cover
Contact Name
Nur Wahidin Ashari
Contact Email
nur.wahidin.ashari@unm.ac.id
Phone
085159801190
Journal Mail Official
imed@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung FG Lantai 2, Jurusan Matematika, Kampus UNM Parangtambung. Jln. Mallengkeri Raya. Kecamatan Tamalate. Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan. Indonesia.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Issues in Mathematics Educations (IMED)
ISSN : -     EISSN : 26858592     DOI : https://doi.org/10.35580/imed
Core Subject : Education,
Journal of IMED presents new ideas, developments, and innovations in mathematics education. It involves attempts to enhance teaching and learning mathematics in the classroom at all levels. It deals with educational articles from research, recent issues, and literature reviews. All paper related to mathematics education are welcome.
Articles 187 Documents
Analisis Kemampuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Guru Matematika Dalam Penerapan Model Problem Based Learning Vista Ria; Nurdin Arsyad; Fajar Arwadi
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahin 2026
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/80x8a135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru matematika dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah TPACK, lembar observasi, dan jadwal. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pada komponen Pengetahuan Teknologi, subjek 1 (Rika) melibatkan perangkat keras dan perangkat lunak dalam proses pembelajaran, sedangkan subjek 2 (Atma) melibatkan lebih sedikit teknologi dalam kegiatan pembelajaran, namun Atma menguasai teknologi seperti laptop untuk administrasi pembelajaran dikelas VIII. 2) Kemampuan Pengetahuan Pedagogik subjek 1 (Rika) dan subjek 2 (Atma) menunjukkan kemampuan yang baik. Kedua guru mengelola kelas menggunakan metode menarik, merencanakan pembelajaran dengan menyiapkan modul ajar, melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, dan mengevaluasi pembelajaran dalam tiga aspek: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3) Kemampuan Pengetahuan Konten subjek 1 (Rika) dan subjek 2 (Atma) menunjukkan kemampuan yang baik. Kedua guru menguasai materi yang dapat dilihat dari penyampaian yang jelas dan terstruktur, menyampaikan konsep materi menggunakan metode ceramah dan media pembelajaran, serta memberikan contoh-contoh kehidupan sehari-hari yang relevan. 4) Pada komponen TPACK, subjek 1 (Rika) menggabungkan teknologi, pedagogi, dan konten/materi dalam proses pembelajaran, sedangkan subjek 2 (Atma) menerapkan komponen pedagogik dan konten/materi, namun tidak melibatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Analisis Metakognisi Matematika dalam Pemecahan Masalah Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa Kelas VIII Anisa Nurul Arrafii; Muhammad Abdy; Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahin 2026
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/hq3mbh63

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis kemampuan metakognisi siswa dalam pemecahan masalah bangun ruang sisi datar. Penentuan subjek menggunakan Teknik purposive sampling, yaitu dua siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Takalar dengan gender laki-laki dan perempuan. Pengumpulan data menggunakan angket karakteristik siswa, tes kemampuan metakognisi, dan wawancara mendalam dengan pedoman yang terstruktur. Analisis data dilakukan melalui kondensasi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan metakognisi antara kedua subjek. Keduanya mengalami kesulitan pada soal spasial, terutama dalam tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi, kesulitan mengaitkan informasi matematis dengan representasi visual bangun ruang. Sebaliknya, pada soal aplikasi luas permukaan, kedua subjek menunjukkan kemampuan metakognisi yang baik di semua tahapan. Mereka dapat merencanakan, memantau, dan mengevaluasi langkah penyelesaian secara tepat. Adapun perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada strategi awal dalam tahap perencanaan: siswa perempuan cenderung langsung mengidentifikasi variabel penting dalam soal, sedangkan siswa laki-laki menggunakan pendekatan komperhensif dengan memahami keseluruhan konteks soal terlebih sebelum menentukan informasi yang relevan. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pembelajaran matematika yang menekankan pengembangan keterampilan metakognisi, khususnya dalam menghubungkan konsep matematis dengan representasi visual bangun ruang.
Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Penerapan Pendekatan Open-Ended Problem Nurdin Arsyad; Eka Yunita Suci Permatasari; Sahlan Sidjara
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahin 2026
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/kyf5zn28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keefektifan antara pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan open-ended problem  dengan pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan  problem solving pada kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Maros. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain penelitian “Pretest-Posttest Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Maros pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, sedangkan sampel penelitian dua kelas yang dipilih melalui teknik “cluster random sampling”. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh dari analisis desktifptif adalah sebagai berikut: (1)Rata-rata skor respon peserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 3,48 dan 3,52. (2)Rata-ratahasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 87,65 dan 91,75. Sedangkan hasil yang diperoleh dari analisis inferensial adalah sebagaiberikut:(1)Pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan open-ended efektif dalam pembelajaran matematika karena diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika sebesar 91,75 atau berada pada kategori baik dengan ketuntasan klasikal 100%. (2) Pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan problem solving efektif dalam pembelajaran matematika karena diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika sebesar 87,65 atau berada pada kategori baik dengan ketuntasan klasikal 78%. (3) Pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan open-ended lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran berdiferensiasi dengan  penerapan pendekatan problem solving karena peningkatan hasil belajar dan hasil belajar matemmatika siswa setelah penerapan endekatan open ended problem lebih baik dari hasil penerapan problem solving.
Deskripsi Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Kecerdasan Intrapersonal Pada Materi Statistika Siswa Kelas VII Ahmad Talib; Nurwati Djam’an; Khawaritzmi Abdallah Ahmad; Yulisda Yulisda
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahin 2026
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/t8pxxr49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis berdasarkan kecerdasan intrapersonal pada materi statistika siswa kelas VII.1 di SMPN 2 Sajoanging. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian dilakukan pada 30 siswa kelas VII.1, kemudian dipilih enam subjek yang terdiri dari dua siswa untuk setiap tingkat kecerdasan intrapersonal (rendah, sedang, dan tinggi). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kecerdasan intrapersonal, tes kemampuan komunikasi matematis, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Siswa dengan kecerdasan intrapersonal rendah mengalami kesulitan dalam artikulasi pemikiran matematis dan memiliki ketergantungan tinggi pada instruksi langsung, namun mampu menyelesaikan tugas dengan panduan terstruktur; (2) Siswa dengan kecerdasan intrapersonal sedang menunjukkan fleksibilitas dalam penggunaan representasi matematis dan mampu mengkontekstualisasi konsep dalam kehidupan sehari-hari, meskipun masih membutuhkan penguatan dalam artikulasi verbal; (3) Siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi menunjukkan keunggulan dalam mengorganisasi data secara sistematis dan memiliki kesadaran metakognitif yang tinggi, namun ditemukan keterbatasan dalam pemahaman konsep rata-rata. Penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat kecerdasan intrapersonal dapat memberi pengaruh terhadap pola komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran statistika.
Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Berbasis Brain Based Learning pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung untuk Siswa Kelas IX SMP Andi Nurazizah; Baso Intang Sapaile; Hamda
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahin 2026
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/wwamc954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan bahan ajar elektronik berbasis Brain Based Learning pada materi bangun ruang sisi lengkung kelas IX SMP, serta untuk mengetahui kualitas bahan ajar yang dikembangkan yaitu bahan ajar yang memenuhi standar validitas dan kepraktisan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (Penelitian dan Pengembangan) dengan mengacu pada model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) Analyze atau analisis; (2) Design atau perancangan; (3)Development atau pengembangan; (4) Implementation atau implementasi; (5) Evaluation atau evaluasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni lembar validasi ahli media dan ahli materi serta angket respon guru dan siswa. Adapun hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) Valid, hasil validasi bahan ajar yaitu: (a) Validasi ahli materi memperoleh hasil sangat valid. (b) Validasi ahli media memperoleh kategori sangat valid. (2) Praktis, hasil angket respon guru dan siswa keduanya memperoleh kategori sangat praktis.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Rezki Amaliah Nur; Rosidah Rosidah; Hamda Hamda
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahin 2026
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/3tv1r483

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan nonequivalent control group design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IX SMPN 5 Pallangga pada materi bangun ruang sisi datar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX SMPN 5 Pallangga yang terdiri atas tujuh kelas. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas IX.C sebagai kelas eksperimen dan kelas IX.B sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 31 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam bentuk pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen meningkat dari 18,55 menjadi 67,94, sedangkan kelas kontrol dari 16,77 menjadi 62,06. Sementara itu, hasil belajar siswa kelas eksperimen meningkat dari 24,42 menjadi 81,19, sedangkan kelas kontrol dari 21,32 menjadi 77,39. Peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IX SMPN 5 Pallangga.
Komparasi Pemahaman Konsep Persamaan Kuadrat Berdasarkan Perbedaan Gender Pada Peserta Didik SMP Nathaniel Lucky Mangngesak; Syafruddin Side; Alimuddin Alimuddin
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahin 2026
Publisher : Program of Mathematics Education Department of Mathematics Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/31wmkz42

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, yang bertujuan untuk: (1) menganalisis pemahaman konsep persamaan kuadrat peserta didik laki-laki di SMP Negeri 33 Makassar; (2) menganalisis pemahaman konsep persamaan kuadrat peserta didik perempuan di SMP Negeri 33 Makassar; dan (3) menganalisis perbedaan pemahaman konsep persamaan kuadrat antara peserta didik laki-laki dengan peserta didik perempuan di SMP Negeri 33 Makassar. Desain penelitian ini menggunakan sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX SMP Negeri 33 Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang yang terdiri dari 50 peserta didik laki-laki dan 50 peserta didik perempuan dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Subjek penelitian ini terdiri atas 2 orang peserta didik dengan gender feminin dominan dan 2 orang dengan gender maskulin dominan. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman konsep peserta didik laki-laki berada pada kategori rendah; (2) Pemahaman konsep peserta didik perempuan berada pada kategori rendah; (3) Secara deskriptif terdapat perbedaan pemahaman konsep peserta didik laki-laki dan perempuan. Secara inferensial, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep persamaan kuadrat antara peserta didik laki-laki dengan peserta didik perempuan.