cover
Contact Name
Muhammad Karim
Contact Email
jepmtuntad@gmail.com
Phone
+6282397598648
Journal Mail Official
jepmtuntad@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta, KM.9, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 2338378X     EISSN : 3089803X     DOI : https://doi.org/10.22487/jepmt.v12i4
Core Subject : Education,
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is a mathematics education journal that has p-ISSN number 2338-378X and e-ISSN number 3089-803X. JEPMT contains writings raised from the results of research or critical studies in the field of mathematics education and / or its instructional. JEPMT Publishes four times a year, in 4 times a year (March, June, September, and December). JEPMT encompasses original research articles, reviewe articles, and short communication, including mathematics education, School Mathematics, and development of mathematics learning. For author who interested submitting the manuscript , kindly register yourself. The manuscript must be original research, written in Indonesian language or english Language, and not be simultaneously submitted for another journal or conference. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. Jurnal Elektronok Pendidikan Matematika Tadulako is provided for writers, teachers, students, professors, and researchers, who will publish their research reports or their literature review articles about mathematics education and its instructional. This journal publishes two times a year, in March and September. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Mathematics Education School Mathematics Development of mathematics learning
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 4 (2019)" : 10 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMPN 1 PALU DALAM MEMECAHKAN MASALAH POLA BILANGAN BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO Charla Tarrua; I Nyoman Murdiana; Abdul Hamid
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kemampuan kognitif siswa dalam memecahkan masalah pola bilangan berdasarkan taksonomi SOLO. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di kelas VIII.B SMPN 1 Palu. Peneliti menggunakan metode pemberian tes pemecahan masalah berbentuk tes superitem, dan wawancara. Subjek penelitian diambil 3 siswa dari 34 siswa dengan kriteria satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang, dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memecahkan masalah pola bilangan subjek berkemampuan tinggi mencapai 4 indikator taksonomi SOLO yaitu: 1) level unistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan satu data atau satu informasi yang disediakan oleh soal, 2) level multistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan dua data atau konsep yang disediakan oleh soal, 3) level relasional; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan data atau konsep serta melihat dan mengadakan hubungan-hubungan antar data atau konsep tersebut, dan 4) level abstrak yang diperluas; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan informasi atau data dari soal dengan menghasilkan prinsip umum yang dapat diterapkan untuk situasi baru. Subjek berkemampuan sedang mencapai 3 indikator taksonomi SOLO yaitu: 1) level unistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan satu data atau satu informasi yang disediakan oleh soal, 2) level multistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan dua data atau konsep yang disediakan oleh soal, dan 3) level relasional; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan data atau konsep serta melihat dan mengadakan hubungan-hubungan antar data atau konsep tersebut. Sedangkan, subjek berkemampuan rendah hanya mencapai 1 indikator taksonomi SOLO yaitu: 1) level unistruktural; subjek dapat menjawab pertanyaan dari soal berdasarkan satu data atau satu informasi yang disediakan oleh soal. Kata Kunci: kemampuan kognitif, pemecahan masalah, pola bilangan, taksonomi solo. Abstract: This research aims to describe the cognitive abilities of students in solving the problem of pattern number based on SOLO taxonomy. The research approach is a qualitative approach implemented in class VIII.B SMPN 1 Palu. The researcher used the methods of giving test problem-solving in the form of superitem test, and interviews. The subjects of the research were 3 out of 34 students with criteria of one high-ability student, one medium-skilled student, and one low-ability student. The results of this research indicate that the ability of high-ability subject to achieve 4 SOLO taxonomic indicators are: 1) unistructural level; subject can answer questions from questions based on one data or one information provided by the question, 2) multistructural level; subject can answer questions from questions based on two data or concepts provided by the question, 3) relational level; subject can answer questions from questions based on suitable data or concepts and view and establish relationships between data or concepts, and 4) extanded abstract level; subject can answer questions from the problem by generalizing to other situations or applying them to other situations. Subject capable of achieving 3 SOLO taxonomy indicators are: 1) unistructural level; subject can answer questions from questions based on one data or one information provided by the question, 2) multistructural level; subject can answer questions from questions based on two or more data or concepts provided by the problem, and 3) relational level; subject can answer questions from questions based on matching data or concepts and view and establish relationships between data or concepts. Meanwhile, low-ability subject only achieved 1 SOLO taxonomy indicator that is: 1) unistruktural level; subject can answer questions from questions based on one data or one information provided by the question. Keywords: cognitive ability, problem solving, number patterns, solo taxonomy.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Andi Rini Oktaviani; Muh. Hasbi; Ibnu Hadjar
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi volume kubus dan balok di kelas VIII B SMP Negeri 15 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 24 siswa dan tiga diantaranya dipilih sebagai informan. Pendekatan penelitian ini merupakan gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, yaitu (1) tahap kegiatan pendahuluan, pada tahap ini membuka pembelajaran dan menjelaskan alur pembelajaran; tahap kegiatan inti meliputi (2) tahap think (berpikir), pada tahap ini guru menyajikan materi, membagikan LKPD yang diselesaikan secara mandiri; (3) tahap pair (berpasangan), pada tahap ini menempatkan siswa ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan dua orang siswa, mempersilahkan siswa melakukan diskusi mengenai pembahasan pada tahap sebelumnya; dan (4) tahap share (berbagi), pada tahap ini siswa perwakilan masing-masing kelompol membagikan hasil pekerjaan di depan kelas untuk selanjutnya didiskusikan; (5) tahap kegiatan penutup, pada tahap ini siswa membuat kesimpulan. Kata kunci: Kooperatif Tipe Think Pair Share, Hasil Belajar, Volume Kubus dan Balok Abstract: The objective of this research to get description of application cooperative learning model TPS type can improve students learning results on cube and block volume materials of the eight B grade at junior high school 15 Palu. Subject of this research is the eight B grade students amount 24 students and three of them chosen as informants. Approach of this research is combination of quantitative and qualitative approaches. This research is action learning class (PTK) refers to research design by Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning (2) execution (3) observation and (4) reflection. This research is carried out of two cycles. application cooperative learning model of TPS type can improve students learning results of the eight B grade at junior high school 15 Palu on cube and block volume materials to follow phases of cooperative learning model TPS type namely : (1) introduction activity phase, in this phase, opening and explain learning plot; main activity phase include (2) think phase, in this phase teacher present materials, distribute LKPD which done independently; (3) pair phase, in this phase put the students into some groups of two students, allow students to discuss about discussion in the previous phase; and (4) share phase, in this phase students representation of each group to share work in front of class for further discussion; (5) closing activity phase; in this phase students make conclusion. Keywords : Cooperative Think Pair Share Type; Learning Result; Cube and Block Volume.
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI Nurannisa S Lamanja; Dasa Ismaimuza; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific pada model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri di kelas X SMAN 1 Sigi. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) apersepsi, memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi, siswa mengamati satu contoh permasalahan yang terkait perbandingan trigonometri, mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami, menalar permasalahan yang terkait perbandingan trigonometri untuk memperoleh kesimpulan. 3) mengorganisir siswa dalam tim-tim belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, siswa bersama-sama kelompok mengkomunikasikan hasil temuannya di depan kelas 5) Evaluasi, siswa mengeksplorasi dengan mengerjakan LKPD secara berkelompok 6) memberikan penghargaan. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif STAD, Scientific, Hasil belajar, Perbandingan, Trigonometri. Abstact: The main goal of this research is to describe “Scientific Approach Implementation on Cooperative Learning Model of Student Teams Achievement (STAD) type in an effort to increase the students learning achievement on Trigonometry Ratio Subject at the tenth grade of SMAN 1 Sigi. The research design refers to Kemmis and Mc Taggart Model that comprises (1) Planning, (2) Action Implementation, (3) Observation and Reflection. The obtained data are taken from the teachers’ and students’ activity data in the form of observation sheet, interview, and field note results. This research is conducted by using an scientific approach on cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) type, that is guided by the phases as follows: (1) conveying the goal, and motivating students; (2) conveying information in which students observe phenomena and find out facts in the form of objective data, students raise the questions about unknown information or to get information from the observation results, students think logically to process data to draw conclusion; (3) organizing students in learning groups, (4) advising the teamwork and studying, students form a web of communication by discussing and raising the teamwork results; (5) evaluation, students explore by doing LKPD in groups; (6) giving appreciation. Keyword: Cooperative Learning Model (STAD) type, Scientific, Learning Achievement, Ratio, Trigonometry.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII C SMP NEGERI 3 BALINGGIAbstrak: Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa Ayu Irnayanti; Tegoeh S. Karniman; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras karena kurangnya pemahaman konsep siswa. Tujuan penelitian ini untuk memberi deskripsi/gambaran tentang penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dan metode drill untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII C SMP Negeri 3 Balinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengolah pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, data hasil tes awal dan tes akhir tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Balinggi yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilakukan II siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing dan metode drill hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan mengikuti langkah-langkah model pembelajaran penemuan terbimbing, yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data, (3) penyusunan konjektur, (4) pemeriksaan konjektur, (5) verbalisasi konjektur, dan (6) umpan balik dengan memberikan latihan I, latihan II dan latihan III sebagai pekerjaan rumah. Kata kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing; Metode Drill; Hasil Belajar; Teorema Pythagoras. Abstract: The main problem in this study is the low student learning outcome on the material Pythagoras theorem because lack of understanding of students’s concepts. The purpose of this study is to give a description of the application of guided discovery learning model and drill method to improve students learning outcomes on material pythagoras theorem in class VIII C SMP Negeri 3 Balinggi. This research is a classroom action research (CAR). As the research design refers to design of the reserch of Kemmis and Mc. Taggart that is (1) Planning, (2) action, (3) observation and (4) reflection. Data collected in this study is the activity data teacher in managing the learning ans student activity in following learning, data test results early and data test results the end of action. This research subject is class VIII C SMP Negeri 3 Balinggi amounting 32 students. This study wa done II cycles. The result of the study showed that through the implementation of applying the guided descovery model and drill method students learning outcomes on material pythagoras theorem increases in accordance succes criteria action, by following steps learning applying the guided discovery learning model and drill method, (1) formulation of the problem, (2) data procssing, (3) examination conjecture, (4) verbalization conjecture, and (5) feedback with give exercise I, exercise II and exercise III as homework. Keywords : Guided Discovery Learning Model; Drill Method; Learning Outcome; Pythagoras Theorem
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL (PPKK) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Eviyana; Maxinus Jaeng; Usman H.B
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model PPKK untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 20 Palu pada materi hubungan antar sudut. Pada model PPKK ada aktivitas perseorangan dan aktivitas kelompok yang dilaksanakan dalam satu pertemuan. Model PPKK dilaksanakan dalam 5 fase. Penelitian ini dilakukandalam dua siklus, setiap siklusnya melalui empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil observasi aktivitas guru siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I yaitu 61,90% dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 85,71%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model PPKK dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 20 Palu pada materi hubungan antar sudut. Kata kunci: Model PPKK, Prestasi belajar, hubungan antar sudut. Abstract: This purpose of this study was to describe the application of the PPKK model to improve student achievement in class VIIB SMP Negeri 20 Palu on the relationship between angles, In the PPKK model there are individual activities and group activities carried out in one meeting. The PPKK model is carried out in 5 phases. This research was conducted in two cycles, each cycle through four stages, namely planning, action, observation and reflection. The results of observations of the activities of teacher in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 61,90% and has increased in cycle II by 85,71%. From the results of the research, it can be concluded that the application of the PPKK model can improve students’ learning achievement in the VIIB class of SMP Negeri 20 Palu on the relationship between angles. Keywords: PPKK Model, learning achievement, relationship between angles.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS Indah Dwi Kurniawanti; Muh. Rizal; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII D SMP N 18 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart. penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model PBL dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) orientasi siswa pada masalah (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Dari hasil analisis tes akhir tindakan siklus I dan siklus II yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII D yang berjumlah 25 orang menunjukkan bahwa pada siklus I dengan persentase ketuntasan klasikal yang dicapai sebesar 64% sedangkan pada siklus II dengan persentase ketuntasan klasikal yang dicapai sebesar 76%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yang telah berhasil mencapai nilai KKM yang diharapkan yaitu ≥ 75%. Pada aktivitas guru dan siswa pada siklus I berada dalam ketegori baik, sedangkan pada siklus II berada dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada aktivitas guru dan siswa dari siklus I ke siklus II yang telah berhasil mencapai kategori yang diharapkan yaitu dari baik ke sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII D SMP Negeri 18 Palu melalui aktivitas yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi, wawancara, dan tes akhir tindakan yang dilakukan oleh peneliti. Kata Kunci: model Problem Based Learning, Hasil Belajar, Teorema Pythagoras. Abstract: The main purpose of this research is to describe the application model problem based learning (PBL) in order to increase the result of students learning on system material of teorem Pythagoras in class VIII D SMPN 18 Palu. The type of this research is classroom action research. The design of this research referred to Kemmis and Mc. Teggart’s design. This research was conducted in two cycles. This research was conducted using model PBL by following the steps, as follow(1) orientation the students at the problem, (2) organize the students to learn, (3) assist in the investigation of individual and group, (4) develop and present work result and, (5) analyze and evaluate problem-solving process. From result of analysis of final test of action of cycle I and cycle II which followed by all student of class VIII D which amounted to 25 people indicate that in cycle I with percentage of classical completeness achieved equal to 64% whereas in cycle II with percentage of classical completeness achieved equal to 76%. This indicates that there is an increase in learning outcomes from cycle I to cycle II which has successfully achieved the expected KKM score of ≥ 75%. In the activity of teachers and students in cycle I are in good category, while in cycle II is in very good category. This indicates that there is an increase in the activity of teachers and students from cycle I to cycle II who have successfully achieved the expected category that is from good to very good. The results of this study indicate that the application of PBL model can improve student learning outcomes on the material Pythagoras theorem in class VIII D SMPN 18 Palu through the activities of students in the learning process. This can be seen from the results of observations, interviews, and final tests conducted by the action of researchers. Key Word: Problem Based Learning model,, Learning Results, Teorem Pythagoras
PENGARUH PERSEPSI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK NEGERI 6 PALU Ira Kusnia Vani; Baharuddin Paloloang; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (2) Mengetahui pengaruh minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (3) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu (4) Mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Expost Facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017-2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan sampel yang diperoleh adalah 80 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui angket persepsi tentang matematika dan angket minat belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% (1) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 20,40% (2) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 19,50% (3) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika terhadap minat belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 36,40% (4) nilai maka ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri 6 Palu sebesar 24,80%. Kata Kunci: Persepsi tentang Matematika, Minat Belajar Matematika, Hasil Belajar Matematika.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TURUNAN FUNGSI ALJABAR Jumarni; Gandung Sugita; Marinus Barra Tandiayuk
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa di kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 5 Palu pada materi turunan fungsi aljabar. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dengan melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi turunan fungsi aljabar di Kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 5 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan pada tes akhir siklus I terdapat 10 siswa tuntas dan 18 siswa tidak tuntas. Sedangkan pada siklus II terdapat 25 siswa tuntas dan 4 siswa tidak tuntas. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi turunan fungsi aljabar, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) penyajian kelas pembelajaran, (3) mengorganisasikan siswa kedalam kelompok belajar, (4) membimbing siswa dalam menyelesaikan LKS, (5) memberikan tes, dan (6) memberikan penghargaan kelompok. kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar, turunan fungsi aljabar The main problem in this study was the low students learning outcomes in class XI MIPA 6 SMA Negeri 5 Palu in the material deviced of algebraic function. Oneway to solve this was by implementing this cooperative learning model STAD type. The purpose of this study was to obtaina description of the application of cooperatif learning model STAD type to improve students learning outcomes in the material derived of algebraic function in class XI MIPA 6 SMA Negeri 5 Palu. This type of the research was used class action research (CAR) which refers to the research design of kemmis and Mc. Taggart, namely: planning, action, observation and reflection. This research was condcted in two cycles. The result showed in the final test of the first cycle there were 10 students completed and 18 students were not completed. The second cycle there were 25 students completed and 4 students not completed. So, that it can be concludedthat through cooperative learning STAD type can improve students learning outcomes in material devided of algebraic function, by following the phases of the cooperatif learning model STAD type. Namely: (1) conveying learning objectives and motivating the students, (2) presenting learning class, (3) organizing students into study groups, (4) guiding students in completing LKS, (5) giving test and (6) giving group awards. Keyword: cooperatif learning model STAD type, learning outcomes, derived algebraic function.
PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI HIMPUNAN Nur Ainun; Bakri Mallo; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan penalaran terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi himpunan pada siswa kelas VII MTs. Alkhairaat Pakuli. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu kemampuan penalaran berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi himpunan pada siswa kelas VII MTs. Alkhairaat Pakuli. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Alkhairaat Pakuli yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas VII A dan kelas VII B. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berupa tes kemampuan penalaran dan tes kemampuan menyelesaikan soal cerita. Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan uji F dengan taraf signifikan 5%. Hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung = 34,14 > Ftabel = 4,11, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi himpunan. Kata Kunci: Kemampuan penalaran, Kemampuan menyelesaikan soal cerita Abstract: The Aim of this research was to determine the influence of reasoning ability on the capability to solve narrative question of set on Students of VII class in MTs. Alkhairaat Pakuli. The research hypothesis was the reasoning ability influences the capability to solve narrative question of set on Students of VII class in MTs. Alkhairaat Pakuli. The population in this research was the students of grade VII MTs. Alkhairaat Pakuli registered in the 2017/2018 academic. The sampling technique has been done by random sampling. The sampling class was VII A class and VII B class. The data collection was carried out by using reasoning ability test and narrative question solving ability test. The collected research data were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis techniques. The testing of hypothesis used the F test with a significant level of 5%. The results of the research hypothesis testing showed that the value of F-count = 34.14 > F-table = 4.11. Therefore, H1 is accepted and H0 is rejected. Based on these results, it can be concluded that reasoning ability influences the narrative question solving ability. Keywords: reasoning ability, narrative question solving ability
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI 18 PALU I Wayan Purwa Guna Adnyana; Sudarman Bennu; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP Negeri 18 Palu dalam menyelesaikan soal cerita materi operasi hitung pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 siswa yang diambil dari 22 siswa kelas VII D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan siswa yaitu kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural. Kesalahan konseptual yang dilakukan siswa meliputi (1) memahami soal yang di tunjukkan oleh jawaban siswa dalam menuliskan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan tidak lengkap, (2) menyamakan penyebut yang disebabkan karena siswa telah menyamakan penyebut namun tidak mengubah pembilangnya, (3) mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa yang menyebabkan pecahan menjadi tak senilai, dan (4) prinsip karena siswa tidak paham dalam menerapkan prinsip atau aturan operasi pada pecahan. Sedangkan kesalahan prosedural yang dilakukan siswa meliputi: (1) prosedur tidak lengkap karena siswa menyelesaikan soal tidak sesuai dengan prosedur penyelesaian soal cerita, (2) prosedur tidak tepat karena pengerjaan siswa secara sembarang. (3) operasi hitung karena siswa salah dalam menentukan hasil operasi. Kata kunci: Analisis Kesalahan, konseptual, prosedural, soal cerita operasi penjumlahan, pengurangan perkalian dan pembagian pecahan. Abstract : The purpose of this study is describe the types of errors made by grade VII students of SMP Negeri 18 palu in solving story problems fractiont count operation material. This type of research is qualitative research. The subjects of this study were 2 sudents taken from 22 class students VIID. The results of the study show that students mistakes consists of conceptual error and procedural error. Conceptual errors made by students include (1) understand the questions shown by srudents’ answers in writing down known information andthe question is incomplete, (2) equate the denominator caused by students have equated the denominator but it doesn’t change the numerator, (3) turning mixed fractions into ordinary fractions which couses fractions to be worthless, and (4) principle because students do not understand in applying the principle or rules of operation on fractions. While procedural errors made by students include : (1) incomplete procedural becaus students solve problems not in accordance with procedures for solving story problems, (2) the prosedure is not right because of the arbitrary workmanship of students, (3) count operation because students are wrong in determining the results of surgery. Keywords : Error analysis, conceptual, procedural, story about addition operations, reduction, multipication and fraction division.

Page 1 of 1 | Total Record : 10