cover
Contact Name
Fauzan
Contact Email
jurnal.madania@gmail.com
Phone
+6281331852714
Journal Mail Official
jurnal.madania@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211 Bengkulu, Sumatra, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Madania: Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 14108143     EISSN : 25021826     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/madania
Madania: Jurnal Kajian Keislaman is a peer-reviewed international journal focusing on Islamic studies. The journal provides a platform for disseminating the latest research and scholarly discussions on Islam and Muslim culture in a broad sense, encompassing theoretical and empirical investigations of themes relevant to Muslim societies globally and beyond. Madania publishes articles under six main topics: Islamic Law – Discussions on fiqh, legal theory, and contemporary issues in Islamic jurisprudence. Islamic Education – Research on pedagogical theories, practices, and innovations in Islamic education. Islamic Economy – Analyses of Islamic financial systems, economic theories, and practices. Islamic Theology, Philosophy, and Psychology – Studies exploring theological debates, philosophical perspectives, and psychological dimensions of Islamic thought. Islamic Communication – Research on communication ethics, media studies, and the role of communication in Islamic contexts. Study of the Qur’an and Hadith – Investigations of textual analysis, interpretations, and the application of Islamic scriptures. Madania accepts two types of articles: Research Articles: Scholarly reports presenting the results of quantitative or qualitative studies that contribute to the advancement of knowledge in Islamic studies across the six themes. Conceptual Articles: Papers offering theoretical perspectives, models, or philosophical analyses relevant to Islamic studies, engaging with contemporary theories and frameworks. All submissions to Madania undergo a rigorous double-blind peer-review process to ensure high standards of quality and academic integrity. The journal is committed to publishing original, innovative, and impactful research that addresses contemporary challenges in the Islamic world.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER" : 12 Documents clear
Indifference to Riba Practices: Using "Epistemology of Ignorance" to Understand Customer Behavior in Conventional General Banking Bisri, Hasan
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2723

Abstract

This research seeks to elaborate on using the epistemology of ignorance to understand the phenomenon of conventional general banking customer behavior. This descriptive research is based on quantitative data and then explored qualitatively. Quantitative data was collected by questionnaire from 46 participants. Apart from questionnaires, data was also obtained by interviews. Data from the interviews were used to deepen the qualitative analysis. The research results show that choosing not to become a Sharia banking customer is a phenomenon that the epistemology of ignorance can explain. A person who believes that bank interest is included in the usury category but is reluctant to become a Sharia banking customer, one of the reasons is because he is hiding behind an epistemology of ignorance. They exploit ignorance as a resource that allows knowledge to be distorted, obscured, hidden, or magnified. Ignorance becomes a strategy to avoid, hide, or make knowledge about usury unreliable. They know that bank interest is included in the category of usury and realize that usury is prohibited, but they pretend not to know and ignore their knowledge. Penelitian ini berupaya mengelaborasi penggunaan epistemologi ketidaktahuan untuk memahami fenomena perilaku nasabah perbankan umum konvensional. Penelitian deskriptif ini berbasis pada data kuantitatif yang kemudian didalami secara kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan kuesioner dari 46 partisipan. Selain dengan kuesioner, data-data juga diperoleh dengan wawancara. Data hasil wawancara itu dimanfaatkan untuk menperdalam analisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memilih untuk tidak menjadi nasabah perbankan Syariah adalah fenomena yang bisa dijelaskan dengan epistemologi ketidaktahuan. Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa bunga bank termasuk kategori riba tetapi enggan menjadi nasabah perbankan Syariah, salah satunya karena berlindung di balik epistemologi ketidaktahuan. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan sebagai sumber daya yang memungkinkan pengetahuan dibelokkan, dikaburkan, disembunyikan atau diperbesar. Ketidaktahuan menjadi semacam strategi untuk menghindari, menyembunyikan, atau menjadikan pengetahuan tentang riba menjadi tidak dapat diandalkan. Mereka tahu bunga bank termasuk kategori riba dan menyadari bahwa riba dilarang, tetapi mereka pura-pura tidak tahu dan mengabaikan pengetahuannya.
The Review 0f Sharia Economic Law in Applying Prudential Banking Principles in Musyarakah Agreements : A Study of Supreme Court Cassation Decision Number 624 K/Ag/2017 Armaini, Sri
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2866

Abstract

This study examines the Supreme Court's Cassation Decision Number 624 K/Ag/2017 pertaining to the musyarakah agreement that was executed between the customer and the bank, PT Sumut Padangsidimpuan Branch Office, which effectively provided the customer with funding prior to the issuance of the life insurance policy letter. According to Supreme Court Cassation Decision Number 624 K/Ag/2017, losses have to be distributed proportionately in line with Article 3 paragraph (2) of the Musyarakah Financing Agreement. The study problem formulation in this research focuses on how the bank's negligence leads to the conclusion of the musyarakah agreement, which disadvantages the customer in having to pay the remaining debt according to Supreme Court Cassation Decision Number 624 K/Ag/2017. This research is qualitative with the case-study-based approach which also employs legal protection theory as a tool to analyze research data in order to help the theory explain the role of law, which is to provide justice, order, certainty, benefit, and peace to all people, particularly when it comes to judge-decided musyarakah agreements. This study concludes that, in accordance with Articles 209–210 of the Compilation of Sharia Economic Law, an agreement terminates at the death of one of the parties, and the capital owner is responsible for paying any damages resulting from the mudharib's death. Even though the musyarakah agreement contains a combination of assets owned by the customer and the sharia bank, if the bank violates the law and fails to follow prudent banking practices, then the bank should be held legally liable for any losses incurred from the musyarakah the agreement as a form of punishment for acting illegally. Penelitian ini mengkaji Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 624 K/Ag/2017 tentang akad musyarakah yang dilakukan antara nasabah dengan bank PT Sumut Kantor Cabang Padangsidimpuan yang efektif memberikan dana kepada nasabah sebelum terbit surat polis dan asuransi jiwa. Berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 624 K/Ag/2017, kerugian harus dibagikan secara proporsional sesuai dengan Pasal 3 ayat (2) Akad Pembiayaan Musyarakah. Rumusan masalah kajian dalam penelitian ini terfokus pada bagaimana kelalaian bank yang berujung pada berakhirnya akad musyarakah yang merugikan nasabah karena harus membayar sisa utangnya sesuai Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 624 K/Ag/2017. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang juga menggunakan teori perlindungan hukum sebagai alat untuk menganalisis data penelitian guna membantu menjelaskan peranan hukum yaitu memberikan keadilan, ketertiban, kepastian, kemaslahatan, dan kesejahteraan. perdamaian bagi seluruh umat manusia, khususnya dalam hal perjanjian musyarakah yang diputuskan oleh hakim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sesuai dengan Pasal 209–210 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, suatu perjanjian berakhir karena meninggalnya salah satu pihak, dan pemilik modal bertanggung jawab untuk membayar segala kerugian yang diakibatkan oleh meninggalnya mudharib. Sekalipun akad musyarakah itu memuat gabungan harta milik nasabah dan bank syariah, namun apabila bank tersebut melanggar hukum dan tidak mengikuti praktek prinsip kehati-hatian perbankan, maka bank tersebut harus bertanggung jawab secara hukum atas segala kerugian yang timbul dari akad musyarakah tersebut sebagai bentuk hukuman atas perbuatan melawan hukum.
Evidence System in Sharia Economic Dispute Resolution from the Perspective of Islamic Law: A Study of Decision Number 1848/Pdt.G/2019/PA.Mks Hidayat, Hidayat
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2724

Abstract

This research is a literature-based study with a descriptive approach aimed at explaining the evidence in cases of Sharia economic disputes. Data was collected through documentation methods, primarily by reviewing relevant articles and books. Data analysis used the content analysis method to identify the main messages in the literature. The results of this study are as follows: (1) In civil law, the evidentiary process requires parties to present valid evidence such as documents, witnesses, confessions, oaths, and judicial presumptions, as stipulated in Article 164 HIR/284 RBG. The main principle is that judges decide based on the “preponderance of evidence” or strong enough evidence. Documentary evidence is divided into authentic deeds (created by official authorities) and private deeds (without official authorities). Understanding the types of evidence and how to use them is crucial for achieving justice in court. And (2) In Islamic jurisprudence, the plaintiff must prove their allegations, and oaths are mandatory for those who deny. Testimonies are required by the court's order, and the minimum requirement for proof is two pieces of evidence, including witnesses, which is quantitative in nature. Testimonies and other evidence are essential in ensuring the truthfulness of the Islamic legal process. Penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif, bertujuan untuk menjelaskan bukti-bukti dalam kasus-kasus sengketa ekonomi syariah. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, yaitu dengan mereview artikel dan buku terkait. Analisis data menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi pesan utama dalam literatur. Hasil penelitian ini adalah (1) Dalam hukum perdata, proses pembuktian mewajibkan pihak-pihak untuk menyajikan alat bukti yang sah, seperti surat, saksi, pengakuan, sumpah, dan persangkaan hakim, sesuai dengan ketentuan dalam pasal 164 HIR/284 RBG. Prinsip utamanya adalah hakim memutus berdasarkan “preponderance of evidence” atau bukti yang cukup kuat. Alat bukti surat dibagi menjadi akta otentik (dibuat oleh pejabat resmi) dan akta di bawah tangan (tanpa pejabat resmi). Pahami jenis alat bukti dan cara menggunakannya untuk mencapai keadilan di pengadilan, dan (2) Dalam hukum peradilan Islam, penuntut harus membuktikan dakwaannya, dan sumpah wajib bagi yang inkar. Kesaksian diwajibkan oleh peradilan atas perintah hakim, dan syarat minimum pembuktian adalah dua alat bukti, termasuk saksi, yang bersifat kuantitatif. Kesaksian dan alat bukti lainnya penting dalam memastikan kebenaran dalam proses hukum Islam.
The Impact of Unemployment and Poverty Economic Growth in Realization Gorontalo Regency As Madinatul ‘Ilmi S, Syawaluddin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2867

Abstract

This study aims to determine whether unemployment and poverty affect the economic growth in realization Gorontalo Regency  as madinatul ‘Ilmi. This research method is to use a quantitative approach method. The data collection techniques used are obtained from the website of the Central Statistics Agency (BPS) of the Gorontalo Regency government. This study uses multiple linear regression method to measure the effect of unemployment as an independent variable (X1), poverty (X2), and dependent variable of economic growth (Y). The results in this study show that unemployment (X1) and poverty (X2) test value (F) simultaneously have a significant influence on economic growth at a significance level of 5% with a probability of 0.048046. Meanwhile, partial unemployment affects negative and insignificant economic growth with a coefficient of -0.481626. The poverty variable has a positive and significant effect on the economic growth of Gorontalo Regency in 2012-2021 with a coefficient value of 1.300224. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengangguran dan kemiskinan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam mewujudkan Kabupaten Gorontalo sebagai madinatul ‘Ilmi. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah yang di peroleh dari website Badan Pusat Statistik (BPS) pemerintah Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode regresi liniear berganda untuk mengukur pengaruh pengangguran sebagai variabel independen (X1), kemiskinan (X2), dan variabel dependen pertumbuhan ekonomi (Y). Hasil dalam penelitian ini adalah menunjukkan bahwa pengangguran (X1) dan Kemiskinan (X2) nilai uji (F) secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi pada taraf signifikansi 5% dengan probabilitas 0.048046. Sedangkan secara parsial pengangguran perengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien -0.481626. Variabel kemiskinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo tahun 2012-2021 dengan nilai koefisien sebesar 1.300224.
Correlation Between Conventional Theory and Islamic Economic Thought Novita, Dwi; Asnaini, Asnaini; Putra, Haris Maiza
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2862

Abstract

This study discusses conventional economic theory, Islamic economic thought, and its correlation or relationship. Conventional economics views worldly life as an absolute right for humans, while Islamic economics teaches that worldly life is based on the principle of accountability to Allah SWT. Because of this difference, location of the difference is presented in this paper. This research is library research, conducted by analyzing and interpreting the theoretical matters related to the research. The results showed that; First, conventional economics is an economic theory related to "freedom" to move towards a free market and the economic system understands free trade in the era of globalization which aims to eliminate protectionism economic policies. Second, Islamic economics is a science that seeks to see, study, research, and finally solve economic problems in an Islamic way. Third, is the correlation between conventional economic theory and Islamic economic thought; conventional economics views science as something secular, while Islamic economics is based on religious principles. The research findings also show that the basic differences lie in differences in principles, differences in market mechanisms, differences in wealth distribution, differences in profits, differences in objectives, and differences in the concept of ownership. Penelitian ini membahas tentang teori ekonomi konvensional, pemikiran ekonomi Islam, dan korelasi atau keterkaitannya. Ilmu ekonomi konvensional memandang kehidupan duniawi sebagai hak mutlak bagi manusia, sedangkan ekonomi Islam mengajarkan bahwa kehidupan duniawi didasarkan pada prinsip pertanggungjawaban kepada Allah SWT. Karena perbedaan tersebut, lokasi perbedaannya disajikan dalam makalah ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yang dilakukan dengan menganalisis dan menafsirkan hal-hal teoritis yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, ekonomi konvensional merupakan teori ekonomi yang berkaitan dengan “kebebasan” untuk bergerak menuju pasar bebas dan sistem perekonomiannya memahami perdagangan bebas di era globalisasi yang bertujuan untuk menghilangkan kebijakan ekonomi proteksionisme. Kedua, ekonomi Islam merupakan ilmu yang berupaya melihat, mengkaji, meneliti, dan akhirnya menyelesaikan permasalahan perekonomian dengan cara Islami. Ketiga, korelasi teori ekonomi konvensional dengan pemikiran ekonomi Islam; ilmu ekonomi konvensional memandang ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang sekuler, sedangkan ilmu ekonomi Islam didasarkan pada prinsip-prinsip agama. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa perbedaan mendasar terletak pada perbedaan prinsip, perbedaan mekanisme pasar, perbedaan distribusi kekayaan, perbedaan keuntungan, perbedaan tujuan, dan perbedaan konsep kepemilikan.
The Influence of Transparency and Social Accountability on Village Fund Management in Gorontalo Regency Perspective of Sharia Financial Management Yusuf, Sri Dewi; Ajuna, Luqmanul Hakim; Ardi, Muhamad; Mohamad, Roni
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2865

Abstract

The aim of this study is to find out and evaluate the transparency and accountability of village fund management on the level of community welfare in Gorontalo Regency from the perspective of Sharia financial management. This is a quantitative study that employs quantitative data as primary data from 129 village fund managers in Gorontalo regency. SEMP-PLS is used to analyze the data. The findings revealed that: (1) Accountability positively and significantly influences the level of community welfare; (2) Transparency positively and significantly influences the level of community welfare; (3) Transparency positively and significantly influences the management of village funds; (4) Accountability negatively but insignificantly influences the management of village funds;  (5) Village fund management positively and significantly influences the level of community welfare; (6) Transparency, which is mediated by village fund management, has a favorable and considerable impact on the community's welfare level; (7) Accountability through village fund management has a detrimental but non-significant influence on community wellbeing; (8) According to the findings, village fund management has yet to consider the values of Sharia financial management. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gorontalo perspektif manajemen keuangan Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan jumlah sampel 129 responden  di ambil dari pengelola dana desa di Kabupaten Gorontalo. Analisis data yang digunakan adalah metode SEM-PLS Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Transparansi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat; (2) Akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat; (3) Transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan dana desa; (4) Akuntabilitas berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap pengelolaan dana desa; (5) Pengelolaan dana desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat; (6) Transparansi yang dimediasi oleh pengelolaan dana desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat; (7) Akuntabilitas yang dimediasi oleh pengelolaan dana desa berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat; (8) Hasil penelitian  juga menunjukan bahwa dalam pengelolaan dana desa belum mencerminkan nilai-nilai pengelolaan keuangan Syariah. 
Halal Lifestyle Based on Value Creation: Evidence in Valqo Leather Factory Micro Businesses, East Java Hakim, Abdul; Yudha, Ana Toni Roby Candra; Dikuraisyin, Basar; Masrufa, Nur
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2721

Abstract

Nowadays, the potential for halal products continues to grow. This is also followed by the expansion of the halal lifestyle which is not only loved by Muslims but also non-Muslims. The purpose of this study is to examine and determine product development efforts and strategies through the theory of value creation according to the halal lifestyle in business units in Sidoarjo. The research method uses descriptive qualitative. This method involves informants from several parties, including business owners, customers, and the community around the company. In order to obtain the most current data and studies, we supplemented the research by adding Sinta indexed literature published over the last five years. The results showed that the efforts to develop halal fashion accessories were carried out by Valqo Leather Factory as a business unit in Sidoarjo, through value creation strongly supports the development process in fulfilling consumers' halal lifestyle. The value creation that results may influence hiring more staff members, raising product demand, and increasing product selling power. Suggestions that relevane to the results of the research are the need for further product development in the form of sales branch units, selection of raw materials, the aim of which is to expand the market to all circles and even generations with modern, practical and efficient products, while increasing public education and literacy on the halal life style. Saat ini, potensi produk halal terus berkembang. Hal ini juga diikuti dengan meluasnya gaya hidup halal yang tidak hanya digandrungi oleh umat Islam tetapi juga non-Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menentukan upaya dan strategi pengembangan produk melalui teori penciptaan nilai sesuai gaya hidup halal pada unit bisnis di Sidoarjo. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Cara ini melibatkan informan dari beberapa pihak, antara lain pemilik usaha, pelanggan, dan masyarakat sekitar perusahaan. Sebagai pelengkap penelitian, kami juga menambahkan literatur terindeks Sinta yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, untuk memperoleh data dan kajian terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan aksesoris produk halal yang dilakukan oleh Pabrik Kulit Valqo sebagai unit bisnis di Sidoarjo, melalui penciptaan nilai sangat mendukung proses pengembangan dalam pemenuhan gaya hidup halal konsumen. Penciptaan nilai yang dimunculkan mampu memberikan dampak  meningkatnya permintaan produk, menambah karyawan baru dan memperluas daya jual produk. Saran yang relevan dengan hasil penelitian adalah perlunya pengembangan produk lebih lanjut berupa unit cabang penjualan, pemilihan bahan baku yang bertujuan untuk memperluas pasar ke semua kalangan bahkan generasi dengan cara yang modern, praktis dan efisien produk, sekaligus meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat terhadap gaya hidup halal.
Socio-Economic Aspects of Urban Grant Cancellation: Examining Religious Court's Decision on Grant Cancellation Harahap, Purnama Hidayah; Asmuni, Asmuni; Syahputra, Akmaluddin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2863

Abstract

This study aimed to look at socio-economic aspects of grant cancellation in urban communities by analyzing the considerations of the Medan Religious Court judge. This research was a normative legal research by analyzing decision No: 887/Pdt.G/2009/PA. Mdn and decision No. 249/Pdt.G/2010/PA. Mdn uses the theory of maslahah. The results of this study showed that the judge, in giving the decision to cancel the grant, does not consider socio-economic aspects; the judge looks more at formal considerations only. The social aspect that occurred in the year of the acquisition of property was not taken into consideration by the judge; this was very detrimental for those who acquired property before 1974 and also for those who did not have sufficient access to information regarding formal requirements. On the other hand, the judge also did not consider how long the property was managed; some assets had been managed for years and had high economic value. Of course, this can be detrimental to those who have acquired the property for many years and have managed it. However, due to limited knowledge of formal requirements, the property can be manipulated into dispute. Even though socially, the property has been owned for many years and used by the community. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek sosio-ekonomi pembatalan hibah di masyarakat perkotaan dengan menganalisis pertimbangan hakim Pengadilan Agama Medan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menganalisis putusan No: 887/Pdt.G/2009/PA.Mdn dan putusan No. 249/Pdt.G/2010/PA.Mdn menggunakan teori maslahah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hakim dalam memberikan putusan pembatalan hibah tidak mempertimbangkan aspek sosia-ekonomi; hakim lebih melihat pertimbangan formal saja. Aspek sosial yang terjadi pada tahun perolehan hibah tidak dipertimbangkan oleh hakim; Ini sangat merugikan bagi mereka yang memperoleh hibah sebelum tahun 1974 dan juga bagi mereka yang tidak memiliki akses yang cukup terhadap informasi mengenai persyaratan formal. Di sisi lain, hakim juga tidak mempertimbangkan berapa lama hibah itu dikelola. Beberapa aset telah dikelola selama bertahun-tahun dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Tentu saja, ini dapat merugikan mereka yang telah memperoleh hibah selama bertahun-tahun dan telah mengelolanya. Namun, karena pengetahuan yang terbatas tentang persyaratan formal, hibah sering dimanipulasi menjadi sengketa. Padahal secara sosial, hibah tersebut telah dimiliki selama bertahun-tahun dan digunakan oleh masyarakat.
Development of Islamic Boarding Schools Through Local Wisdom-Based Community Economic Empowerment: An Innovative Offer Ramdhani, Rahmat; Afriani, Zelvia Liska
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2868

Abstract

This study aimed to analyze and document the internalizing Islamic boarding school development process through the empowerment of local wisdom and evaluate the innovative impacts of this approach. The research method used was a qualitative approach through case studies of Islamic boarding schools that have implemented local wisdom internalization strategies. The internalization process involves steps such as analysis of local needs, integration of local wisdom values in the curriculum, active involvement of Islamic boarding schools in local community activities, and the formation of partnerships with local governments and related stakeholders. By collecting data through interviews, observations, and document analysis, this research presents findings on the effectiveness of the internalization method. The research results show that Islamic boarding schools that adopt this innovative offer can produce graduates who are not only competent in the field of religion but also skilled in applying local wisdom in everyday life. In general, the Al-Qur’an offers two principles in community economic empowerment activities: the principle of ta'awun and the principle of shura. The principle of ta'awun is the principle of cooperation between various parties. The principle of syura is the deliberation between the government and institutions related to this community economic empowerment program. There are at least three economic business offers to empower the local wisdom-based community economy in Islamic boarding schools: community and Islamic boarding school collaboration in plantation management, batik-making skills business, and community collaboration with Islamic boarding schools in livestock management. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendokumentasikan proses internalisasi pengembangan pesantren melalui pemberdayaan kearifan lokal dan untuk mengevaluasi dampak inovatif dari pendekatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kasus pesantren yang telah menerapkan strategi internalisasi kearifan lokal. Proses internalisasi ini melibatkan langkah-langkah seperti analisis kebutuhan lokal, integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum, pelibatan aktif pesantren dalam kegiatan masyarakat lokal, dan pembentukan kemitraan dengan pemerintah daerah dan stakeholders terkait. Melalui pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini menyajikan temuan tentang efektivitas metode internalisasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pesantren yang mengadopsi tawaran inovatif ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang agama, tetapi juga terampil dalam menerapkan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum ada dua prinsip yang ditawarkan Al-Qur’an dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yaitu prinsip ta’awun dan prinsip syura. Prinsip ta’awun adalah prinsip kerja sama dan sinergi diantara berbagai pihak. Prinsip syura bermakna musyawarah antara pemerintah dengan lembaga yang terkait dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini. Setidaknya, ada tiga tawaran usaha ekonomi dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di pesantren, yaitu kolaborasi masyarakat dan pesantren dalam pengelolaan perkebunan, usaha ketrampilan membuat batik, dan kolaborasi masyarakat dengan pesantren dalam pengelolaan peternakan.
Halal Tourism in West Sumatra Province: An Implementation of Sharia Compliance and Minangkabau Custom Cipta, Hendra; Hatamar, Hatamar; Indrawati, Indrawati; Makmun, Sukran
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2722

Abstract

This study aims to examine the implementation of Sharia compliance and Minangkabau custom in the halal tourism industry in West Sumatra, which is a leading province in Indonesia’s halal tourism sector. The research methodology used in this study is a qualitative descriptive, with in-depth interviews serving as the primary data collection instrument. The Indonesian Ulema Council, the Provincial Tourism Office and the halal tourism managers in the provinces of West Sumatra are the main sources of data for this study and purposive sampling strategies are used in this study to pick informants based on criteria. The findings of this study indicate that the halal tourism industry in West Sumatra substantially complied with the Sharia rules outlined in the fatwa of the Indonesian Ulema Council No. 108 of 2016 due to the implementation of Sharia compliance in halal tourism in this province through the Minangkabau custom adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah by combining religious and cultural values that are deeply rooted in society, this saying is ingrained in the life of the Minang people. This is what distinguishes West Sumatra from other provinces in maintaining Sharia compliance within the halal tourism industry. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktualisasi kepatuhan syariah dan budaya adat Minangkabau pada industri wisata halal di Sumatera Barat, sebagai provinsi terdepan dalam sektor wisata halal di Indonesia. Metodologi penelitian yang diaplikasikan pada riset ini adalah metodologi deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data riset. Sumber data primer penelitian ini adalah Majelis Ulama Indonesia, Dinas Pariwisata Propinsi dan para pengelola pariwisata halal yang ada di Propinsi Sumatera Barat. Kriteria pemilihan informan pada penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling. Temuan riset ini menunjukkan bahwa di Sumatera Barat industri wisata halalnya secara substantif sudah mematuhi aturan syariah sebagaimana yang sudah ditetapkan Majelis Ulama Indonesia melalui fatwa No. 108 Tahun 2016, hal ini karena implementasi nilai-nilai syariah pada industri halal tourism di provinsi ini seiring dengan pepatah budaya Minang yang berbunyi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Pepatah ini adalah wujud harmonisasi nilai-nilai agamis dan budaya yang sudah kuat berakar dalam sendi kehidupan masyarakat, pepatah ini juga sudah dikenal turun-temurun oleh anak kemenakan di Minang. Hal inilah yang membedakan Sumatera Barat dengan provinsi lain dalam menjaga kepatuhan syariah wisata halal.

Page 1 of 2 | Total Record : 12