Musnad : Jurnal Ilmu Hadis
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis, publishes articles in hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media. The journal can be accessed publicly, which means that all content is provided freely accessible without charge to either the user or the institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or cite to the full text of the article did not have to ask permission from the publisher or author. Musnad : Jurnal Ilmu Hadis published twice a year (Juli and Desember) by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura. Musnad : Jurnal Ilmu Hadis accommodates critical thinking and is open to all circles (academics, religious leaders, intellectuals and students) with the specifications of studies and research in the field of hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media. The Journal serving as a medium for exploring critical thinking on field of hadis science and ulumul hadis, especially hadith and ulumul hadis studies, living hadith, hadith manuscripts, hadith in the Indonesian context, classical and contemporary hadith thinking, hadith hermeneutic thinking, hadith study research methodology, hadith and information technology, hadith and the media.
Articles
24 Documents
TIPOLOGI KRITIKUS PERIWAYAT HADIS
Takwallo Takwallo;
Mohammad Lutfianto
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.236
Penelitian ini dilatar belakangi adanya keberagaman hadis Nabi baik dari segi kuantiatas ataupun dari segi kualitas, yang mana hal tersebut di sebabkan oleh faktor eksternal dan internal dari hadis Nabi, (kritikus hadis, sanad dan matan hadis), namun pada pembahasan ini terfokus pada faktor eksternal hadis atau dalam hal ini ulama kritikus hadis, sebab dari pendapat mereka dapat diketahui kualitas dan kuantitas hadis. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, Kritikus periwayat hadis artinya orang yang mengritik atau orang yang melakukan penelitian pada riwayat hadis, kedua, Hal-hal yang diteliti dari seorang periwayat hadis adalah terkait dengan keadilan dan ke-dabit-an. Keadilah disini adalah berkaitan dengan kualiatas pribadi seorang perawi, sedangkan ke-dabit-an kemampuan dan kecakapan dalam menguasai hadis Nabi. Ketiga, Pada umumnya para kritikus periwayat hadis dikelompokkan kedalam tiga katagori, yaitu: 1. Mutashaddidun (kritikus periwayat yang sangat ketat), 2. Mutawassitu>n (kritikus yang besikap sedang), dan 3. Mutas>h}lu>n (kritikus yang bersikap longgar). Keempat, Terdapat beberapa syarat yang harus dimiliki seorang kritikus, yaitu: 1. Adil(muslim, baligh, berakal, tidak fasik, terjaga dari muruah), 2. Terkenal d}abit(kemampuan intelaktual), 3. Mengetahui sebab-sebab kecacatannya, 4. Menjelaskan sebab jarh-nya, 5. Jarh tidak pada orang yang terkenal akan keadilannya.
INTERPRETASI HADIS TASHABUH FENOMENA KPOPERS DENGAN PERSPEKTIF PSIKOLOGI KEPRIBADIAN
Shofia Martiani;
Abdurrohman Abdurrohman
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v1i1.121
Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, muncullah banyak teknologi yang memudahkan manusia dalam segala aktivitas. Saat ini, sedang banyak sekali yang mengalami fanatisme K-popers yang mana budaya ini berasal dari negara tetangga yaitu korea selatan. Bukan hanya kalangan anak muda tetapi juga remaja, hingga dewasa mengalami fenomena ini hingga meniru apapun yang dilakukan oleh idola nya. Upaya seseorang dalam menyerupai sesuatu sesuai dengan keinginannya dalam segi tingkah laku, gaya busana, taupun lainnya dalam islam dikenal dengan ungkapan tasyabbuh. Hal ini dapat berupa mengubah gaya busananya layaknya laki-laki ataupun sebaliknya karena adanya niat serta keinginan. Dalam Islam jika seorang muslim meniru bahkan menyerupai sesuatu, baik dalam segi bentuk, sifat, kepercayaan, kebudayaan maupun tingkah laku maka dilarang oleh agama.Dengan merujuk pada fanatisme K-popers yang dikaitkan dengan hadis Nabi, penelitian berguna menjawab rumusan masalah yakni bagaimana kualitas hadis-hadis tasyabbuh dalam kitab Sunan Abu Dawud serta bagaimana pemaknaan hadis-hadis tasyabbuh menurut ulama pensyarah, dan ulama kontemporer serta bagaimana kajian hadis jika dikaitkan dengan pendekatan psikologi manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas hadis-hadis tasyabbuh dalam kitab Sunan Abu Dawud, dan untuk mengetahui pengaruh tasyabbuh kepada penggemar K-popers jika dikaitkan dengan psikologi manusia. Kata kunci: Hadis, Tasyabbuh, Psikologi Pemaknaan
STUDI TERHADAP KOMUNITAS MASJID SEJUTA PEMUDA DI MASJID AT-TIN
Bayu Prasetyo;
Muhammad Abdurrasyid Ridlo;
Abdi Al-Maududi
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i2.268
Artikel ini bertujuan mengetahui transformasi peran masjid At-Tin menjadi masjid peradaban. Kemajuan teknologi dan peradaban di masa modern mengubah cara pandang masyarakat. Masjid yang berfungsi sebagai tempat ibadah kini mengalami multifungsi, yakni sebagai pusat kegiatan masyarakat (pusat peradaban). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Sember data yang diambil berasal dari literatur ilmiah seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan halaman web. Hasil penelitian ini menunjukkan trasnformasi masjid menjadi masjid peradaban membawa perubahan paradigma masyarakat terhadap masjid, dimana masjid tidak terbatas fungsinya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai
ETIKA DALAM BERTAMU
Fitrotun Nafsiyah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v1i2.185
Misi Islam ialah menyebarkan rahmat (kasih sayang) bagi semesta alam, maka akhlak mulia tidak hanya diperuntukkan bagi sebagian orang atau golongan, tetapi kepada seluruh umat manusia, bahkan seluruh ciptaan Allah swt. Seorang muslim harus memperlakukan saudara muslim lainnya dengan baik dan diharamkan untuk menyakitinya. Namun, seiring dengan hilangnya semangat berbagi di zaman ini. Ucapan salam ini sebegitu mudah ditinggalkan oleh sebagian umat yang kurang peduli dan dengan serta merta berubah menjadi ucapan salam yang lain, baik itu dengan ucapan good morning (selamat pagi), selamat siang, atau sejenisnya. Tentunya seorang muslim tidak akan rela apabila syariat yang penuh berkah lagi manfaat ini kemudian diganti dengan ucapan-ucapan lain. Bersumber dari adanya latar belakang tersebut penulis mengangkat rumusan masalah sebagaiberikut; 1) Bagaimana pandangan hadis terhadap mengucapkan salam dalam etka bertamu ? Adapun tujuan masalah dari penelitian ini adalah 1) Supaya pembaca menetahui pandangan hadis terhadap mengucapkan salam ketika bertamu. Penelitian ini penulis menggunakan metode takhrij hadis tematik, tematik konseptual merupakan metode dan cara mengumpulkan hadis yang berhubungan dengan tema yang secara eksplisit tidak disebutkan dalam hadis. Setelah menganalisis mengucapkan salam sebagai etika bertamu yang kaitannya erat dengan akhlak sosial. Penulis menyimpulkan bahwa unsur yang terkandung dalam mengucapkan salam di antaranya perbuatan etika yangharus di praktekkah. Mengucapkan salam ketika bertamu sangatlah dianjurkan dalam islam,dan etika tersebut juga sangat di benarkan dalam berinteraksi sesama kaum muslim.
IMPLEMENTASI HADIS SHAHIH MUSLIM NO. INDEKS 384 TERHADAP KESENIAN GEMBRUNGAN DI DESA KRANGGAN KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN
Silvi Nur Izzatul Aulia;
Andris Nurita
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v1i1.114
This article aims to find out how the implementation of the meaning of the hadith narrated by Imam Muslim towards the gembrungan art in Kranggan Village, Geger District, Madiun Regency. In modern times, the development of technology and culture has become increasingly sophisticated, so that in the end, the legacies of ancient ancestors are almost extinct. One of the legacies from ancient times is this gembrungan art. In this gembrungan art there are several moral values ​​that we can take as examples in everyday life. This gembrungan art is actually almost the same as hadroh and banjari in general. The reading that is read when doing gembrungan namely blessings on the Prophet SAW. In the hadith narrated by Imam Muslim, which will be studied at this time, it discusses the benefits of praying to the Prophet SAW. We as Muslims, namely the people of the Prophet Muhammad SAW, must routinely practice reciting blessings on the Prophet SAW, because in reading blessings there are many benefits, moreover reading one prayer can get 10 times the reward. To maintain the preservation of this art, the people of Kranggan Village, Geger District, Madiun Regency created a collection called this gembrungan art. Gradually, this art has developed again and is now recognized by the Regent of Madiun City. Do not forget also the function of this gembrungan art as a medium of propaganda through culture. Therefore, our current task is to maintain the preservation of this gembrungan art.
RESEPSI HADIS DALAM ANIMASI “MELAWAN BEGAL” DI CHANNEL YOUTUBE CULAPCULIP
syafiuddin syafiuddin syafiuddin;
Syaiful Rizal;
Yunus Yunus;
Moh. Holil;
Hoiruddin Hoiruddin;
Fatichatus Sadiyah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i1.278
Teknologi di era sekarang telah mengalami perkembangan yang pesat dan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia. Perkembangan teknologi ini didorong oleh keinginan manusia untuk mencari alternatif dan mengembangkan alat untuk memudahkan segala aktivitas. Mempelajari agama yang dulunya harus membaca, menghadiri majlis ilmu dan lain sebagainya, sekarang dapat diakses dengan internet melalui media sosial seperti Tiktok, Youtube Instagram, dan Facebook. Masyarakat muslim sekarang lebih banyak menggali ajaran-ajaran agama melalui media sosial, terutama Youtube. CulapCulip adalah salah satu film animasi youtube yang banyak digandrungi oleh masyarakat dengan subscriber-nya mencapai 1,62 juta. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan (Library reseach). Tulisan ini akan mengulas tentang resepsi hadis dalam film animasi “Melawan Begal” di channel youtube CulapCulip. Film tersebut adalah film animasi pendek bernuansa Islami yang berdurasi sekitar 2-3 menit yang dalam beberapa adegannya menunjukkan resepsi dari hadis Nabi SAW terutama tentang Menjaga harta dari orang jahat atau begal. Untuk mengetahui ragam resepsi atas hadis Nabi dalam film animasi “Melawan Begal” tersebut, penulis menggunakan teori resepsi yang diusung oleh Saifuddin Zuhri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi hadis dalam film animasi tersebut terbagi menjadi tiga bentuk; resepsi eksegesis yakni beberapa animasi banyak menampilkan hadis-hadis yang dikutip dengan mengunakan bahasa Indonesia pada akhir vidionya, resepsi estetis yakni hampir dalam animasi ini banyak pengaplikasian yang berbentu adengan, dan resepsi fungsional di mana dalam animasi ini juga banyak pesan informatif yang diterima oleh penonton.
HADIS MUKHTALIF DAN CARA MEMAHAMINYA
takwalloh takwalloh;
Abdurrohman Abdurrohman
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v1i2.152
Penelitian ini dilatar belakangi akan adanya persoalan cara memahami hadis yang tampak bertentangan atau bahkan dianggap bertentangan namun pada esensinya tidak bertentangan yang membuat resah masyarakat karena terlanjur menyakini khabar(hadis) tersebut dan dampaknya akan banyak hadis Nabi yang tidak dapat dipakai karena sudah dianggap bertentangan tanpa mencarikan jalan penyelesaian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang “cara memahami hadis yang tampak saling bertentangan†dengan maksud agar lebih cermat dalam memahami petunjuk hadis Nabi. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, hadis mukhtali>f ialah ada dua hadis atau lebih yang secara lahir maknanya saling kontradiksi dan untuk menghilangkan kontradiksi itu maka keduanya dikompromikan (al- jam’u). kedua, Adapun cara Penyelesaian dan memahami hadis mukhtalif yaitu antara lain: 1. al-jam’u (kompromi), 2. Na>sikh wa al-Mansu>kh (meniaakan salah satunya), 3. tarji>h} (menggulkan salah satunya), 4. al-tawqi>f (mendiamkan keduanya). Ketiga, dalam Langkah al-jam’u, beberapa ulama memang sedikit berbeda, namun secara garis besar dapat disimpulkan bahwa penyelesaian dengan metode ini ialah dengan perangkat kebahasaan yakni takhs}i>s} al-‘amm, taqyi>d al-mut}laq, tafsi>r al-mujmal/mubham, hingga ikhtila>f al-muba>h}. Keempat, dalam memahami hadis melalui metode al-jam’u ini, ada empat pendekatan, yaitu pendekatan linguistik, kontekstual, korelatif, dan ta’wi>l.
KARAKTERISTIK HADITS DALAM JUAL BELI: PEDOMAN ETIKA BAGI PELAKU BISNIS
Ahmad Madani;
Ahmad Mohammad Tidjani
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v2i2.283
Transaksi jual beli merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari, sehingga manusia tidak dapat hidup tanpa melibatkan diri dalam aktivitas jual beli. Karakter hadith berperan penting dalam membimbing umat Islam dalam melaksanakan jual beli sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, karakter hadith dalam jual beli memberikan pedoman etika yang jelas bagi pelaku bisnis dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika jual beli dalam Islam dan Jual beli yang dilarang dalam Islam. Metode yang digunakan ialah studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa etika dalam jual beli antaranya: tidak boleh berlebihan dalam mengambil keuntungan, berinteraksi yang jujur, bersikap toleran dalam berinteraksi, menghindari sumpah, memperbanyak sedekah, mencatat utang dan mempersaksikannya. sedangkan jual beli yang dilarang dalam Islam adalah sebagai berikut: jual beli barang yang belum diterima membeli sesuatu diatas tawaran orang lain, jual beli najasyi, jual beli bathil, syarat pelaku akad harus bebas menentukan pilihan dalam melakukan akad jual beli suatu barang, jual beli barang haram dan barang najis, jual beli gharar atau jual beli dengan tipu daya, jual beli ‘urban, jual beli barang curian dan barang rampasan, jual beli dua akad dalam satu akad, jual beli ath-thunaya (dengan pengecualian), dan jual beli ma’dum (tidak ada bendanya).
ASPEK INFORMATIF PERFORMATIF HADIS SHUHRAH DALAM FILM NYENTRI: FILM PENDEK DARI HADIS RASULULLAH SAW
Fatichatus Sa'diyah;
Mohammad Lutfianto;
Takwallo Takwallo
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya perilaku Shuhrah yang semakin hari semakin banyak dilakukakan oleh manusia. Perilaku Shuhrah merupakan cara berpakaian manusia yang tidak seperti biasanya agar terlihat berbeda dengan bertujuan untuk menarik perhatian orang lain dan berlagak sombong. Perilaku Shuhrah ini merupakan perilaku yang tidak disukai oleh Nabi SAW dan bahkan disebutkan bahwasanya AllÄh SWT mengancam untuk memakaikan pakaian kehinaan di akhirat terhadap pelaku Shuhrah di dunia. Penelitian ini mengacu pada pengidentifikasian objek resepsi aspek fungsi Informatif dan performatif Hadis Shuhrah yang ada pada Film “Nyentri: Film Pendek dari Hadis RasulullÄh SAWâ€. Berdasarkan fokus penelitian yang telah dirumuskan, maka secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mengidentifikasi aspek informatif dan aspek performatif sebagai bagian daripada salah satu metode living hadis resepsi terhadap hadis Shuhrah dalam film “Nyentri: Film Pendek dari Hadis RasulullÄh SAWâ€. Untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan tersebut, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif jenis studi kasus sebab bertujuan untuk mendeskripsikan aspek informatif dan performatif atau bentuk resepsi hadis yanga ada dalam film “Nyentri: Film Pendek dari Hadis RasulullÄh SAWâ€. Hasil temuan atau kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya hadis Shuhrah yang dibacakan oleh salah satu tokoh dalam film tersebut sehingga diidentifikasi sebagai resepsi aspek fungsi informatif, setelah penelusuran dilakukan terhadap hadis tersebut, ditemukan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibn MÄjah dan AbÅ« DawÅ«d dalam kitabnya. Selanjutnya adalah respon para tokoh terhadap hadis Shuhrah yang telah dibacakan dalam film tersebut sehingga hal tersebut dapat diidentifikasi sebagai resepsi aspek fungsi performatif.
PEMAHAMAN PEMAHAMAN HADIS RIWAYAT SUNAN AL-TIRMIDHI NOMOR INDEKS 1977 DAN RELEVANSINYA TERHADAP FENOMENA HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL
Nur Zunda;
Andris Nurita
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56594/musnad.v1i1.120
Keberadaan media sosial pada masa kini telah menjadi suatu kebutuhan yang bisa dikatakan primer bagi masyarakat, baik bagi kalangan remaja maupun kalangan orang dewasa. Namun penggunaan terhadap media sosial tersebut seringkali disalahgunakan, sehingga tak jarang ditemukan dampak negatif yang timbul akibat penggunaan yang salah. Diantara perilaku negatif yang timbul dari keberadaan sosial media adalah fenomena hate speech. Penulisan artikel ini pertujuan untuk mencari relevansi antara fenomena hate speech dengan pemahaman hadis riwayat Sunan al-Tirmidhi nomor indeks 1977. Adapun objek penelitian dari penelitian ini adalah fenomena hate speech yang terjadi di media sosial serta hadis nomor indeks 1977 yang terdapat dalam Sunan al-Tirmidhi. Sebagaimana yang diketahui bahwa perilaku ujaran kebencian merupakan fenomena yang baru-baru ini terjadi dan belum ada ketika hadis tersebut muncul. Namun, sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an, keberadaan hadis dalam menyikapi peristiwa terbaru pastilah dipertanyakan. Dari penelitian ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana pemahaman hadis apabila dikaitkan dengan fenomena hate speech yang terjadi di media sosial serta bagaimana relevansi antara keduanya. Kata kunci: hate speech, pemahaman hadis, Sunan al-Tirmidhi