cover
Contact Name
-
Contact Email
solidarity@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
solidarity@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity : Journal of Education, Social dan Culture
ISSN : -     EISSN : 25490729     DOI : https://doi.org/10.15294/solidarity
Core Subject : Social,
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture starting in 2024 migrates to better secure from various unwanted things, including journal hacking and so on. To submit, the author please visit the new website page of our journal at the link https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity
Articles 55 Documents
Tradisi Pedalan Kampil Peradatan Dalam Etnis Karo di Desa Siosar Tiga Panah Hutabarat, Dini; Rumapea, Murni Eva Marlina
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.31718

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna Pedalan Kampil peradatan pada acara pernikahan bagi Etnis Karo di Desa Siosar Tiga Panah, fungsi dari Pedalan Kampil peradatan pada acara pernikahan bagi etnis karo di Desa Siosar Tiga Panah, dan tahapan apa saja yang dilakukan pada pelaksanaan Pedalan Kampil peradatan pada saat acara pernikahan dalam etnis Karo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian latar belakang penelitian ini mengungkap bahwa tradisi ini tujuannya untuk menjaga komunikasi dua keluarga agar baik, mengungkapkan keingan kedua keluarga pengantin yang akan melaksanakan pernikahan agar berjalan dengan lancar. Didalam kampil atau wadah yang digunakan untuk mengisi hidangan untuk keluarga yang akan melaksanakan tradisi pedalan kampil peradatan ini berbagai macam yang dapat digunakan oleh pihak keluarga pengantin yang melaksanakan tradisi ini, tujuannya dilakukan ini oleh etnis Karo sebagai hal menghormati suatu acara dengan adanya hidangan sirih yang dimasukkan kedalam kampil atau wadah yang biasa digunakan pada acara pernikahan etnis Karo ketika makan sirih.
Bona Taon Marga Hutagalung sebagai Wadah Solidaritas Persaudaraan di Dusun III Sibustak Hutagalung, Winda Riama; Rumapea, Murni Eva Marlina
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.34140

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi Bona Taon Marga Hutagalung sebagai wadah solidaritas persaudaraan di Dusun III Sibustak-Bustak, Desa Tapian Nauli III, Kecamatan Tapian Nauli. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan, tujuan, dan fungsi sosial budaya dari Bona Taon yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Batak Toba. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Bona Taon meliputi tahapan pembentukan panitia, penggalangan dana, penentuan waktu dan lokasi, serta rangkaian acara yang diawali dengan doa bersama, sambutan, makan bersama, hiburan, hingga penutup dengan pembagian hadiah. Tradisi ini memiliki makna utama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota marga. Fungsi sosialnya mencakup sarana komunikasi, penguatan jaringan kekerabatan, pelestarian budaya, serta media pewarisan nilai solidaritas kepada generasi muda. Dengan demikian, Bona Taon tidak hanya berperan sebagai acara budaya tahunan, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan identitas, nilai kebersamaan, dan persaudaraan masyarakat Hutagalung.
Implementasi Frugal Living Guna Mempertahankan Eksistensi Oleh Produsen Slondok di Desa Plosogede Kabupaten Magelang Syahrul Arifin Syahrul; Elly Kismini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.34465

Abstract

Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang merupakan sentra produsen slondok yang tengah menghadapi tantangan serius berupa menurunnya jumlah produsen aktif akibat faktor usia dan minimnya regenerasi. Situasi ini mendorong para pelaku usaha untuk beradaptasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara lebih bijak. Dalam konteks tersebut, penerapan Frugal Living menjadi pola hidup yang muncul secara alamiah sebagai strategi bertahan dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penerapan dan latar belakang Frugal Living yang dilakukan oleh para produsen slondok di desa tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Desa Plosogede dan melibatkan produsen aktif sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Frugal Living diterapkan melalui pengendalian pengeluaran, pemanfaatan limbah produksi, dan gaya hidup sederhana yang didasari pertimbangan rasional. Pola ini terbukti membantu keberlangsungan usaha sekaligus mencerminkan kearifan lokal dalam menyikapi tantangan ekonomi.
Membawa Wacana Perubahan Iklim ke Dalam Kelas Adelia Rachman
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 15 No. 1 (2026): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v15i1.41966

Abstract

Keterlibatan terbatas kaum muda dalam aktivisme iklim di Indonesia telah mendorong refleksi tentang apa yang terjadi pada tingkat lokal, khususnya dalam lingkungan akademik. Penelitian ini menggunakan mixed methods, berupa survei pendahuluan dan analisis kualitatif melalui lensa pedagogi kritis. Survei pendahuluan yang dilakukan sebelum sosialisasi wacana perubahan iklim di sebuah Sekolah Menengah Atas di Semarang, Jawa Tengah, mengungkapkan adanya kesenjangan antara popularitas perubahan iklim dan pemahaman yang tepat tentang isu tersebut. Hasil survei digunakan sebagai dasar untuk mendiskusikan gagasan membawa wacana perubahan iklim ke dalam kelas, yang menekankan pada peran pendekatan partisipatoris-kritis dan antropologi dalam pendidikan guna menumbuhkan keterlibatan emosional dan meningkatkan pemahaman kaum muda tentang isu perubahan iklim. Pendidikan perubahan iklim semacam itu bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam konteks sosial budaya, memungkinkan kaum muda untuk memahami tanggung jawab iklim yang realistis, sehingga memotivasi mereka untuk melakukan tindakan nyata.
Relevansi Antropologi Ekonomi Dalam Memahami Dinamika Ekonomi Kontemporer Eko Rahmanto; Audina Rahmi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 15 No. 1 (2026): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v15i1.44243

Abstract

Kemajuan pesat teknologi informasi, perubahan struktur tenaga kerja, dan meningkatnya perhatian terhadap dimensi sosial dalam aktivitas ekonomi secara fundamental mengubah ekonomi global dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pendekatan antropologi ekonomi digunakan dalam memahami dinamika ekonomi kontemporer. Metode tinjauan pustaka terhadap artikel ilmiah berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada periode 2020 hingga 2024, studi ini mengidentifikasi sepuluh artikel utama yang membahas ekonomi platform, konsumsi simbolik, ekonomi data, serta relasi antara kapitalisme dan struktur sosial tradisional. Penggunaan perangkat lunak yang spesifik dalam mendukung metodologi menggambarkan teknologi dalam antropologi bekerja sebagai alat dalam konteks kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan antropologi ekonomi mampu mengungkap dimensi sosial, kultural, dan moral dari praktik ekonomi, yang tidak tertangkap dalam pendekatan ekonomi konvensional. Fenomena seperti kesenjangan gender dalam ekonomi gig, eksploitasi melalui teknologi digital, dan legitimasi konsumsi berbasis nilai spiritual memperlihatkan pentingnya memahami ekonomi sebagai konstruksi sosial. Studi ini menegaskan bahwa antropologi ekonomi berperan penting dalam analisis kebijakan ekonomi yang lebih kontekstual, inklusif, dan berkeadilan sosial.