Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 1: February 2022"
:
20 Documents
clear
Pengenalan Konsep Stok Karbon Pohon sebagai Usaha Mitigasi Perubahan Iklim Kepada Guru IPA dan Biologi se Jawa Tengah
Santhyami;
Efri Roziaty;
Suparti Suparti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.566
Masalah lingkungan merupakan masalah kritis bersama yang dihadapi dunia saat ini. Melalui pendidikan lingkungan dalam mata pelajaran IPA dan Biologi, siswa diberikan pemahaman terhadap masalah-masalah lingkungan yang merupakan bagian dari proses pembelajaran mereka. Salah satu permasalahan lingkungan yang paling mengancam kelangsungan stabilitas biosfer adalah perubahan iklim. Salah satu bentuk pengamatan langsung di alam untuk mengintegrasikan pengetahuan lingkungan sebagai upaya pelestarian alam adalah pengenalan konsep stok karbon pohon. Salah satu metoda pendugaan stok karbon pohon sederhana yang bisa diaplikasikan pengukurannya di alam oleh siswa adalah metode secara tidak langsung dengan pendekatan ekuasi allometri. Tujuan: Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan konsep stok karbon pohon dengan sasaran guru IPA dan Biologi tingkat SD dan SMP se Jawa Tengah. Metode dan Langkah Kerja: metode pengabdian dilakukan dengan metode daring menggunakan aplikasi zoom untuk kegiatan sinkron dan metode diskusi secara asinkron dengan menggunakan aplikasi schoology. Metode pengumpulan Lembar Kerja Peserta (LKP) juga dilakukan dengan aplikasi schoology. Guru diberikan pengenalan-pengenalan mengenai konsep dasar stok karbon, metode pengukuran diameter pohon setinggi dada (dbh), konsep allometri dan praktek pengukuran dbh pohon langsung di lapangan seperti pekarangan sekolah, pekarangan rumah, kebun dan lahan lainnya yang ditumbuhi pohon. Pengabdian ini dihadiri oleh 47 peserta Hasil: Dari hasil evaluasi tugas LKP, sebanyak 95% guru sudah memahami konsep stok karbon namun baru 77% guru yang menguasai teknis estimasi stok karbon pohon sederhana. Rekomendasi: Diharapkan melalui kegiatan ini, guru dapat mengaplikasikan praktikum estimasi stok karbon pohon di sekolah sebagai bentuk kegiatan pengayaan yang bersifat kontekstual. Introducing the Concept of Tree Carbon Stock as a Climate Change Mitigation Effort to Science and Biology Teachers in Central Java Environmental problems are a common critical problem facing the world today. Through environmental education in science and biology subjects, students are given an understanding of environmental issues that are part of their learning process. One of the environmental problems that most threaten the stability of the biosphere is climate change. One form of direct observation in nature to integrate environmental knowledge as an effort to conserve nature is the introduction of the concept of tree carbon stocks. One method of estimating simple tree carbon stocks that can be applied for measurement in nature by students is the indirect method with an allometric equation approach. Objective: The purpose of this service is to introduce the concept of tree carbon stock with the target of science and biology teachers at the elementary and junior high school levels throughout Central Java. Working Methods and Steps: the service method is carried out using an online method using the zoom application for synchronous activities and asynchronous discussion methods using the Schoology application. The method of collecting Participant Worksheets (LKP) is also carried out using the Schoology application. Teachers are given introductions to the basic concepts of carbon stock, methods of measuring tree diameter at chest height (dbh), allometry concepts and the practice of measuring tree dbh directly in the field such as schoolyards, house yards, gardens, and other land overgrown with trees. This service was attended by 47 participants. Results: From the evaluation results of LKP assignments, 95% of teachers have understood the concept of carbon stock, but only 77% of teachers have mastered the technique of simple tree carbon stock estimation. Recommendation: It is hoped that through this activity, teachers can apply the practice of estimating tree carbon stocks in schools as a form of contextual enrichment activities
Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Peternakan dan Perkebunan Bagi Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten Lombok Utara
Iwan Doddy Dharmawibawa;
I Wayan Karmana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.590
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkam limbah peternakan dan perkebunan masyarakat menjadi kompos. Keunggulan dari kompos ini adalah ramah lingkungan, dapat menambah pendapatan peternak dan dapat meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan. Peserta kegitan pelatihan ini adalah masyarakat desa Baturinggit Selelos Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara sebanyak 21 orang. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah Model Participatory Rapid Appraisal (PRA) dengan tahapan, (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan dan (3) Evaluasi. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dengan memberikan paket teknologi pembuatan pupuk organik padat dengan bahan dasar kotoran sapi dan limbah perkebunan masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk organik padat telah dilaksanakan di Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten Lombok Utara. Pehaman dan keterampilan mitra dalam memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah perkebunan untuk dijadikan kompos meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pretest dan posttest yang mengalami peningkatan mencapai 41.1 %. Kegitan pendampingan masih perlu dialkuakn pendampinagn secara kontinu agar masyarakat mitra dapat mandiri dalam mengelola dan mengolah limbah sekiar untuk dijadikan pupuk organik. Manufacture of Livestock and Plantation Waste Compost Fertilizer for the Village Community of Baturinggit Selelos, North Lombok Regency The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the community in utilizing livestock and community plantation waste into compost. The advantages of this compost are that it is environmentally friendly, can increase the income of farmers, and can increase soil fertility and repair physical damage to the soil due to excessive use of inorganic fertilizers. The participants of this training activity were the villagers of Baturinggit Selelos, Gangga District, North Lombok Regency, as many as 21 people. The method of implementing this service is the Participatory Rapid Appraisal (PRA) model with stages, (1) Preparation, (2) Implementation, and (3) Evaluation. The implementation of this community service program is by providing a technology package for making solid organic fertilizer with the basic ingredients of cow dung and community plantation waste. Extension activities and practices for making solid organic fertilizers have been carried out in the Baturinggit Selelos Village Community, North Lombok Regency. The understanding and skills of partners in utilizing livestock manure and plantation waste to be used as compost have increased. This is indicated by the results of the pretest and posttest which increased to 41.1%. Mentoring activities still need to be carried out continuously so that partner communities can be independent in managing and processing surrounding waste to be used as organic fertilizer.
Pembuatan Aplikasi Smadita ASEAN School sebagai Media Pembelajaran ASEAN di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang
Najamuddin Khairur Rijal;
Haryo Prasodjo;
Rizki Amalia Tri Cahyani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.592
Program pengabdian masyarakat ini bertujua menyediakan media belajar tentang ASEAN yang kreatif dan inovatif bagi guru dan siswa di SMA Diponegoro Tumpang. Hal itu sejalan dengan visi sekolah yang tengah mengembangkan sekolah berwawasan ASEAN melalui program Smadita ASEAN School. Namun, masalah yang dihadapi adalah kurangnya informasi dan sumber belajar tentang ASEAN bagi guru dan siswa. Karena itu, kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan aplikasi Smadita ASEAN School yang dapat diakses melalui ponsel android dengan berisi berbagai informasi tentang ASEAN disertai kuis. Melalui program pengabdian ini diperoleh temuan bahwa sekolah membutuhkan kontribusi perguruan tinggi sebagai mitra, pentingnya media pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta perlunya diseminasi informasi tentang ASEAN, terutama terkait peluang dan tantangan Masyarakat ASEAN. Making the Smadita ASEAN School Application as an application ASEAN Learning Media at Diponegoro High School Tumpang Malang Regency This community service program aims to provide creative and innovative learning media about ASEAN for teachers and students at Diponegoro Tumpang High School. This is in line with the school's vision of developing an ASEAN-oriented school through the Smadita ASEAN School program. However, the problem faced is the lack of information and learning resources about ASEAN for teachers and students. Therefore, the activity carried out is the creation of the Smadita ASEAN School application that can be accessed via Android phones containing various information about ASEAN along with quizzes. Through this service program, it was found that schools need the contribution of universities as partners, the importance of creative and innovative learning media, and the need to disseminate information about ASEAN, especially related to the opportunities and challenges of the ASEAN Community.
Revitalisasi Kampung Tangguh COVID-19 Sebagai Upaya Penguatan Resiliensi Keluarga
Umi Azizah Kusumaningrum;
Binarti Dwi Wahyuni;
Nasrudin Nasrudin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.593
Pandemi COVID-19 berdampak multidemensi, tidak hanya berdampak pada krisis kesehatan, namun juga mengancam resiliensi keluarga. Program Kampung Tangguh adalah gerakan lokal berjejaring hingga nasional yang di inisiator oleh pemerintah untuk mendukung gerakan pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19 dengan berbagai upaya yang bertujuan untuk membuat masayarakat dan keluarga menjadi kuat, sehat, dan mampu bertahan di masa pandemic. Dalam upaya penguatan resiliensi keluarga, perlu ditambahkan program penguatan keluarga dalam Gerakan Kampung Tangguh sehingga tercapai masyarakat yang tangguh dengan keluarga yang resilien. Kader Kampung Tangguh Desa Bicak belum pernah mendapatkan pelatihan penguatan resiliensi keluarga terutama karena dampak pandemi COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan Kader Kampung Tangguh dalam melaksanakan penguatan resiliensi keluarga dengan terlaksananya pendidikan dan pelatihan penguatan resiliensi keluarga berbasis modul. Metode PENGMAS ini dilaksanakan dengan tiga proses utama yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dengan mengukur pengetahuan Kader sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan untuk mengukiur keberhasilan PENGMAS. Pelaksanaan PENGMAS dapat disimpulkan berhasil dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan dan kemampuan peserta tentang penguatan resiliensi keluarga serta adanya respon yang positif dari peserta mengingat kegiatan ini merupakan hal baru yang belum pernah didapatkan untuk merevitalisasi Kampung Tangguh. Revitalization of Kampung Tangguh COVID-19 as an Effort to Strengthen Family Resilience The COVID-19 pandemic has multidimensional impacts, not only having an impact on the health crisis but also threatening family resilience. The Kampung Tangguh Program is a networked local to the national movement initiated by the government to support the government's movement in dealing with the COVID-19 pandemic with various efforts aimed at making communities and families strong, healthy, and able to survive during the pandemic. In an effort to strengthen family resilience, it is necessary to add a family strengthening program in the Kampung Tangguh Movement so that a resilient community with resilient families is achieved. Kampung Tangguh cadres in Bicak village have never received training on strengthening family resilience, especially because of the impact of the COVID-19 pandemic. The purpose of Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) is to increase the knowledge and ability of Kampung Tangguh Cadres in implementing family resilience strengthening by implementing module-based family resilience strengthening education and training. The PENGMAS method is carried out with three main processes, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage by measuring the knowledge of the Cadre before and after the activity is carried out to measure the success of the PENGMAS. The implementation of PENGMAS can be concluded as successful as evidenced by a significant increase in the knowledge and ability of participants about strengthening family resilience as well as a positive response from participants considering that this activity is something new that has never been obtained to revitalize Kampung Tangguh.
Pelatihan Akuntansi Sederhana pada UMK Binaan Kimia Farma dan Peningkatan Brand Image pada UMK Wilayah Tangerang Selatan
Rilla Gantino;
Ritta Setiyati;
Ari Anggarani WPT
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.598
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Usaha Mikro Kecil dalam melakukan pencatatan transaksi untuk membuat laporan keuangan. Memberikan pemahaman tentang pentingnya logo, merek dan meningkatkan citra merek serta pentingnya mengenali konsumen sasaran agar penjualan meningkat. Kegiatan dimulai bulan Agustus sampai November 2021 dilakukan secara online dengan jumlah peserta pelatihan akuntansi sebanyak 30 pelaku usaha dan 25 pelaku usaha untuk pelatihan strategi pemasaran, logo brand dan peningkatan brand image. Metode pelaksanaan dengan pemaparan materi, praktek dan diskusi serta coaching khusus untuk kegiatan pelatihan akuntansi. Objek Usaha Mikro Kecil difasilitasi oleh Sinergy Artha Pinasthika dan Tripa Maju Bersama. Hasil Kegiatan 1) Pelatihan berjalan dengan lancar, 2) Beberapa pelaku usaha telah mempraktekkan pencatatan transaksi satu bulan dan membuat neraca awal, neraca periode transaksi yang dipilih serta laporan laba rugi untuk periode transaksi yang dipilih, demikian pula pelaku usaha yang mengikuti pelatihan strategi pemasaran, logo, merek dan peningkatan citra merek atau brand image. Untuk kegiatan abdimas kedepan sebaiknya dilakukan melibatkan banyak pelaku usaha dan per bidang usaha sehingga lebih fokus dan pelaku usaha bisa saling berkolaborasi. Simple Accounting Training for Kimia Farma's Small Micro Businesses and Brand Image Improvement for UMK in South Tangerang Region This community service activity aims to improve the ability of Micro Small businesses in recording transactions to make financial reports. Provide an understanding of the importance of logos, brands and improve the brand image as well as the importance of recognizing consumers in order to increase sales. Activities starting from August to November 2021 are carried out online with the number of accounting training participants as many as 30 entrepreneurs and 25 entrepreneurs for training on marketing strategies, brand logos, and brand image enhancement. Implementation method with a material presentation, practice, and discussion as well as special coaching for accounting training activities. The UMK object was facilitated by Sinergy Artha Pinasthika and Tripa Maju Bersama. The training went well. Some entrepreneurs have practiced recording transactions for one month and making initial balance sheets, balance sheets for the selected transaction period, and profit and loss statements for the selected transaction period, as well as entrepreneurs who have attended training on marketing strategies, logos, brands, and brand image enhancement. For future service activities, it should be carried out involving many business actors and per business sector so that they are more focused and entrepreneurs can collaborate with each other.
Pelatihan Manajemen Konflik pada Karyawan Hotel di Semarang
Nanda Adhi Purusa;
Suhita Whini Setyahuni
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.600
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan manajemen konflik bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan konflik pada karyawan hotel di Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh 18 karyawan yang tergabung dalam tiga hotel berbeda di Kota Semarang yaitu Hotel Noormans, Hotel Candi Indah dan Sisingamangaraja Guest House. Pelaksanaan kegiatan pelatihan terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pemberian materi tentang manajemen konflik, dan diskusi untuk pendalaman kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan focus group discussion dan indikator keberhasilan pelatihan ini dilihat dari tindakan karyawan yang berkontribusi pada pendalaman kasus. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu mengidentifikasi bahwa komunikasi merupakan faktor yang penting dalam pengelolaan konflik pada karyawan hotel. Komunikasi tersebut perlu disertai dengan sikap asserteivess dan responsiveness. Sehingga dalam setiap konflik atau permasalahan dapat mengarah pada suatu bentuk kompromi atau kerjasama yang saling menguntungkan. Conflict Management Training for Hotel Employees in Semarang Community service activities in the form of conflict management training aim to understand conflict management for hotel employees in Semarang. This training was attended by 18 employees of three different hotels in Semarang City, namely Noormans Hotel, Candi Indah Hotel, and Sisingamangaraja Guest House. The implementation of the training activities consists of three stages, namely preparation, provision of material on conflict management, and discussions for deepening cases. The data collection technique uses focus group discussions, and indicators of the success of this training are seen from the actions of employees who contribute to the deepening of the case. This community service activity results can identify that communication is essential in managing conflict among hotel employees. This communication needs to be accompanied by an attitude of assertiveness and responsiveness. So that every conflict or problem can lead to a form of compromise or mutually beneficial cooperation.
Pembinaan guru dalam melaksanakan Pembelajaran STEM dengan Kemampuan Berfikir Kreatif dan Keterampilan Kolaboratif pada Siswa SMP
Nurwidodo Nurwidodo;
Sri Wulan Romdaniyah;
Sudarmanto Sudarmanto;
Husamah Husamah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.601
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan kemampuan guru dan dampaknya bagi siswa dalam pembelajaran STEM dengan kemampuan berfikir kreatif dan keterampilan kolaboratif pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Batu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pertemuan langsung (pelatihan dan praktik). Mitra kegiatan ini adalah guru-guru diSMP Muhammadiyah 2 Batu, sedangkan subjek kegiatan ujicoba pembelajaran STEM adalah siswa kelas VII. Pembelajaran STEM ini mengambil materi IPA SMP kelas VII tentang Fotosintesis. Siswa diberikan penjelasan dan diekplorasi informasi yang berhubungan dengan fotosintesis serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dirangsang untuk menemukan solusi terhadap adanya kondisi lahan terbatas bahkan telah beralih fungsi menjadi pemukiman atau tempat wisata. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan oksigen menjadi berkurang. Solusi yang ditawarkan siswa dalam implementasi fotosintesis ini, yaitu dengan membuat Vertical Garden. Disinilah uji kreativitas dan keterampilan kolaboratif siswa diamati. Hasil pembelajaran STEM dengan kemampuan berfikir kreatif terlihat dari rancangan desain pembelajaran STEM pada setiap kelompok yang bervariasi. Setiap kelompok menuliskan topik, identifikasi masalah, dan solusi yang beragam hingga menghasilkan produk miniatur vertical garden yang unik dan bervariatif. Sementara itu, keterampilan kolaboratif terlihat saat siswa melakukan diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Keaktifan siswa saat memberikan solusi,memecahkan suatu masalah, dan pembagian tugas dilakukan secara aktif bertanggung jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah guru mampu melaksanakan pembelajaran STEM dengan kemampuan berfikir kreatif dan keterampilan kolaboratif pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Batu. Coaching teachers in implementing STEM Learning with Creative Thinking and Collaborative Skills for Junior High School Students This service activity aims to find out how the changes in teachers’ ability and its effect on students in STEM learning with creative thinking skills and collaborative skills in students of SMP Muhammadiyah 2 Batu. The method used in this service activity was direct meetings (training and practice). The partners of this activity are teachers at SMP Muhammadiyah 2 Batu, while the subject of the STEM learning trial activity is in class VII students. This STEM learning takes the VII grade junior high school science material on Photosynthesis. Students were given an explanation and explored information related to photosynthesis and its implementation in everyday life. Students were stimulated to find solutions to the limited land conditions that have even been converted into settlements or tourist attractions. This condition causes the need for oxygen to be reduced. The solution offered by students in the implementation of photosynthesis is to create a Vertical Garden. This is where the test of creativity and collaborative skills of students is observed. The results of STEM learning with creative thinking skills can be seen from the various STEM learning designs in each group. Each group writes down topics, identifies problems, and various solutions to produce unique and varied miniature vertical garden products. Meanwhile, collaborative skills are seen when students conduct group discussions and class discussions. The activeness of students when providing solutions, solving a problem and the division of tasks are carried out actively and responsibly. The conclusion of this activity is that teachers are able to carry out STEM learning with creative thinking skills and collaborative skills in students of SMP Muhammadiyah 2 Batu.
Pelatihan Manajemen K3 Dan Penerapannya Sebagai “Value Co-Creation” Di Masa Pandemik Covid-19 (Studi Kasus Pada Pangkas Rambut Madura Di Kota Semarang)
Andi Setiawan;
Mellasanti Ayuwardani;
Bagus Yunianto Wibowo;
Irawan Malebra
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.605
Usaha Pangkas Rambut Madura telah menjadi ikonik “Migrant Family Entrepreneurship” di Indonesia. Kehadiran mereka telah menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang tangguh dan mandiri. Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi pendapatan sector jasa termasuk usaha Pangkas Rambut Madura yakni 90,90%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi atas dampak pandemic dengan pelatihan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (k3) dan penerapannya sebagai “Value Co-Creation”. Kegiatan pengabdian ini melibatkan tiga mitra Usaha Pangkas Rambut Madura di Kota Semarang. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian adalah pelatihan dan pemberian alat Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta IPTEK. Instrumen evaluasi kegiatan pengabdian dengan penyusunan kuesioner yang mengukur kinerja pelaksanaan program pelatihan, sedangkan instrument kinerja pemasaran dipergunakan untuk mengukur dampak positip bagi tiga mitra pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan pertama, perilaku mitra pengabdian semakin patuh melaksanakan protocol Kesehatan. Kedua, mitra pengabdian mampu praktik manajemen K3. Ketiga, Mereka memasukan konsep penciptaan Value Co-Creation dalam praktik bisnis mereka. Keempat, mereka mampu meningkatkan kinerja usaha dengan praktik manajemen K3 dan konsep penciptaan Value Co-Creation. K3 Management Training and Its Application as "Value Co-Creation" During the Covid-19 Pandemic (Case Study on Madura Barbershop in Semarang City) The Madura Barbershop has become an iconic “Migrant Family Entrepreneurship” in Indonesia. Their presence has become a strong and independent people's economic force. The COVID-19 pandemic has affected the revenue of the service sector, including the Madura Barbershop business, which is 90.90%. This service activity aims to provide solutions to the impact of the pandemic with occupational Health, Safety and Environment (HSE) management training and its application as "Value Co-Creation". This service activity involves three partners of the Madura Barber Shop in Semarang City. The method used in service activities is training and providing management tools for Occupational Health, Safety and Environment (HSE) and science and technology. The instrument for evaluating service activities is by compiling a questionnaire that measures the performance of the implementation of the training program, while the marketing performance instrument is used to measure the positive impact for the three service partners. The results of service activities show that first, the behavior of service partners is increasingly obedient in implementing the Health protocol. Second, service partners are able to practice HSE management. Third, they incorporate the concept of Value Co-Creation in their business practices. Fourth, they are able to improve business performance with HSE management practices and the concept of Value Co-Creation.
Penyuluhan Kewirausahaan untuk Pemulihan Ekonomi Terdampak Covid-19 di Tegal Alur Jakarta Barat
Eko Ahmad;
Widi Hastomo;
Yoga Rarasto Putra;
Ambardi Ambardi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.611
Abdimas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang kewirausahaan dan mendorong kaum milenial untuk berwirausaha. Kaum milenial dianggap memiliki kreatifitas sehingga mampu menciptakan produk yang inovatif. Maka kegiatan ini dilaksanakan di Komunitas Pemuda Karang taruna dan Pemuda Masjid Al Hudda di Tegal Alur Jakarta Barat dengan jumlah peserta 18 orang. Metode yang dilakukan adalah metode ceramah dan diskusi dengan materi tentang Kewirausahaan, Studi Kelayakan Bisnis, dan Membuat Logo Produk. Hasil capaian kegiatan ini antara lain terbentuk 1 kelompok wirausaha yang terjun dibidang penjualan produk home cleaner. Dari angket, pemahaman materi tentang kewirausahaan sebesar 94%, perubahan persepsi sebesar 89%, motivasi menjadi wirausahawan sebesar 100%, dan kepuasan peserta terhadap kegiatan sebesar 94%. Entrepreneurship Counseling for Economic Recovery Affected by Covid-19 in Tegal Alur, West Jakarta This Abdimas aims to increase knowledge about entrepreneurship and encourage millennials to become entrepreneurs. Millennials are considered to have created so that they are able to create innovative products. So this activity was carried out at the Youth Youth Community and the Al Hudda Mosque Youth Community in Tegal Alur, West Jakarta with 18 participants. The method used is the lecture and discussion method with material on Entrepreneurship, Business Feasibility Studies, and Creating Product Logos. The results of this activity include the formation of 1 group of entrepreneurs who are involved in the sale of home cleaning products. From the questionnaire, the material understanding of entrepreneurship is 94%, the perception change is 89%, the motivation to become an entrepreneur is 100%, and participants' satisfaction with activities is 94%.
Sosilasisasi Kriteria Penempatan Peralatan Komunikasi, Navigasi dan Pengamatan Penerbangan Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang
Dian Anggraini Purwaningtyas;
Eriyandi Eriyandi;
Feti Fatonah;
Suparlan Suparlan;
Wahyu Dwi Agustini
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.616
Menunjang keselamatan lalu lintas penerbangan diperlukan peralatan komunikasi, navigasi udara dan pengamatan penerbangan atau sering disebut dengan peralatan Communication, Navigation and Surveillance (CNS), peralatan CNS Bandara International Soekarno-Hatta terletak di Kabupaten Tangerang, namun Sebagian besar peralatan tersebut berada di lokasi yang ramai dengan penduduk dan transportasi umum. Tujuan Sosialisasi ini untuk memberikan wawasan operasi penerbangan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang agar tercapai ketertiban dan mendukung keselamatan penerbangan, kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara hybrid meeting dengan 3 materi pokok berdasarkan aturan penerbangan sipil internasional dan peraturan direktorat jenderal perhubungan udara. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan pengetahuan dari mitra untuk menunjang tugas pokok dan fungsi mitra. Tahapan lebih lanjut dari kegiatan ini adalah meninjau langsung lokasi peralatan serta memasang marka untuk ketertiban serta meningkatkan kesadaran atas keselamatan penerbangan khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang. Socialization of Criteria for Placement of Communication, Navigation and Aviation Observation Equipment at the Tangerang Regency Transportation Service To support flight traffic safety, communication, air navigation, and flight observation equipment is needed or often referred to as Communication, Navigation and Surveillance (CNS) equipment, CNS equipment at Soekarno-Hatta International Airport is located in Tangerang Regency, but most of the equipment is located in crowded locations. with residents and public transportation. The purpose of this socialization is to provide insight into flight operations to the Tangerang Regency Transportation Service in order to achieve order and support flight safety, the socialization activity was carried out in a hybrid meeting with 3 main materials based on international civil aviation regulations and the regulations of the directorate general of air transportation. The result of this activity is the increased understanding and knowledge of partners to support the main tasks and functions of partners. The next stage of this activity is to directly inspect the location of the equipment and install markings for order and increase awareness of aviation safety, especially in the Tangerang Regency area