cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unw.ac.id
Phone
+62246925408
Journal Mail Official
lppm@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Ngablak, Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sports Collaboration Journal
ISSN : -     EISSN : 30256275     DOI : 10.35473
Core Subject : Health, Science,
Jurnal yang berisi tentang Ilmu Keolahragaan, dikelola oleh Universitas Ngudi Waluyo,Jurnal ini diterbitkan 6 bulan dalam setahun (Februari dan Agustus) oleh Universitas Ngudi Waluyo, Indonesia. Manuskrip yang dikirim oleh penulis direview secara double-blind reviewed. Tulisan-tulisan yang diterima dipublikasikan secara daring
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Adaptasi Kardiorespirasi terhadap Program Latihan Fisik Berbasis Energi Aerobik dan Anaerobik pada Atlet: Tinjauan Peran Ventilasi, Difusi Paru dan Inspiratory Muscle Training Irvan Abdillah; Arif Wicaksono; Panggung Sutapa; Prijo Subdibjo
Sports Collaboration Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sports Collaboration Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v4i1.4853

Abstract

Integrated reviews addressing ventilation, pulmonary diffusion, gas transport, and Inspiratory Muscle Training (IMT) within an aerobic-anaerobic energy framework particularly among Indonesian athletes remain scarce. This article aims to provide an integrated review of cardiorespiratory adaptations to physical training programs in athletes across various sports and their performance implications. A narrative review was conducted using systematic literature selection based on PRISMA 2020 principles, searching PubMed, Scopus, and Google Scholar (2019–2025). The study population comprised active athletes from endurance, strength, and mixed-profile sports at youth and adult levels. Samples were determined via purposive sampling based on topic relevance, yielding 10 articles meeting all inclusion criteria. Data were analyzed using a thematic-narrative approach across five major adaptation themes. Results indicate that aerobic training improves ventilatory efficiency (V̇E/V̇CO₂), pulmonary diffusing capacity (DLCO/TLCO), and oxygen transport capacity (hemoglobin mass +10–20%; VO₂max), while anaerobic training and IMT primarily enhance inspiratory muscle strength (MIP) and delay the inspiratory muscle metaboreflex. Exercise-induced arterial hypoxemia (EIAH) may emerge in elite endurance athletes due to shortened capillary transit time and V/Q mismatch. Studies on Indonesian athletes confirm positive correlations between vital capacity and athletic achievement, and IMT effectiveness in improving MIP and VO₂max in youth athletes. In conclusion, integrated programs combining aerobic training, HIIT, and IMT represent the most effective strategy for optimizing cardiorespiratory function and athletic performance; further research using simultaneous multi-parameter respiratory measurements in Indonesian athlete populations is strongly warranted. Abstrak Kajian yang mengintegrasikan adaptasi ventilasi, difusi paru, transportasi gas, dan Inspiratory Muscle Training (IMT) dalam kerangka kategorisasi energi latihan pada atlet Indonesia masih sangat terbatas. Artikel ini bertujuan meninjau secara terintegrasi adaptasi kardiorespirasi akibat program latihan fisik pada atlet berbagai cabang olahraga serta implikasinya terhadap performa. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan seleksi literatur sistematis mengacu prinsip PRISMA 2020, melalui pencarian di PubMed, Scopus, dan Google Scholar rentang 2019–2025. Populasi kajian adalah atlet aktif dari cabang olahraga ketahanan, kekuatan, dan campuran tingkat remaja maupun dewasa. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling berdasarkan relevansi topik, menghasilkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara tematik-naratif berdasarkan lima tema adaptasi utama. Hasil menunjukkan bahwa latihan aerobik meningkatkan efisiensi ventilasi (V̇E/V̇CO₂), kapasitas difusi paru (DLCO/TLCO), dan kapasitas transportasi oksigen (peningkatan massa hemoglobin 10–20%; VO₂maks), sedangkan latihan anaerobik dan IMT dominan meningkatkan kekuatan otot inspirasi (MIP) serta menunda aktivasi inspiratory muscle metaboreflex. Exercise-induced arterial hypoxemia (EIAH) dapat muncul pada atlet endurance elite akibat waktu transit kapiler yang singkat dan V/Q mismatch. Studi pada atlet Indonesia mengonfirmasi korelasi positif kapasitas vital paru dengan prestasi dan efektivitas IMT terhadap MIP serta VO₂max atlet remaja. Kesimpulannya, program terintegrasi yang menggabungkan latihan aerobik, HIIT, dan IMT merupakan strategi paling efektif untuk mengoptimalkan fungsi kardiorespirasi dan performa atlet; penelitian lanjutan berbasis data lapangan Indonesia dengan pengukuran multi-parameter respirasi secara bersamaan sangat dibutuhkan.
Latihan Plyometric Efektif Meningkatkan Kecepatan Lari Atlet Sepak Bola di Sekolah Sepak Bola Putra Pala Ahmad Hasan Aliy; Guntur Ratih Prestifa Herdinata; Aristiyanto Aristiyanto; Ika Nilawati
Sports Collaboration Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sports Collaboration Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v4i1.4954

Abstract

Football is one of the most popular sports worldwide, particularly in Indonesia. Speed is a crucial physical attribute for football athletes. This study aimed to analyze the effect of plyometric training on improving running speed among football athletes at SSB Putra Pala in 2025. A quasi-experimental, one-group pretest-posttest design was employed. The sample consisted of 25 SSB Putra Pala football athletes, selected using a total sampling technique. Instruments used included a stopwatch, whistle, cones, and a measuring tape to assess the respondents' running speed over a 20-meter distance. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The analysis revealed a p-value of 0.01, indicating a significant difference between the mean pretest time (3,31 seconds) and the mean posttest time (3,26 seconds). Statistically, the results showed an improvement in running speed of 0,5 seconds. The study concludes that plyometric training is effective in enhancing the running speed of athletes at SSB Putra Pala Abstrak Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling digemari oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Kecapatan adalah satu komponen kondisi fisik yang harus dimiliki oleh atlet sepakbola. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menganalisis pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan kecepatan lari pada atlet sepak bola yang bernaung di SSB Putra Pala tahun 2025. Jenis penelitian ini menerapkan Quasi Eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel pada penelitian adalah 25 atlet sepakbola SSB Putra Pala dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah stopwatch, peluit, cone dan meteran untuk menghitung kecepatan lari responden sejauh 20 meter. Data dianalaisis menggunakan Mann-Whitney. Berdasarkan analisis uji beda didapatkan hasil nilai p value 0,01 yang artinya terdapat berpedaan antara nilai rata-rata pretest 3,31 detik dengan nilai Post-test sebesar 3,26 detik. Secara statistik, nilai rata-rata Pre-test mengalami peningkatan kecepatan lari sebesar 0,5 detik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah latihan plyometric efektif meningkatkan kemampuan kecepatan lari atlet di SSB Putra Pala
Analisis Kecemasan Wasit Bola Voli Ketika Memimpin Pertandingan: Ditinjau dari Gender dan Level Pertandingan Iqbal Maulana Baharinto; Khoiril Anam
Sports Collaboration Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sports Collaboration Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v4i1.1604

Abstract

Anxiety is a factor that can affect a referee's performance when officiating volleyball matches. This study aimed to analyze the anxiety levels of volleyball referees while officiating matches, based on gender and the level of competition. A descriptive quantitative approach was employed, involving 32 referees affiliated with the Central Java Volleyball Referees Association. The Competitive State Anxiety Inventory-2 Revised (CSAI-2R) was used as the research instrument. Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results indicated that 87.5% of the respondents exhibited low anxiety levels, 12.5% ​​fell into the moderate category, and no instances of high anxiety were found. Both male and female referees fell into the low anxiety category. All referees officiating at the national level demonstrated low anxiety, whereas moderate anxiety was more frequently observed at the regional level. It is concluded that, in terms of gender, both male and female referees tend to exhibit low levels of anxiety; regarding the level of competition, referees officiating at higher levels tend to have lower anxiety levels. Abstrak   Kecemasan merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu penampilan wasit dalam memimpin pertandingan bola voli. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kecemasan wasit bola voli saat memimpin pertandingan berdasarkan gender dan level pertandingan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap 32 wasit bola voli yang tergabung dalam Asosiasi Wasit Bola Voli Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan adalah Competitive State Anxiety Inventory-2 Revised (CSAI-2R). Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa 87,5% responden memiliki tingkat kecemasan rendah, 12,5% berada pada kategori sedang, dan tidak ditemukan kecemasan tinggi. Wasit laki-laki maupun perempuan sama-sama berada pada kategori kecemasan rendah. Seluruh wasit yang memimpin pertandingan tingkat nasional memiliki kecemasan rendah, sedangkan kecemasan sedang lebih banyak ditemukan pada level daerah. Kesimpulkan dari penelitian ini Adalah ditinjau dari gender, baik wasit laki-laki maupun perempuan cenderung memiliki tingkat kecemasan yang rendah dan ditinjau dari level pertandingan, wasit yang memimpin pertandingan pada level yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah.
Latihan Metode BEEF Shooting Berpengaruh Terhadap Ketepatan Freethrow Shooting Atlet Basket Stieven Herbet Aprilianes Betty Magdalena; Aristiyanto Aristiyanto; Nur Amin; Guntur Ratih Prestifa Herdinata
Sports Collaboration Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sports Collaboration Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v4i1.5173

Abstract

Basketball is a team sport played by two teams of five players each, with the objective of scoring points by shooting the ball into the opponent's hoop as many times as possible. Mastering the free-throw technique is crucial, as proficiency in this skill can determine the outcome of a match. One training method that can be employed to improve shooting accuracy is the BEEF method (Balance, Eyes, Elbow, Follow-Through). This study utilized an experimental method with a one-group pre-test-post-test design. The objective was to determine the impact of the BEEF training method on free-throw shooting accuracy among male basketball athletes at SMKN 1 Bawen. The study involved a total sample of 10 male basketball athletes from SMKN 1 Bawen, selected using the total sampling technique. Data collection involved a free-throw test consisting of 10 attempts. Additionally, BEEF shooting training was conducted over 12 sessions. Data analysis was conducted using descriptive statistics and the Mann-Whitney test with the aid of SPSS. The results showed that the average score increased from 3.20 in the pre-test to 5.60 in the post-test. Statistical analysis revealed a significance value of 0.04 (<0.05), indicating a significant effect of the BEEF training method on free-throw accuracy. An R-Square value of 0.470 demonstrated that the BEEF method contributed 47% to the outcome. Thus, it can be concluded that shooting practice using the BEEF method significantly improves the free-throw accuracy of basketball athletes at SMKN 1 Bawen. Abstrak   Basket merupakan permainan tim yang dimainkan oleh dua tim, masing-masing dengan lima pemain, dengan tujuan memasukkan bola kedalam ring lawan sebanyak mungkin untuk mendapatkan poin. Salah satu teknik yang sangat penting untuk di kuasai adalah shooting freethrow, dengan menguasai Kemampuan free throw dapat menentukan hasil pertandingan. Salah satu metode latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketepatan shooting adalah metode BEEF (Balance, Eyes, Elbow, Follow Through). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre-test-post-test. Tujuan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa bepengaruh Latihan metode Beef terhadap ketepatan akurasi freethrow shooting pada altet SMKN 1 Bawen. Dalam penelitian ini mengungakan teknik total sampel berjumlah 10 atlet bola basket putra SMKN 1 Bawen dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes freethrow sebanyak 10 kali percobaan. Serta latihan BEEF Shooting diberikan sebanyak 12 kali pertemuan. Analisis data mengunakan statistik deskriptif dan uji mann whitney dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test sebesar 3,20 meningkat menjadi 5,60 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,04 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan latihan metode BEEF terhadap ketepatan freethrow. Nilai R Square sebesar 0,470 menunjukkan bahwa metode BEEF memberikan kontribusi sebesar 47%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Latihan shooting dengan metode BEEF berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan freethrow atlet bola basket SMKN 1 Bawen.

Page 4 of 4 | Total Record : 34