cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mutiara Nomor 2 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PLENARY HEALTH : Jurnal Kesehatan Paripurna
ISSN : -     EISSN : 30323266     DOI : https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v2i1.1005
Core Subject : Health, Science,
Plenary Health: Plenary Health Journal Is a journal that publishes the results of health research that is integrated with the health sector. This journal is useful for health workers in health offices, health centers, hospitals, health students, health teaching staff. Plenary Health: Plenary Health Journal accepts manuscripts in the form of research results in both Indonesian and English. Manuscripts accepted are manuscripts that have never been published before. We hope that our article is useful for the world of health sciences.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025)" : 6 Documents clear
ANALISIS KEBIJAKAN K3 RUMAH SAKIT TERHADAP PENERAPAN PROTOKOL KESELAMATAN DIRUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL : STUDI KUALITATIF Nurmalia, Makhvira Ferli; Puspito, Heri; Rosidah, Istiqomah
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1262

Abstract

Rumah sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan memiliki tantangan besar dalam menerapkan kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS). Protokol keselamatan yang efektif di ruang ini sangat penting untuk mengurangi risiko bahaya yang dapat membahayakan pasien maupun tenaga medis, mengingat tingginya risiko yang terkait dengan prosedur medis yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan terdiri dari tenaga medis dan petugas terkait di ruang IBS. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk menggali informasi tentang penerapan kebijakan K3 dan efektivitas protokol keselamatan. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan K3 di rumah sakit sudah diterapkan sesuai regulasi yang berlaku. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, termasuk kurangnya pemahaman mengenai protokol keselamatan dan ketidakkonsistenan dalam pengawasan. Beberapa insiden yang terjadi mengindikasikan perlunya pemeliharaan dan peningkatan pelatihan bagi tenaga medis. Meskipun kebijakan K3 telah diterapkan, evaluasi dan perbaikan yang lebih mendalam sangat diperlukan, khususnya dalam pemeliharaan alat medis dan pelatihan rutin bagi tenaga medis.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, KEBIASAAN JAJAN DAN RISIKO GIZI LEBIH PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Iqbal fadillah; Widawati, Widawati; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i1.1039

Abstract

Risiko gizi lebih merupakan  masalah gizi yang disebabkan oleh asupan makanan yang berlebih atau pengeluaran energi yang kurang. Kurangnya pemberian ASI eksklusif menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi dan perkembangan balita. Selain itu, kebiasaan jajan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gizi lebih pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kebiasaan jajan dengan kejadian risiko gizi lebih pada balita usia 6-24 bulan di desa Salo wilayah kerja Puskesmas Salo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 44 balita usia 6-24 bulan dengan teknik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner serta wawancara FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian sebanyak 23 balita (52,3%) dengan tidak risiko gizi lebih, 24 balita (54,5%) tidak diberikan ASI eksklusif dan 25 balita (56,8%) memiliki kebiasaan jajan tidak baik. Kesimpulan terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif  (P=0,000) dan kebiasaan jajan (P=0,0,58) dengan risiko gizi lebih pada balita. Disarankan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif,  menerapkan kebiasaan jajan yang sehat pada balita dan memantau status gizi balita.
FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PT. TASMA PUJA KAMPAR Inaya, Nur; Luthfi, Amir; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1053

Abstract

Implementasi K3 sangat penting untuk melindungi pekerja dari risiko dan bahaya yang mungkin muncul dari peralatan kerja atau lingkungan kerja. Tingkat persepsi, pengawasan dan pelatihan tentang K3 memiliki peranan dalam implementasi K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetauhi faktor-faktor penghambat implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 192 responden dan 130 dijadikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatakan bahwa adanya hubungan faktor persepsi bahaya dengan nilai p value 0,000, pengawasan K3 dengan nilai p value 0,001, dan pelatihan K3 dengan nilai p value 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi bahaya, pengawasan K3, pelatihan K3 dengan implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar Tahun 2024. Diharapkan kepada PT. Tasma Puja untuk meningkatkan pengawasan dan pelatihan tentang K3 bagi pekerja Perkebunan kelapa sawit, sehingga pekerja memperoleh pengetahuan lebih supaya dapat berperilaku aman dan patuh dalam penggunaan APD sehingga mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
GAMBARAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS AIR TIRIS Darmawan, Dwiki; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; R, Zurrahmi Z.; Yuristin, Devina
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1087

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada anak balita dengan disertai muntah dan mencret, penyakit diare apabila tidak segera diberi pertolongan pada anak dapat mengakibatkan dehidrasi. Timbulnya penyakit diare dapat dipengaruhi oleh tingkat kepadatan lalat. Dampak diare adalah dehidrasi ringan hingga berat, sepsis, infeksi berat yang bisa menyebar ke organ lain dan malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepadatan lalat kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Air Tiris. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Kesimpulan terdapat 47 (54,0%) responden memiliki tingkat kepadatan lalat yang rendah dan 46 (52,9%) responden yang mengalami kejadian diare. Diharapkan kepada masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi balita seperti agar terhindar dari vektor penyebab penyakit dan untuk mencegah terjadinya diare pada balita.
HUBUNGAN KUALITAS LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA KUMANTAN Rahmadani, Nopi; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1132

Abstract

Di Indonesia, ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Secara umum faktor penyebab terjadinya ISPA yaitu pencemaran udara dalam rumah, kondisi fisik rumah, dan status immuniasasi dasar. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Kumantan. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Hasil penelitian terdapat 43 (55,1%) responden yang memiliki kualitas lingkungan fisik rumah yang tidak sehat, terdapat 47 (60,3%) responden yang memiliki status imunisasi dasar yang tidak lengkap dan terdapat 45 (57,7%) responden yang mengalami ISPA. Kesimpulan sebagian besar responden memiliki kualitas lingkungan fisik rumah yang tidak sehat, sebagian besar responden memiliki status immunisasi dasar yang tidak lengkap, sebagian besar responden mengalami ISPA, ada hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dan status imunisasi dasar dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Kumantan. Sarannya adalah diharapkan kepada responden agar menjaga kualitas lingkungan fisik rumah dan melakukan imunisasi dasar. Sarannya adalah diharapkan kepada responden agar menjaga kualitas lingkungan fisik rumah dan melakukan imunisasi dasar.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER DAN PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT KESIAPSIAGAAN GEMPA BUMI PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 BANTUL Amanda, Bintang Dwi; Puspito, Heri; Rohmah, Astika Nur
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1263

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, khususnya gempa bumi, karena letaknya di pertemuan empat lempeng tektonik dunia. Salah satu wilayah yang sering terdampak adalah Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang pernah mengalami gempa besar pada tahun 2006. Tingginya risiko gempa bumi menuntut peningkatan kesiapsiagaan, terutama di lingkungan sekolah. Namun, studi pendahuluan di SMA Muhammadiyah 1 Bantul menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana gempa bumi masih rendah, serta belum pernah dilakukan edukasi secara terstruktur mengenai kesiapsiagaan bencana di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pre-post test. Sampel penelitian adalah siswa kelas 10 SMA Muhammadiyah 1 Bantul dengan jumlah sampel 94 responden yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi: satu kelompok diberikan edukasi menggunakan media poster, dan kelompok lainnya diberikan penyuluhan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan gempa bumi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data ,bivariat menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test untuk masing-masing kelompok dan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan efektivitas kedua metode.                                                                                                                                                                                                                hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode, dengan penyuluhan terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa dibandingkan media poster (nilai p = 0,008). Setelah intervensi, proporsi siswa dengan kategori kesiapsiagaan "sangat siap" lebih tinggi pada kelompok penyuluhan (61,7%) dibandingkan dengan kelompok poster                                                                                                                        

Page 1 of 1 | Total Record : 6