cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
Hubungan Antara Self-Efficacy dengan Prestasi Belajar Matematika pada siswa kelas VIII. S, M. Arthur Damawan Biskara
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.56599

Abstract

Perbedaan Semangat Kerja Pada Karyawan PT X Ditinjau Dari Masa Kerja Ferdy Ardiansyah; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.56682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan semangat kerja di kalangan 90 karyawan PT. X berdasarkan lamanya masa kerja menggunakan metode penelitian kuantitatif komparatif. Instrumen penelitian berupa skala psikologi yang digunakan untuk mengukur tingkat semangat kerja. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan teknik analisis one-way ANOVA dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for Windows. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,028, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat semangat kerja karyawan ditinjau dari masa kerja (sig. 0,028 < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama masa kerja yang dimiliki oleh karyawan, semakin tinggi tingkat semangat kerjanya. Temuan ini dapat memberikan wawasan berharga bagi manajemen PT. X dalam mengelola karyawan dengan lebih baik, termasuk strategi penghargaan dan pengembangan karir untuk karyawan yang telah berkontribusi dalam jangka waktu yang lebih lama. Penelitian ini juga mendorong penelitian lanjutan dalam mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi pada peningkatan semangat kerja karyawan dalam konteks organisasi yang lebih luas.
Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan PT. X Rica Amelia; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.56695

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan PT. X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yang berjumlah 50 karyawan PT. X dengan kriteria pegawai yang berstatus pegawai tetap bekerja minimal selama 1 tahun. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu skala kepuasan kerja dan skala organizational citizenship behavior (OCB). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pearson product moment dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,806 (r=806) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p>0,05) Hal tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan PT. X.
MAKNA KEINTIMAN PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG BELUM MENIKAH Syahrul Badar; Ira Darmawanti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i01.57144

Abstract

This purpose of this study was to explore how single young adult women make meaning of apartner, how the intimacy experienced by was based on the current phenomenon of the singleyoung adult women in the age of thirties who have different opinion in defining the intimacywith there partners. Based on the case, being single is the problem on achieving an intimacy.This study used a qualitative method with a phenomenological approach. There were fivesingle young adult women recruited as the respondent. In choosing the respondents this studyused purposive sampling and snowball sampling techniquest. Data were collected using semistructural interviews and analyzed using an interpretative phenomenological analysis (IPA).The result of this study shows that the respondents feel that having a partner helped themachieving the intimacy, but they also worry about restraints and violence that may be done bytheir partner. This study also found that in order to keep a good intimacy, the respondents dogood activities with their partners. They also believe that in the future of their realitionships,will continue to the marriage stage. Key Words: Intimacy, young adult, single Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalan mengenai bagaimana perempuandewasa awal yang belum menikah memahami arti sebuah pasangan, bagaimana keintimanyang dialami oleh perempuan dewasa awal yang belum menikah, serta memahami bagaimanaperempuan dewasa awal yang belum menikah memandang suatu hubungan di masa depan.Penelitian ini diangkat dari fenomena yang terjadi dilapangan pada perempuan dewasa awalberusia tiga puluhan yang belum menikah dimana mereka akan lebih berfariasi dalam memaknai sebuah keintiman dengan lawan jenisnya. Berdasarkan hal tersebut maka alasanbelum menikah adalah sebuah persoalan dalam mencapai sebuah keintiman. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan teknik pendekatan fenomenologi. Partisipanpenelitian ini menggunakan lima orang perempuan dewasa awal yang belum menikah,pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dengan bantuan key person,dan dua partisipan yang lain diambil menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisisdata dilakukan dengan menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasilpenelitian ini mengungkapkan bahwa partisipan merasa diuntungkan dengan adanya seorangpasangan dan mereka juga memiliki kekhawatiran akan sebuah kekangan dan kekerasan yangdilakukan pasangan terhadap mereka. Partisipan melakukan aktifitas yang berkualitasbersama kekasih dan menjaga hubungan keintiman supaya tetap baik, mereka jugamemandangan hubungan di masa depan sehingga mereka memiliki kesiapan untuk menujuhke jenjang pernikahan. Kata kunci: Keintiman, dewasa awal, belum menikah
Coping Stress Pada Mahasiswa Generasi Z yang Sedang Magang Lubis, Rahmawati; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1224-1234

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok anak muda yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010. Magang adalah proses mahasiswa dalam mendapatkan pengalaman secara langsung dengan terlibat dalam kegiatan lapangan. Magang dapat memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa di masa yang mendatang. Namun, jika mahasiswa tidak dapat menghadapi beban yang lebih besar saat menjalani program magang maka akan mengarahkannya pada situasi stres. Pada saat itulah, mahasiswa melakukan coping baik itu menggunakan strategi coping yang berfokus pada emosi (emotion-focused coping) maupun strategi coping yang berfokus pada masalah (problem-focused coping). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana strategi coping mahasiswa yang sedang magang dalam menghadapi stres. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara secara online. Hasil penelitian ini adalah strategi coping yang dilakukan oleh responden cenderung menggunakan strategi emotion-focused coping dengan melakukan self controlling, distancing, dan positive reappraisal. Responden juga menggunakan strategi problem-focused coping dengan melakukan planful problem solving. Strategi coping yang dipilih oleh responden dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dimana hal tersebut menjadi bahan pertimbangan responden dalam menentukan strategi coping yang efektif untuk digunakannya.
Faktor Yang Mempengaruhi Kenakalan Pada Generasi Z Yang Berkuliah Di Semester 3 Lestari, Ayu; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Juvenile delinquency is an act that deviates from norms or regulations which is currently a common problem. This research aims to find out what factors influence juvenile delinquency in generation Z, especially students studying in semester 3. The type of research used is descriptive qualitative research where the researcher examines social phenomena by providing a detailed description. details regarding the matter being researched. The informants were two teenagers studying at University X. Data were collected using indirect interviews via telephone with the WhatsApp application. The data analysis technique uses three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are that the factors that influence juvenile delinquency in students are divided into two, namely internal factors and external factors. Internal factors include an identity crisis and weak self-control. Meanwhile, external factors include the family environment and friendship environment. These various factors influence juvenile delinquency and even when they become students they continue to do so. This research acts as a means of information that provides discussion of the factors that influence juvenile delinquency in students.
Analisis Faktor Trauma Dari Pengalaman Toxic Friendship Pada Generasi Z Putri, Syifarani; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p38-48

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki keinginan untuk bersatu dengan sesama manusia dan lingkungannya. Namun, interaksi sosial tidak selalu positif, dan dapat menyebabkan trauma psikologis jika tidak ditangani dengan baik. Trauma adalah pengalaman yang dapat mengubah jalur kehidupan seseorang dan berdampak serius pada kesehatan mental mereka. Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan trauma termasuk pengkhianatan, ejekan, dan pengucilan oleh teman atau lingkungan. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, rentan terhadap pengalaman toxic friendship, yang dapat menghasilkan dampak psikologis yang signifikan. Studi kualitatif ini menggali pengalaman trauma yang diakibatkan oleh toxic friendship pada Generasi Z melalui wawancara dengan tiga mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor pengkhianatan, ejekan, dan pengucilan oleh teman dan lingkungan sosial memiliki kontribusi pada trauma psikologis. Pemahaman lebih dalam tentang permasalahan ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih efektif kepada Generasi Z yang mengalami dampak negatif dari toxic friendship. Studi lanjutan dengan metode penelitian yang beragam direkomendasikan untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
Proses Forgiveness Pada Perempuan Gen Z Pemaafan Masa Dewasa Awal Akibat Kekerasan di Masa Kecil Aziza, Rifqa; Munawwaroh, Munawwaroh; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1248-1261

Abstract

This study aims to determine the process of forgiveness in early adulthood in gen z women who have experienced violence in their childhood. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained from structured interviews. The participants in this study were two early adult women who had experienced violence in their childhood. By referring to the two dimensions of forgiviness, namely the intrapsychic and interpersonal dimensions. The results of this study show that both early adult female participants have successfully forgiven but are still processing towards total forgiveness. The first early adult female participant received a request from her mother, while the second early adult female participant has not received an apology from her mother. The first participant's forgiveness was assisted by an apology from the mother who was the abuser, while the second participant forgave on her own impulse without an apology from her biological mother. Of the four categories of forgiviness, these two participants were in the total forgiveness phase, where they managed to eliminate feelings of disappointment, hatred and anger at the violence they had experienced. Factors that influence such as family relationship status, religiosity and religious understanding. Meanwhile, inhibiting factors include focusing on parental guilt, feelings of hurt, deep sadness, painful experiences, unsupportive social environment, avoidance behavior, and negative judgment of parents.
Dampak Depresi Pada Generasi Z Akibat Broken Home Humairah, Asysyfa Putri; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1275-1294

Abstract

In this modern era, the phenomenon of divided families, or what is known as a broken home, has become a significant social issue. Generation Z, who are growing up amidst rapid social and technological change, are particularly vulnerable to the psychological impacts caused by a broken home. This study aims to explore the impact of depression on generation Z due to broken home conditions. This research uses qualitative analysis methods with in-depth interviews and participatory observation of a number of generation Z respondents who come from broken homes. The results of the research show that generation Z who experience broken homes have higher levels of depression compared to the generation who come from intact families. The impacts of depression include decreased self-confidence, increased stress levels, difficulty in building healthy interpersonal relationships, and decreased academic achievement. Apart from that, generation Z in a broken home situation also faces challenges in developing self-identity and confidence in future romantic relationships. This study highlights the importance of psychological intervention and social support for generation Z who come from broken home families. Specially designed psychological and social support programs can help reduce the impact of depression on generation Z, facilitate their emotional growth, and prepare them to better face life's challenges. Apart from that, the results of this research also provide insight for practitioners, educators and parents to better understand the psychological needs of generation Z who experience broken homes, with the hope that this understanding can help create an environment that supports positive growth and development for them.
Self Injury : Faktor dan Dampak Psikologis Pada Dewasa Awal (Gen-Z) Shofia, Asra; Zahroh, Siti Nur Alya; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1262-1274

Abstract

Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) is an act of self-harm committed by individuals without the intention to end their lives. Self-injury, a behavior that can have a significant psychological impact on early adult individuals. This study aims to deepen the understanding of the trigger factors and psychological impacts experienced by early adult individuals who commit selfinjury. The purpose of this study is to analyze the factors and impact of self-injury psychology and explore how self-injury relates to family and environmental factors. This study used a qualitative approach with semi-structured interviews. The subjects in this study were three early adult women aged 20 years who experienced self-injury behavior. This study results that the factors that trigger self-injury include loneliness, broken home, strict parents, problems arising from the family, communication with parents, social environment, response to problems. Study subjects described feelings of relief and decreased tension as a positive impact, but also experienced anxiety and addiction as a negative impact of self-injury behavior.

Page 85 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue