cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,121 Documents
Dampak Coaching dan Mentoring terhadap Jenjang Karier pada Karyawan Caroline Magdalena Sutanto; Shilfani Fitri Wahyuningsih; Anggi Febiyanti; Kania Naura Shabilla Effendy; Tirta Firdaus Nuryananda
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p516-533

Abstract

Lingkungan kerja yang dinamis menuntut organisasi mengelola karier karyawan secara sistematis dan terarah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak coaching dan mentoring terhadap jenjang karier karyawan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan kerangka PRISMA, penelitian ini berhasil mengidentifikasi 20 artikel terpilih yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2017 hingga 2026 melalui pangkalan data jurnal ilmiah bereputasi internasional dan relevan dengan topik, mentoring, pengembangan karier, dan jenjang karier. Hasil analisis menunjukkan bahwa coaching berkontribusi secara tidak langsung terhadap jenjang karier melalui peningkatan kompetensi, kinerja, dan kesiapan promosi. Sementara itu, mentoring memiliki pengaruh yang lebih langsung terhadap mobilitas karier, peluang promosi, peningkatan remunerasi, serta perluasan jaringan profesional. Temuan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa coaching dan mentoring berperan saling melengkapi dalam mendukung perkembangan karier karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu merancang program coaching dan mentoring yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan kesiapan individu sekaligus memperluas akses terhadap peluang karier di dalam organisasi. Abstract A dynamic work environment demands that organizations manage employee careers systematically and purposefully. This study aims to analyze the impact of coaching and mentoring on employee career paths. The method used was a systematic literature review (SLR) with the PRISMA framework. This study successfully identified 20 selected articles published between 2017 and 2026 through a database of internationally reputable scientific journals relevant to the topics of coaching, mentoring, career development, and career paths. The analysis results indicate that coaching indirectly contributes to career paths through increased competence, performance, and promotion readiness. Meanwhile, mentoring has a more direct influence on career mobility, promotion opportunities, increased remuneration, and the expansion of professional networks. The findings of this review indicate that coaching and mentoring play complementary roles in supporting employee career development. Therefore, organizations need to design integrated and sustainable coaching and mentoring programs to optimize individual readiness while expanding access to career opportunities within the organization.
Hubungan antara Fatherless dengan Kecemasan Pernikahan Pada Wanita Dewasa Awal di Surabaya Andrea Shifani; Qurrota A’yuni Fitriana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p534-542

Abstract

The decline in the number of marriages in Surabaya, which reached 14,194 events in 2025, reflects a change in the perspective of young adults toward commitment, partly triggered by the fatherless phenomenon due to divorce. This study aims to determine the relationship between being fatherless and marriage anxiety in early adult women in Surabaya. This study uses a correlational quantitative approach with purposive sampling techniques involving 156 early adult women (18-40 years old) who experienced fatherlessness due to parental divorce. The research instrument used the fatherless scale based on aspects from Lamb, Pleck, Levine, and Charnov, and the marriage anxiety scale based on aspects from Obeid et al. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation through JASP software. The research results showed a correlation coefficient value of r = 0.573 with a significance of p < 0.001, indicating a positive relationship between fatherlessness and marriage anxiety. The higher the level of fatherlessness, the greater the tendency for marriage anxiety experienced. This condition manifests in the emergence of negative perceptions toward relationships, fear of commitment, and a tendency to prioritize personal life as a form of self-defense. Abstrak Penurunan angka pernikahan di Surabaya yang mencapai 14.194 peristiwa pada tahun 2025 mencerminkan adanya perubahan cara pandang dewasa awal terhadap komitmen, yang salah satunya dipicu oleh fenomena fatherless akibat perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fatherless dengan kecemasan pernikahan pada wanita dewasa awal di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 156 wanita dewasa awal (18-40 tahun) yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua. Instrumen penelitian menggunakan skala fatherless berdasarkan aspek dari Lamb, Pleck, Levine, dan Charnov dan skala kecemasan pernikahan berdasarkan aspek dari Obeid dkk. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment melalui software JASP. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,573 dengan signifikansi p < 0,001, artinya terdapat hubungan positif antara fatherless dan kecemasan pernikahan. Semakin tinggi tingkat fatherless, semakin meningkat pula kecenderungan kecemasan pernikahan yang dialami. Kondisi ini terwujud dalam munculnya persepsi negatif terhadap relasi, ketakutan akan komitmen, hingga kecenderunagn memprioritaskan kehidupan pribadi sebagai bentuk pertahanan diri.
L Literature Study on the Influence of Work Motivation on Employee Productivity Davina Tri Kurnia
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p543-550

Abstract

Dalam dunia kerja yang kompetitif saat ini, persaingan antara perusahaan sangat sengi. Oleh karena itu, diperlukan karyawan yang memiliki integritas, kepakaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas mereka. Hal ini penting untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja, memberikan pelayanan berkualitas, dan memperkuat daya saing baik di dalam maupun luar negeri. Namun, ironisnya, masih ada karyawan yang tidak produktif dalam bekerja. Beberapa literatur menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ada hubungan antara motivasi kerja dan produktivitas kerja karyawan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan literature review sebagai sumber data dari artikel jurnal terakreditasi baik di tingkat nasional maupun internasional dalam periode lima tahun terakhir, untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi kerja dan produktivitas kerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara motivasi kerja dan produktivitas kerja karyawan. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Produktivitas akan meningkat sejalan dengan tingkat motivasi kerja yang tinggi, sedangkan rendahnya motivasi kerja karyawan akan berdampak negatif pada produktivitas mereka. Abstract In today's competitive work environment, the competition among companies is fierce. Therefore, it requires employees who possess integrity, expertise, discipline, and high responsibility in carrying out their tasks. This is important to enhance workforce efficiency, provide quality services, and strengthen competitiveness both domestically and internationally. However, ironically, there are still employees who are unproductive in their work. Several literature sources indicate that work motivation influences work productivity. This research aims to determine whether there is a relationship between work motivation and employee productivity. This research method is qualitative, utilizing literature review as a data source from accredited journal articles at both national and international levels within the past five years, to identify the relationship between work motivation and employee productivity. The research findings indicate a correlation between work motivation and employee productivity. These findings are consistent with previous studies stating that work motivation has a positive and significant impact on employee productivity. Productivity will increase in line with high levels of work motivation, while low work motivation among employees will have a negative impact on their productivity.
Hubungan Stres dan Emotional eating Mahasiswa Akhir Fakultas Psikologi UNESA Yuliharto Simon Christian Yeremia Yacob; Nanda Audia Vrisaba
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p551-562

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir menghadapi berbagai tuntutan akademik yang kompleks, terutama dalam proses penyusunan skripsi sebagai syarat kelulusan yang juga disertai beban perkuliahan, sehingga berpotensi menimbulkan stres. Stres tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik dan psikologis, tetapi juga memengaruhi mekanisme koping individu, salah satunya melalui perubahan perilaku makan yang dikenal sebagai emotional eating. Emotional eating merupakan perilaku makan yang dipicu oleh emosi negatif, bukan oleh rasa lapar secara fisiologis, sehingga sering digunakan sebagai cara untuk meredakan tekanan emosional yang dialami individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara stres dan emotional eating pada mahasiswa tingkat akhir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 152 responden. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson melalui JASP. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres dan emotional eating (r = 0,484; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswa, semakin tinggi pula kecenderungan emotional eating yang muncul. Temuan ini menunjukkan bahwa stres akademik berkaitan dengan penggunaan emotional eating sebagai strategi coping emosional, sehingga pengelolaan stres dan penguatan coping adaptif penting dilakukan untuk mencegah perilaku makan emosional pada mahasiswa tingkat akhir. Abstract Final year students face various complex academic demands, especially in the process of writing a thesis as a graduation requirement, which is also accompanied by a heavy course load, thus potentially causing stress. This stress not only impacts physical and psychological conditions, but also influences individual coping mechanisms, one of which is through changes in eating behavior known as emotional eating. Emotional eating is an eating behavior triggered by negative emotions, not by physiological hunger, so it is often used as a way to relieve emotional stress experienced by individuals. This study aims to examine the relationship between stress and emotional eating in final year students. The method used is a quantitative correlational method involving 152 respondents. Data analysis was performed using Pearson correlation through JASP.  The results showed a significant positive relationship between stress and emotional eating (r = 0.484; p < 0.001), which means that the higher the level of stress experienced by students, the higher the tendency for emotional eating that appears. . These findings indicate that academic stress is related to the use of emotional eating as an emotional coping strategy, so stress management and strengthening adaptive coping are important to prevent emotional eating behavior in final year students.
the Efektivitas Intervensi Individu untuk Kesejahteraan Pekerja Digital:Tinjauan Literatur Sistematis: The Effectiveness of Individual Interventions on Employee Well-being: A Systematic Literature Review Aurel Evrill Liony Maulida; Achmad Ashar Setiaki; Meilani Santi; Azka Shofiyya Syafu'ah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p563-569

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan tuntutan kerja dan memunculkan tekanan psikologis seperti technostress yang berdampak pada kesejahteraan pekerja. Pendekatan organisasi yang selama ini dominan dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan individu dalam menghadapi tekanan kerja digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas intervensi level individu dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di era digital. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan menganalisis 11 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, jurnal nasional terindeks, dan jurnal internasional bereputasi pada rentang tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis mindfulness dan cognitive behavioral therapy (CBT) merupakan pendekatan yang paling konsisten efektif dalam menurunkan stres, kecemasan, burnout, dan technostress, serta meningkatkan regulasi emosi, kepuasan kerja, keterlibatan karyawan, dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, compassion training, emotional competence training, dan stress management juga memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan mental pekerja. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi level individu efektif sebagai strategi pelengkap pendekatan organisasi dalam mendukung kesejahteraan dan produktivitas pekerja di era digital. Abstract Digital transformation has increased work demands and created psychological pressures such as technostress, which negatively affect employee well-being. Organizational approaches that have been widely implemented are often insufficient to address individual needs in coping with digital work pressures. Therefore, this study aims to examine the effectiveness of individual-level interventions in improving employee well-being in the digital era. This study employed a systematic literature review (SLR) method by analyzing 11 scientific articles obtained from Google Scholar, indexed national journals, and reputable international journals published between 2015 and 2025. Article selection was conducted using inclusion and exclusion criteria, and the data were analyzed through thematic analysis. The findings indicate that mindfulness-based interventions and cognitive behavioral therapy (CBT) are the most consistently effective approaches in reducing stress, anxiety, burnout, and technostress, while also improving emotional regulation, job satisfaction, employee engagement, and psychological well-being. In addition, compassion training, emotional competence training, and stress management interventions also contribute positively to workers’ mental health. In conclusion, individual-level interventions are effective complementary strategies to organizational approaches in supporting employee well-being and productivity in the digital era.
The Faktor-Faktor Penentu Retensi Karyawan Di Perusahaan Multinasional (MNC) Indonesia Muhammad Hibban Alamsyah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p570-580

Abstract

Retensi karyawan menjadi isu strategis di tengah meningkatnya persaingan global dan fenomena perang talenta yang mendorong perusahaan untuk mempertahankan sumber daya manusia berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi retensi karyawan serta menganalisis faktor yang paling dominan pada perusahaan multinasional (MNC) di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan systematic review mengacu pada kerangka PRISMA. Data diperoleh melalui penelusuran pada basis data akademik seperti Scopus dan Google Scholar dengan bantuan software Publish or Perish 8. Dari 100 artikel awal yang teridentifikasi, terpilih 10 artikel relevan dalam rentang tahun 2015–2025 untuk dianalisis secara tematik. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang secara konsisten memengaruhi retensi karyawan di MNC Indonesia, yaitu: kompensasi dan kesejahteraan karyawan; pengembangan karier dan jalur pertumbuhan yang jelas; gaya kepemimpinan yang inklusif; serta budaya organisasi yang positif. Di antara faktor-faktor tersebut, kompensasi dan pengembangan karier ditemukan sebagai faktor paling dominan yang berpengaruh langsung terhadap keputusan karyawan untuk bertahan, sementara kepuasan kerja dan loyalitas berperan sebagai variabel mediasi penting. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen SDM dalam merancang strategi retensi yang lebih efektif dan kontekstual di lingkungan MNC Indonesia. Abstract Employee retention has become a strategic issue amid increasing global competition and the war for talent, which compels organizations to retain high-quality human capital. This study aims to identify key factors influencing employee retention and to analyze the most dominant factors within multinational companies (MNCs) operating in Indonesia. This research employs a systematic literature review approach guided by the PRISMA framework. Data were collected from academic databases such as Scopus and Google Scholar using Publish or Perish 8 software. From 100 identified articles, 10 relevant studies published between 2015 and 2025 were selected and analyzed thematically. The findings reveal four major factors consistently influencing employee retention in Indonesian MNCs: compensation and employee well-being; career development and clear growth pathways; inclusive and supportive leadership styles; and positive and fair organizational culture. Among these factors, compensation and career development emerge as the most dominant determinants directly affecting employees’ decisions to remain in the organization, while job satisfaction, loyalty, and employee engagement function as significant mediating variables. These findings provide practical implications for HR management in designing more effective and contextually relevant retention strategies within multinational companies in Indonesia.
Manifestasi Budaya Patriarki dalam Ketimpangan Kekuasaan pada Struktur Organisasi Sektor Pekerjaan: Systematic Literature Review (2021-2026) Rahmadani Putri Jayanti; Aurelia Azzahra Haridiani; Ahmad Fauzan Tri Prayogo
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p581-591

Abstract

Budaya patriarki merupakan sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pihak dominan, yang hingga kini masih menjadi akar utama ketimpangan gender di berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia kerja. Manifestasi budaya ini memicu stereotip negatif, kesenjangan upah, hingga diskriminasi sistemik yang menghambat potensi profesional perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan pengaruh budaya patriarki dalam menurunkan atau meningkatkan potensi diri serta karier perempuan dalam struktur organisasi di sektor pekerjaan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan panduan PRISMA dengan menganalisis artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020-2025. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas organisasi masih menerapkan praktik patriarki yang menciptakan hambatan struktural seperti fenomena glass ceiling, bias gender dalam rekrutmen, serta ketidakadilan dalam penilaian kinerja dan kompensasi yang mengakibatkan rendahnya partisipasi kerja perempuan dan terbatasnya akses terhadap posisi strategis. Abstract Patriarchal culture is a social system that positions men as the dominant party, which to this day remains the primary root of gender inequality in various sectors of life, including the workplace. Manifestations of this culture fuel negative stereotypes, wage gaps, and systemic discrimination that hinder women’s professional potential. This study aims to classify the influence of patriarchal culture in either diminishing or enhancing women’s self-potential and career prospects within organizational structures in the workplace. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA guidelines, analyzing scientific articles published between 2020 and 2025. The findings indicate that the majority of organizations still implement patriarchal practices that create structural barriers such as the glass ceiling phenomenon, gender bias in recruitment, and unfairness in performance evaluation and compensation, resulting in low female workforce participation and limited access to strategic positions.
Distorsi Kognitif pada Pasien Gangguan Cemas Menyeluruh dengan Perspektif Kognitif Beck Cicilia Ayu Risanti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p592-599

Abstract

Gangguan cemas menyeluruh (generalized anxiety disorder) merupakan gangguan mental yang ditandai oleh kekhawatiran berlebihan dan menetap yang tidak terbatas pada situasi tertentu. Individu dengan kondisi ini cenderung memiliki pola pikir negatif yang berperan dalam muncul dan bertahannya kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distorsi kognitif pada individu dengan gangguan cemas menyeluruh dalam perspektif kognitif Beck. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek merupakan laki-laki berusia 36 tahun yang menjalani perawatan rawat jalan di RSUD X. Data dikumpulkan melalui wawancara (autoanamnesis dan alloanamnesis) mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distorsi kognitif yang dialami subjek meliputi catastrophizing, mind reading, overgeneralization, emotional reasoning, dan should statements. Distorsi tersebut membentuk pola yang berulang melalui keterkaitan antara core belief, pikiran otomatis, respons emosional, dan perilaku penghindaran, sehingga mempertahankan kecemasan. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan tidak hanya dipengaruhi oleh stimulus eksternal, tetapi juga oleh struktur kognitif yang mendasarinya, sekaligus menegaskan pentingnya intervensi yang berfokus pada restrukturisasi kognitif untuk memutus siklus kecemasan. Abstract Generalized anxiety disorder (GAD) is a mental disorder characterized by excessive and persistent worry that is not limited to specific situations. Individuals with this condition tend to exhibit negative thinking patterns that contribute to the development and maintenance of anxiety. This study aims to explore the cognitive distortions in an individual with GAD from Beck’s cognitive perspective. This study employed a qualitative approach using a case study method. The subject was a 36-year-old male undergoing outpatient treatment at a regional public hospital (RSUD) X. Data were collected through in-depth interviews (autoanamnesis dan alloanamnesis)  and observation. The results revealed that the subject experienced several cognitive distortions, including catastrophizing, mind reading, overgeneralization, emotional reasoning, and should statements. These distortions formed a recurring pattern involving core beliefs, automatic thoughts, emotional responses, and avoidance behaviors, which contributed to the maintenance of anxiety. The findings indicate that anxiety is not solely influenced by external stimuli, but also by underlying cognitive structures, while underscoring the importance of interventions focused on cognitive restructuring to break the cycle of anxiety.
Pemetaan Peer Pressure pada Groupthink dalam diskusi Pelajar Gen Z: Tinjauan Pustaka Sistematis Putu Meisya Tiarani Putri; Talitha Karenina Pratista; Maria Louisa Lintang Swastika; Anisa Nazwa Karlina
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p600-608

Abstract

Diskusi kelompok pelajar Generasi Z sering dipengaruhi oleh peer pressure yang mendorong konformitas terhadap norma kelompok. Kondisi ini dapat memicu groupthink, yaitu kecenderungan mengutamakan kesepakatan daripada evaluasi kritis. Penelitian ini bertujuan memetakan hubungan peer pressure dengan groupthink dalam diskusi pelajar Generasi Z. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pedoman PRISMA terhadap enam artikel ilmiah. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa peer pressure mendorong konformitas, penahanan pendapat, dan tekanan menuju konsensus. Gejala paling dominan adalah self-censorship. Temuan ini menegaskan pentingnya ruang diskusi yang terbuka, kritis, dan aman bagi perbedaan pendapat. Abstract Group discussions among Generation Z students are often influenced by peer pressure, which encourages conformity to group norms. This condition may lead to groupthink, a tendency to prioritize agreement over critical evaluation. This study aims to map the relationship between peer pressure and groupthink in Generation Z students’ discussions. A systematic literature review guided by PRISMA was conducted on six scientific articles. The data were analyzed using a descriptive qualitative approach. The findings show that peer pressure encourages conformity, opinion suppression, and pressure toward consensus. Self-censorship emerged as the most dominant symptom. These findings highlight the importance of open, critical, and safe discussion spaces for expressing different opinions.
Hubungan Followership Efektif dengan Kinerja Organisasi pada Tim Hybrid: Sebuah Systematic Literature Review Sepia Eka Dinda Yasiroh; Putri Nikmatul Rahmawati; Jessica Galuh Prameisella Vanda
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p609-619

Abstract

Pergeseran paradigma kerja menuju sistem hybrid menuntut organisasi tidak hanya bergantung pada efektivitas kepemimpinan, tetapi juga pada kualitas pengikut (followers), sehingga muncul kebutuhan untuk memahami peran followership dalam meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi effective followership dengan kinerja organisasi dalam konteks kerja hybrid. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi standar PRISMA 2020 untuk memastikan transparansi dan akurasi proses seleksi literatur. Penelusuran dilakukan melalui database bereputasi global, yaitu ProQuest, ScienceDirect, dan Scopus, serta didukung oleh Google Scholar, hingga diperoleh 12 artikel empiris yang relevan sebagai dasar analisis sintesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara effective followership dengan kinerja organisasi dan tim, di mana karakteristik seperti inisiatif tinggi, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis berkontribusi dalam meningkatkan sinergi, keterlibatan kerja, dan produktivitas. Selain itu, keberhasilan koordinasi kerja jarak jauh dipengaruhi oleh otonomi kerja, efikasi diri, dan kepercayaan tim. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pengikut memiliki peran strategis dalam keberlanjutan organisasi di era hybrid, sehingga pengembangannya perlu menjadi prioritas dalam manajemen sumber daya manusia. Abstract The shift toward hybrid work systems requires organizations to rely not only on leadership effectiveness but also on the quality of followers, highlighting the need to understand the role of followership in enhancing organizational performance. This study aims to examine the integration of effective followership with organizational performance within hybrid work contexts. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach by adopting the PRISMA 2020 guidelines to ensure transparency and rigor in the literature selection process. A comprehensive search was conducted using reputable global databases, including ProQuest, ScienceDirect, and Scopus, supplemented by Google Scholar, resulting in 12 relevant empirical articles selected for synthesis analysis. The findings reveal a significant positive relationship between effective followership and both organizational and team performance, where characteristics such as high initiative, responsibility, and critical thinking contribute to improved synergy, work engagement, and productivity. Furthermore, the success of remote coordination is influenced by work autonomy, self-efficacy, and team trust. In conclusion, follower quality plays a strategic role in sustaining organizational performance in hybrid environments, and its development should be prioritized in human resource management strategies.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue