Rahma Kusumandari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11838

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between perfectionism and self-concept with the tendency of Body Dysmorphia Disorder in male users of Gym services. This research is a type of quantitative research using correlational quantitative methods. The technique of taking participants in this study used Incidental sampling. Participants in this study were 124 respondents with criteria aged 18-30 years. Perfectionism measurement uses a modified BTPS (Big Three Personality Scale) scale into Indonesian based on the perfectionism scale according to Saklofske, et al. Measurement of self-concept data uses a scale based on the theory put forward by Carl Rogers. In addition, the measurement of Bpdy Dysmorphic Disorder tendency data is based on aspects of the theory put forward by Phillips. The results of statistical analysis of the relationship between perfectionism and self-concept variables simultaneously on the tendency of Body Dysmorphia Disorder shows that there is a significant relationship between the independent variables to the dependent between perfectionism and self-concept with the tendency of Body Dysmorphia Disorder. Partial test results on perfectionism variables shows that there is a significant positive relationship between perfectionism and the tendency of Body Dysmorphia Disorder so that the higher the perfectionism, the higher the tendency of Body Dysmorphia Disorder owned. While the partial test results on the self-concept variable shows that there is a significant negative relationship between self-concept and the tendency of Body Dysmorphia Disorder. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dan konsep diri dengan kecenderungan Body Dysmorphia Disorder pada laki-laki pengguna layanan Gym. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan partisipan dalam penelitian ini menggunakan Incidental sampling. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 124 responden dengan kriteria berusia 18 – 30 tahun. Pengukuran perfeksionisme menggunakan modifikasi skala BTPS (Big Three Personality Scale) menjadi bahasa indonesia berdasarkan skala perfeksionisme menurut Saklofske,dkk. Pengukuran data konsep diri menggunakan skala yang berdasarkan teori yang di kemukakan oleh Carl Rogers. Selain itu, pengukuran data kecenderungan Bpdy Dysmorphic Disorder didasarkan pada aspek teori yang dikemukakan oleh Phillips. Hasil analisis statistika hubungan variabel perfeksionisme dan konsep diri secara simultan terhadap kecenderungan Body Dysmorphia Disorder, terdapat hubungan antara variabel bebas ke terikat yang signifikan antara perfeksionisme dan konsep diri dengan kecenderungan Body Dysmorphia Disorder. Hasil uji parsial pada variabel perfeksionisme menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan kecenderungan Body Dysmorphia Disorder sehingga semakin tinggi sifat perfeksionisme, maka semakin tinggi kecenderungan Body Dysmorphia Disorder yang dimiliki. Sedangkan hasil uji parsial pada variable konsep diri menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan Antara konsep diri dengan kecenderungan Body Dysmorphia Disorder.
Celebrity worship pada perempuan dewasa awal penggemar K-pop: bagaimana peran kesepian? Suryaningsih, Endah; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11844

Abstract

Celebrity worship is excessive idolization behavior, this behavior occurs a lot in adolescents and will decline in adulthood but some studies have found that Celebrity worship still occurs in early adulthood. This study aims to determine the relationship between loneliness and celebrity worship in early adult female K-pop fans. This study used quantitative research methods involving 100 adult female K-pop fans. The research technique used in sampling used accidental sampling. The measuring instrument in this study used a 25-item loneliness scale and a 20-item celebrity worship scale. The results of the analysis show that the hypothesis is rejected and there is a significant negative relationship between loneliness and Celebrity worship in adult female K-pop fans. In conclusion, loneliness and celebrity worship are not related, which means that if individuals have a low level of loneliness, the tendency for celebrity worship behavior is high. Vice versa, the higher the level of individual loneliness, the lower the tendency of celebrity worship behavior. Celebrity worship adalah perilaku pengidolaan yang berlebihan, perilaku tersebut banyak terjadi pada remaja dan akan menurun pada usia dewasa namun beberapa penelitian ditemukan bahwa Celebrity worship masih terjadi pada masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan celebrity worship pada perempuan dewasa awal penggemar K-pop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melibatkan 100 orang perempuan dewasa penggemar K-pop. Teknik penelitian yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kesepian sebanyak 25 aitem dan skala celebrity worship sebanyak 20 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis ditolak dan terdapat hubungan negatif siginifikan antara kesepian dengan Celebrity worship pada perempuan dewasa penggemar K-pop. Kesimpulannya kesepian dan celebrity worship tidak berhubungan yang dapat diartikan apabila individu memiliki tingkat kesepian yang rendah maka kecenderungan perilaku celebrity worship tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi tingkat kesepian individu maka semakin rendah kecenderungan perilaku celebrity worship.
Peran pola asuh toxic parents terhadap perilaku bullying pada remaja Pramesti, Nabila Dyah Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11845

Abstract

Abstract Teenagers are expected to be able to complete their developmental tasks well, overcome personal problems and behave according to the values ​​and rules of their surrounding environment. However, adolescence is often a challenging time with significant physical and psychological changes, which can affect their attitudes and behavior. One of the negative behaviors that often occurs among teenagers is bullying. This research aims to determine the relationship between toxic parenting patterns and bullying behavior in junior high school teenagers. This research was conducted at SMP "X" on students in grades VII, VII, and IX who lived with their parents. The data collection technique in this research used the Accidental Sampling technique where participants were taken by chance. Because the population size is unknown, 105 respondents were found when distributing the data. Based on the results of the validity test of this research, valid results were obtained, however, for the normality test, this research did not have a normal distribution. Therefore, this study uses the Spearman Rho data analysis technique to determine whether there is a relationship in this study. After conducting research, the results showed that there was a relationship between toxic parenting patterns and bullying behavior in teenagers. Abstrak Remaja diharapkan menjalani tugas perkembangan mereka dengan baik untuk mengatasi masalah pribadi dan berperilaku sesuai nilai serta aturan lingkungan sekitar. Namun, masa remaja sering kali menjadi periode penuh tantangan dengan perubahan fisik dan psikologis yang signifikan, yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mereka. Bullying menjadi perilaku berbahaya yang sangat umum terjadi di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perilaku bullying pada siswa sekolah menengah pertama berhubungan dengan pola asuh orang tua yang tidak sehat.. Penelitian ini dilakukan di SMP “X” pada siswa kelas VII,VII, dan IX yang tinggal bersama dengan orang tua. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dimana partisipan diambil secara kebetulan. Dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui, maka didapati 105 responden selama penyebaran data. Berdasarkan hasil uji validitas dalam penelitian ini didapatkan hasil yang valid namun untuk uji normalitas penelitian ini tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan teknik analisis data Spearman Rho’s untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan dalam penelitian ini. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan hasil adanya hubungan antara pola asuh toxic dengan perilaku bullying pada remaja.
Mengetahui pentingnya empati untuk membangun perilaku altruisme pada mahasiswa Afiffa, Chaurilia Devi; Efendy, Mamang; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11858

Abstract

This study aims to determine the relationship between empathy and altruism behavior in university students in Surabaya. This research is a research. The population in this study were students aged 18-25 years who were studying in Surabaya. Participants in this study amounted to 115 students, the sampling technique used random sampling or probabilty analysis techniques. The data analysis used in this study is using the Spearman Rho correlation technique. The results of the correlation analysis between altruism and empathy behavior produced a correlation coefficient value (r) of 0.801 with p = <0.05. These results indicate that there is a significant positive relationship between empathy and altruism behavior in university students in Surabaya. It can be concluded that the results of the hypothesis proposed in this study are accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara empati dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa yang berusia 18 – 25 tahun yang sedang berkuliah di Surabaya. Partisipan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 115 mahasiswa teknik pengambilan sampel menggunakan nteknik analisis random sampling atau probabilty. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Teknik korelasi Spearman Rho. Hasil analisis korelasi antar perilaku altruisme dan empati menghasilkan nilai koefesien korelasi (r) 0,801 dengan p= < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara empati dengan perilaku altruisme pada mahasiswa di Surabaya. Dapat disimpulkan bahwa hasil hipotesis yang diajukan dalam penelitain ini diterima.
Resiliensi pada guru: Bagaimanakah peranan kesejahteraan psikologis? Belinda, Naomi Bella; Efendy, Mamang; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11860

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between resilience and psychological well-being in teachers at SMAN Olahraga. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between resilience and psychological well-being in teachers. This research uses correlational quantitative method. The research was conducted on 24 respondents with the criteria of teachers at SMAN Olahraga. The results of the data obtained were then analyzed using Product Moment correlation with the help of SPSS 25 for Windows. The results showed that the hypothesis was accepted that there was a significant positive relationship between resilience and psychological well-being in teachers. The results obtained indicate that resilience is closely related to psychological well-being. The higher the resilience, the higher the psychological well-being in teachers. Conversely, if resilience is lower, psychological well-being is also lower. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kesejahteraan psikologis pada guru di SMAN Olahraga. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara resiliensi dengan kesejahteraan psikologis pada guru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan pada 24 responden dengan kriteria guru di SMAN Olahraga. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis diterima bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan kesejahteraan psikologis pada guru. Hasil yang didapat mengindikasikan bahwa resiliensi berkaitan erat dengan kesejahteraan psikologis. Semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis pada guru. Sebaliknya, jika resiliensi semakin rendah maka kesejahteraan psikologis juga semakin rendah.
Dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat quarter life crisis pada individu dewasa awal Hariyanto, Dandy Putra; Rina, Amherstia Pasca; Sukiatni, Dwi Sarwindah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11923

Abstract

Abstract This research aims to determine the relationship between peer social support and the level of quarter life crisis in early adult individuals. The subjects of this research were vulnerable individuals aged 19-29 years in the city of Surabaya with a total of 100 respondents. Based on analytical calculations using Spearman Rho, a correlation score of 0.225 was obtained with a significance level of 0.000 (p<0.05), meaning that there was no negative relationship between social support and the quarter life crisis. The result is that the higher the social support an individual has, it has no effect on the level of quarter life crisis experienced by that individual. Keywords: social support, Quarter life crisis, adult individuals Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat quarter life crisis pada individu dewasa awal. Subjek penelitian ini adalah individu di rentan usia 19-29 tahun yang ada di kota Surabaya dengan jumlah responden 100 orang. Berdasarkan perhitungan analisis menggunakan Spearman Rho diperoleh skor korelasi Sebesar 0.225 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05) artinya tidak terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan quarter life crisis. Hasilnya semakin tinggi dukungan sosial yang dimiliki individu tidak berpengaruh terhadap tingkat quarter life crisis yang dialami oleh individu tersebut. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Quarter life crisis, Remaja Awal
Peran filsafat ilmu dalam penelitian prokrastinasi akademik: Studi literatur review Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic procrastination is common among students in schools, undergraduate students, and even postgraduate students. The prevalence of academic procrastination at all levels of education is known to be very high, reported to be more than 70% to 80%. Until now, there have been many studies using various approaches carried out to find the right solution to reduce academic procrastination. This literature review study aims to obtain a comprehensive picture of the role of philosophy of science in academic procrastination research. This study is very important because not many have conducted this study before. Books and articles that are related to the research topic are searched through Google Scholar and Science Direct. Data analysis uses a hermeneutic approach to obtain themes that are relevant to the research topic. The results of the study show that the philosophy of science has a very important role in research on academic procrastination. Mastery of ontology, epistemology, and axiology is very necessary for researchers.

Page 3 of 3 | Total Record : 29