cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
ISSN : 2303386X     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian merupakan media untuk publikasi tulisan asli berkaitan dengan teknologi pangan dan keteknikan pertanian secara luas, yang diterbitkan atas kerjasama antara Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
UJI BEBERAPA KOMODITAS PADA ALAT PENGEPRES MINYAK SEMI MEKANIS (Test of Several Commodities in Semi Mechanical Oil Press) Winda Savitri Ritonga; Saipul Bahri Daulay; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.921 KB)

Abstract

ABSTRACT Oil is a food substance that is essential for maintaining the health of human body. Vegetable oils found in fruits, nuts, grains, root crops and vegetables. Extracting the oil using a screw press is usually done on grain oil content of more than 20%. This study used several of commodities as raw materials i.e  peanut kernels, candlenut and sesame seeds. This study was aimed to test the effective capacity of the appliance, moisture content and yield of oil produced from the semi mechanical oil press. The results showed that differences in commodities affected the effective capacity of appliance and the yield of the oil produced. The best treatment of this research was in peanut seeds that had effective  capacity of 3.76 Kg / hour, water content of 1,89 and oil yield of  25.78%.   Key words: Pressing, Semi Mechanical Oil Press, Grain Oils ABSTRAK   Minyak merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Minyak nabati terdapat dalam buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian,  akar tanaman dan sayur-sayuran. Pengambilan minyak dengan menggunakan screw press biasanya dilakukan pada biji-bijian yang berkadar minyak lebih dari 20%. Dalam penelitian ini digunakan berbagai jenis komoditas sebagai bahan bakunya antara lain biji kacang tanah, biji kemiri dan biji wijen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kapasitas efektif alat, kadar air dan rendemen minyak yang dihasilkan dari alat pengepres minyak semi mekanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komoditas berpengaruh terhadap kapasitas efektif alat dan rendemen minyak yang dihasilkan. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan pada komoditas biji kacang tanah yang menghasilkan kapasitas efektif alat 3,76 Kg/jam, kadar air minyak 1,89% dan rendemen minyak 25,78%.   Kata kunci: Pengepresan, Alat Pengepres Minyak Semi Mekanis, Minyak Dari  Biji-Bijian
KAJIAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH ULTISOL PADA LAHAN KELAPA SAWIT TAHUN TANAM 2000 DENGAN BEBERAPA JENIS VEGETASI YANG TUMBUH DI KEBUN PTP. NUSANTARA II TANJUNG GARBUS (Study of Physical and Chemical Soil Characteritics in Oil Palm Plantation on Plant Y Zulhajji Zulhajji; Sumono Sumono; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.85 KB)

Abstract

ABSTRACT   Physical and chemical soil characteritics are important factors for the growth of oil palm. This research was aimed to study physical and chemical soil characteritics of the oil palm with vegetations of Pueraria javanica, grass, and no vegetation in Pagar Merbau PTP Nusantara II. The observed parameters were soil texture, porosity, water content of field capasity, soil permeability, total Nitrogen, available Phospate, and land Potassium exchange. The results showed that the soil type was ultisol, with sandy loam texture and pH of 5,17-5,31 (acid). The vegetation soil had porosity of 39-40 % at a depth of 5 cm and 37-38 % at a depth of 25 cm. The water content of field capacity was ranged from 21,9-26,4 % at a depth of 5 cm and 21,1-25,5 % at a depth of 25 cm. Permeability was ranged from 3,01-6,83 cm/h. Total N was 0,05-0,10 %. P available was ranged from 7,45-10,48 ppm. K exchange of land was ranged from 0,10-0,75 me/100g. The soil with no vegetation had porosity of 39 % at a depth of 5 cm and 38 % at a depth of 25 cm. The water content of field capacity was 21,9 % at a depth of 5 cm and 21,4 % at a depth of 25 cm. Permeability was 3,01 cm/h. Total N was 0,05 %. P available was 7,47 ppm. K exchange of land was 0,75 me/100g. Keywords: Soil Physical And Chemical, Vegetation, Oil Palm Plantation, Ultisol ABSTRAK   Sifat fisika dan kimia tanah merupakan faktor penting bagi pertumbuhan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat fisika dan kimia tanah ultisol pada lahan kelapa sawit dengan vegetasi kacang-kacangan (Pueraria javanica), rumput dan tanpa vegetasi di Kebun PTP. Nusantara II Pagar Merbau. Parameter yang diamati meliputi tekstur tanah, porositas, kadar air kapasitas lapang, permeabialitas tanah, N-total, P tersedia dan K tukar tanah. Hasil penelitian menunjukkan jenis tanah di daerah penelitian adalah ultisol bertekstur lempung berpasir dan pH 5,17-5,31 (masam). Tanah dengan vegetasi mempunyai porositas berkisar 39-40 % pada kedalaman 5 cm dan 37-38 % pada kedalaman 25 cm, kadar air kapasitas lapang 21,9-26,4 % pada kedalaman 5 cm dan 21,1-25,5 pada kedalaman 25 cm, permebilitas berkisar 3,01-6,83 cm/jam, N-total 0,05-0,10 %, P tersedia 7,45-10,48 ppm, K tukar tanah 0,10-0,75 me/100g. Tanah tanpa vegetasi mempunyai porositas berkisar 39 % pada kedalaman 5 cm dan 38 % pada kedalaman 25 cm, kadar air kapasitas lapang 21,9 % pada kedalaman 5 cm dan 21,4 % pada kedalaman 25 cm, permebialitas berkisar 3,01 cm/jam, N-total 0,05 %, P tersedia 7,47 ppm, K tukar tanah 0,75 me/100g. Kata Kunci: Fisika dan kimia tanah, vegetasi, kebun kelapa sawit, ultisol
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK-KIMIA DAN SENSORI OPAK DARI JAGUNG MANIS DAN KULIT IKAN NILA (Study of Physical-Chemistry Characteristics and Sensory of Opak from Sweet Corn and Nile Tilapia Skin) Aprilia Nurjannah; Ridwansyah Ridwansyah; Hotnida Sinaga
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.708 KB)

Abstract

ABSTRACT   The research was aimed to determine opak processing, along with the physic-chemical characteristics and sensory of “Opak” made from sweet cornand nile tilapia skin. This study consisted of two steps. Step I was making of opak from 70% cassava and 30% of combination of sweet corn and nile tilapia skin (P) : 30%:0%, 25%:5%, 20%:10%, 15%:15%, 10%:20%, 5%:25%, 0%:30%. Step II was comparing the best treatment of “Opak” with 100% of cassava using t test. Parameters analyzed were water content (%), ash content (%), protein content (%), fat content (%), carbohydrate content (%), colour index (oHue), expanding power (%), oil absorption (g/g), hedonic value of taste, flavor, colour, and chrispness.The result of Step I showed that the best treatment was making of opak from 20% of sweet corn with 10% nile tilapia skin. In step II, it was known that hedonic value of taste and colour of “Opak” from sweet corn and nile tilapia skin had significantly differ of opak made from the 100% of cassava. Keyword : Opak, Sweet Corn, And Nile Tilapia Skin ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengolahan opak, mengetahui karakteristik fisik-kimia dan sensori opak dari jagung manis dan kulit ikan nila. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap I yaitu pembuatan opak dari 70% ubi dan 30% kombinasi jagung manis dengan kulit ikan nila (P) : 30%:0%, 25%:5%, 20%:10%, 15%:15%, 10%:20%, 5%:25%, 0%:30%. Tahap II yaitu perbandingan mutu opak terbaik dengan opak yang terbuat dari 100% ubi dengan menggunakan uji t. Parameter yang dianalisa adalah kadar air (%), kadar abu (%), kadar protein (%), kadar lemak (%), karbohidrat (%), uji warna (oHue), volume pengembangan (%), daya serap minyak (g/g), hedonik rasa, aroma, warna dan kerenyahan. Hasil penelitian tahap I menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah opak yang dibuat dari 20% jagung manis dengan 10% kulit ikan nila. Pada penelitian tahap II diketahui bahwa parameter hedonik rasa dan warna opak dari jagung manis dan kulit ikan nila tersebut berbeda nyata pada opak yang terbuat dari 100% ubi.   Kata kunci : Opak, Jagung Manis, Dan Kulit Ikan Nila
PENGARUH PENAMBAHAN UDANG DAN DAUN SELEDRI TERHADAP MUTU KERUPUK OPAK (The Effect of The Addition of Shrimp and Celery Leaf To The Quality of Opak Crackers) Nova Juita Sinaga; Sentosa Ginting; Ridwansyah Ridwansyah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.979 KB)

Abstract

ABSTRACT   The purpose of this study is to determine the effect of the addition of shrimp and celery leaf on the quality of opak crackers with the best physical, chemical, and organoleptic properties and consumer preference. This research using completely randomized design non factor with eight treatment level i:e Po (cassava 100 %), P1 (cassava 85% : shrimp 0%: celery leaf 15%), P2 (cassava 85% : shrimp 2,5% : celery leaf 12,5%) , P3 (cassava 85% : shrimp 5% : 10% celery leaf), P4 (cassava 85% : shrimp 7,5% : celery leaf 7,5%), P5 (cassava 85% : shrimp 10% : 5% celery leaf), P6 (cassava 85% : shrimp 12,5% : 2,5% celery leaf), P7 (cassava 85% : shrimp 15% : 0% celery leaf). Parameters analyzed were colour values, organoleptic flavor, organoleptic taste, organoleptic colour, organoleptic texture, moisture content, protein content, ash content, crude fiber content, fat content, carbohydrate content, oil absorption, and volume develop. The addition of shrimp and celery leaf had highly significant effect on the colour index, brightness, moisture content, ash content, fat content, coarse fiber content, protein content, carbohydrate, oil absorption and hedonic of flavor, had significant effect on hedonic taste. The results of this study indicated that P5 treatment (cassava 85% : 10% shrimp : 5% celery leaf) is the best and acceptable treatment.   Keywords: Celery Leaf, Opak Crackers, Shrimp ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan udang dan daun seledri terhadap mutu kerupuk opak dengan sifat fisik, kimia, dan organoleptik yang terbaik dan disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan  rancangan acak lengkap non faktor, dengan delapan taraf perlakuan yaitu P0 (ubi kayu 100 %), P1 (ubi kayu 85 % : udang 0 % : daun seledri  15%), P2 (ubi kayu 85 % : udang 2,5 % : daun seledri 12,5 %), P3 (ubi kayu 85 % : udang 5 % : daun seledri 10 %), P4 (ubi kayu 85 % : udang 7,5 % : daun seledri 7,5 %), P5 (ubi kayu 85 %  : udang 10 % : daun seledri 5%), P6 (ubi kayu 85 % : udang 12,5 % : daun seledri 2,5 %), P7 (ubi kayu 85 % : udang 15% : daun seledri 0%). Parameter yang dianalisa meliputi nilai warna, organoleptik aroma, organoleptik rasa, organoleptik warna, organoleptik tekstur, kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar serat kasar, kadar lemak, kadar karbohidrat, daya serap minyak, dan volume pengembang. Penambahan udang dan daun seledri memberi pengaruh berbeda sangat nyata terhadap indeks warna, kecerahan, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar serat kasar, kadar protein, kadar karbohidrat, daya serap minyak dan hedonik aroma, dan memberi pengaruh berbeda nyata terhadap hedonik  rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kerupuk opak dengan perlakuan P5 (ubi kayu 85 % : udang  10 % : daun seledri 5%) adalah  perlakuan  yang terbaik dan dapat diterima.   Kata kunci: Daun Seledri, Kerupuk Opak, Udang  
PENGARUH UMUR SETELAH PENEBANGAN DAN LETAK UMBUT PADA BATANG TERHADAP POTENSI UMBUT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) SEBAGAI BAHAN PANGAN (The Effect of Days After Logging and Location of Pith on the Potential of Pith of Oil Palm Tree (Elaeis guine Muhammad Idris; Terip Karo-Karo; Herla Rusmarilin
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.924 KB)

Abstract

ABSTRACT This study was aimed to determine the effect of days after logging and location of pith on the potential of pith of oil palm tree as food. This study used randomised and ash content. The interaction of the two factors had no significant effect on all parameters except on the dry water content of dried block resign with two factors i.e : days after logging (L): (0 days), (10 days), (20 days), and (30 days) and location of pith (P): (0-20 cm), (20-40 cm), (40-60 cm), and (60-80 cm).The results showed that the days after logging had a highly significant effect on all parameters. The location of the pith had highly significant effect on all parameters except diameter pith, ash content, total soluble solids of dried pith, and total sugar of dried pith. Age after 30 days after logging and pith of 60-80 cm pith was the best treatment in this study. Keywords: Days After Logging ,Location Of Pit, Oil  Tree Pith. ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh umur setelah penebangan dan letak umbut pada batang terhadap potensi umbut kelapa sawit sebagai bahan makanan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu umur setelah penebangan (L) : (0 hari), (10 hari), (20 hari), dan (30 hari) dan letak umbut pada batang dari pucuk pohon (P) : (0-20 cm), (20-40 cm),  (40-60 cm), dan (60-80 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur setelah penebangan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap semua parameter. Letak umbut pada batang memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap semua parameter kecuali diameter dan kadar abu. Interaksi kedua faktor memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap semua parameter kecuali terhadap kadar air umbut kering, kadar abu, TSS umbut kering, total gula umbut kering. Umur setelah penebangan 30 hari dan letak umbut pada batang 60-80 cm merupakan perlakuan terbaik pada penelitian ini.   Kata kunci: Umur Setelah Penebangan, Letak Umbut Pada Batang, Umbut Kelapa Sawit.
RANCANG BANGUN DAN KAJIAN PENGARUH KETINGGIAN SUMBER AIR TERHADAP KINERJA POMPA HIDRAM (Design and Study of the Effects of Altitude on the Performance of Water Resources Hydraulic Ram) Ardiansyah Siregar; Sumono Sumono; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.982 KB)

Abstract

ABSTRACT Hydraulic ram is one type of pump that does not require electrical energy for utilizing air pressure and water pressure itself as a driving force, so that the hydraulic ram one water pump that does not use fuel and relatively inexpensive. In this study will be measured flow rates, pump efficiency and discharge coefficient. This study aims to assess the effect at different heights on the water source 55 cm, 45 cm and 35 cm to the discharge of produced water. Based on the research results obtained in the discharge water input with a height of  55 cm of 1,042 l/s, with a height of 45 cm water of 0,946 l/s, and the water level 35 cm of 0,867 l/s. On the debit output with 55 cm water level of 0,285l/s with a height og 45 cm water of 0,226 l/s  and water level 35 cm of 0,148 l/s. Can result in efficiency at a height of 55 cm of water at 27,35 % with a height of 45 cm of water at 23,89 % and 35 cm water level of 17,07 %. On the results of the coefficient of discharge with a height of 55 cm of water at 0,707, with a height of 45 cm water of 0,695 and the water level 35 cm by o,691. Keywords: Hydraulic Ram, Hyraulic Ram Efficiency, Discharge Coefficient ABSTRAK   Pompa hidram merupakan salah satu jenis pompa yang tidak membutuhkan energi listrik karena memanfaatkan tekanan udara dan tekanan air itu sendiri sebagai tenaga penggeraknya, sehingga pompa hidram salah satu pompa air yang tidak menggunakan BBM dan relatif murah. Dalam penelitian ini akan diukur debit aliran, efesiensi pompa dan koefisien debit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pada ketinggian yang berbeda pada ketinggian sumber air  55 cm, 45 cm dan 35 cm terhadap debit air yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian didapat hasil pada debit input dengan ketinggian air 55 cm sebesar 1,042 l/s, dengan ketinggian air 45 cm sebesar 0,946 l/s, dan ketinggian air 35 cm sebesar 0,867 l/s. Pada debit output dengan ketinggian air 55 cm sebesar 0,285 l/s, dengan ketinggian air 45 cm sebesar 0,226 l/s dan ketinggian air 35 cm sebesar 0,148 l/s. Didapat hasil efesiensi pada ketinggian air 55 cm sebesar 27,35 %, dengan ketinggian air 45 cm sebesar 23,89 % dan ketinggian air 35 cm sebesar 17,07 %. Pada hasil koefisien debit dengan ketinggian air 55 cm sebesar 0,707, dengan ketinggian air 45 cm sebesar 0,695 dan pada ketinggian air 35 cm sebesar 0,691   Kata kunci: Pompa Hidram, Efesiensi Pompa Hidram, Koefisien Debit
KAJIAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH ULTISOL PADA LAHAN KARET YANG TELAH MENGHASILKAN DENGAN BEBERAPA JENIS VEGETASI YANG TUMBUH DI KEBUN PTPN III SARANG GITING (The Study of Physical And Chemical Properties of Ultisol Soil on mature Rubber Land with Some Doni Romanosa; Sumono Sumono; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.841 KB)

Abstract

ABSTRACT Physical and chemical soil characteritics are important factors for the growth of rubber plant. This research was aimed to study physical and chemical soil characteritics of the rubber plant with vegetations of  harupat spikes, grass, taro and no vegetation in PTP. Nusantara III Sarang Giting. The observed parameters were soil texture, porosity, water content of field capasity, soil permeability, total Nitrogen, available Phospate, and land Potassium exchange.The results showed that the soil type was ultisol, with sandy loam texture and pH of 4,55-4,69 (acid). The vegetation soil had porosity of 55,42-56,36 % at a depth of 5 cm and 54,86-55,14 % at a depth of 25 cm. The water content of field capacity was ranged from 37,9-49,9 % at a depth of 5 cm and 35,1-47,5 % at a depth of 25 cm. Permeability was ranged from 3,40-4,72 cm/h. Total N was 0,07-0,11 %. P available was ranged from 15,10-17,70 ppm. K exchange of land was ranged from 0,57-0,76 me/100g. The soil with no vegetation had porosity of 55,42 % at a depth of 5 cm and 54,86 % at a depth of 25 cm. The water content of field capacity was 42,8 % at a depth of 5 cm and 42,2 % at a depth of 25 cm. Permeability was 4,72 cm/h. Total N was 0,10 %. P available was 17,12 ppm. K exchange of land was 0,67 me/100g. Keywords: Soil Physical And Chemical Properties, Vegetation, Ultisol ABSTRAK   Sifat fisika dan kimia tanah merupakan faktor penting bagi pertumbuhan karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat fisika dan kimia tanah ultisol pada lahan karet dengan vegetasi paku harupat, rumput, keladi dan tanpa vegetasi di Kebun PTP. Nusantara III Sarang Giting. Parameter yang diamati meliputi tekstur tanah, porositas, kadar air kapasitas lapang, permeabilitas tanah, N-total, P tersedia dan K tukar tanah. Hasil penelitian menunjukkan jenis tanah di daerah penelitian adalah ultisol bertekstur liat berpasir, lempung liat berpasir, dan lempung berpasir dengan pH 4,55-4,69 (masam). Tanah dengan vegetasi mempunyai porositas berkisar 55,42-56,36 % pada kedalaman 5 cm dan 54,86-55,14 % pada kedalaman 25 cm, kadar air kapasitas lapang 37,9-49,9 % pada kedalaman 5 cm dan 35,1-47,5 % pada kedalaman 25 cm, permebilitas berkisar 3,40-4,72 cm/jam, N-total 0,07-0,11 %, P tersedia 15,10-17,70 ppm, K tukar tanah 0,57-0,76 me/100g. Tanah tanpa vegetasi mempunyai porositas berkisar 54,96 % pada kedalaman 5 cm dan 54,16 % pada kedalaman 25 cm, kadar air kapasitas lapang 35,7 % pada kedalaman 5 cm dan 34,2 % pada kedalaman 25 cm, permebialitas berkisar 2,56 cm/jam, N-total 0,06 %, P tersedia 11,29 ppm, K tukar tanah 0,54 me/100g. Kata Kunci: Fisika dan kimia tanah, vegetasi, ultisol.
PEMANFAATAN ABU SABUT KELAPA (Cocos nucifera L.) DAN PENGARUH PENAMBAHAN SIKACIM CONCRETE ADDITIVE PADA PEMBUATAN BATAKO (The Utilization of Coconut (Cocos nucifera L.) Hush Ash and Effect of Sikacim Concrette Additive in making of brick) Eka Trikarlina; Riswanti Sigalingging; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.484 KB)

Abstract

ABSTRACT   Coconut (Cocos nucifera L.) is tropical native plants and can be found throughout Indonesia, so that the plant can also cause negative such as piles of organic waste in the form of coconut husk ash and coconut shells. This study aimed to determine the utilization of such waste in the form of ash to reduce some of the use of cement in the manufacture of bricks with percentage of coconut husk ash and the number of different sikacim. This study was conducted at Concrete Laboratory,  Faculty of Engineering Universitas Sumatera Utara from April to June 2017. This study used a complete 2 factorial randomized design. The first factor was the composition of the coconut husk ash which consists of 3 levels (0%, 2.5%, 5%) and the second factor was the combustion temperature of coconut husk ash which consists of 2 levels (700oC and 900oC). The result showed that A1B2 (2.5% level at 900oC) was the best treatment and according to Indonesia National Standard (SNI) the quality of A1B2 was gade I , with the compressive strength value was 14 MPa and the absorption value was 0.92%, for the initial setting time value was 85.4 minutes and the final setting time value was120 minutes, respectively.   Keywords: Bricks, Coconut Hush Ash, And Sikacim ABSTRAK   Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman asli daerah tropis dan dapat ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga tanaman tersebut juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti tumpukan limbah organik yang berupa sabut kelapa dan batok kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan limbah tersebut dalam bentuk abu untuk mengurangi sebagian penggunaan semen pada pembuatan batako dengan persentase penggunaan abu sabut kelapa dan jumlah sikacim yang berbeda. Penelitian di lakukan di Laboratorium Benton, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dari bulan April sampai Juni 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktorial. Faktor pertama adalah komposisi abu sabut kelapa yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: (0%, 2,5%, 5%) dan faktor kedua adalah suhu pembakaran abu sabut kelapa yang terdiri dari 2 taraf, yaitu: (700oC dan 900oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batako pada perlakuan A1B2 (taraf 2,5% pada suhu 900oC) merupakan perlakuan terbaik untuk parameter kuat tekan dan absorbsi, berada pada mutu I dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nilai kuat tekan sebesar 14 MPa dan absorbsi sebesar 0,92%, sedangkan nilai waktu ikat awal  85,4 menit dan nilai waktu ikat akhir 120 menit.   Kata Kunci: Batako, Abu Sabut Kelapa, Dan Sikacim
RANCANG BANGUN ALAT PENGGILING TULANG SAPI KERING (Design of Dry Cow Bone Miller) Hadi Jaka Suwarno; Adian Rindang; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.682 KB)

Abstract

ABSTRACT The existance of livestock waste increase as big as the consumption of livestock meat. Livestock waste itself can be feces, bone, blood, and hair. The handling of this waste must be done correctly so that it doesn’t contaminate the environment. One of the product that can be produced from the processing of livestock waste is bone powder which can be used as the mixture of animal feed because it’s rich in calcium and phosphorus. The aim of this research is to design and build dry cow bone miller and test the parameters of effective capacity, material losses, water content of bone powder, and the fineness of bone powder, then analyze the economic value of dry cow bone miller.The results showed that the effective capacity of this equipment was 12,03 kg/hour, material losses was 8%, water content of bone powder was 0,35%, and the fineness of bone powder was 52,56%. Economic analysis showed that break even point was 381 kg on the fifth year, net present value was Rp 379.937.203,17/year with 6,75% of interest rates and Rp 364.264.740,17/year with 8% of interest rates, and internal rate of return was 38,30%. Key words: Dry Cow Bone Miller, Bone Waste, Bone Powder ABSTRAK   Keberadaan limbah hewan ternak meningkat seiring dengan tingginya konsumsi daging hewan ternak. Limbah ternak sendiri dapat berupa kotoran, tulang, darah, dan bulu. Penanganan limbah ini harus dilakukan dengan tepat agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu produk yang dapat dihasilkan dari pengolahan limbah ternak adalah tepung tulang yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak karena kaya akan kalsium dan fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat penggiling tulang sapi kering serta menguji dengan parameter kapasitas efektif, kerusakan hasil, kadar air tepung tulang, dan kehalusan saringan tepung tulang, kemudian menganalisis nilai ekonomis alat penggiling tulang sapi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif alat sebesar 12,03 kg/jam, kerusakan hasil sebesar 8%, kadar air tepung tulang sebesar 0,35%, dan kehalusan saringan sebesar 52,56%. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa break even point sebesar 375 kg pada tahun kelima, net present value sebesar Rp 379.937.203,17/tahun dengan suku bunga 6,75% dan Rp 364.264.740,17/tahun dengan suku bunga coba-coba 8%, serta internal rate of return sebesar 38,30%.   Kata kunci: Alat Penggiling Tulang Sapi Kering, Limbah Tulang, Tepung Tulang,
UJI PERBANDINGAN KOMPOSISI KERTAS DAUR ULANG BERBAHAN DASAR SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK (Comparative Test of Recycled Paper Composition Made from Organic and inorganic Waste) Indri Tamara Pulungan; Riswanti Sigalingging; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.039 KB)

Abstract

ABSTRACT   The amount of waste in Indonesia is increasing every year, especially paper and plastic waste. Therefore, special handling is needed to reduce the amount of waste produced. The paper production from organic and inorganic waste is an ideal way to overcome the problem. This research aimed to determine the appropriate composition of raw materials in the processing of recycled paper using leaf, plastic and paper waste as materials. This study was conducted in March to July 2017 at the Agricultural Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Sumatera Utara and the testing of tensile strength, water absorbency and tearing resistance was done at the Large Hall of Pulp and Paper, Bandung. The method used was an entirely randomized design with 2 factors which were the differences in composition and the type of leaf. The parameters observed were gramature, tensile strength, water absorbency, and tearing resistance. The result showed that the waste composition influenced on the gramature, tensile strength, water absorbency, and tearing resistance. Paper produced was categorized as art paper with the best result was KPS2 i.e 65% paper waste, 5% plastic waste, and 30% mustard with 480 g/m2 gramature value, 2.77 kN/m tensile strength value, 486.7 g/m2 water absorbency value, and >1600 mN tearing resistance value.   Keywords: Paper Waste, Plastic Waste, Art Paper. ABSTRAK   Jumlah sampah di Indonesia selalu meningkat setiap tahun, khususnya sampah kertas dan sampah plastik. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan khusus agar dapat mengurangi jumlah sampah yang terproduksi. Pembuatan kertas daur ulang menggunakan sampah organik dan anorganik merupakan cara yang ideal untuk menangani masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi yang tepat dalam pembuatan kertas daur ulang berbahan dasar sampah kertas, sampah daun dan sampah plastik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 hingga Juli 2017 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan pengujian dilakukan di Balai Besar Pulp dan Kertas, Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 2 faktor yaitu perbandingan komposisi dan perbedaan jenis daun. Parameter yang diamati adalah gramatur, ketahanan tarik, ketahanan sobek, dan daya serap air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah kertas memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap gramatur, ketahanan tarik dan daya serap air kertas. Kertas yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai kertas seni dengan hasil terbaik ialah KPS2 yang menggunakan 65% sampah kertas, 5% sampah plastik dan 30% sawi dengan nilai gramatur 480 g/m2, ketahanan tarik 2,77 kN/m, daya serap air 486,7 g/m2, dan nilai ketahanan sobek >1600 mN.   Kata Kunci: Sampah Kertas, Sampah Plastik, Kertas Seni.

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian More Issue