cover
Contact Name
-
Contact Email
solidarity@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
solidarity@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity : Journal of Education, Social dan Culture
ISSN : -     EISSN : 25490729     DOI : https://doi.org/10.15294/solidarity
Core Subject : Social,
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture starting in 2024 migrates to better secure from various unwanted things, including journal hacking and so on. To submit, the author please visit the new website page of our journal at the link https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity
Articles 52 Documents
Dukungan dan Hambatan Sekolah Alternatif dalam Pendampingan Belajar Anak-Anak Desa Limpakuwus Fajriyah, Wilda Nur; Fajar
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan rendahnya tingkat pendidikan anak-anak di Desa Limpakuwus menyebabkan adanya gerakan dari seorang relawan dengan membentuk sekolah alternatif Oemah Sinau Bocah yang menjadi praksis pendidikan dalam memenuhi kebutuhan anak didik yang belum terealisasikan di pendidikan formal. Oemah Sinau Bocah sebagai sekolah alternatif tidak terlepas dari berbagai dukungan dan hambatan dalam pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program pendampingan belajar di Oemah Sinau Bocah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung pada program pendampingan belajar di Oemah Sinau Bocah yaitu adanya kerja sama dengan berbagai pihak dan dukungan dari orang tua maupun masyarakat sekitar. Faktor penghambatnya yaitu rendahnya minat masyarakat menjadi relawan pengajar tetap, adanya permasalahan biaya atau dana, dan sarana prasarana yang kurang memadai
Strategi Pendampingan Paguyuban Masterbend Sebagai Gerakan Sosial Masyarakat Terdampak Pembangunan (Studi Pada Pembangunan Bendungan Bener, Kabupaten Purworejo) Putri, Septiani Pratama; Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo memberikan dampak positif dan negatif. Adapun dampak negatifnya menyisakan permasalahan yaitu keresahan yang timbul dari proses pembebasan lahan. Untuk mengatasi hal tersebut sebagai gerakan sosial, masyarakat membentuk sebuah kelompok sosial bernama Paguyuban Masterbend (Masyarakat Terdampak Bendungan Bener). Tujuan penelitian artikel ini untuk mengetahui proses terbentuknya, peran, dan strategi pendampingan Paguyuban Masterbend sebagai gerakan sosial pada masyarakat terdampak pembangunan Bendungan Bener. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualiatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari 7 informan utama dan 4 informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan kelompok sosial berupa Paguyuban Masterbend dibentuk untuk mengakomodasi aspirasi, mewadahi kepentingan dan mendampingi masyarakat terdampak yang berada di wilayah Kabupaten Purworejo. Peran Paguyuban Masterbend dalam mendampingi masyarakat untuk mendapatkan hak dan keadilan dalam proses pembebasan lahan, berbentuk kegiatan pemberdayaan sosial budaya untuk meningkatkan sumber daya manusianya. Dalam menjalankan peran, Sebagai gerakan sosial, Paguyuban Masterbend menggunakan strategi pendampingan yang masih dalam tahap evaluasi sebagai wujud pengawasan proses keterlibatan dari masyarakat terdampak dengan kuasa hukum terhadap keberhasilan yang sudah dicapai melalui berbagai kegiatan.
Fenomena Tik Tok Edukatif Sebagai Media Penugasan dalam Pengembangan Kreativitas Siswa dan Guru Pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMAN 15 Semarang Berliani, Rossafitri Maleha; Astuti , Tri Marhaeni Pudji
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Tik Tok yang menjadi sebuah fenomena edukatif sebagai media penugasan Sosiologi di SMAN 15 semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru, siswa, dan orangtua siswa, mengetahui implementasi penugasan sosiologi yang diunggah di Tik Tok, mengetahui guru dalam menilai penugasan yang telah diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori inovasi oleh Rogers. Hasil penelitian yaitu respon beragam dari setiap informan mengenai penugasan, implementasi penugasan yang mudah dengan menggunakan model pembelajaran flipped learning, hasil penilaian guru juga terdapat perbedaan sehingga bisa melatih kreatifitas.
Kekerasan Online Berbasis Gender terhadap Remaja Perempuan Pengguna Media Sosial TikTok Elistya, Nur Eka; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemunculan media sosial TikTok sebagai ruang kebebasan bagi perempuan untuk mengekspresikan diri di ruang publik di mana hal ini berbanding terbalik dengan stigma yang diberikan masyarakat bahwa perempuan harus berada pada lingkup domestik. Kebebasan dalam bermedia sosial TikTok ternyata tidak menjamin perempuan terhindar dari ketidakadilan, namun justru muncul ketidakadilan baru berupa kekerasan online berbasis gender. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui bentuk kekerasan online berbasis gender yang dialami remaja perempuan pengguna TikTok, (2) Mengetahui upaya yang dilakukan remaja perempuan pengguna TikTok dalam menghadapi kekerasan online berbasis gender. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan konsep kekerasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kekerasan online berbasis gender yang dialami remaja perempuan pengguna TikTok yaitu: (1) Pelanggaran privasi berupa manipulasi, pencurian dan penyebaran konten tanpa seizin pemilik, (2) Kekerasan dalam bentuk komentar atau pesan pribadi. Akibat tindakan tersebut, remaja perempuan pengguna TikTok terkena dampak serius di antaranya kehilangan rasa percaya diri, merasa ketakutan, overthingking, insecure, hingga mengalami gangguan psikis berupa PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Dari dampak tersebut muncul upaya-upaya yang dilakukan oleh remaja perempuan pengguna TikTok untuk mengatasi kekerasan diantaranya: (1) Mengantisipasi dengan cara tidak membuat konten, (2) Memfilter akun dan komentar, (3) Menceritakan kejadian yang dialami kepada orang yang dipercaya. Dari hasil penelitian, peneliti memberikan saran kepada pengguna media sosial khususnya TikTok untuk memanfaatkannya dengan bijak agar dapat terhindar dari kekerasan online berbasis gender.
Strategi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Matan) dalam Membangun Karakter Cinta Tanah Air Anggotanya Husnayya, Ni’mah; Alimi, Moh. Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena menarik bahwa organisasi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) didirikan untuk membangun cinta tanah air sebagai upaya dalam menjaga persatuan bangsa di era globalisasi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui nilai dan prinsip MATAN, (2) mengidentifikasi strategi MATAN dalam membangun karakter cinta tanah air, (3) mengevaluasi hambatan dan dorongan dalam membangun karakter cinta tanah air. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di organisasi MATAN Kota Semarang. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori pendidikan karakter Thomas Lickona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai dan prinsip organisasi dikemas dalam al-asas al-khomsah yaitu  tafaqquh fi al-din, iltizamut thoat, tasfiah al-qalb wa tazkiyat al-nafsi, hifdz al-aurad wa al-adzkar, dan khidmah lil-ummah yang digunakan sebagai landasan dalam seluruh pergerakan MATAN, (2) Upaya membangun cinta tanah air dilakukan dengan kegiatan suluk MATAN, café sufi, filosofi, ziarah, dan berkolaborasi dengan TNI-Polri, (3) Faktor pendorong dalam membangun cinta tanah air yaitu memiliki dasar dan tujuan yang kuat, adanya kesamaan individu, dan mengingat tujuan JATMAN. Faktor penghambat dalam membangun cinta tanah air yaitu kurikulum yang belum distandarisasi, ketimpangan konsentrasi organisasi, komunikasi yang kurang masif, keterbatasan SDM, keterbatasan dana, dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai thoriqoh.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Berseri Astra dalam Pengembangan Desa Wisata Wayang (Studi Kasus di Butuh, Sidowarno, Wonosari, Klaten) Azizah, Najmatul Lail; Gustaman , Fulia Aji
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Dukuh Butuh memiliki potensi lokal tatah sungging yang telah diwariskan secara turun temurun hingga dikenal sebagai sentra kerajinan wayang di Kabupaten Klaten. Akan tetapi saat ini, kelestarian tatah sungging di generasi muda Dukuh Butuh mulai memudar. Dalam mengupayakan kelestarian tatah sungging tersebut, Astra memilih Dukuh Butuh sebagai desa binaan Astra melalui program pemberdayaan Kampung Berseri Astra (KBA) yang mengintegrasikan 4 pilar KBA dengan pemanfaatan potensi Dukuh Butuh menjadi Desa Wisata Wayang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui implementasi program KBA dalam pengembangan Desa Wisata Wayang, (2) Mengetahui implikasi program KBA dalam pengembangan Desa Wisata Wayang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian berada di Dukuh Butuh, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat dan konsep community-based tourism. Hasil penelitian menunjukkan (1) Implementasi pengembangan potensi Dukuh Butuh menjadi Desa Wisata Wayang yang dilakukan melalui tahap penyadaran, tahap transformasi kemampuan, dan tahap pengayaan. Kegiatan pemberdayaan tersebut dilakukan melalui bina manusia, bina usaha, dan bina lingkungan. (2) Pemberdayaan dalam pengembangan Desa Wisata Wayang memberikan implikasi bagi kehidupan masyarakat Dukuh Butuh meliputi implikasi terhadap ketahahan budaya, perekonomian lokal, kelestarian lingkungan, serta hubungan sosial masyarakat.
Manajemen Konflik Menantu dan Mertua Perempuan yang Tinggal Satu Rumah di Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen Rahayuningsih, Suni Fitri; Arsal, Thriwaty
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena konflik menantu dan mertua perempuan yang tinggal satu rumah di masyarakat dan menyebabkan hubungan menantu dan mertua menjadi renggang. Manajemen konflik diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara menantu dan mertua sehingga dapat terjalin hubungan yang harmonis. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui latar belakang konflik antara menantu dan mertua yang tinggal satu rumah; (2) Mengetahui bentuk konflik yang terjadi antara menantu dan mertua yang tinggal satu rumah; (3) Mengetahui manajemen konflik yang dilakukan dalam mengatasi konflik menantu dan mertua yang tinggal satu rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan teori konflik Ralf Dahrendorf dan konsep manajemen konflik Blake&Mouton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang konflik menantu dan mertua disebabkan oleh perbedaan pola asuh anak, pendapat, umur, kebiasaan, mertua membandingkan menantu dengan orang lain, dan mertua ikut campur urusan rumah tangga menantu; (2) Bentuk konflik antara menantu dan mertua seperti saling diam, saling menghindar, berdebat, bahkan membanting barang; (3) Manajemen konflik yang dilakukan yaitu berkomunikasi dan saling terbuka, menghindar satu sama lain, tidak memasukkan perkataan buruk ke dalam hati, dan meminta bantuan pihak ketiga.
Habituasi Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang Budiyono, Muhammad; Pramono, Didi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya krisis moral yang terjadi pada remaja akibat kenakalan remaja yang ada di daerah perkotaan. Muhammadiyah sebagai salah satu lembaga Islam terbesar di Indonesia mampu mengatasi kenakalan remaja melalui habituasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan kepada para siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui habituasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan dalam pembentukan karakter siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Habitus Pierre Bourdieu. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Semarang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan Habituasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Semarang berhasil membentuk karakter siswa dengan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang diterapkan yaitu nilai akhlak, akidah, dan ibadah. Pelaksanaan habituasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Makna Penggunaan Make Up bagi Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Masa Kini (Studi   terhadap Siswi Pengguna Make Up di SMAN 1 Gebog Kudus) Ajeng Ragil Sinta Dewi; Antari Ayuning Arsi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMAN 1 Gebog menerapkan aturan larangan penggunaan make up bagi seluruh siswinya, namun masih sering ditemui pelanggaran terhadap aturan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui latar belakang aturan larangan penggunaan make up di SMAN 1 Gebog, (2) Menganalisis latar belakang siswi SMAN 1 Gebog melanggar aturan larangan penggunaan make up di sekolah, (3) Mendeskripsikan makna penggunaan make up bagi siswi SMAN 1 Gebog. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Penelitian berlokasi di SMAN 1 Gebog, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan teori kontrol sosial oleh Travis Hirschi dan teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead. Hasil penelitian menemukan bahwa aturan larangan penggunaan make up diterapkan SMAN 1 Gebog untuk menanamkan nilai kedisiplinan. Akan tetapi, dalam upaya penegakan aturan sekolah belum mampu membedakan antara produk make up dan produk skincare. Adapun pelanggaran terhadap aturan larangan penggunaan make up dilatar belakangi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan analisis terhadap empat jenis ikatan dasar dalam teori kontrol sosial disimpulkan bahwa kontrol terhadap penggunaan make up pada siswi jauh lebih kuat dilakukan oleh lingkungan teman sebaya (peer-group). Terdapat 4 makna make up bagi siswi yaitu mempercantik diri sendiri, peningkatan kepercayaan diri, pencarian penerimaan dan pengakuan, kesenangan atau hobi. Berdasarkan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dapat dianalisis bahwa konsep Self yakni kombinasi “I” dan “Me” mencerminkan kompleksitas makna make up yang terbentuk melalui interaksi antara tekanan sosial dan ekspresi individual.
Kesenian Lengger: Diantara Perubahan Sosial dan Pelestarian Deva Andrian Aditya; Asma Luthfi; Hartati Sulistyo Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Lengger adalah kesenian yang sangat dekat dengan masyarakat Sendangsari dengan kelompok keseniannya yang bernama Taruna Budaya. Kesenian Tari Lengger masih tetap dijaga dan dilestarikan oleh kelompok Kesenian Taruna Budaya serta masyarakat walaupun sudah banyak budaya dari luar yang masuk. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelestarian kesenian Lengger yang dilakukan oleh kelompok kesenian Taruna Budaya di Desa Sendangsari. Teori yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh yaitu teori fungsionalisme struktural, skema AGIL dari Talcott Parson. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Taruna Budaya melakukan pelestarian kesenian Tari Lengger dengan cara melakukan latihan rutin setiap satu minggu sekali, pementasan, pertemuan rutin kelompok satu minggu sekali dan melakukan regenerasi kesenian Lengger terhadap generasi muda. Usaha pelestarian kesenian Lengger oleh kelompok Taruna Budaya menjadi tantangan tersendiri, terdapat faktor pendorong dan faktor penghambat yang dialami oleh kelompok taruna Budaya