Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is a mathematics education journal that has p-ISSN number 2338-378X and e-ISSN number 3089-803X. JEPMT contains writings raised from the results of research or critical studies in the field of mathematics education and / or its instructional. JEPMT Publishes four times a year, in 4 times a year (March, June, September, and December). JEPMT encompasses original research articles, reviewe articles, and short communication, including mathematics education, School Mathematics, and development of mathematics learning. For author who interested submitting the manuscript , kindly register yourself. The manuscript must be original research, written in Indonesian language or english Language, and not be simultaneously submitted for another journal or conference. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. Jurnal Elektronok Pendidikan Matematika Tadulako is provided for writers, teachers, students, professors, and researchers, who will publish their research reports or their literature review articles about mathematics education and its instructional. This journal publishes two times a year, in March and September. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Mathematics Education School Mathematics Development of mathematics learning
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 10 No. 1 (2022)"
:
10 Documents
clear
PROFIL REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN LINEAR YANG BERKAITAN DENGAN KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DI KELAS VII E SMP NEGERI 15 PALU
A.A Yudistira;
Anggraini;
Sudarman Bennu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi representasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan linear yang berkaitan dengan keliling dan luas persegi panjang di kelas VII E SMP Negeri 15 Palu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas VII E SMP Negeri 15 Palu yang terdiri atas satu siswa berkemampuan tinggi, satu sedang dan satu rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tugas dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam memahami masalah dapat menggunakan representasi simbolik dan representasi verbal (2) Siswa berkemampuan tinggi dan sedang dalam merencanakan penyelesaian masalah dapat menggunakan representasi verbal. Sedangkan siswa berkemampuan rendah masih bingung menentukan penyelesaian masalah. (3) Siswa berkemampuan tinggi dalam melaksanakan masalah dapat menyelesaikan masalah dengan lengkap yaitu menggunakan representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Siswa berkemampuan sedang dan rendah hanya menggunakan representasi simbolik. (4) Siswa berkemampuan tinggi memeriksa kembali jawaban dengan menggunakan representasi verbal. Sedangkan siswa berkemampuan sedang dan rendah tidak memeriksa kembali jawaban, sehingga tidak ada menggunakan representasi matematis pada saat memeriksa kembali.
PROFIL KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 3 TOLITOLI DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
Ahiruddin;
Pathuddin;
Muh. Hasbi
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi atau gambaran tentang kemampuan koneksi matematis kelas VIII SMPN 3 Tolitoli pada materi sistem persamaan liniear dua variabel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Tolitoli yang bergaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Data dikumpul melalui angket gaya belajar, tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek bergaya belajar visual yaitu SB dapat mengenali bidang studi lain yang berkaitan dengan masalah, dapat menggunakan hubungan antar konsep matematika dan dapat menghubungkan konsep matematika ke dalam kehidupan nyata atau kehidupan sehari-hari. Subjek bergaya belajar auditorial yaitu HA dapat menghubungkan konsep matematika ke dalam kehidupan nyata atau kehidupan sehari-hari. Tetapi subjek tidak dapat mengenali bidang studi lain yang berkaitan dengan masalah yang diberikan serta subjek masih kurang dalam menghubungkan antar konsep matematika yang digunakan. Subjek bergaya belajar kinestetik yaitu ZA tidak mengenali bidang studi lain yang berkaitan dengan masalah. Subjek bergaya belajar kinestetik tidak dapat menggunakan hubungan antar konsep matematika pada masalah yang akan diselesaikan, dan tidak dapat menghubungkan konsep matematika ke dalam kehidupan nyata. Karena subjek bergaya belajar kinestetik tidak dapat menyelesaikan masalah yang diberikan
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII SMA NEGERI I BALAESANG TANJUNG PADA MATERI PELUANG
Anisa;
Bakri M.;
Maxinus Jaeng
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskriptif tentang peningkaan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri I Balaesang Tanjung pada materi peluang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri I Balaesang Tanjung mengalami peningkatan yang ditunjukkan dari persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 62% sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal siklus II sebesar 85%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yang telah berhasil mencapai persentase ketuntasan belajar klasikal lebih dari atau sama dengan 70%. Hasil observasi guru pada siklus I berkategori baik dan siklus II berkategori sangat baik, dan hasil observasi siswa juga berkategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada aktivitas guru dan siswa dari siklus I ke siklus II. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri I Balaesang Tanjung pada materi peluang, dengan mengikuti tahapan yaitu: (1) Orientasi siswa pada masalah, (2) Mengorganisasikan siswa, (3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok, (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII MTs DDI BOYANTONGO DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI HITUNG BILANGAN PECAHAN
Awaliyah Ramadhani;
Ibnu Hadjar;
I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memperoleh deskripsi jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII MTs DDI Boyantongo dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan pecahan. (2) untuk memperoleh faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas VII MTs DDI Boyantongo dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dilihat dari objek matematikanya yaitu kesalahan konsep, kesalahan fakta, kesalahan prinsip dan kesalahan prosedural. Kesalahan konsep yang dilakukan siswa yaitu (1) kesalahan dalam memahami konsep operasi hitung bilangan pecahan baik itu penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian. (2) kesalahan dalam memahami bentuk pecahan. Kesalahan fakta yang dilakukan siswa yaitu kesalahan mengubah tanda operasi pengurangan menjadi perkalian. Kesalahan prinsip yang dilakukan siswa yaitu kesalahan melakukan sifat komutatif pada pengurangan bilangan bulat. Dan kesalahan prosedural yang dilakukan siswa yaitu (1) kesalahan operasi hitung. (2) kesalahan prosedur tidak lengkap dan (3) kesalalahan mengerjakan sembarang. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan pecahan yaitu siswa tidak memahami konsep bilangan pecahan, siswa tidak memahami konsep operasi hitung bilangan bulat serta bilangan pecahan dan siswa tidak memahami sifat dari operasi hitung. Siswa malas untuk belajar walaupun sudah diminta belajar oleh orang tuanya, siswa cepat lupa dengan materi yang diberikan, siswa tidak tau cara menyederhanakan pecahan dan guru hanya memberikan pembelajaran dengan metode ceramah.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALU
Fachri;
Nurhayadi;
Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makalah ini mendeskripsikan pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variabel siswa kelas VIII SMP 4 Palu mengacu pada langkah pemecahan masalah menurut Polya. Subjek penelitian ini adalah Dua orang siswa kelas VIII Rambutan SMP Negeri 4 Palu pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Dua orang siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian terdiri dari siswa berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variabel siswa berkemampuan tinggi mencapai : 1) Tahap Memahami, (2) Tahap Membuat Rencana, (3) Tahap Melaksanakan Rencana, (4) Tahap Memeriksa Kembali. Sedangkan profil pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variable siswa berkemampuan rendah mencapai (1) Tahap Memahami, (2) Tahap Membuat Rencana
PROFIL BERPIKIR SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI
Lili Variani;
Evie Awuy;
Tegoeh S Karniman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi profil berpikir siswa dengan tingkat kemampuan matematika tinggi kelas VIII SMP Negeri 1 Poso Pesisir Utara dalam pemecahan masalah sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang memiliki tingkat kemampuan matematika tinggi. Hasil penenlitian ini adalah subjek berkemampuan matematika tinggi, melakukan proses berpikir asimilasi pada tahap memahami masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali dan melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi pada tahap menyusun rencana pemecahan masalah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 3 TOLITOLI PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK
Moh. Rizky;
Gandung Sugita;
Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Luas Permukaan dan Volume Balok di Kelas VIII B SMP Negeri Tolitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart dengan tahapan: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Tolitoli yang berjumlah 28 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil tes akhir tindakan, diperoleh presentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I yaitu 60% dan presentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus II adalah 85%. Hasil observasi guru dan siswa pada siklus I masuk ke dalam kategori baik dan pada siklus II masuk ke dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Luas Permukaan dan Volume Balok di Kelas VIII B Negeri 3 Tolitoli, dengan fase model TPS yaitu: (1) think, (2) pair, dan (3) share.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERMUTASI DAN KOMBINASI DI SMAN MODEL TERPADU MADANI PALU
Muh Nursisto;
Dasa Ismaimuza;
Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa di SMAN Model Terpadu Madani Palu dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang yaitu siswa AF dan MF. Hasil penelitian ini menunjukkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi ada dua yaitu kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural. Masing masing kesalahan mempunyai indikator kesalahan. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa AF subjek masih kesulitan dalam membedakan yang mana merupakan masalah kombinasi dan mana masalah permutasi, ini merupakan kesalahan konseptual, subjek keliru dalam melakukan operasi perkalian bilangan faktorial, ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam mengerjakan masalah merupakan kesalahan prosedural. Kemudian kesalahan yang dilakukan siswa MF yaitu siswa tidak menulis dengan lengkap apa yang diketahui karena sudah terbiasa dalam mengerjakan masalah permutasi dan kombinasi, tetapi jawaban hasil tes yang diberikan benar (kesalahan prosedural), siswa tidak menuliskan apa yang ditanyakan pada masalah dengan alasan agar cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Pada siswa MF tidak ditemukan kesalahan konseptual dalam menyelesaikan masalah permutasi dan kombinasi dalam penelitian ini.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PALU BERDASARKAN TAHAPAN POLYA DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL SPASIAL DAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS
Ni Made Sari Indahyani;
Baharuddin Paloloang;
Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh deskripsi hasil analisis pemecahan masalah luas permukaan dan volume balok siswa kelas VIII SMPN 1 Palu berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari kecerdasan visual spasial dan kecerdasan logis matematis. Subjek penelitian ini adalah satu siswa yang memiliki kecerdasan visual spasial dan satu siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan visual spasial memiliki pemecahan masalah yang masih tergolong rendah. Pada tahap memahami masalah siswa mampu menentukan hal-hal apa saja yang diketahui dan hal-hal yang ditanyakan dengan tepat. Pada tahap menyusun rencana, siswa memiliki strategi pemecahan masalah yang kurang tepat. Tahap melaksanakan rencana, siswa melaksanakan rencana pemecahan masalah sesuai dengan rencana sebelumnya. Tahap memeriksa kembali, siswa melakukan penghitungan kembali terhadap jawaban yang telah diperoleh. Siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis memiliki pemecahan masalah yang baik. Tahap memahami masalah siswa mampu menentukan hal-hal apa saja yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat. Tahap menyusun rencana, siswa kecerdasan logis matematis memiliki strategi pemecahan masalah yang tepat. Tahap melaksanakan rencana, siswa melakukan penyelesaian sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Tahap memeriksa kembali, siswa melakukan penghitungan kembali terhadap jawaban yang telah diperoleh untuk memeriksa kebenarannya.
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA SOAL CERITA VOLUME PRISMA BERDASARKAN TEORI NEWMAN DI KELAS VIII SMPN 20 PALU
Nur Safitri;
Mustamin Idris;
Muh. Hasbi;
Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi jenis-jenis kesalahan dan faktor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VIII SMPN 20 Palu dalam mengerjakan soal cerita volume prisma berdasarkan teori Newman. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian adalah hasil pekerjaan siswa dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) subjek NI dan RV tidak melakukan kesalahan membaca. (2) Subjek NI dan RV melakukan kesalahan memahami dikarenakan siswa memiliki kebiasaan menyelesaikan soal cerita tanpa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. (3) kesalahan transformasi dilakukan oleh dilakukan oleh subjek NI terjadi akibat dari kurangnya latihan dalam mengerjakan soal-soal bentuk cerita dengan variasi yang berbeda yang membuat siswa merasa kebingungan ketika mendapatkan soal cerita yang belum dikerjakan sebelumnya (4) kesalahan kemampuan proses dilakukan oleh subjek NI dan RV disebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi prasyarat baik sifat, rumus dan prosedur pengerjaan merupakan penyebab terjadinya kesalahan kemampuan proses. Adapun kesalahan terakhir adalah (5) Kesalahan penulisan jawaban akhir, kesalahan ini dilakukan oleh subjek RV kesalahan ini terjadi dikarenakan siswa melakukan kesalahan pada tahap sebelumnya sehingga siswa tidak dapat menlanjutkan jawaban pada tahap selanjutnya.