cover
Contact Name
-
Contact Email
solidarity@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
solidarity@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity : Journal of Education, Social dan Culture
ISSN : -     EISSN : 25490729     DOI : https://doi.org/10.15294/solidarity
Core Subject : Social,
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture starting in 2024 migrates to better secure from various unwanted things, including journal hacking and so on. To submit, the author please visit the new website page of our journal at the link https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity
Articles 52 Documents
Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Desa Tegaldowo Pasca Berdirinya PT Semen Indonesia Tbk Lu’lu’ul Maghfiroh; Gunawan
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tegaldowo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Desa Tegaldowo menjadi lokasi penambangan batu kapur dari PT. Semen Indonesia Tbk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses masuknya PT Semen Indonesia di serta bagaimana perubahan sosial budaya masyarakat Desa Tegaldowo setelah berdirinya PT. Semen Indonesia Tbk di Kecamatan Gunem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Tegaldowo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dengan menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori perubahan sosial dari Selo Soemardjan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya PT. Semen Indonesia di Kecamatan Gunem membawa perubahan sosial budaya terhadap masyarakat Desa Tegaldowo diantaranya yaitu mata pencaharian yang lebih beragam, aktivitas pertanian masyarakat, kondisi lingkungan masyarakat, serta terbentuknya lembaga sosial baru yaitu PST (Persatuan Sopir Tegaldowo), Laskar Brotoseno, dan JMPPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng). Sampai saat ini masyarakat yang kontra masih melakukan perlawanan menolak keberadaan pabrik semen yang dilakukan secara simbolik melalui kegiatan istighosah dan tradisi Kupatan Kendeng. Saran dalam penelitian ini adalah: 1) Bagi PT. Semen Indonesia Tbk, memberikan tanggung jawab sosial untuk masyarakat akibat kerugian yang ditimbulkan dari proses penambangan. 2) Bagi pemerintah, adanya keterbukaan pemerintah terhadap masyarakat setempat 3) Bagi masyarakat, menerima perubahan yang terjadi dan tetap memperhatikan nilai- nilai tradisi setempat serta menjalin kembali hubungan sosial dalam mayarakat.
Model Pengembangan Wisata dalam Mendukung Pembangunan Berbasis Masyarakat di Kelurahan Kenep, Sukoharjo Ikwandika Yanu Risti; Fulia Aji Gustaman
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan merupakan salah satu langkah awal dalam menciptakan kelayakan bagi khalayak umum. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Kenep, optimalisasi pembangunan dilakukan melalui pariwisata berbasis Masyarakat dalam program Desa Wisata Kreatif. Program ini menyongsong UMKM masyarakat sebagai elemen utama pariwisata dan didukung dengan potensi daerah lainnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui model pengembangan wisata yang diterapkan di Kelurahan Kenep. 2) untuk mengetahui strategi yang digunakan untuk mengembangkan wisata dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat di Kelurahan Kenep. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menjabarkan berbagai temuan lapangan. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Hasil penelitian menunjukkan 1) Kelurahan Kenep menggunakan model pariwisata berbasis masyarakat dalam mengembangkan Program Desa Wisata Kreatif Kenep. 2) Dalam pengembangannya, Desa Wisata Kreatif Kenep menggabungkan berbagai destinasi wisata dari beberapa kampung yang ada di Kelurahan Kenep. Dibantu oleh Pokdarwis Kampung Sanga, Desa Wisata Kreatif Kenep turut serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan.
Perempuan Kepala Desa di Tengah Politik Patriarki Pedesaan (Kasus Desa Pengadegan Purbalingga Jawa Tengah) Ratna Nurfitriani; Kuncoro Bayu Prasetyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh peran perempuan dalam kepemimpinan yang sudah mulai merambah hingga pemerintahan desa, salah satunya di Desa Pengadegan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui faktor pendorong perempuan mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Pengadegan. (2) Mengetahui tantangan dan hambatan yang dihadapi kepala desa perempuan dalam menjalankan kepemimpinannya di Desa Pengadegan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Faktor pendorong kemunculan kepala desa perempuan di Desa Pengadegan yaitu dukungan dari organisasi Gapoktan, dukungan dari suami, dan dukungan dari masyarakat Dusun Karang Tengah. Ketiga faktor pendorong tersebut menunjukan kemunculan kepala desa perempuan tidak serta merta menghilangkan budaya patriarkhi yang telah tertanam erat di pedesaan. (2) Hambatan dan tantangan menunjukan bahwa bukan hal mudah bagi perempuan untuk terjun ke dunia politik. Keberadaan kepala desa perempuan masih dipengaruhi oleh beban ganda perempuan serta stereotipe yang menyebabkan beberapa masyarakat meremehkan keberadaan perempuan dalam mengelola pemerintahan, serta adanya penolakan dari sebagian masyarakat yang ditunjukan secara terbuka dan tersembunyi.
Analisis Harvard Partisipasi Kandidat Perempuan dalam Kontestasi Demokrasi Pemilihan Umum Raya Di Universitas Negeri Semarang Tahun 2021-2023 Fatfa Permata Ambya Sari; Tri Marhaeni Pudji Astuti
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi politik kandidat perempuan dalam Pemira UNNES semakin sedikit dari tahun 2021-2023. Artikel ini menganalisis partisipasi perempuan dan mengkaji hambatannya sebagai kontestan Pemira UNNES tahun 2021-2023. Penulis menggunakan Analisis Gender Harvard dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penulis mencari fakta melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan terkait. Artikel ini mengidentifikasi konsep patriarki yang masih ada di lingkungan kampus dihubungkan dengan masalah gender. Berdasarkan penelitian, diketahui profil aktivitas mahasiswa/i tidak jauh berbeda. Pada profil akses dan kontrol menunjukan hanya berbeda pada kontrol pendanaan namun semua sama-sama memperoleh manfaatnya. Hambatan yang dialami perempuan untuk mencalonkan diri diklasifikasikan melalui faktor pendidikan, kebijakan kampus dan lingkungan sosial. Perlu adanya dekonstruksi ideologi untuk menjauhkan streotipe dan subordinasi kepada perempuan dalam bidang politik di kampus.
Fenomena Konten Kreator Facebook Pada Masyarakat Kelurahan Panei Tongah Kabupaten Simalungun Newa Sagita Pasaribu; Daud
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.24421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang, cara membuat konten, dan dampak menjadi konten kreator Facebook di Kelurahan Panei Tongah Kabupaten Simalungun. Platfrom yang digunakan masyarakat untuk menjadi konten kreator yaitu Facebook dengan pertimbangan bahwasannya Facebook merupakan media sosial yang mudah diakses oleh masyarakat luas, memiliki vitur yang beragam serta dapat menghasilkan uang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Hybrid Ethnography untuk melihat bagaimana ruang offline dan online yang saling terkait. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil Penelitian ini menggambarkan, bahwa latar belakang masyarakat dalam membuat konten yaitu sebagai hiburan, ajakan teman atau ikut-ikutan trend, menambah pekerjaan dan penghasilan, menjalin pertemanan dan promosi usaha, notifikasi Facebook untuk peluang monetisasi, penghasilan tambahan dan menambah pekerjaan. Cara masyarakat dalam membuat konten juga sangat beragam mulai dari membuat video sendiri, bersama anak, teman hingga dibantu oleh suami atau istri mereka. Fenomena ini juga mengakibatkan dampak positif dan juga negatif yang mempengaruhi perubahan budaya dan sosial pada masyarakat.   
Dual Identity Pada Akun Instagram: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ruth Yohana Jessica; Daud
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.26152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang, cara membangun identitas, serta pengaruh dual identity pada akun Instagram terhadap kehidupan sehari-hari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan adalah hybrid etnografi dengan menggabungkan pendekatan offline dan online untuk memperoleh data dari dunia nyata dan ruang digital. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling, dengan jumlah sebanyak 10 mahasiswa yang memiliki dua akun Instagram aktif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan dua akun Instagram dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menjaga privasi, mengekspresikan diri secara bebas, memisahkan ruang publik dan pribadi, serta mengikuti tren sosial. Akun utama digunakan untuk membentuk citra formal dan profesional, sementara akun kedua menjadi wadah ekspresi diri yang lebih personal dan jujur. Dual identity ini memengaruhi perilaku sosial, kepercayaan diri, serta pola interaksi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun digital. Identitas yang ditampilkan pada masing-masing akun disesuaikan dengan karakteristik pengikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dual identity bukan merupakan gangguan kepribadian, melainkan strategi adaptif dalam mengelola identitas sosial di media digital.
Pemanfaatan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Bangkleyan Kecamatan Jati Muhyiddin, Rokhman; ayuning Arsi, Antari
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35704

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dengan pemberian bantuan sosial salah satunya yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bangkleyan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan PKH oleh KPM Desa Bangkleyan beragam sesuai dengan kondisi masing – masing keluarga, terdapat KPM yang memanfaatkan PKH untuk penambah modal usaha, pemenuhan kebutuhan sekolah anak, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pemenuhan gizi ibu hamil, pembelian perabotan rumah tangga yang telah rusak dan pembelian hewan ternak. Adanya PKH di Desa Bangkleyan telah memberikan dampak yang baik bagi kesejahteraan masyarakat karena dapat menambah biaya pemenuhan kebutuhan keluarga.
Peranan Mobil Siaga dalam Memberikan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Desa Nglangitan Sukrisna; Pramono, Didi
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35759

Abstract

Akses terhadap pelayanan kesehatan yang merata masih menjadi tantangan di wilayah pedesaan Indonesia, terutama karena keterbatasan infrastruktur dan transportasi. Mobil siaga desa hadir sebagai solusi inovatif untuk menjawab hambatan tersebut, dengan menyediakan layanan medis yang bersifat kuratif, promotif, dan preventif secara langsung ke masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis layanan kesehatan yang diberikan oleh mobil siaga di Desa Nglangitan, menganalisis peranannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat, serta mengeksplorasi tantangan dan solusi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Data diuji validitasnya melalui triangulasi sumber, dan dianalisisi secara kualitatif meliputi proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobil siaga di Desa Nglangitan tidak hanya digunakan untuk transportasi pasien ke fasilitas kesehatan, tetapi juga untuk penyuluhan, imunisasi keliling, dan kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan. Mobil siaga berperan penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran operasional, pemeliharaan kendaraan, dan koordinasi antarlembaga desa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mobil siaga memiliki fungsi ganda, baik secara medis maupun sosial, yang berkontribusi signifikan terhadap sistem kesehatan berbasis komunitas di desa terpencil.
Ritual Fida’ untuk Penebus Dosa dalam Praktik Upacara Kematian: Studi pada Jamaah Fida’ Desa Beganjing Hartono; Fajar
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35760

Abstract

Praktik ritual keagamaan yang telah dilakukan selama ini adakalanya dapat berubah dan diterima di masyarakat sepanjang sesuai dengan konteks masyarakat. Sama halnya ritual kematian yang terjadi di Desa Beganjing, dimana  terdapat ritual kematian berupa pengajian fida’. Umumnya ritual kematian yang dilaksanakan berupa pengajian tahlilan, saat ini ditemukan pula praktik lain berupa pengajian fida’ yang memunculkan kelompok baru berupa jamaah fida’. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ritual kematian berupa pengajian fida’ yang dilaksanakan oleh kelompok fida’di Desa Beganjing Kecamatan Japah Kabupaten Blora dan melihat respon masyarakat atas praktik ritual kematian tersebut. Teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima terdiri dari ketua jamaah, tokoh masyarakat, tokoh agama, jamah fida’ dan tokoh pemuda. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual pengajian fida’ merupakan ritual do’a yang ditujukan kepada si mayit. Ritual do’a ini merupakan kombinasi do’a tertentu dengan ritual do’a tahlilan yang secara umum dilakukan di masyarakat. Ritual fida’ dilakukan selama lima hari, dimulai pada hari kedua setelah kematian simayit. Pada hari pertama dilakukan tahlilan seperti biasanya berupa pembacaan surat yasin dan tahlil. Baru di hari kedua sampai ketujuh atau selama lima hari berturut-turut dilakukan ritual fida’ tanpa bacaan surat yasin dan tahlil. Pada hari ke tujuh pembacaan surat yasin dan tahlil kembali.  Bacaan fida’ ini merujuk pada pembacaan do’a sebanyak 100.000 kali surat al ikhlas (fida’ sughro) dan 70.000 kali bacaan dzikir laa ilaaha illaallah (fida’ kubro). Respon masyarakat terhadap pengajian fida’ dalam ritual kematian menerimanya dengan baik, bahkan di masyarakat muncul kelompok baru berupa jamaah fida’.
Proses Habituasi Disiplin Pada Santri TPQ Miftachussa’adah Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabupaten Blora Sumiyatun; Fajar
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35763

Abstract

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an TPQ Miftachussa’adah adalah sebuah TPQ yang berada di Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabupaten Blora Jawa Tengah sejak berdirinya berusaha menerapkan habituasi disiplin pada santri-santrinya demi menjaga generasi bangsa di tengah menurunya karakter di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, bentuk, dan hasil habituasi disiplin santri TPQ Miftachussa’adah Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penggalian data melalui observasi dan wawancara pada beberapa responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses habituasi disiplin yang dilakukan oleh para tutor TPQ Miftachussa’adah ditaati dengan baik meski masih terdapat beberapa santri yang kesulitan beradaptasi terhadap aturan disiplin tersebut, hal itu tergolong wajar karena beberapa santri tersebut masuk kategori santri baru. Bentuk habituasi disiplin yang diterapkan oleh para tutor diantaranya adalah penegakan aturan kehadiran santri dan sholat berjamaah serta tuntutan untuk menjalankan ajaran-ajaran akhlak di kehidupan sehari-hari. Hasil habituasi disiplin santri memuaskan dari para tutor, wali santri, dan masyarakat sekitar TPQ.