cover
Contact Name
Dhian Riskiana Putri
Contact Email
dhianrp@gmail.com
Phone
085647483734
Journal Mail Official
psikologi@usahidsolo.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.usahidsolo.ac.id/index.php/JTL/about/editorialTeam
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Talenta Psikologi
ISSN : 2089905X     EISSN : 28303946     DOI : https://doi.org/10.47942/talenta.v13i1
Core Subject : Humanities, Social,
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Universitas Sahid Surakarta, menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah dengan Ruang Lingkup Psikologi: pendidikan, sosial, perkembangan, komunitas, serta industri organisasi.
Articles 199 Documents
Perbedaan Penyesuaina Diri Santri di Pondok Pesantren tradisional dan modern Hidayat, Dyah Aji jaya
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 1 No. 2 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola kehidupan pondok pesantren yang serba disiplin serta padatnya jadwal kegiatan, menuntut santri harus bisa menyesuaikan diri agar nisa bertahan di lingkungan tersebut. Sementara itu santri juga dituntut hidup mandiri terpiah dari orang tua. Secara garis besar, Dhofier (1985) membagi pondok pesantren menjadi dua macam yakni pondok pesantren tradisional (salafi) dan modern (khalafi). Perbedaan keduanya terletak pada cara pengajaran, pola hubungan santri-kiai, serta penjenjangan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan penyesuaian diri santri di pondok pesantren tradisional dan modern. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan penyesuaian diri antara santri di pondok pesantren tradisional dan modern. Subjek dalam penelitian ini adalah santri Pondok Pesantren An-Naim Ajisoko Sragen, Salamah Wa Barokah Sragen dan Al-Muayyad Surakarta dengan jumlah 96 orang. Pengambilan sampel yakni purposive random sampling dengan alat ukur skala penyesuaian diri, lalu dianalisis dengan anava 2 jalur. Hasil analisis data menunjukan nilai F antara A sebesar 42,082 dengan p = 0,000 atau p < 0,01. Artinya, ada perbedaan penyesuaian diri yang sangat signifikan antara santri di pondok pesantren tradisonal dan modern. Penyesuaian diri santri di pondok pesantren tradisional (A1) sebesar 138,413 dan nilai rerata penyesuaian diri pada santri pondok modern (A2) sebesar 116,860 Mean empirik penyesuaian diri sebesar 127,188 dan mean hipotetik penyesuaian diri sebesar 115. Hal ini menunjukan bahwa penyesuaian diri santri di pondok pesantren tradisional maupun modern tergolong sedang.
Hubungan Antara kepercayaan Diri dengan Kecenderungan Perilaku Agresif pada siswa SMUN 1 Rembang Ernawati, Sri
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 1 No. 2 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir – akhir ini banyak terjadi tindak kenakalan dan kejahatan yang dilakukan oleh remaja seperti perkelahian antar pelajar, pengeroyokan dan tindakan kriminal lainnya. Hal tersebut menunjukan semakin meningkatnya tindakan agresif yang dilakukan remaja. Problem tersebut sudah tidak bisa ditolerir sebagai kenakalan biasa karena akibat yang ditimbulkan bersifat sangat negatif. Peristiwa tersebut mungkin disebabkan karena akibat yang ditimbulkan bersifat sangat negatif. Peristiwa tersebut mungkin disebabkan karena rasa percaya diri remaja yang terlalu tinggi. Karena remaja yang sangat percaya diri cenderung tidak dapat melihat kekurangan dirinya secara obyektif, sehingga dia selalu ingin sempurna dan merasa lebih baik dari orang lain. Bersadarkan permasalahan di atas, maka penulis ingin meengetahui “ apakah benar kepercayaan diri dapat berpengaruh pada perilaku agresif remaja ?”. Adapun variable penelitian ini adalah : 1. Kecenderungan perilaku agresif sebagai variable tergantung, 2. Kepercayaan diri, sebagai variable bebas. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 2 SMUN 1 Rembang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Cluster Random Sampling, maksudnya semua kelas mempunyai kesempatan yang sama sebagai subjek penelitian. 35 subjek sebagai subyek try-out dan 72 dianalisis untuk penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket, dan angket yang digunakan sebelumnya telah di uji validitas dan reliabilitas nya. Sedang analisa data yang digunakan adalah kolerasi product moment. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan kecenderungan perilaku agresif pada siswa-siswi SMUN 1 Rembang. Hal ini ditunjukan dengan rxy = 0,435 dengan p< 0,01 Kepercayaan diri yang ada pada subyek tergolong tinggi dan kecenderungan perilaku agresif adalah 18,9 %. Hal ini berarti masih ada 81,1% faktor lain yang dapat mempengaruhi kecenderungan perilaku agresif seperti temperatur dan deindividu
Perilaku Menyontek Siswa ditinjau dari Kecenderungan Locus of Control Musslifah, Anniez Rachmawati
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 1 No. 2 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku menyontek atau cheating merupakan salah satu fenomena pendidikan yang sering dan bahkan selalu muncul menyertai aktivitas proses belajar mengajar. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek adalah kecenderungan locus of control. Populasi adalah siswa-siswi SMAN 1 Widodaren dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Sampel tersebut diambil dengan tehnik cluster random samplin. Metode pengambil data dengan menggunakan skala locus of control dan skala prilaku menyontek yang kemudian di analisis dengan Annava dua jalur. Hasil analisis menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan perilaku siswa ditinjau dari kecenderungan locus of control dengan nilai R2 sebesar 0,079 dan FA sebesar 5,961 dengan p=0,016 (p<0,05). Hasil analisis juga menunjukan tidak ada perbedaan jenis kelamin dengan nilai F sebesar 2,813 dengan p=0,094 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa variable locus of control mencakup aspek-aspek yang ada di dalamnya dapat dijadikan sebagai prediktor untuk memprediksi atau mengukur perilaku menyontek
Studi Tentang Citra Raga dan Penyesuaian Sosial terhadap Teman laki – laki pada Siswi SMA Pedesaan dan Perkotaan Untari, Sri
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 1 No. 2 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah: Untuk mengetahui hubungan antara citra raga dengan penyesuaian sosial terhadap teman laki-laki pada siswi SMA pedesaan dan perkotaan. Sampel penelitian adalah 100 siswi kelas II SMUN 9 Yogyakarta yang terletak dikota dan mayoritas siswinya bertempat tinggal di kita, dan siswi II dari MUN Ngemplak, yang terletak di desa dan mayoritas bertempat tinggal di desa. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket. Metode analisis menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: citra raga berhubungan positif dan sangat signifikan dengan penyesuaian sosial terhadap teman laki-laki, citra raga memberikan sumbangan sebesar 37,67% terhadap penyesuaian sosial terhadap teman laki-laki, penyesuaian soaial terhadap teman laki-laki pada siswi SMA perkotaan lebih tinggi daripada siswi SMA pedesaan
Usulan Sistem Kerja sebagai Peringatan Dini dalam Pencegahan Kecelakaan pada Bagian Plant Industri Semen Taufan, Muhamad
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 1 No. 2 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri semen dalam aktivitasnya secara keseluruhan melibatkan tenaga kerja manusia yang berpotensi terhadap kecelakaan kerja. Upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja perlu dilakukan perumusaan saran berupa usulan sistem kerja sebagai peringatan dini dalam pencegahan kecelakaan kerja Identifikasi terhadap kebutuhan pekerja yang perlu diperhatian adalah : 1) ketidakseimbangan antara kecepatan mesin dan kemampuan kerja sehingga operator merasakan kelelahan lebih cepat; 2) ketidak imbangan antara energi beban kerja dan asupan makanan pekerja, 3) Gerakan kerja yang tidak ekonomis menyebabkan kelelahan dan rasa sakit/nyeri pada anggota tubuh; 4) Kondisi lingkungan pabrik yang tidak sesuai persyaratan akan berdampak negatif terhadap kesehatan maupun kinerja operator. Metode dan prinsip yang digunakan perlu mengatur komponen sistem kerja yang terdiri dari : 1) manusia dengan segala sifat dan keterbatasan ny, 2) bahan, 3) perlengkapan dan peralatan kerja, 4) lingkungan kerja sehingga dicapai tngkat efisien dan produktifitas yang tinggi serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Simpulan berdasarkan penelitian terdapat kelelahan kerja yang merupakan kelelahan psikologis disebabkan faktor lingkungan fisik yang sangat tidak mendukung seperti panas, banyak debu, dan tinggi nya polusi bunyi, dan kelelahan fisiologis terjadi karena ketdakseimbangnya antara kecepatan mesin dengan kecepatan operator dalam bekerja, cara kerja dan kondisi stasiun kerja yang tidak ergonomis.
Hubungan Antara Kecenderungan Narsisme dengan Minat Membeli Kosmetik Merek Asing Pada Pria Metroseksual Apsari, Fitri
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 1 No. 2 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi pria metroseksual, penampilan fisik yang menarik adalah salah satu potensi yang menguntungkan untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Penampilan menarik yang mengarah pada narsisme ini didukung oleh kemunculan kosmetik dengan merek asing dan lokal bagi pria yang beredar di pasaran. Hipotesis pada penelitian yaitu ada hubungan antara kecenderungan narsisme dengan minat membeli kosmetik merek asing pada pria metroseksual. Subyek berjumlah 40 orang yang ditemui di gerai-gerai kosmetik merek asing dengan studi populasi sebagai teknik pengambilan sampelnya. Diperoleh hasil analisis data r<0,348; p=0,014 (p<0,05). Sumbangan efektif 14,7% sehingga terdapat 85,3% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecenderungan narsisme di luar variable minat membeli kosmetik merek asing, misalnya faktor psikologis, biologis, dan sosiologis. Kesimpulan yang diperoleh adalah ada hubungan positif antara kecenderungan narsisme dengan minat membeli kosmetik merek asing pada pria metroseksual
Kemampuan Interaksi Sosial dan Bahasa ANak Retardasi Mental di SLB-CG YPPCG Bina Sejahtera Surakarta Weliagustin, Melia
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IV no 2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbelakangan mental atau Retardasi mental merupakan suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap, dotandai oleh adanya kelemahan (impairment) ketrampilan atau kecakapan (skills) selama masa perkembangan sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensi, yaitu kemampuan kognitif, bahsa, motorik, dan sosial. Ciri ciri retardasi mental antara lain : lamban dalam mempelajari hal-hal yang baru, kesulitan dalam mempelajari pengetahuan abstrak atau yang berkaitan, selalu cepat lupa apa yang dia pelajari tanpa latihan yang terus menerus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak retardasi mental dalam berinteraksi sosial dengan teman maupun guru serta mengetahui kemapuan berbahasa anak retadasi mental. untuk mengetahui kemampuan interaksi sosial dan bahasa anak retardasi mental. penulis menggunakan metode kualitatif, dengan populasi kelas 2 sd yang berjumalah 5 siswa di SLB-CG YPPCG bina sejahtera. pengambilan sampel dengan cara menggunakan test colour progressive matrices (CPM test) yang mempunyai intelegensi pada taraf border line. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil analisis data menunjukaan bahwa seseorang dalam kondisi retardasi mental tetap memiliki kemampuan dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. meskipun kemampuan berbahasanya satu dengan yang lain berbeda. oleh karena itu, perhatian dan pendampingan dari orang tua dan lingkungan sekitar tetap harus diberikan agar kemandirian anak retardasi mental dapat terwujud
Pembelajaran lifeskill dan prestasi belajar sebagai pendorong minat berwirausaha Dharmosamoedero, Djati Poetryono
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IV no 2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enterpreneurship is a supporting factor that determines the reciprocation of the economy of a country. for college graduates be given with knowledge and skills should dare to create their own jobs to take advantage of its knowledfe and skills in accordance with their respective fields. by teaches enterpreneurship at each vocational field, the students are expected after graduation us abke to develop the business world to create their own jobs in accordance with their skills, thus the interest in enterpreneurship in students need is grown. interest in enterpreneurship include : willingness to work hard and dilligently to achieve its business pregress, the willingness to bear various risks associated with the action sought is doing willing to take the path and a new way, a willingness to live frugally, a willingness to learn from failures. the abillity of exsisting skills and learning achievement that will either be able to create an interest in enterpreneurship.
Pengaruh metode kedisiplinan terhadap perilaku bullying pada remaja Apsari, Fitri
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IV no 2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

permasalahan kekerasan dilingkungan pendidikan atau sekolah ini telah menunjukkan angka yang sangat memperihatinkan, 16% siswa kelas akhir mengatakan bahwa mereka pernaj diancam dengan senjata di sekolah, 7% mengatakan mereka telah dilukai dengan senjata (santrock, 2007). Penanganan perilaku bullying menbutuhkan banyak waktu dan pengawasan sehingga pada beberapa kasus perllu ditangani dengan cara multi-disiplin (Balhaqi dan sugiarmin, 2008). teknik analisa data yang digunakan untuk mengetahui perilaku bullying berdasarkan dengan jenis kelamin dengan menggunakan anava satu jalur sedangkan untuk mengetahui dinamika atar variabel meggunakan regresi ganda. Hasil analisis data menyatakan bahwa : ada hubungan yang sangat signifikasi antara harga diri dan disiplin sekolah dengan perilaku bullying. perilaku bullying pada remaja di sekolah lebih banyak didominasi oleh siswa laki-laki dibandingkan perempuan. subjek laki-laki yang terlibat perilaku bullying sebanyak 30,30% dan subjek perempuan sebanyak 24,97%. Alasan mengapa laki-laki cenderung lebih agresif secara psikologis dijelaskan hal ini terkait dengan kebutuhan mereka untuk menunjukkan kekuatannya secara fisik, tetapi faktor secara biologis juga harus tetap diperhatikan (Obrdalj dan Rumboltd, 2008). Fungsi kedisiplinan secara individual dapat mengarut pergaulan di sekolah menjadi teratur, tidak ada yang berkelakuan dan bersikap semaunya sendiri. Pembentukan kedisiplinan sekolah yang tinggi agar siswa dapat mempertanggungjawabkan setiap masalah yang ada, sehingga siswa pun dapat menilai dirinya sendiri sejauh mana siswa memiliki potensi untuk berprestasi dengan kedisiplinan yang dapat diterapkan. hal tersebut akan mengurangi intensitas adanya perilaku bullying
Hubungan pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan motivasi dalam memberikan pendidikan seks dini pada remaja awal di desa banyu urip kecamatan kedamean kabupaten Gresik Umaroh, Muflikhatul
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IV no 2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan adalah hasil `hasil´, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadapnya adanya tujuan. dari hasil studi awal yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner di desa Banyu urip tanggal 22 maret 2014 pada 10 orang tua yang menjadi responden, didapatkan 5 (50%) orang tua yang pengetahuannya kurang dan memiliki motivasi yang rendah 5 orang dalam memberikan pendidikan seks dini pada remaja. Penelitian dilakukan di desa banyu urip kecamatan kedamean kabupaten gresik. desain penelitian menggunakan metode analitik cross sectional dengan jumlah populasi 835 orang tua dan sampel 174 orang tua. metode pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling, alat ukur yang digunakan adalah kuisioner, setelah itu dilakukan pengolahan data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating, kemudian dianalisis dengan uji spearmen menggunakan SPSS. pada analisis hampir setengah dari responden (pengetahuan kurang dan motivasi rendah). hasil penelitian diketahui bahwa yaitu sig 0,030<α=0,05, artinya ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan motivasi dalam memberikan pendidikan sejak dini pada remaja awal di desa banyu urip kecamatan kedamean kabupaten gresik 2014. berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan mempengaruhi motivasi. untuk itu sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan informasi yang benar terhadap responden sehingga orang tua dapat mengerti tentang pendidikan seks.

Page 7 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Talenta Psikologi Vol XIV No. 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Talenta Psikologi Vol. XIV No. 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Talenta Psikologi Vol. XIII No. 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Talenta Psikologi Vol. XIII No. 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Talenta Psikologi Vol XII No 2 Tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Talenta Psikologi Vol. XII No. 1 Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Talenta Psikologi Vol. XI No. 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Talenta Psikologi Vol. XI No.1 Februari 2022 Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Talenta Psikologi Vol. 10 No. 1 Februari 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Talenta Psikologi Vol. X No. 2 Agustus 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IX no 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IX No 1 Februari 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Talenta Psikologi Vol. VIII No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Talenta Psikologi Vol. VIII no 1 Februari 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Talenta Psikologi Vol. VII No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Talenta Psikologi Vol. VII no 1 Februari 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Talenta Psikologi Vol. VI No. 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal Talenta Psikologi vol. VI no. 1 Februari 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Talenta Psikologi vol. V no 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Talenta Psikologi, Vol. V No. 1 Februari 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IV no 2 Agustus 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Talenta Psikologi Vol. III no 2 Agustus 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Talenta Psikologi Vol. III no 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Talenta Psikologi Vol. II no 2 Agustus 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Talenta Psikologi Vol. II no 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 2 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 2 Agustus 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Talenta Psikologi Vol. I no 1 Februari 2012 More Issue