Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah
Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah fully open access journals, which means that all acticle available on the internet to all users immadeately upon publication. Non-commercial use and distribution in any medium is permitted, provided the author and the journal are properly credited FOCUS AND SCOPE Health Science Medical.
Articles
157 Documents
HUBUNGAN PARITAS DAN UMUR DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
Meta Rikandi
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejadian Preeklampsi merupakan kasus tertinggi di Instalasi Rawat Inap Kebidanan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data tahun 2015 didapatkan 327 (70,17%) yang menderita preeklampsi. Hasil observasi dari 10 orang pasien didapatkan (80%) ibu hamil dan bersalin yang mengalami preeklampsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan umur dengan kejadian preeklampsi di Instalasi Rawat Inap Kebidanan RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016. Jenis penelitian deskriptif kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dari tanggal 12 April–4 September Tahun 2016 di Instalasi Ruang Rawat Inap Kebidanan RSUP. M. Djamil Padang. Sampel penelitian adalah 30 ibu hamil dan bersalin dengan menggunakan quata sampling melalui observasi dengan lembaran check list. Pengolahan data dengan cara komputerisasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan kejadian preeklampsi 66,7%, paritas dengan primipara 56,7%, umur beresiko 63,3%. Uji chi-square disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (p=0,000), umur (p=0,015), dengan kejadian preeklampsi di Instalasi Ruang Rawat Inap Kebidanan RSUP. M. Djamil Padang tahun 2016.Kepada pihak Rumah Sakit khususnya Kepala Ruangan Instalasi Rawat Inap Kebidanan untuk menyarankan kepada ibu agar kehamilan berikutnya diperiksakan secara berkala minimal empat kali selama kehamilan, anjurkan hamil pada umur yang produktif 20-35 tahun, dan hamil dengan jarak kehamilan 2-3 tahun dengan kehamilan berikutnya, serta memperhatikan makanan yang di konsumsi dan anjurkan untuk istirahat.
PERBEDAAN KADAR TROMBOKSAN B2 PLASMA EARLY DAN LATE ONSET PENDERITA PREEKLAMPSIA DENGAN KEHAMILAN NORMAL
Linda Wati
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Early onset preeclampsia adalah pereeklampisa yang terjadi pada awal kehamilan yaitu usia< 34 minggu disebabkan pada awal kehamilan terjadi kegagalan invasitro foblas gelombang kedua padaa rterispiralis menyebabkan yang mengakibatkan aliran darah utero plasenta menurun. Tersebut dapat menyebabkan terjadinya penurunan berbagai aktivitas vasodilatator dan peningkatan aktivitas vasokontriksi diantaranya berupa penurunan produksi prostasiklin dan peningkatan produksi tromboksan dan late onset preeclampsia terjadi di akhir kehamilan yaitu usia kehamilan> 34 minggu. Penelitian ini adalah cross sectional study, Tempat penelitian di RSUP dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand. Jumlah sampel penelitian ini terdiri dari 21 sampel. Menggunakan metode ELISA. Data dianalisis dengan uji ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian dapat dilihat rerata kadar tromboksan pada kelompok early onset preeklampsia adalah 8,80 ± 0,63 ng/ml, late onset preeklampsia adalah 12,50 ± 1,42 ng/lm dan pada kehamilan normal adalah 5,13 ± 0,98 ng/ml, setelah dilakukan uji ststistik pada kelompok penelitian didapatkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p< 0,05. Kesimpulan penelitian adalahterdapat perbedaan yang signifikan rerata kadar tromboksan b2 onset penderita preeklampsia dengan kehamilan normal.
HUBUNGAN EMPATI PERAWAT DAN FASIITAS FISIK DENGAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RSUP DR M DJAMIL
Firsti Andriani
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keselamatan pasien merupakan tujuan pelayanan keperawatan. RSUP Dr M Djamil melaporkan kejadian berhubungan dengan insiden keselamatan pasien. Kejadian tersebut terkait mutu perawatan yaitu kurangnya komunikasi perawat, dan pemahaman standar operasional. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor mutu keperawatan yang berhubungan dengan insiden keselamatan pasien di RSUP Dr M Djamil. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 102 pasien. Alat ukurnya kuisioner, pedoman observasi dan wawancara. Penelitian menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi- square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasilnya ada hubungan kehandalan, ketanggapan, jaminan, kepedulian perawat dengan insiden keselamatan pasien (nilai p < 0,05: CI 95%), tidak ada hubungan fasilitas perawat dengan insiden keselamatan pasien (nilai p > 0,05: CI 95%). Kehandalan perawat variable paling berhubungan dengan insiden keselamatan pasien. Manajer keperawatan diharapkan memperhatikan kehandalan pelayanan dengan pembinaan kompetensi dan kesempatan perawat mengembangkan ilmu dan ketrampilannya dengan pelatihan sehingga dapat melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar operasional.
Hubungan Kepatuhan Odha Dengan Keberhasilan Terapi Antiretroviral (Arv)
Nova Rita
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data WHO kasus HIV/AIDS di Indonesia dilaporkan terjadinya peningkatan kasus tiap tahunnya, dampak lanjut infeksi HIV secara fisik pada pasien munculnya berbagai infeksi oportunistik yang harus mendapatkan obat ARV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan ODHA dengan keberhasilan terapi ARV di Yayasan Lantern Minangkabau Support. J enis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Lantera Minangkabau Support pada tanggal 29 februari s/d 29 maret. Pengambilan sample dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 orang, alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Pengolahan data menggunakan komputerisasi. Data yang diperoleh secara univariat dan bivariat dengan Uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 34,3 % ODHA yang tidak patuh minum obat ARV dan 40 % ODHA yang tidak berhasil menjalankan terapi ARV. Berdasarkan uji statistik Fisher's Exact Test ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan ODHA dengan kerberhasilan terapi ARV. Diperoleh hasil (P value= 0,000< 0,05). Disarankan kepada Lantern Minangkabau support untuk membuat program konseling kepatuhan dan mengaturstrategi untuk meningkatkan kepatuhan ODHA dengan cara sesama ODHA membuat SMS berantai untuk saling mengingatkan dalam minum obat ARV.
ANALISIS PENGETAHUAN SISWI TERHADAP PENATALAKSANAAN DISMENORE DI SMP NEGERI 12 PADANG
Weni Sartiwi;
Andika Herlina;
Indah Kumalasari;
Dini Andriyani
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut WHO tahun 2016 angka kejadian dismenore didunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap dunia mengalaminya. Penanganan dismenore didasarkan oleh cara berfikir terkait pengetahuan yang kritis tentang keluhan dismenore. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis pengetahuan siswi terhadap penatalaksanaan dismenore di SMP Negeri 12 Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 12 Padang pada tanggal 3 April sampai 10 september 2018. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswi kelas VII dan kelas VIII di SMP Negeri 12 Padang dengan jumlah 302 siswi. Pengambilan sampel dengan menggunakan cara proporsional random sampling dengan jumlah sampel 75 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner serta dianalisis melalui analisis univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95% dan ɑ= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswi yang menyatakan penatalaksanaan dismenore kurang baik sebanyak 56%, tingkat pengetahuan rendah 64%. Hasil uji Chi-square didapatkan adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan penatalaksanaan dismenore (p value 0,034 < 0,05). Kepada kepala sekolah untuk dapat memberikan penyuluhan tentang penatalaksanaan dismenore secara periodeik dan memasang spanduk di sekolah.
PENGETAHUAN MENGENAI FAKTOR RISIKO DAN PERILAKU PASIEN SINDROM KORONER AKUT
Jeki Refialdinata
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasien yang telah terdiagnosis sindrom koroner akut (SKA) memiliki resiko tinggi untuk mengalami kekambuhan penyakit dan perawatan ulang. Agar terhindar dari hal tersebut, pasien SKA harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai faktor risiko dan menerapkan perilaku hidup sehat SKA. Penelitian ini bertujuan untuk megeksplorasi pengetahuan terhadap faktor risiko dan perilaku pasien SKA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif terhadap 12 pasien SKA yang dipilih menggunakan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pendekatan semistruktur. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis tematik. Dua tema yang didapatkan yaitu: 1) menganggap penyakit berasal dari perilaku, emosi, dan fisik yang sakit disusun dari 3 subtema, (a) perilaku yang tidak sehat, (b) tekanan pada pikiran, dan (c) komplikasi penyakit lain; 2) merubah gaya hidup dan memantau status kesehatan dibentuk dari 5 subtema, (a) mempertahankan kebugaran tubuh, (b) memantau status kesehatan, (c) merubah pola makan, (d) manajemen stress, dan (e) menghindari aktifitas yang dapat menimbulkan kelelahan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pasien tidak mampu mengidetifikasi faktor risiko dan menerapkan perilaku hidup sehat SKA secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan pentingnya petugas kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien mengenai faktor risiko dan pola hidup sehat SKA termasuk materi tentang resiko mengalami kekambuhan dan perawatan ulang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR) DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU DALAM IMUNISASI MEASLES RUBELLA DI SD 03 PAKAN KURAI KOTA BUKITINGGI
Yuliza Anggraini
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella. Vaksin MR (Measles Rubella) memberikan manfaat seperti dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat komplikasi pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan. Data tahun 2018 di Kota Bukitinggi terdapat 25 kasus campak, 21 kasus diantaranya di wilayah kerja Guguak Panjang dan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 2 kasus campak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang imunisasi Mealesles Rubella (MR) dengan keikutsertaan ibu dalam imunisasi di SD 03 Pakan Kurai Kota Bukittinggi. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 94 responden dengan teknik Cluster Random Sampling. Analisis statistik menggunakan Uji Chi Square. Penelitian dengan jumlah 94 responden didapatkan hasil pengetahuan tinggi dan minat sebanyak 37 responden, pengetahuan tinggi tidak minat sebanyak 57 responden, sedangkan pengetahuan rendah minat sebanyak 4 responden, pengetahuan rendah tidak minat sebanyak 42 responden sehingga didapatkan nilai p = 0,001. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang Imunisai MR dengan keikutsertaan Imunisai MR.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG KEKAMBUHAN KLIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RSJ HB. SAANIN PADANG
Yudistira Afconneri
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keluarga sangat berperan penting dalam mempengaruhi kekambuhan pada klien skizofrenia, tingkat pengetahuan keluarga tentang masalah gangguan jiwa skizofrenia sangat di butuhkan agar klien tidak mengalami kekambuhan yang berulang. Data penderita skizofrenia yang mengalami kekambuhan skizofrenia datang ke Poliklinik RSJ.HB. Saanin Padang mengalami peningkatan pada bulan April sebanyak 246 orang, bulan Mei sebanyak 312 orang dan pada bulan juni sebanyak 305 orang. Kebanyakan faktor yang memicu kekambuhan skizofrenia dikarenakan kurangnya perhatian dari keluarga dan kurang nya pengetahuan keluarga mengenai faktor yang mempengaruhi kekambuhan pada klien dengan skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang kekambuhan klien skizofrenia di poliklinik RSJ. Prof. HB. Saanin Padang. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan pada tanggal 31 Januari sampai 2 Agustus dengan 173 orang responden yaitu pada keluarga dengan klien skizofrenia yang pergi berobat berulang ke Poliklinik RSJ. Prof. HB. Saanin Padang yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa pada klien skizofrenia. Data dianalisa secara univariat dan bivariate dengan pengolahan data dengan komputerisasi. Hasil penelitian ini secara univariat diperoleh sebagian besar dari 173 responden terdapat 102 responden berpengetahuan cukup (59%) dan 91 responden kambuh (52,6%). Hasil uji Chi Square p=0.011 (p< 0,05) berarti ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kekambuhan klien skizofrenia di poliklinik RSJ. Prof. HB. Saanin Padang. Secara umum tingkat pengetahuan keluarga klien dengan skizofrenia di kategorikan cukup. Diharapkan kepada keluarga dan pasien agar dapat mengatasi terjadinya kekambuhan klien skizofrenia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI PADA USIA 0-6 BULAN
Septi Viantri Kurdaningsih
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Pemberian MP-ASI sebelum usia 6 bulan kepada bayi dinilai terlalu dini. Akibat yang mungkin timbul jika MP-ASI diberikan terlalu dini adalah bisa menyebabkan batuk, tersedak, alergi, dan dapat juga mengganggu sistem pencernaan bayi. Tujuan Penelitian: diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan pendamping asi dini pada usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kertapati Palembang tahun 2018. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 54 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan purposivesampling. Analisa data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian: Berdasarkan uji statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara variabel pendidikan ibu (p=0,041), pengetahuan ibu (p=0,004), dan pendapatan keluarga (p=0,035) dengan pemberian MP-ASI dini. Saran: pada petugas kesehatan agar penyuluhan di berikan secara terjadwal dan dalam kelompok, sehingga menyentuh setiap ibu dan anggota keluarga yang memberikan maupun yang tidak memberikan MP-ASI dini untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal pada ibu yang mempunyai bayi usia 0- 6 bulan.
HUBUNGAN PERAN ANGGOTA KELUARGA DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENCEGAHAN RESIKO DEMENSIA PADA LANSIA
Nova Rita
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Demensia (pikun) adalah kemunduran kognitif yang sedemikian beratnya sehingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari dan aktivitas sosial. Kurangnya peran keluarga terhadap lansia mengakibatkan lansia cendrung menghabiskan waktunya dengan merokok yang menjadi masalah kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Peran Anggota Keluarga dan Kebiasaan Merokok dengan Pencegahan Resiko Demensia pada Lansia di Parupuk Tabing. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Juni 2018 pengumpulan, jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 1954 lansia dengan jumlah sampel 92 orang dengan menggunakan rumus Lameshow, menggunakan teknik quata sampling, analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (51,1%) responden tidak melakukan pencegahan resiko demensia, (53,3%)dengan peran keluarga tidak baik, (54,4%) responden yang merokok. Uji statistik disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga, kebiasaan merokok (p = 0,000) dengan pencegahan resiko demensia di Parupuk Tabing. Diharapkan pihak tenaga kesehatan dapat memperluas waktu posyandu waktu posyandu agar lansia dapat mengikuti posyandu sehingga lansia dapat memeriksa kesehatannya secara rutin sehingga lansia juga dapat mencegah resiko demensia secara dini.