Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KOMPETENSI AMIL, PERSYARATAN SAMPAI PELAPORAN: ANALISIS EFEKTIFITAS UU NOMOR 23 TAHUN 2011 DI LEMBAGA ZAKAT JAWA TIMUR Dikuraisyin, Basar
Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA) Vol. 1 No. 1 (2019): Management Of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mzw.2019.1.1.1-13

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengungkap efektifitas implementasi peraturan lembaga zakat di Jawa Timur. Karena belakangan terakhir Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 banyak menuai protes dari lembaga zakat swasta yang terkesan “dinomor duakan” dan berada di bawah lembaga zakat baru yaitu Badan Amil Zakat bentukan pemerintah. Menurut sebagian LAZ, peraturan tersebut telah mereduksi dan membatasi gerak amil zakat swasta. Kemudian pada perjalannya, MK mengeluarkan putusan urgen dengan mengubah beberapa ketentuan. Signifikansi penelitian ini terletak pada indikator efektifitas dalam menjalankan aturan yang ada dianalisis terhadap kinerja yang sedang berjalan. Hal ini penting, mengingat keberadaan perundang-undangan adalah untuk ditaati dan dijalankan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang didekati dengan pendekatan kualitatif diskriptif. Pengumpulan data diambil dari wawancara dan observasi, yang kemudian diabsahkan menggunakan metode triangulasi sumber dan teknik. Setelah dilakukan penelitian dengan metodologis akurat, ditemukan beberapa hasil penelitian. 1) dari aspek kompetensi amil, LAZ di Jawa Timur lebih mengutamakan soft skill dan pengalaman bekerja dibandingkan dengan rumpun keilmuan atau gelar kesarjanaan tertentu. Kompetensi di bidang zakat dapat dilatih dan dipoles tanpa melihat pada aspek keilmuan khusus. 2) persyaratan amil zakat secara kelembagaan, sudah ditaati dengan baik. Hampir semua LAZ telah berbadan hukum dan memiliki legalitas yang kuat. Namun pada aspek usia amil 40 tahun, hal ini masih menuai protes karena pada usia tersebut bukan merupakan usia produktif. Maka hanya sebagian kecil LAZ yang melaksanakannya atau hanya pada dataran direktur atau pimpian saja. 3) dari aspek pelaporan, LAZ melakukan laporan baik enam bulanan yang berupa laporan keuangan kinerja dan laporan tahunan yang berupa keuangan, kinerja dan kelembagaan secara patuh. Bahkan LAZ juga melaporan keuangan dan kinerja kepada muzakki setiap bulan melalui website, majalah bulanan dan bentuk fisik lainnya.
Kompetensi Amil, Persyaratan Sampai Pelaporan: Analisis Efektifitas UU Nomor 23 Tahun 2011 Di Lembaga Zakat Jawa Timur Basar Dikuraisyin
Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA) Vol. 1 No. 1 (2019): Management Of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mzw.2019.1.1.1-13

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengungkap efektifitas implementasi peraturan lembaga zakat di Jawa Timur. Karena belakangan terakhir Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 banyak menuai protes dari lembaga zakat swasta yang terkesan “dinomor duakan” dan berada di bawah lembaga zakat baru yaitu Badan Amil Zakat bentukan pemerintah. Menurut sebagian LAZ, peraturan tersebut telah mereduksi dan membatasi gerak amil zakat swasta. Kemudian pada perjalannya, MK mengeluarkan putusan urgen dengan mengubah beberapa ketentuan. Signifikansi penelitian ini terletak pada indikator efektifitas dalam menjalankan aturan yang ada dianalisis terhadap kinerja yang sedang berjalan. Hal ini penting, mengingat keberadaan perundang-undangan adalah untuk ditaati dan dijalankan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang didekati dengan pendekatan kualitatif diskriptif. Pengumpulan data diambil dari wawancara dan observasi, yang kemudian diabsahkan menggunakan metode triangulasi sumber dan teknik. Setelah dilakukan penelitian dengan metodologis akurat, ditemukan beberapa hasil penelitian. 1) dari aspek kompetensi amil, LAZ di Jawa Timur lebih mengutamakan soft skill dan pengalaman bekerja dibandingkan dengan rumpun keilmuan atau gelar kesarjanaan tertentu. Kompetensi di bidang zakat dapat dilatih dan dipoles tanpa melihat pada aspek keilmuan khusus. 2) persyaratan amil zakat secara kelembagaan, sudah ditaati dengan baik. Hampir semua LAZ telah berbadan hukum dan memiliki legalitas yang kuat. Namun pada aspek usia amil 40 tahun, hal ini masih menuai protes karena pada usia tersebut bukan merupakan usia produktif. Maka hanya sebagian kecil LAZ yang melaksanakannya atau hanya pada dataran direktur atau pimpian saja. 3) dari aspek pelaporan, LAZ melakukan laporan baik enam bulanan yang berupa laporan keuangan kinerja dan laporan tahunan yang berupa keuangan, kinerja dan kelembagaan secara patuh. Bahkan LAZ juga melaporan keuangan dan kinerja kepada muzakki setiap bulan melalui website, majalah bulanan dan bentuk fisik lainnya.
SISTEM HUKUM DAN PERADILAN ISLAM DI MALAYSIA Basar Dikuraisyin
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 1 No 3 (2017): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.566 KB)

Abstract

Malaysia merupakan negara dengan penduduk muslim mayoritas.Namun tidak menggunakan hukum Islam secara kaffah atau tidak bersistemhukum khilafah al-Islamiyah. Kekuasaan kebijakan hukum tertinggidipegang oleh negara federal yang merupakan penguasa pusat dalam penentuanarah dan kebijakan hukum negara. Bahkan, negara federal ini memilikiyurisdiksi yang dimiliki oleh lembaga peradilan syariah. Walau demikian,efektifitas hukum perkawinan melalui sistem peradilan mampu memayungikebutuhan masyarakat.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research)dengan pendekatan data kualitatif. Seluruh data primer maupun sekunderbersumber dari buku-buku, jurnal dan artikel lainnya baik berbahasa indonesiamaupun inggris. Dari pengumpulan data dokumentatif, dianalisamenggunakan analisis isi pustaka (content analysis).
Balanced Scorecard Analysis of Amil Kompetensi Competence as a Model Rule for the Development of Zakat Institutions Resources (Study at LAZ Rumah Zakat Surabaya, East Java): (Analisis Balanced Scorecard terhadap Kompetensi Amil sebagai Rule Model Pengembangan Sumber Daya Lembaga Zakat (Studi di LAZ Rumah Zakat Surabaya, Jawa Timur)) Basar Dikuraisyin
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 2 (2021): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.2.164-181

Abstract

Abstrack: This study seeks to analyze the competence of amil zakat institutions based on performance and accountability. This analysis is essential considering that amil is a determinant of the productivity and success of zakat management. Meanwhile, the reality of the performance of amil in Indonesia still presents a worrying performance. The principles of accountability and competence as regulated in the law are not yet detailed. The impact on the irregularity of the concept of zakat management institutions so far, therefore, this study answers how to analyze the Balanced Scorecard approach to the competence and accountability of amil in zakat institutions. This study was approached qualitatively analytically, and the primary source was obtained from the amil work system with Balanced Scorecard analysis as the embodiment of the evaluation approach. Data was obtained through documentation, interviews with standardized, systematic guidelines. After conducting the research, significant findings were found: first, the performance of amil at LAZ Rumah Zakat adheres to the principle of proportional balance. It is autonomous based on both the work aspect of amil and mustahik and muzakki. Second, the results of the balanced scorecard analysis on the competence of amil zakat in LAZ Rumah Zakat resulted in the following findings: 1) from a financial perspective, LAZ Rumah Zakat is said to be effective because there are indications of an increase every year both in the aspect of raising funds, the number of muzakki and reducing mustahik. 2) customer perspective (mustahik-muzakki), mustahik are satisfied with the protection and assistance from LAZ Rumah Zakat. 3) internal business perspective, namely the planning made by LAZ Rumah Zakat following the reality in the field. 4) the perspective of needs and learning, the amil performance of each division works optimally and helps each other. Keywords: Balanced Scorecard, amil competence, zakat institution   Abstrak: Penelitian ini berupaya untuk menganalisis kompetensi amil lembaga zakat berdasar pada kinerja dan akuntabilitas. Analisis ini penting dilakukan mengingat amil merupakan penentu produktifitas dan keberhasilan pengelolaan zakat. Sementara realitas kinerja amil di Indonesia, masih menyuguhkan kinerja mengkhawatirkan. Prinsip akuntabilitas dan kompetensi yang diatur dalam undang-undang, masih belum rinci. Berdampak pada ketidak-teraturan konsep kelembagaan pengelola zakat selama ini. Oleh karena itu, penelitian ini menjawab bagaimana analisis pendekatan Balanced Scorecard terhadap kompetensi dan akuntabilitas amil di lembaga zakat. Penelitian ini didekati secara kualitatif analitis, sumber primer didapat dari system kerja amil dengan analisis Balanced Scorecard sebagai pengejewantahan pendekatan evaluasi. Data diperoleh melalui dokumentasi, interview dengan standart pedoman yang sistematis. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan temuan penting, yaitu: pertama, kinerja amil di LAZ Rumah Zakat menganut prinsip keseimbangan proporsional (proportional balance) dan berbasis kewilayahan (autonomy based) baik pada aspek kerja amil maupun pada mustahik dan muzakki. Kedua, hasil analisis balance scorescard terhadap kompetensi amil zakat di LAZ Rumah Zakat menghasilkan temuan: 1) perspektif keuangan, LAZ Rumah Zakat dikatakan efektif karena ada indikasi peningkatan setiap tahunnya baik pada aspek penghimpunan dana, jumlah muzakki dan pengurangan mustahik. 2) perspektif pelanggan (mustahik-muzakki), mustahik puas dengan pengayoman dan bantuan dari LAZ Rumah Zakat. 3) perspektif bisnis internal, yakni perencanaan yang dibuat oleh LAZ Rumah Zakat sesuai dengan kenyataaan di lapangan. 4) perspektif kebutuhan dan pembelajaran, kinerja amil setiap devisi bekerja dengan maksimal dan saling membantu. Kata Kunci: Balanced Scorecard, kompetensi amil, lembaga zakat
Analisis Pengembangan Sumber Daya Amil Pada Rumah Zakat Surabaya: Pendekatan Balanced Scoredcard basar dikuraisyin
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 11, No 2 (2021): ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/islaminomics.v11i2.140

Abstract

The effort of this study to analyzed the competence of amil zakat institutions based on performance and accountability. This analysis was important because amil as determinant of productivity and the success of zakat management. Meanwhile, the reality of amil's performance in Indonesia, still showed an alarming performance. The principles of accountability and competence as regulated where still not detailed. Impacted on the irregularity of the institutional concept of zakat management so far. Therefore, this study answered how the analysis of the Balanced Scorecard approach toward the competence and accountability of amil in zakat institutions. This research was approached in a qualitative analytical regulations, the primary source was obtained from the amil work system with the Balanced Scorecard analysis as the embodiment of the evaluation approach. Data were obtained through documentation, interviews with systematic standard guidelines. After conducting the research, important inventions were found, namely: the first, the performance of amil at LAZ Rumah Zakat adheres to the principle of proportional balance and autonomy based both on the work aspects of amil as well as mustahik and muzakki. The second, the results of the balance scores card analysis on the competence of amil zakat in LAZ Rumah Zakat produced  findings: 1) financial perspective, LAZ Rumah Zakat was said effective because there where indications of an increasing every year both in the aspects of raising funds, the number of muzakki and the reduction of mustahik. 2) customer perspective (mustahik-muzakki), mustahik was pleased with the protection and assistance of LAZ Rumah Zakat. 3) internal business perspective, namely the planning that made by LAZ Rumah Zakat suitable for  the reality in the field. 4) needs and learning perspective, amil's performance in each division worked optimally and helped each other
Asset Waqf Management Model in the Health Sector LAZNAS Daarut Tauhiid Peduli Surabaya Basar Dikuraisyin; Ghosyi Harfiah Ningrum; Julianinggar Lusiana Isnaini
AL-FALAH : Journal of Islamic Economics Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alfalah.v7i2.4921

Abstract

Purpose: Modernization has brought the application of waqf to develop in various parts of the country. The reason is, not only in terms of Islam and worship,waqf has close links with legal, social and economic aspects that are highlighted because waqf assets can produce high-value assets whose results can be used for the welfare of the people.Design/Mothod/Approach : Using a qualitative method with a descriptive approach, this study explains how the pattern of asset waqf management in the form of medical devices was launched in a health program by LAZNAS DT Peduli with program partners, starting from planning activities to the realization steps. The main data were obtained through moderate participation observation techniques and semi-structured interview techniques along with the research sample. The data analysis technique includes three activities; data reduction on the main and important things from the results of observations and interviews, followed by data presentation in the form of narrative descriptions, to drawing conclusions to answer the formulation of the problem.Findings: The results of the study explain that management requires continuity of the process. The dynamics obtained from the beginning to the end must be consistent and consistent with the design they have. LAZNAS DT Peduli as a philanthropic institution in waqf management with an innovation model makes initial planning the decisive stage.Originality/Values: Followed by structuring action steps that are packaged in the organizing stage, followed by action steps or realization in order to get results to support the medical device waqf program until supervision of sterilizers has been carried out at the same time to ensure the benefits of medical device waqf are well conveyed.
Penerapan Metode CIBEST Berbasis Indeks dan Kuadran dalam Memberdayakan Masyarakat di Lambaga Zakat Kota Malang Basar Dikuraisyin; Faby Toriqirrama; Muhammad Asrori Ma’sum
Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA) Vol. 4 No. 1 (2022): Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mzw.2022.4.1.110-133

Abstract

this study describes a strategy for community empowerment through the CIBEST approach which is oriented towards target identification, mapping and program determination. This study provides a solution to the problem of inaccuracy in the mustahik empowerment program by zakat institutions. This research is a qualitative type of field applied research with a descriptive approach. Collecting data using the triangulation method, interviews with zakat institutions in the Malang City area, namely the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) Malang City, Lazizmu Malang City. Observations were made on the mustahik community (social community) by looking at the before and after aspects. The results of the study found several things, 1) The application of the CIBEST method was carried out in three stages. First, identifying mustahik’s through a submission and recommendation system, feasibility survey and deliberation to determine and map mustahik’s needs. Second, mapping the empowerment program. Zakat institutions map the status of mustahik's empowerment in the form of four quadrants (quadrants I-IV) in the form of material and spiritual categorization. Third, determining the program. 2) The impact of implementing the CIBEST Model is; a) before applying the CIBEST quadrant in the aspect of quadrant I (prosperity) it changed from 11 families to 42 families; b) in quadrant II (material poor) originally 36 families changed to 18 families; c) in quadrant III (spiritually poor) which was originally 7 families turned into 2 families; d) in quadrant IV (absolute poor) from 8 families to 4 families.
Pemetaan Ideal Pola Distribusi Dana Zakat dan Wakaf untuk Kesejahteraan Mustahik (Studi di Lembaga Zakat Yatim Mandiri Surabaya, Jawa Timur) Basar Dikuraisyin; Erinda Kusuma Dayanti
ZAWA: Management of Zakat and Waqf Journal Vol 1, No 1 (2021): ZAWA: Management of Zakat and Waqf Journal
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/zawa.v1i1.3591

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk memaparkan strategi pendistribusian dana zakat kepada mustahik yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Yatim Mandiri Surabaya, Jawa Timur. Penelitian ini menemukan substansi nilai pentingnya karena berbagai problem pendistribusian dana zakat yang dinilai belum maksimal, dibuktikan dengan beberapa kasus pendistribusian dana zakat lebih rendah dibandingkan dana operasional, juga problem pendistribusian tidak produktif dan tidak menyelesaikan problem kemiskinan. Padahal, pendistribusian diperlukan strategi tepat dan produktif, dapat mengubah status mustahik menjadi muzakki. Keberhasilan manajemen zakat diukur dari produktifitas dan capaian kesejahteraan mustahik. Oleh karena itu, penelitian ini penting dipaparkan untuk memberikan percontohan, pembelajaran dan jalan keluar terhadap problem pendisitribusian zakat sekaligus menjadi pola yang dapat ditiru. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengandalkan penggalian data observasi non participant dari setiap prosesnya, pemilihan model observasi ini terkait dengan banyaknya data penelitian yang menggunakan wawancara, namun lemah pada aspek observasi. Proses interview dan dokumentasi digunakan hanya pada sebatas sekunder atau bahkan tersier. Dari penelitian ini didapat hasil yakni: 1) pendistribusian dana zakat, infak dan sadakah yang dilakukan oleh LAZ Yatim Mandiri Surabaya berdasar pada identifikasi wilayah yang dinamakan dengan desa binaan zakat, 2) probram pemberdayaan dana zakat, infak dan sadakah dipusatkan pada kebutuhan masyarakat sesuai karakter setiap wilayah berdasar pada potensi lokal, 3) beragam program pengembangan pemberdayaan masyarakat diarahkan pada kearifan lokal seperti potensi aset tanah, potensi budaya, potensi ekonomi dan potensi sumber daya.
Rekognisi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Zakat Community Development di Lembaga Amil Zakat Al-Azhar Surabaya Basar Dikuraisyin; Firda Adilah Dewi
Al-Muhasib: Journal of Islamic Accounting and Finance Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Islamic Accounting, The Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic Institute of Kediri [IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/almuhasib.v1i2.69

Abstract

We cannot underestimate the potential of ZISWAF funds (Zakat, Infaq, Alms, and Waqf) among Muslims in Indonesia. In the last 10 years, almost all of the emergence of ZISWAF management and channeling agencies in Indonesia have transformed itself into a new business competition. Many factors cause or underlie the emergence of ZISWAF management institutions which are quite complex. Besides the significant economic growth and the religious awareness of the Muslim middle class and above, the management of ZISWAF funds in Indonesia is still classified as traditional. The purpose of writing this journal is to find out about how zakat managers utilize the existing ZISWAF funds for people who need them and of course, they are right on target. So that later there will be many people or muzakki who believe that the funds they have provided are well managed by the zakat management institution. In addition, another goal is for the community to feel the impact of this empowerment so that the community can be more effective, for example with this empowerment program, where initially the community could not develop the skills they had with the assistance and training from this program, the community would later more able to generate their income. That way the unemployment rate and poverty in the community will be slightly reduced.
Pengembangan UMKM melalui Penguatan Rebranding Produk dan Pelatihan E-Commerce di Desa Sokaan, Probolinggo Handayani, Dika; Wardani, Dini Dwi Kusuma; Salsabila, Andini Alfaiza; Anggraini, Cindy Dea; Dikuraisyin, Basar
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15493

Abstract

Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, dilakukan pendampingan rebranding produk dan pelatihan penjualan melalui e-commerce terhadap pelaku UMKM. Rebranding yang meliputi pembaruan logo, kemasan, dan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) telah memberikan dorongan signifikan terhadap citra dan daya tarik produk UMKM. Selain itu, pelatihan penjualan digital menggunakan platform e-commerce seperti Shopee telah memungkinkan UMKM untuk memperluas pasar mereka ke wilayah yang lebih luas, termasuk kota-kota besar. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemanfaatan kekuatan dan sumber daya lokal untuk mengembangkan komunitas, sehingga para pelaku UMKM di Desa Sokaan mendapat dampak positif berupa rebranding produk dan penjualan produk melalui e-commerce. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa UMKM di Desa Sokaan mengalami kemajuan dalam hal daya saing produk mereka. Rebranding yang dilakukan berhasil meningkatkan daya tarik produk, sementara pelatihan e-commerce membuka peluang baru untuk penjualan yang lebih luas.