cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,121 Documents
Exploring the Impact of Maternal Rejection on Emerging Adult Women Nashwa Afifa Zahra; Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p440-450

Abstract

An insecure mother–daughter relationship resulting from maternal rejection can have long-term effects on the psychological development of emerging adult women. However, in-depth understanding based on subjective experiences remains limited. This study aims to explore the impact of maternal rejection through the lens of IPARTheory, focusing on how experiences of perceived rejection are interpreted, internalized, and carried into adulthood in this context. A qualitative phenomenological study was conducted with five women aged 20–30 years through semi-structured interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Maternal rejection was interpreted as an insecure relational experience that affects relational conflict, ongoing internal conflict, physical condition, and parenting patterns, accompanied by the development of adaptive strategies by the participants. These findings underscore the significance of maternal rejection as a relational factor with enduring effects and highlight its importance in the context of psychological development and intervention. Abstrak Hubungan ibu–anak perempuan yang tidak aman akibat penolakan maternal dapat memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan psikologis wanita dewasa muda. Namun, pemahaman mendalam berdasarkan pengalaman subjektif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penolakan maternal melalui lensa Teori IPAR, dengan fokus pada bagaimana pengalaman penolakan yang dirasakan diinterpretasikan, diinternalisasi, dan dibawa hingga dewasa dalam konteks ini. Penelitian fenomenologis kualitatif dilakukan dengan lima wanita berusia 20–30 tahun melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Fenomenologis Interpretatif (IPA). Penolakan maternal diinterpretasikan sebagai pengalaman relasional yang tidak aman yang memengaruhi konflik relasional, konflik internal yang berkelanjutan, kondisi fisik, dan pola pengasuhan, disertai dengan perkembangan strategi adaptif oleh para peserta. Temuan ini menekankan pentingnya penolakan dari ibu sebagai faktor hubungan yang memiliki efek jangka panjang dan menyoroti pentingnya hal ini dalam konteks perkembangan psikologis dan intervensi.
Hubungan antara Durasi Penggunaan Tiktok dengan Kualitas Tidur Mas Ayu Kirani Putri Kuswoyo; Qurrota A'yuni Fitriana; Adiwignya Nugraha Widhi Harita
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p776-783

Abstract

Perkembangan media sosial berbasis video pendek, khususnya TikTok, telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada kesehatan, salah satunya kualitas tidur. Tingginya durasi penggunaan TikTok diduga berkontribusi terhadap gangguan tidur, meskipun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan TikTok dengan kualitas tidur pada pengguna aktif media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 69 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mengukur durasi penggunaan TikTok dan kualitas tidur responden, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik JASP. Uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar ρ = –0,168 dengan nilai signifikansi p = 0,167 (p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan TikTok dan kualitas tidur. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa durasi penggunaan TikTok tidak secara langsung menentukan kualitas tidur individu, sehingga faktor lain seperti pola penggunaan sebelum tidur dan kontrol diri perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas tidur. Abstract The rapid development of short video–based social media, particularly TikTok, has become an integral part of daily life and raised concerns regarding its impact on health, especially sleep quality. The high duration of TikTok use is often assumed to contribute to sleep disturbances; however, previous studies have reported inconsistent findings. This study aimed to examine the relationship between TikTok usage duration and sleep quality among active social media users. A quantitative approach with a survey method was employed involving 69 respondents selected based on predetermined criteria. Data were collected through an online questionnaire measuring daily TikTok usage duration and sleep quality, and subsequently analyzed using JASP statistical software. Normality testing indicated that the data were not normally distributed; therefore, Spearman correlation analysis was applied. The results showed a correlation coefficient of ρ = –0.168 with a significance value of p = 0.167 (p > 0.05), indicating no significant relationship between TikTok usage duration and sleep quality. In conclusion, the findings suggest that the duration of TikTok use alone does not directly determine an individual’s sleep quality. Other factors such as patterns of use before bedtime and self-regulation should be considered to better understand and improve sleep quality.
Unraveling the Multidimensional Stress Experiences of Commuter University Students: A Phenomenological Study in Surabaya Anggi Febiyanti; Siti Jaro'ah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p451-460

Abstract

Mahasiswa komuter menghadapi tuntutan perjalanan pulang–pergi yang panjang dan tidak menentu, yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik, tekanan psikologis, serta penurunan performa akademik. Namun, kajian di Indonesia yang mengungkap pengalaman subjektif stres pada mahasiswa komuter masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman stres mahasiswa komuter di Surabaya, meliputi sumber stres, dampak yang dialami, serta strategi coping yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Partisipan terdiri dari tiga mahasiswa komuter yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman. Analisis menghasilkan enam tema utama, yaitu stressor perjalanan komuter, dampak terhadap kondisi fisik dan akademik, strategi coping, tekanan akademik dan organisasi, dukungan sosial, serta manajemen waktu dan keseimbangan hidup. Perjalanan harian muncul sebagai sumber stres utama yang memicu kelelahan dan menurunkan kesiapan kognitif mahasiswa sebelum aktivitas akademik dimulai. Stres mahasiswa komuter bersifat multidimensional dan terbentuk melalui interaksi antara tuntutan perjalanan, tekanan akademik, serta kapasitas adaptasi individu. Temuan ini menegaskan bahwa commuting merupakan faktor sentral dalam dinamika stres mahasiswa, sehingga diperlukan dukungan institusional dan strategi adaptif yang lebih kontekstual untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa komuter. Abstract Commuter students are exposed to long and unpredictable daily travel, which may lead to physical fatigue, psychological stress, and decreased academic performance. However, in Indonesia, studies exploring the subjective experiences of commuter student stress remain limited. This study aims to explore in depth the stress experiences of commuter students in Surabaya, including sources of stress, perceived impacts, and coping strategies. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. Three commuter students were selected using purposive sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analyzed using Miles and Huberman’s interactive data analysis technique. The analysis identified six major themes: commuting stressors, impacts on physical and academic conditions, coping strategies, academic and organizational pressure, social support, and time management and life balance. Daily commuting emerged as the primary stressor, contributing to fatigue and reduced cognitive readiness prior to academic activities. Commuter student stress is multidimensional and shaped by the interaction between travel demands, academic pressures, and individual adaptive capacity. These findings highlight commuting as a central factor in student stress dynamics and underscore the need for more context-sensitive institutional support and adaptive strategies to enhance commuter students’ well-being.
Studi Literatur: Rekrutmen dan Seleksi di Instansi Almira Cahya Ifandra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p461-467

Abstract

Proses rekrutmen dan seleksi memiliki peran strategis dalam manajemen sumber daya manusia karena menentukan kualitas individu yang akan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi. Rekrutmen bertujuan untuk menarik kandidat potensial sebanyak mungkin, sementara seleksi bertujuan menyaring individu yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budaya organisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, yang mencakup instansi dari sektor publik, swasta, dan nirlaba Hasil studi menunjukkan bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, sistem semantik, dan media sosial telah memperkaya pendekatan dalam proses rekrutmen dan seleksi. Selain itu, penerapan sistem merit dan prinsip transparansi menjadi isu sentral, khususnya dalam konteks instansi pemerintah. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan struktural dan kultural, seperti intervensi politik dan resistensi internal. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan organisasi, serta perlunya penguatan aspek objektivitas dan akuntabilitas dalam seluruh proses rekrutmen dan seleksi. Abstract The recruitment and selection process plays a strategic role in human resource management because it determines the quality of individuals who will contribute to the achievement of organizational goals. Recruitment aims to attract as many potential candidates as possible, while selection aims to screen individuals who are most suited to the needs and culture of the organization. The approach used is descriptive qualitative with a literature study method, covering institutions from the public, private, and non-profit sectors. The results of the study show that technological developments such as artificial intelligence, semantic systems, and social media have enriched the approach to the recruitment and selection process. In addition, the application of merit systems and the principle of transparency are central issues, particularly in the context of government agencies. However, their implementation still faces structural and cultural challenges, such as political intervention and internal resistance. These findings emphasize the importance of developing policies that are adaptive to technological changes and organizational needs, as well as the need to strengthen objectivity and accountability in the entire recruitment and selection process.
PERAN ADMINISTRASI DAN ASESMEN SDM DALAM MENDUKUNG PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI: LITERATURE REVIEW Eka Wiwik Sugiarti Lailatus Sholicha; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p468-477

Abstract

Rekrutmen dan seleksi merupakan fungsi strategis dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berperan penting dalam menentukan kualitas tenaga kerja organisasi. Keberhasilan proses tersebut tidak hanya ditentukan oleh metode seleksi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas administrasi SDM dan pelaksanaan asesmen yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran administrasi dan asesmen SDM dalam mendukung efektivitas proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, dan buku referensi yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan dan mensintesis temuan penelitian berdasarkan peran administrasi SDM, asesmen SDM, serta integrasi keduanya dalam proses rekrutmen dan seleksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi SDM yang tertata berperan dalam menjamin keteraturan, transparansi, dan akuntabilitas proses seleksi, sementara asesmen SDM berfungsi sebagai alat evaluasi objektif untuk menilai kompetensi dan kesesuaian kandidat dengan kebutuhan jabatan. Integrasi antara administrasi dan asesmen SDM terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan rekrutmen dan seleksi yang berbasis data, objektif, dan berorientasi pada keberhasilan organisasi. Abstract Recruitment and selection are strategic functions in human resource management (HRM) that play a crucial role in determining organizational workforce quality. The effectiveness of these processes is not solely influenced by selection methods, but also by the quality of human resource administration and the implementation of systematic assessments. This study aims to examine the role of human resource administration and assessment in supporting effective recruitment and selection processes. This research employs a qualitative approach using a literature review method by analyzing national accredited journals, reputable international journals, and relevant reference books. Data were analyzed thematically by categorizing and synthesizing findings related to HR administration, HR assessment, and their integration within recruitment and selection processes. The findings indicate that well-structured HR administration ensures orderliness, transparency, and accountability in selection procedures, while HR assessment serves as an objective evaluation tool to measure candidates’ competencies and job fit. The integration of HR administration and assessment is a key factor in enhancing data-driven, objective recruitment and selection decisions, ultimately supporting organizational effectiveness and long-term performance.
Hubungan Rasa Memiliki dengan Self-Esteem pada Siswa SMA Boarding School X Himmatul; Arfin Nurma Halida
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p478-488

Abstract

Lingkungan boarding school memiliki karakteristik kehidupan yang intens dengan tuntutan akademik, sosial, dan pengasuhan sepanjang waktu, sehingga menuntut kemampuan adaptasi psikologis yang baik dari siswa, khususnya dalam pembentukan self-esteem yang berkaitan dengan rasa memiliki (sense of belonging). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasa memiliki dan self-esteem pada siswa SMA Boarding School X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 113 siswa aktif kelas X–XII yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Sense of Belonging Instrument (SOBI) dengan skala Likert empat tingkat. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara rasa memiliki dan self-esteem (ρ = 0,263; p = 0,005) dengan kekuatan hubungan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa rasa memiliki berperan dalam pembentukan self-esteem siswa di lingkungan boarding school, meskipun bukan merupakan faktor dominan, sehingga self-esteem dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial dalam konteks pendidikan berasrama. Abstract The boarding school environment is characterized by an intensive lifestyle with continuous academic, social, and caregiving demands, requiring strong psychological adaptation from students, particularly in the development of self-esteem related to sense of belonging. This study aims to examine the relationship between sense of belonging and self-esteem among students of Boarding School X. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The participants were 113 active students from grades X–XII selected using total sampling technique. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) and the Sense of Belonging Instrument (SOBI) with a four-point Likert scale. The normality test indicated that the data were not normally distributed; therefore, Spearman correlation analysis was used. The results revealed a positive and significant relationship between sense of belonging and self-esteem (ρ = 0.263; p = 0.005) with a low correlation strength. These findings indicate that sense of belonging plays a role in the development of students’ self-esteem in the boarding school environment, although it is not a dominant factor, suggesting that self-esteem is influenced by various psychosocial factors within the residential education context.
Analisis Psikodinamik Konflik Internal dan Mekanisme Pertahanan Diri pada Dewasa dengan Skizofrenia Paranoid Faliza Zakia Ramudya Mudrikah; Nanda Audia Vrisaba
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p768-775

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia paranoid merupakan salah satu bentuk gangguan psikotik yang ditandai oleh distorsi persepsi, pikiran delusional, dan ketegangan intrapsikis yang mendalam. Kondisi ini sering menimbulkan konflik antara dorongan bawah sadar dan realitas objektif, yang berimplikasi pada munculnya mekanisme pertahanan diri sebagai bentuk penyesuaian psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik internal dan mekanisme pertahanan diri pada individu dewasa yang didiagnosis dengan skizofrenia paranoid berdasarkan pendekatan psikodinamik. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal digunakan pada seorang laki-laki dewasa berusia 26 tahun yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit jiwa di Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi klinis, autoanamnesis, alloanamnesis, dan dokumentasi medis. Analisis dilakukan berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud mengenai struktur kepribadian (id, ego, superego) dan mekanisme pertahanan diri. Konflik intrapsikis partisipan muncul akibat ketegangan antara keinginan pribadi dan tuntutan sosial yang tidak terpenuhi, yang dimanifestasikan dalam bentuk delusi identitas dan sikap defensif terhadap lingkungan. Mekanisme pertahanan diri yang dominan adalah proyeksi, rasionalisasi, dan penyangkalan. Analisis psikodinamik memberikan pemahaman komprehensif tentang dinamika kepribadian individu dengan skizofrenia paranoid dan dapat menjadi dasar perancangan intervensi klinis yang berfokus pada penguatan ego dan kesadaran realitas. Abstract Paranoid schizophrenia is a psychotic disorder characterized by perceptual distortion, delusional thoughts, and deep intrapsychic tension. This condition often generates conflict between unconscious impulses and objective reality, leading to the emergence of defense mechanisms as a form of psychological adjustment. This study aims to analyze the dynamics of internal conflict and defense mechanisms in an adult diagnosed with paranoid schizophrenia through a psychodynamic approach. A qualitative single case study was conducted on a 26-year-old male patient undergoing treatment at a psychiatric hospital in Surabaya. Data were collected through in-depth interviews, clinical observation, autoanamnesis, alloanamnesis, and documentation. The analysis applied Sigmund Freud’s psychoanalytic framework of personality structure (id, ego, superego) and defense mechanisms. The patient’s intrapsychic conflict arises from tension between personal desires and unmet social expectations, manifested in identity delusion and defensive attitudes toward others. The dominant defense mechanisms identified were projection, rationalization, and denial. The psychodynamic analysis provides a comprehensive understanding of the personality dynamics of individuals with paranoid schizophrenia and can serve as a foundation for clinical interventions that emphasize ego strengthening and reality orientation.
PEMAKNAAN MAHASISWA TENTANG PERAN LEARNING ENVIRONMENTAL DALAM PROSES MENCAPAI ACADEMIC ACHIEVEMENT DI TINGKAT AKHIR Adinda Nova; Ira Darmawanti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p712-721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa tingkat akhir memaknai peran Learning Environmental dalam pencapaian Academic Achievement, serta mengidentifikasi faktor lingkungan belajar yang mendukung dan menghambat proses akademik selama penyusunan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa tingkat akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Learning Environmental dipahami sebagai sistem yang menuntut adaptasi individual, sehingga mendorong mahasiswa mengembangkan kemandirian belajar sebagai strategi utama. Motivasi intrinsik berperan penting dalam menjaga ketahanan akademik, sementara pembelajaran mandiri dan keterlibatan dalam praktikum serta proyek menjadi sarana penguatan kemampuan kognitif dan aktualisasi kompetensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan akademik mahasiswa tingkat akhir sangat dipengaruhi oleh kemampuan regulasi diri, adaptasi terhadap lingkungan belajar, dan pemanfaatan sumber belajar secara mandiri. Abstract This study aims to explore how final-year students perceive the role of the learning environment in achieving academic success, as well as to identify environmental factors that support or hinder their academic process during thesis completion. A qualitative phenomenological approach was employed through in-depth interviews with five final-year students. The findings indicate that the learning environment is perceived as a system requiring individual adaptation, encouraging students to develop independent learning as a primary strategy. Intrinsic motivation plays a crucial role in maintaining academic resilience, while self-directed learning and engagement in practicum and project-based activities strengthen cognitive abilities and support competency development. This study concludes that academic achievement among final-year students is strongly influenced by self-regulation, adaptability to the learning environment, and independent utilization of learning resources.
Konsep Diri Pribadi dan Sindrom Penipu pada Mahasiswa Indonesia Lea Sagita Kurnia Kase; Keyzia Angelwin Nabuasa; Diva Angelina Merisa Kapa; Andrew Kale Dipa; Grathiano Juan Fadly Bria; R. Pasifikus Christa Wijaya
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p489-503

Abstract

Sindrom penipu membuat mahasiswa menganggap pencapaiannya hanya kebetulan dan hal ini berkaitan dengan konsep diri setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konsep diri pribadi dan sindrom penipu menggunakan instrumen Personal Self-Concept dan Clance Impostor Phenomenon Syndrome. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain korelasional dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling. Responden adalah 344 mahasiswa S1 Universitas Nusa Cendana, berusia 18 – 25 tahun, dan memiliki IPK >3.50. Data dianalisis menggunakan JASP serta telah memenuhi uji asumsi normalitas, linearitas, homoskendatisitas, dan tidak terdapat autokorelasi. Hasil studi menunjukkan: (1) konsep diri pribadi berkorelasi negatif signifikan dengan sindrom penipu pada mahasiswa, (2) aspek self-fulfillment, emotional self-concept, honesty, dan autonomy berhubungan negatif dengan sindrom penipu, (3) aspek emotional self-concept berhubungan negatif paling kuat dengan sindrom penipu, (4) konsep diri pribadi berkontribusi sebesar 36,7% terhadap sindrom penipu dengan persamaan regresi y = 104.649 – 0.878x. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan individu untuk memahami dan mengelola emosionya memiliki peran penting dalam kerentanan mengalami sindrom penipu. Selain itu, studi ini juga mengimplikasikan pentingnya meningkatkan konsep diri pribadi agar mahasiswa memiliki pandangan diri yang lebih positif dan yakin terhadap kemampuan yang dimiliki. Abstract Impostor syndrome makes students consider their achievements as mere coincidence and this is related to each individual's self-concept. This study aims to examine the relationship between personal self-concept and impostor syndrome using the Personal Self-Concept and Clance Impostor Phenomenon Syndrome instruments. The study used a quantitative correlational design approach and sampling was carried out using convenience sampling techniques. Respondents were 344 undergraduate students at Nusa Cendana University, aged 18-25 years, and had a GPA >3.50. Data were analyzed using JASP and have met the assumptions of normality, linearity, homoscedasticity, and no autocorrelation. The results of the study showed: (1) personal self-concept has a significant negative correlation with impostor syndrome in students, (2) aspects of self-fulfillment, emotional self-concept, honesty, and autonomy have a negative relationship with impostor syndrome, (3) aspects of emotional self-concept have the strongest negative relationship with impostor syndrome, (4) personal self-concept contributes 36.7% to impostor syndrome with a regression equation of y = 104.649 - 0.878x. These findings suggest that an individual's ability to understand and manage their emotions plays a significant role in their vulnerability to impostor syndrome. Furthermore, this study also imply the importance of improving their self-concept so that students develop a more positive self-perception and confidence in their abilities.
Hubungan Antara Regulasi Diri Dan Impulsive Buying Pada Pengguna Pinjol Di Kalangan Gen Z aris musfiroh; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p504-515

Abstract

Jasa pinjaman online yang semakin marak membuat banyak orang tergiur untuk menggunakan jasa tersebut. Berdasarkan data terbaru dan adanya berbagai kasus terkait pinjaman online di kalangan gen z, salah satu penyebab timbulnya fenomena ini adalah karena tingginya impulsive buying yang disebabkan oleh kurangnya regulasi diri. Penelitian untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan impulsive buying di kalangan gen z dan besaran pengaruh kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 200 responden yang berkriteria sebagai gen z yang berdomisili di jawa timur dan sedang menggunakan jasa pinjaman online. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa Short Self-Regulation Questionnaire dan Buying Impulsiveness Tendency Scale, lalu data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan Spearman’s Rho. Hasil menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara regulasi diri dan impulsive buying pada pengguna pinjol di kalangan gen z, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,081 dan nilai signifikasi antar variabel sebesar 0,255 (p>0,05). Temuan lainnya adalah koefisien determinasi variabel regulasi diri dengan variabel impulsive buying sebesar 0,018. Artinya, variabel regulasi diri hanya mempengaruhi 1,8% dan 98,2% dipengaruhi oleh variabel faktor lain. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi diri bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi impulsive buying pada pengguna pinjaman online di kalangan generasi Z. Oleh karena itu, Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji impulsive buying pada pengguna pinjol dengan melibatkan variabel lain yang belum diteliti. Abstract The increasing prevalence of online lending services has attracted many individuals, including Generation Z, to use these services. Based on recent data and several cases involving online loans among Generation Z, one factor contributing to this phenomenon is high impulsive buying behavior associated with low self-regulation. This study aims to examine the relationship between self-regulation and impulsive buying among Generation Z and to determine the magnitude of the effect between these variables. This study employed a quantitative correlational approach involving 200 respondents who met the criteria of being Generation Z, residing in East Java, and currently using online lending services. The instruments used were the Short Self-Regulation Questionnaire and the Buying Impulsiveness Tendency Scale, and the data were analyzed using Spearman’s Rho correlation. The results showed that there was no significant relationship between self-regulation and impulsive buying among Generation Z online loan users, with a correlation coefficient of 0.081 and a significance value of 0.255 (p > 0.05). The coefficient of determination was 0.018, indicating that self-regulation contributed only 1.8% to impulsive buying, while 98.2% was influenced by other factors. These findings indicate that self-regulation is not the primary factor influencing impulsive buying among Generation Z online loan users. Therefore, future research is recommended to examine other variables that may influence impulsive buying behavior in this population.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue