cover
Contact Name
Aditya Aziz Fikhri
Contact Email
aditfreedom11@gmail.com
Phone
+6281362059403
Journal Mail Official
jurnalyayasansukma@gmail.com
Editorial Address
Kota Adm. Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sukma: Jurnal Pendidikan
Published by Yayasan Sukma
ISSN : 25485105     EISSN : 25979590     DOI : -
Core Subject : Education,
SUKMA: Jurnal Pendidikan is an academic journal bi-annually published in Indonesia. It covers issues related to education in general: teacher, student, school management, curricula, teaching methods, teaching evaluations, education best practices, learning materials, et cetera.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 115 Documents
THE IMPLEMENTATION OF TOTAL QUALITY MANAGEMENT IN EDUCATION TO IMPROVE STAKEHOLDER SATISFACTION AND INSTITUTIONAL QUALITY Jamaluddin; Evi Juliyanti; Elvirawati
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/10102.2026

Abstract

The increasing demand for accountability, competitiveness, and service quality in education has transformed how educational quality is conceptualized and evaluated. Educational institutions are no longer assessed solely based on academic outcomes but are also expected to meet the diverse expectations of stakeholders, including students, parents, and society. However, despite extensive discussions on educational quality and Total Quality Management (TQM), existing studies often address these aspects separately, resulting in a fragmented understanding of how quality management operates within educational systems. This study adopts a qualitative approach through a literature-based analysis of recent scholarly works to examine the integration of TQM and educational quality. The findings reveal that educational quality is a multidimensional system consisting of input, process, output, and outcome, interconnected through continuous improvement mechanisms. Furthermore, TQM provides a comprehensive framework that integrates stakeholder satisfaction as both an outcome and a feedback mechanism. This study contributes by proposing an integrative model that links TQM practices with stakeholder-oriented educational quality, offering a more holistic and adaptive approach to quality management in education.
DIGITAL TRANSFORMATION IN EDUCATION: THE ROLE OF TECHNOLOGY, ONLINE LEARNING PLATFORMS, AND THEIR IMPACT ON THE TEACHING AND LEARNING PROCESS Khoiruddin Bashori
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/10101.2026

Abstract

This article explores digital transformation in education through the integration of technology and online learning platforms. The primary focus is to analyze how digital innovations reshape interactions between educators and students and their impact on learning effectiveness. Findings indicate that technology enhances accessibility and flexibility, yet presents challenges such as the digital divide and infrastructural readiness. In conclusion, a successful transformation requires strategic collaboration among government, institutions, and educators to ensure that technology serves not merely as a tool, but as a catalyst for inclusive and sustainable educational quality improvement.
ENHANCING FIFTH GRADERS’ LEARNING INTEREST THROUGH QR CODE-BASED SNAKES AND LADDERS MEDIA Dya Ayu Agustiana Putri; Leny Suryaning Astutik
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/10104.2026

Abstract

Learning media through games can increase students’ enthusiasm, as reflected in their learning interest. The purpose of this study was to examine the effect of QR Code-based Snakes and Ladders media on the learning interest of fifth-grade students at SD 2 Tiudan in symbiosis material. Specifically, this research aimed to determine whether the integration of QR Code-based interactive elements into traditional Snakes and Ladders could provide a more engaging and effective learning experience, thereby fostering greater student interest in science learning. This research employed a quantitative approach with an experimental design. The sampling technique used saturated sampling with a total of 60 respondents. Data collection was carried out using a learning interest test. Data analysis employed an independent samples t-test using Jamovi 2.3.28. The post-test t-test results showed a p-value < 0.001, which is lower than 0.05, indicating that H0 was rejected and Ha was accepted. Thus, the QR Code-based Snakes and Ladders media significantly influenced the learning interest of fifth-grade students at SD 2 Tiudan in symbiosis material. Based on the hypothesis testing, it was concluded that QR Code-based Snakes and Ladders media had a significant effect on students’ learning interest in the symbiosis topic.
Pendidikan Moral ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN KRISIS PENDIDIKAN MORAL: ANALISIS KOMPARATIF PERSPEKTIF ARISTOTELES DAN IBN MISKAWAYH ELSA KUSUMA; Sunaryo
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/10105.2026

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pendidikan menghadirkan peluang sekaligus tantangan serius bagi pembentukan moral peserta didik. Di satu sisi, AI menawarkan efisiensi dan personalisasi pembelajaran, tetapi di sisi lain berpotensi memperdalam krisis otonomi manusia, kejujuran akademik, dan tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan menganalisis krisis pendidikan moral di era AI melalui pendekatan etika kebajikan dengan membandingkan pemikiran Aristoteles dan Ibn Miskawayh. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutika komparatif terhadap karya-karya utama kedua tokoh serta literatur kontemporer mengenai etika AI dalam pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik Aristoteles maupun Ibn Miskawayh memandang pendidikan moral sebagai proses pembentukan disposisi jiwa melalui kebiasaan, praktik sosial, dan keseimbangan antara akal serta emosi. Perspektif ini mengungkap keterbatasan pendekatan etika AI yang bersifat prosedural dan teknokratis. Artikel ini berargumen bahwa integrasi AI dalam pendidikan harus ditempatkan secara instrumental dan subordinatif terhadap tujuan pembentukan karakter. Dengan demikian, etika kebajikan Aristoteles dan Ibn Miskawayh menawarkan kerangka normatif alternatif yang relevan untuk merespons krisis moral pendidikan di era digital.
PENTINGNYA PERAN GURU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Ikmawati; Anita indriany; Ainur Aulia Sulistiyani
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/10106.2026

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital telah mendorong perubahan signifikan terhadap peran dan kompetensi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Peran guru kini tidak lagi sebatas menyampaikan materi, tetapi juga sebagai fasilitator, inovator, serta menjadi penggerak agen perubahan dengan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media digital, platform e-learning, serta aplikasi interaktif telah digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan terpusat pada siswa. Selain itu, strategi pembelajaran inovatif terus dikembangkan untuk meningkatkan literasi dan keterlibatan siswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan kompetensi digital dan kesenjangan akses teknologi masih dihadapi oleh guru. Oleh karena itu, kekuatan kompetensi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pendidikan. Dengan demikian, peran guru yang adaptif dan profesional sangat menentukan keberhasilan peningkatan kualitas pembelajaran di era digital.

Page 12 of 12 | Total Record : 115