cover
Contact Name
-
Contact Email
solidarity@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
solidarity@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity : Journal of Education, Social dan Culture
ISSN : -     EISSN : 25490729     DOI : https://doi.org/10.15294/solidarity
Core Subject : Social,
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture starting in 2024 migrates to better secure from various unwanted things, including journal hacking and so on. To submit, the author please visit the new website page of our journal at the link https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity
Articles 52 Documents
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Maju Lancar untuk Menyediakan Air Minum yang Sehat untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Desa Ngawenombo Yohanes Winarno; Gustaman, Fulia Aji
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35764

Abstract

Pendirian BUMDes di desa Ngawenombo bertujuan untuk mengatasi permasalahan tentang kebutuhan air minum yang sehat agar masyarakat tidak lagi mengkonsumsi air rebusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui peran BUMDes dalam menyediakan air minum yang sehat agar dapat diterima dan menunjang kesehatan masyarakat. (2) Mengetahui kendala yang dihadapi BUMDes dalam mengelola pemenuhan kebutuhan air minum yang layak konsumsi. Penelitian ini dilakukan di desa Ngawenombo Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora dengan menggunakan metode kualitatif. Dimana pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes sudah dikatakan berhasil dalam mengolah air sumur local menjadi air siap minum yang lebih sehat. Namun usaha BUMDes masih memiliki beberapa kendala diantaranya adalah menurunnya sumber air, ketepatan waktu operasional yang belum propesional serta kebiasaan tradisional sebagian masyarakat dalam mengkonsumsi air.
Peran Kader Posyandu dalam Mengatasi Stunting di Dukuh Alasmalang Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora Kurniawan, Ari; Gunawan
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kader Posyandu dalam upaya penanggulangan stunting di Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, serta mendeskripsikan hambatan dan solusi yang dihadapi dalam pencegahan kasus stunting. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terdapat empat peranan penting kader posyandu dalam rangka mengatasi stunting di Dukuh Alasmalang yaitu dengan melakukan: 1) Pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita yang mengalami stunting; 2) Sosialisasi dan penyuluhan tentang stunting kepada ibu balita Dukuh Alasmalang; 3) Pemberian vitamin kepada balita Dukuh Alasmalang; dan 4) Pendampingan dan konseling dengan Ibu balita melalui kegiatan kelas balita dalam rangka mencapai perubahan perilaku positif di masyarakat Dukuh Alasmalang. Kader Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan stunting. Upaya Kader Posyandu dalam penanganan stunting melibatkan berbagai intervensi yang terintegrasi: pertama pemberian sosialisasi dan konsultasi tentang pemberian makanan bergizi bagi anak dan keluarga, kedua  pemantauan pertumbuhan anak, ketiga memberikan sosialisasi tentang perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dirumah terutama rumah ibu hamil dan balita.Karena memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat, kader Posyandu dinilai mampu menjadi penghubung yang efektif dalam menyampaikan informasi serta mengedukasi warga terkait pencegahan dan penanganan stunting. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai hambatan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal. Dimulai dari kondisi geografis Dukuh Alasmalang yang terpencil dengan akses jalannya yang rusak, hingga faktor internal berupa kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
Dari Petani Palawija Menjadi Petani Tebu: Transformasi Pertanian di Desa Dologan Kecamatan Japah Kabupaten Blora Sugito; Gunawan
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35766

Abstract

Sektor pertanian merupakan sumber penghidupan sebagian besar penduduk di Indonesia. Dalam perkembangannya Sektor pertanian mengalami pasang surut dalam menghasilkan komoditas. Dalam dituasi pertanian yang tidak menentu, baik dari sisi hasil panen, dan harga jual hasil panen petani di Desa Dologan melakukan trnasformasi komoditas pertanian dari tanaman padi dan palawija menjadi tanaman tebu. Tulisan ini mencoba untuk Untuk mengetahui bagaimana proses transformasi pertanian di Desa Dologan dalam kehidupan sosial masyarakat. Data dalam tulisan ini dikumpulkan melalui pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya transformasi petanian dari petani padi palawija menjadi perkebunan tebu membawa perubahan baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan pada pada petani di Desa Dologan.
Strategi Sedulur Sikep Desa Kemantren dalam Melestarikan Kearifan Lokal di Era Modern Prayetno, Agus; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35767

Abstract

Masyarakat Sedulur Sikep di Desa Kemantren merupakan komunitas adat yang tetap mempertahankan kearifan lokal mereka di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan mengapa Sedulur Sikep mempertahankan kearifan lokal dan strategi yang digunakan dalam menjaga identitas budaya mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data utama. Teknik pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling, dengan melibatkan empat orang informan, dari komunitas Sedulur Sikep. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan alasan dipertahankanya kearifan lokal adalah untuk mencegah hilangnya tradisi serta bergesernya pedoman yang dulu diwariskan dari ajaran sedulur sikep. Mewariskan nilai-nilai adat kepada anak-anak karena banyaknya perubahan pergeseran tradisi yang terjadi di lingkungan Sedulur Sikep. Keberhasilan mereka dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas dapat menjadi inspirasi bagi komunitas adat lainnya dalam melestarikan warisan leluhur di era modern. Saran untuk pemerintah Desa Kemantren, supaya ikut serta melestarikan kelompok Sedulur Sikep agar tidak hilang terkikis perkembangan zaman.
Peralihan dan Strategi Pertanian Tembakau di Musim Kemarau: Faktor Penyebab dan Dampaknya Kurniawan, Rico Teguh; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35768

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab: 1) faktor penyebab peralihan pertanian padi menjadi pertanian tembakau di musim kemarau dan 2) dampak yang diakibatkan oleh perubahan itu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan triangulasi sumber, dan teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian yang diperoleh faktor penyebab perubahan pertanian padi menjadi tembakau di musim kemarau adalah perubahan iklim dan ketersediaan air, adanya informasi penyuluh pertanian tentang diversifikasi pertanian dan pemanfaatan lahan, adanya pengalaman pemaksimalan pemanfaatan lahan yang kurang optimal dengan menanam komoditas lain, ada pengalaman berhasil dari petani yang sudah pernah mencoba menanam tembakau di musim kemarau, waktu pemanenan tembakau lebih sering dan jangka waktu lebih singkat daripada padi, pengolahan dan pemasaran pasca panen tembakau yang lebih fleksibel.  Dampak  yang ditimbulkan dari perubahan pertanian itu adalah petani tembakau di desa Keser memiliki dampak positif yang signifikan dalam aspek ekonomi dan sosial.
Pembangunan Jalan Usaha Tani: Urgensi dan Dampaknya Bagi Kesejahteraan Masyarakat Desa Suparji; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35773

Abstract

Jalan Usaha Tani (JUT) adalah sarana trasportasi pada lingkup area pertanian yang bertujuan untuk memudahkan pergerakan alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi pertanian dari lahan ke tempat penyimpanan, pengolahan atau pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini dilakukan di Desa Beganjing Kecamatan Japah Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling kepada enam informan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) JUT dibangun karena jalan yang masih berlumpur dan licin disaat musim hujan; 2) Proses pembangunan JUT dengan cara pelebaran dan pengerasan jalan, yang dilakukan selam waktu 2 tahun, dari tahun 2017 sampai tahun 2018 secara gotong royong warga; 3) Dampak pembangunan JUT menjadikan pengangkutan hasil panen masyarakat desa Beganjing lebih cepat, hemat biaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Beganjing, menambah nilai dari harga lahan pertanian di sekitar jalan itu, dan juga meningkatkan infrastruktur desa agar terciptanya ketahanan pangan melalui sektor pertanian. JUT menjadi sarana meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan petani di desa.  
Tradisi Nyunyuk pada Masyarakat Desa Harjowinangun Kecamatan Japah Blora (Kajian Makna Simbolik dan Fungsi Sosial Budaya) Musharofah, Siti; Wicaksono, Harto
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35774

Abstract

Tradisi Nyunyuk merupakan salah satu bentuk ritual pertanian yang masih dilestarikan oleh masyarakat agraris di Desa Harjowinangun, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora. Tradisi ini dilaksanakan menjelang panen padi pertama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan terhadap leluhur, serta permohonan akan kelancaran dan keselamatan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan tradisi Nyunyuk, mengungkap makna simbolik sesaji yang digunakan, serta menjelaskan fungsi sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku tradisi dan tokoh adat setempat. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 7 orang, 3 orang informan utama dan 4 orang informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyunyuk tidak hanya sarat akan makna spiritual dan simbolik, tetapi juga mengandung nilai-nilai etnobiologis yang mencerminkan pengetahuan lokal masyarakat tentang alam dan pemanfaatannya. Sesaji seperti Kembang Boreh, Cokbakal, sayur bayam, telur, dan merang memiliki simbolisasi yang mencerminkan kesucian, kesuburan, keseimbangan, dan keberkahan. Selain itu Nyunyuk juga memiliki fungsi sosial sebagai sarana mempererat hubungan antar komunitas melalui kegiatan selametan dan gotong royong. Tradisi ini menjadi representasi dari kearifan lokal yang memadukan aspek ekologis, spiritual, dan sosial dalam praktik pertanian masyarakat setempat, serta berperan penting dalam pelestarian identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Marginalisasi Perempuan Buruh Tani dalam Peralihan Tanam Komoditas dari Padi dan Palawija ke Komoditas Tebu di Desa Nglebak Kecamatan KradenanKabupaten Blora Sulasmi; Wicaksono, Harto
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses marginalisasi kaum perempuan yang bekerja sebagai buruh tani akibat pergeseran komoditas pertanian dari padi dan palawija ke tebu di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengumpulan dokumentasi yang melibatkan 6 informan utama serta 5 informan tambahan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi dalam pertanian dan mekanisasi dalam budidaya tebu telah mengubah struktur ketenagakerjaan, menyebabkan banyak pekerjaan tradisional yang sebelumnya diisi oleh perempuan kini digantikan oleh teknologi atau tenaga kerja laki-laki. Kaum perempuan buruh tani kehilangan mata pencaharian, berkurangnya partisipasi sosial, dan mengalami keterpurukan secara struktural yang memperkuat hubungan patriarkal. Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan perspektif gender dalam pembuatan kebijakan pertanian agar pengembangan sektor agraria menjadi lebih adil dan inklusif.
Analisis Kemanfaatan Program BLT terhadap Kesejahteraan Sosial Masyarakat Penerima Bantuan di Desa Harjowinangun Kecamatan Japah Kabupaten Blora Lestari, Anis Puji; Presetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35776

Abstract

Kondisi ekonomi pasca Covid-19 terus mengalami pemulihan secara perlahan, sehingga kebijakan pemerintah untuk dana BLT dari Dana Desa masih terus berlaku hingga saat ini, tidak terkecuali di Desa Harjowinangun Kecamatan Japah Kabupaten Blora Jawa Tengah. Munculnya dinamika sosial dalam proses penyaluran BLT-DD menjadi permasalahan tersendiri bagi pihak pemerintah desa selaku penanggung jawab pengelola Dana Desa maupun bagi masyarakat Desa Harjowinangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan dana BLT oleh masyarakat penerima dan menganalisis dampak kemanfaatan dana BLT terhadap kesejahteraan masyarakat penerima di Desa Harjowinangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penerima manfaat dana BLT-DD Desa Harjowinangun menggunakan dana tersebut untuk konsumsi kebutuhan pokok harian, kebutuhan pendidikan, kebutuhan angsuran hutang, kebutuhan kesehatan, dan sebagian kecil lainnya menggunakannya untuk konsumsi gaya hidup. Dampak kemanfaatan BLT-DD terbagi menjadi dua golongan, yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positif ditandai dengan pemanfaatan BLT-DD untuk kebutuhan pokok, sedangkan untuk dampak negatifnya berupa kecemburuan sosial dan ketergantungan terhadap bantuan Pemerintah Pusat. Program bantuan BLT-DD di Desa Harjowinangun telah dapat dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat, akan tetapi belum mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat penerima, dikarenakan sifatnya masih temporer sekedar untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. BLT-DD belum mampu menumbuhkan pemberdayaan masyarakat dan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga
Resiliensi Masyarakat Petani Irigasi di Sekitaran Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Dalam Menghadapi Masalah Kekeringan Cahyadi, Verdi Wahyu; Alissa Dian Bratajaya; Irsan; Ahmad Wildan Habibi; Entry Welny Tindaon
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.29708

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan tentang permasalahan kekeringan yang dihadapi oleh masyarakat petani sawah irigasi yang ada di sekitar Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), serta bentuk resiliensi yang mereka lakukan dalam menghadapi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan berkurangnya debit air dan kekeringan di sekitar DDTS mulai dari, perubahan lingkungan/tata ruang untuk kepentingan pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi, hingga faktor kondisi cuaca yang tidak menentu. Untuk tetap bisa eksis, para petani dengan latar belakang sosial-ekonomi dan budaya yang berbeda melakukan berbagai bentuk resiliensi sebagai upaya strategi adaptasi. Ada beragam bentuk strategi adaptasi yang dilakukan oleh para petani dalam merespon permasalahan kekeringan di antaranya yaitu: 1) Melakukan penyedotan air dan pembuatan sumur bor. 2) Merubah jenis varietas bibit padi. 3) Merubah sawah menjadi ladang/merubah jenis komoditas dari padi ke palawija. 4) Melakukan transformasi mata pencaharian.