cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
ISSN : 2303386X     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian merupakan media untuk publikasi tulisan asli berkaitan dengan teknologi pangan dan keteknikan pertanian secara luas, yang diterbitkan atas kerjasama antara Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
PEMBENAHAN SIFAT FISIKA TANAH OXISOL DENGAN PERLAKUAN KOMPOS (Revamping The Physical Properties of Oxisol Soil With Compost Treatment) Hana Basyirah Simbolon; Sumono Sumono; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.17 KB)

Abstract

ABSTRACT   Soil physics is an important factor for plant growth. This research was to know the effect of organic matter on the physical properties of oxisol soil. The study used a completly non factorial randomized design, consisting of 6 treatments and 3 replications, ie K1 (no compost), K2 = 9 kg of soil oxisol + 1 kg of compost, K3 = 8 kg of soil oxisol + 2 kg compost, K4 = 7 kg of soil Oxisol + 3 kg compost, K5 = 6 kg of soil oxisol + 4 kg of compost, K6 = 5 kg of oxisol soil + 5 kg of compost. Parameters observed included soil texture, organic matter, soil thickness, porosity, soil pore size, permeability, moisture content at field water, available water. The results showed that oxisol soil type was clay, soil organic material ranged from 0,36 to 4,60%, soil thickness ranged from 18,71 to 24,50 cm, porosity ranged from 24,50 to 45.30%, soil pore size was 4,84 to 7,10 μm, permeability ranges from 0.03 to 1.14 cm /hour, moisture content at field capacity at pF 2,54 ranged from 37,26 to 45,06%, pF 4.2 ranged  from 27,65 to 35,44%  so that the  water availability was 9,62 – 12,96 %.   Keywords: Physical Properties Of Soil, Oxisol, Compost ABSTRAK Sifat fisika tanah merupakan salah satu faktor penting bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik  terhadap sifat fisik tanah oxisol. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial, terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu K1 (tanpa kompos), K2= 9 kg tanah oxisol + 1 kg kompos, K3= 8 kg tanah oxisol + 2 kg kompos, K4= 7 kg tanah oxisol + 3 kg kompos, K5= 6 kg tanah oxisol + 4 kg kompos, K6= 5 kg tanah oxisol + 5 kg kompos. Parameter yang diamati meliputi tekstur tanah, bahan organik, tebal tanah, porositas, ukuran pori tanah, permeabilitas, kadar air kapasitas lapang, air tersedia. Hasil penelitian menunjukkan jenis tanah oxisol adalah liat, bahan organik tanah berkisar antara 0,36 ‒ 4,60%, tebal tanah berkisar antara 18,71 ‒ 24,50 cm, porositas berkisar antara24,50 ‒ 45,30%, ukuran pori tanah berkisar antara 4,84 ‒ 7,10 ,  permeabilitas berkisar antara 0,03 ‒ 1,14 cm/jam, kadar air kapasitas lapang pada pF 2,54 berkisar antara37,26 ‒ 45,06%, pF 4,2 berkisar antara 27,65 ‒ 35,44% sehingga air tersedia 9,62 ‒ 12,96%.   Kata Kunci: Sifat Fisika Tanah, Oxisol, Kompos
PENGARUH BAHAN PENGISI KEMASAN KERANJANG BAMBU PADA TRANSPORTASI DARAT TERHADAP MUTU TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) (Effect of Packing Bamboo Basket Filler Material on Ground Transportation on The Quality of Tomato(Lycopersicum esculentum Mill) Jasnia Warti; Achwil Putra Munir; Riswanti Sigalinggling
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.244 KB)

Abstract

ABSTRACT   Tomatoes are classified as commodities with high economic value but are easily broken and has a relatively short shelf life and therefore contributes to the level of freshness of tomatoes. One type of packaging that is widely used for the packaging of tomatoes is bamboo basket with newspaper and fresh banana leaves fillers. This research aimed to determine the changes in tomato fruit quality (weight loss, hardness, mechanical damage) and packaging porosity on the level of mechanical damage of tomato fruit after transport simulation. Determining suitable tomato fruit packing filler material for reducing deterioration during ground transportation. The parameters observed were mechanical damage, weight loss, hardness and porosity. The results showed that the highest mechanical damage at BGST3 treatment (bamboo basket without filler at 5-hour simulation time) was 41.47%. The greatest porosity was 72.28% with a bamboo basket packing without fillers. The highest of the lower percentage in the weight at BKST3 treatment (newspaper bamboo basket filler with simulation of 5 hours) was 1.5%. The hardness texture of the tomatoes at BGST2 treatment (bamboo basket without filler 3-hour simulation) located at the top was 127.09 gr/mm. Keywords: Tomato, Bamboo Baskets, Fillers, Banana Leaves, Newspaper ABSTRAK   Tomat tergolong komoditas yang bernilai ekonomi tinggi tetapi mudah rusak dan waktu simpan yang relatif pendek sehingga berpengaruh terhadap tingkat kesegaran buah tomat. Salah satu jenis kemasan yang banyak dipakai untuk pengemasan buah tomat adalah keranjang bambu dengan bahan pengisi kertas koran dan daun pisang segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mutu buah tomat (susut bobot, kekerasan, kerusakan mekanis) dan mengetahui pengaruh porositas kemasan terhadap tingkat kerusakan mekanis buah tomat setelah dilakukan simulasi transportasi. Menentukan bahan pengisi kemasan buah tomat yang sesuai untuk mengurangi penurunan mutu selama transportasi darat. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 2 faktor yaitu bahan pengisi dan lama simulasi. Parameter yang diamati adalah kerusakan mekanis, susut bobot, kekerasan dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan mekanis yang paling tinggi yaitu 41,47% pada perlakuan BGST3 (keranjang bambu tanpa bahan pengisi dengan lama simulasi 5 jam). Nilai porositas yang paling besar yaitu 72,28% dengan kemasan keranjang bambu tanpa bahan pengisi. Persentasi penurunan bobot yang paling tinggi yaitu 1,5% pada perlakuan BKST3 (keranjang bambu bahan pengisi kertas koran dengan lama simulasi 5 jam). Tekstur tomat paling keras yaitu 127,09 gr/mm pada perlakuan BGST2 (keranjang bambu tanpa bahan pengisi dengan lama simulasi 3 jam) yang terletak di bagian atas. Kata kunci: Tomat, Keranjang Bambu, Bahan Pengisi, Daun Pisang, Kertas Koran  
KAJIAN SALURAN IRIGASI TERSIER DI DESA PERCUT DAERAH IRIGASI BANDAR SIDORAS KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG (Study of Tertiary Irrigation Channel in Percut Village in the Irrigation Areas of Bandar Sidoras Percut Sei Tuan District of Deli Muhammad Prawira; Sumono Sumono; Taufik Rizaldi
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.46 KB)

Abstract

ABSTRACT The need of water on the field of percut village was channeled through tertiary canal that made from soil and concrete. Soil channel can affect the lossing of water through evapotranspiration, percolation and seepage so that the efficiency of water distribution is low. This study was aimed to examine the tertiary irrigation channel in percut village in the irrigation areas of Bandar Sidoras percut sei tuan district of deli serdang. The results of the research showed the efficiency of the distribution on channel I at a distance of 50 m was 35.03%, on channel II at a distance of 50 m was 14.82% and on a concrete channel at a distance of 50 m was 80.23%. The average flow velocity was smaller than the critical speed so that precipitation happened, there for a redesign of the channel dimensions was needed. The result of the best design of tertiary channel dimensions for the channel I was 0.66 m width (B) and depth (D) was 0.14 m with a slope of 0.015%,  for channel II the width (B) was 0.81 m and the depth (D) was 0.19 m with a slope of 0.02%, while for concrete channel the width (B) was 0.67 m and the depth (D) was 0.36 m with a slope of 0.02%. Key Word : Tertiary A Channel, Conveyance Efficiency, Design Of Canals ABSTRAK Kebutuhan air pada lahan persawahan di Desa Percut disalurkan melalui saluran tersier yang terbuat dari saluran tanah dan saluran beton. Pada saluran tanah dapat mengakibatkan terjadinya banyak kehilangan air melalui evapotranspirasi, perkolasi dan rembesan sehingga efisiensi penyaluran air menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji saluran irigasi tersier di Desa Percut Daerah Irigasi Bandar Sidoras Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.Hasil penelitian ini menunjukkan nilai efisiensi penyaluran pada saluran I dengan jarak 50 meter adalah 35,03%, saluran II dengan jarak 50 meter adalah 14,82% dan saluran beton dengan jarak 50 meter adalah 80,23%. Kecepatan aliran rata-rata lebih kecil dari kecepatan kritis sehingga terjadi pengendapan, untuk itu perlu rancangan ulang terhadap dimensi saluran. Hasil rancangan dimensi saluran tersier yang terbaik untuk saluran I adalah lebar saluran (B) 0,66 m dan kedalaman (D) 0,14 m dengan kemiringan 0,015%, untuk saluran II yaitu lebar saluran (B) 0,81 m dan kedalaman (D) 0,19 m dengan kemiringan 0,02%, sedangkan untuk saluran beton yaitu lebar saluran (B) 0,67 m dan kedalaman (D) 0,36 m dengan kemiringan 0,02%.   Kata Kunci : Saluran Tersier, Efisiensi Penyaluran, Perancangan Saluran
PENENTUAN LAJU EROSI PADA TANAH ANDEPTS MENGGUNAKAN TANAMAN KEDELAI DAN TERAS BANGKU TIPE INWARD DENGAN METODE USLE DAN PETAK KECIL DI LAHAN KWALA BEKALA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (The determination of Erosion Rate on Andepts Soil Using Soybean Plant Muhammad Anugerah Bolangta Perangin-angin; Sumono Sumono; Nazif Ichwan; Ainun Rohana
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.845 KB)

Abstract

ABSTRACT The way to prevent the soil erosion is using vegetation method (plants) and mechanical method (terrace). This study was aimed to determine tolerable erosion rate and Erosion Hazard Level (TBE)on Andepts soil  using soybean and bench terrace (inward)with slope of9%, in July - October2016 in theDistrict of  Kwala Bekala using small plot sand USLE predictions. The results showed thatthe amount of erosion using small plotsfor control land was 3,18 ton/(ha.year), on soybean land was 2,92 ton/(ha.year), and on bench terrace (inward) land was 0,74 ton/(ha.year), respectively withlow Erosion Hasard Level (TBE)category. USLE prediction sbased on 10 yearsof rainfall datafor control land was 39,52 ton/(ha.year), on soybean land was 15,41 ton/(ha.year), and on bench terrace (inward) was 15,92 ton/(ha.year) with Erosion Hazard Level (TBE)category of low tomoderate. Prediction based onthe USLE for 4 months rainfall datafor control land was 11,10 ton/(ha.year), on soybean land was 4,33 ton/(ha.year), and on bench terrace (inward) land was 1,66 ton/(ha.year) withlow Erosion Hazard Level (TBE)category. The amount of tolerable erosion rate was 29,86 tons/(ha.years). Keywords: Erosion, Andepts Soil, Soybeans, Bench Terrace (inward) ABSTRAK Upaya untuk mencegah kerusakan tanah erosi ialah dengan menggunakan metode vegetasi (tanaman) dan metode mekanis (teras). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya laju erosi yang ditoleransikan dan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada tanah Andepts dengan tanaman ubi jalar dan teras bangku (outward) dengan kemiringan lereng 9%, pada bulan Juli - Oktober 2016 di Kwala Bekala, dengan menggunakan metode petak kecil dan prediksi USLE. Hasil penelitian menunjukkan besarnya erosi dengan menggunakan metode petak kecil untuk lahan kontrol 3,18 ton/(ha.thn), pada lahan kedelai 2,92 ton/(ha.thn), dan pada lahan teras bangku (inward) 0,74 ton/(ha.thn) dengan kategori Tingkat Bahaya Erosi (TBE) rendah. Prediksi USLE berdasarkan data curah hujan 10 tahun untuk lahan control 39,52 ton/(ha.thn), pada lahan  kedelai 15,41 ton/(ha.thn) dan pada lahan teras bangku (inward) 5,92 ton/(ha.thn) dengan kategori Tingkat Bahaya Erosi (TBE) rendah sampai sedang. Prediksi USLE berdasarkan data curah hujan 4 bulan masa penelitian untuk lahan kontrol 11,10 ton/(ha.thn), pada lahan kedelai 4,33 ton/(ha.thn) dan pada lahan teras bangku (inward) 1,66 ton/(ha.thn) dengan kategori Tingkat Bahaya Erosi (TBE) rendah. Besarnya laju erosi yang diperbolehkan adalah 29,86 ton/(ha.thn).   Kata Kunci : Erosi, Tanah Andepts, Kedelai, Teras Bangku (inward)
UJI DIAMETER PULI PADA ALATPENCACAH SAMPAH ORGANIK (Pulley Diameter Test of Organic Waste Grater) Muhammad Arif Gilang Pratama; Saipul Bahri Daulay; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.686 KB)

Abstract

ABSTRACT Organic waste grater begins popular in society, either used for compost making or livestock feed. The machine was invented based on society concern for environmental issue. One of the grater was designed by Doni Apriano Purba in Agricultural Engineering Study Program, University of North Sumatra.It can be improved by testing some part of it. This research was about testing some variation of pulley diameter on organic waste grater to improve its capacity. This research had been conducted at Agricultural Engineering Laboratory Agricultural Faculty University of North Sumatra on March- April 2016 using factorial randomized block design with pulley diameters of 7, 8, and 9 inches.The observed parameters in this research were yield, percentage of materials left in appliance, and effective capacity of equipment. The results showed that pulley diameter had highly significant effect on percentage of process capacity, and had no effecton yield and percentage of materials left in appliance. From this research, it can be concluded that the best pulley diameters was 9 inches. Keywords: Organic Waste Grater, Environmental Issue, Pulley Diameter Test ABSTRAK   Alat pencacah sampah organik mulai populer di kalangan masyarakat, baik digunakan untuk pembuatan kompos maupun pakan ternak. Alat tersebut di ciptakan berdasarkan kepedulian masyarakat akan masalah lingkungan. Salah satu alat pencacah sampah organik dirancang oleh Doni Apriano Purba di Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dapat ditingkatkan dengan melakukan pengujian pada beberapa bagian alat. Penelitian ini adalah pengujian berbagai diameter puli pada alat pencacah sampah organik yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas alat tersebut. Penelitian dilakukan padabulan Maret-April 2016 di Labratorium Keteknikan Pertanian Program Studi Keteknikan Pertanian Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial dengan faktor diameter puli 7, 8 dan 9 inci. Pada penelitian ini, parameter yang diamati adalah rendemen, persentase bahan tertinggal di alat dan kapasitas efektif alat. Dari penelitian yang dilakukan, secara umum didapat bahwa uji puli berpengaruh nyata terhadap kapasitas efektif alat, dan tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen dan persentase bahan teringgal. Secara keseluruhan, perlakuan yang terbaik  yang diperoleh berdasarkan parameter yang ditentukan adalah perlakuan puli berdiameter 9 inchi.   Kata kunci: Alat Pencacah Sampah Organik, Masalah Lingkungan, Uji Diameter Puli..
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT TELUR PUYUH REBUS SEMI MEKANIS (Design of Semi Mechanical Boiled Quail Egg Shell Peeler) Muhammad Zaim Al Anshari; Achwil Putra Munir; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.49 KB)

Abstract

ABSTRACT Quail’s eggs is one of the most widely consumed toods in Indonesian. This is because the quail’s egg contains nutrients and high enough benefit so that it will have an increase impact on the level of consumption . Quail’s egg is smaller than the other poultry eggs. Therefore we need technology that can be used to peel the egg shell so the texture is not damaged. One of them is boiled quail’s egg  peeler. This research was aimed to design and create a quail’s egg peeler and the parameters analyzed were the effective capacity, the number of damage materials, and analysis of the economic value of a quail’s egg peeler.The results showed that the effective capacity of the framer was of 2,24 kg/hour and the amount of untreated materials was 21%. Economic analysis showed that the break even point was 1212,59 kg on the fifth year, the net present value was Rp 1.851.615,46 /year with an interest rates of 4,5% and Rp 1.680.514/year with an interest rates 7% and the internal rate of return was 34,05%. Keywords: Peeler, Quail’s Egg, Egg’s Shell. ABSTRAK Telur puyuh merupakan salah satu jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan telur puyuh memiliki  kandungan gizi dan manfaat yang cukup tinggi sehingga akan berdampak pada tingkat konsumsi yang semakin besar. Telur puyuh memiliki ukuran yang sangat  kecil dibandingkan dengan telur unggas lainnya. Untuk itu diperlukan teknologi yang dapat digunakan untuk mengupas cangkang telur tersebut agar teksturnya tidak rusak. Salah satunya dengan menggunakan alat pengupas telur puyuh rebus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat pengupas telur puyuh serta menguji dengan parameter kapasitas efektif dan jumlah bahan rusak kemudian menganalisis nilai ekonomis alat pengupas telur puyuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas efektif alat sebesar 2,24 kg/jam dan rata-rata jumlah bahan rusak sebesar 21 %. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa break even point sebesar 1212,59 kg pada tahun kelima, net present value sebesar Rp 1.851.615,46/tahun dengan suku bunga 4,5% dan Rp 1.680.514/tahun dengan suku bunga coba-coba 7%, serta internal rate of return sebesar 34,05%.   Kata kunci: Alat Pengupas, Telur Puyuh, Kulit Telur.
PENENTUAN LAJU EROSI PADA TANAH ANDEPTS MENGGUNAKAN TANAMAN UBI JALAR DAN TERAS BANGKU TIPE OUTWARD DENGAN METODE USLE DAN PETAK KECIL DI LAHAN KWALA BEKALA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (The determination of Erosion Rate on Andepts Soil Using Peanut Pla Parningotan Hutabarat; Sumono Sumono; Delima Lailan Nasution
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.692 KB)

Abstract

ABSTRACT   The way to prevent the soil erosion is using vegetation method (plants) and mechanical method (terrace). This study was aimed to determine tolerable erosion rate and Erosion Hazard Level (TBE)on Andepts soil  using sweet potatoes and bench terrace (out ward) with slope of9%, in July-October2016 in the District of  Kwala Bekala using small plot sand USLE predictions. The results showed thatthe amount of erosion using small plots for control land was 3,18 ton/(ha.year), on sweet potatoes land was 0,12 ton/(ha.year), and on bench terrace (outward) land was 1,36 ton/(ha.year), respectively withlow Erosion Hasard Level (TBE)category. USLE predictions based on 10 years of rainfall datafor control land was 39,52 ton/(ha.year), on sweet potatoes land was 15,80 ton/(ha.year), and on bench terrace (outward) was 13,83 ton/(ha.year) with Erosion Hazard Level (TBE)category of low tomoderate. Predictionbased onthe USLE for 4 months rainfall datafor control land was 11,10 ton/(ha.year), on sweet potatoes land was 4,44 ton/(ha.year), and on bench terrace (outward) land was 3,88 ton/(ha.year) with low Erosion Hazard Level (TBE)category. The amount of tolerable erosion rate was 29,86 tons/(ha.years). Keywords: Andepts Soil, Bench Terrace, Erosion, Sweet Potatoes ABSTRAK Upaya untuk mencegah kerusakan tanah erosi ialah dengan menggunakan metode vegetasi (tanaman) dan metode mekanis (teras). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya laju erosi yang ditoleransikan dan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada tanah Andepts dengan tanaman ubi jalar dan teras bangku (outward) dengan kemiringan lereng 9%, pada bulan Juli - Oktober 2016 di Kwala Bekala, dengan menggunakan metode petak kecil dan prediksi USLE. Hasil penelitian menunjukkan besarnya erosi dengan menggunakan metode petak kecil untuk lahan kontrol 3,18 ton/(ha.thn), pada lahan ubi jalar 0,12 ton/(ha.thn), dan pada lahan teras bangku (outward)1,36 ton/(ha.thn) dengan kategori Tingkat Bahaya Erosi (TBE) rendah. Prediksi USLE berdasarkan data curah hujan 10 tahun untuk lahan control 39,52 ton/(ha.thn), pada lahan  ubi jalar 15,80 ton/(ha.thn) dan pada lahan teras bangku (outward) 17,27 ton/(ha.thn) dengan kategori Tingkat Bahaya Erosi (TBE) rendah sampai sedang. Prediksi USLE berdasarkan data curah hujan 4 bulan masa penelitian untuk lahan kontrol 11,10 ton/(ha.thn), pada lahan ubi jalar4,44 ton/(ha.thn) dan pada lahan teras bangku (outward) 3,88 ton/(ha.thn) dengan kategori Tingkat Bahaya Erosi (TBE) rendah. Besarnya laju erosi yang diperbolehkan adalah 29,86 ton/(ha.thn).   Kata Kunci : Erosi, Tanah Andepts, Ubi Jalar, Teras Bangku
UJI PENGARUH JUMLAH LUBANG SALURAN PENGELUARAN MINYAK ALAT PENGEPRES MINYAK KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.) SEMI MEKANIS (Test of Effect of Number of oil expel holes channel of Peanut oil Pressing Semi Mechanical Equipment (Arachis hypogea L.)) Riki Rikardo Sinaga; Saipul Bahri Daulay; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.435 KB)

Abstract

ABSTRACT Compression process is one step of getting oil from plant seeds such as peanut. The postharvest processing’s purpose is to make the agricultural product have a higher economic value compared to the product without processed. This study was aimed to examine the effect of number of oil expel duct hole of peanut oil presses equipment. The parameters observed were yield, processing capacity, and production capacity. The result showed that the yield of the number of oil duct hole were (L1 was 24.6%; L2 was 21%, and L3 was 12%). The processing capacity were (L1 was 1.404 kg/hour, L2 was 2.088 kg/hour, and L3 was 3.108 kg/hour) and the capacity were  (L1 was 0.324 kg/hour, L2 was 0.420 kg/hour, and L3 was 0.360 kg/hour. Keywords: number of holes, pressing equipment, peanut oil ABSTRAK   Pengepresan merupakan salah satu cara untuk mengambil minyak yang terdapat pada tumbuhan, salah satu contohnya kacang tanah. Proses pengolahan pascapanen bertujuan agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jumlah lubang saluran pengeluaran minyak kacang tanah semi mekanis. Parameter yang diamati yaitu rendemen, kapasitas olah, dan kapasitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen dengan perlakuan jumlah lubang saluran pengeluaran minyak (L1 sebesar 24,6%, L2 sebesar 21%, dan L3 sebesar 12%). Kapasitas olah dengan perlakuan jumlah lubang saluran pengeluaran minyak (L1 sebesar 1,404 kg/jam, L2 sebesar 2,008 kg/jam, dan L3 sebesar 3,108 kg/jam). Kapasitas hasil dengan perlakuan jumlah lubang saluran pengeluaran minyak (L1 sebesar 0,324 kg/jam, L2 sebesar 0,420 kg/jam, dan L3 sebesar 0,360 kg/jam).   Kata Kunci: Jumlah lubang, alat pengepres,minyak kacang tanah
RANCANG BANGUN ALAT PEMECAH KULIT BUAH KAKAO (Design of Solver Rind Cocoa) Sabam Elfrizal Deviwan Samosir; Achwil Putra Munir; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.015 KB)

Abstract

ABSTRACT The constraint of capacity of solver rind cocoa is one of the obstacles to increase the cocoa production. To overcome this, we need a motor-driven solver rind cocoa. The research was conducted with the study of literature and observations of solver rind cocoa. Then solver rind cocoa was designed. Effective capacity was 88,457kg/h. This was greater than human driven solver rind cocoa. Basic coststo be spent in solver rind cocoa with this device was Rp. 105,517/kgin the 1st year, Rp. 93,756/kg in the 2nd year, Rp. 89,842/kg in the 3th year, Rp. 87,888/kg in the 4th year, and Rp. 86,718/kg in the 5th year. Thisequipment willreachbreak-even pointif it has been solverrind cocoaat17.068,16kg/year. Net present value of these tools with 6% interest rate was Rp. 315.647.115,93 which means that the business was feasible to run. Internal rate of return on these instruments were 45,5%. Keywords: Equipment Design, Mechanical Solver, Rind Cocoa. ABSTRAK Keterbatasan kapasitas hasil alat pemecah kulit buah kakao merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan produksi kakao. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu alat pemecah kulit buah kakao yang digerakkan oleh motor bakar. Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan melakukan pengamatan tentang alat pemecah kulit buah kakao. Kemudian dilakukan perancangan bentuk perangkaian komponen-komponen alat pemecah kulit buah kakao. Kapasitas efektif alat sebesar 88,457 kg/jam. Nilai kapasitas efektif alat ini lebih besar dari pada alat pemecah kulit buah kakao yang digerakkan oleh tenaga manusia. Biaya pokok yang harus dikeluarkan dalam memecah buah kakao dengan alat ini adalah Rp. 105,517/kg pada tahun ke-1, Rp. 93,756/kg pada tahun ke-2, Rp. 89,842/kg pada tahun ke-3, Rp. 87,888/kg pada tahun ke-4, dan Rp. 86,718/kg pada tahun ke-5. Alat ini akan mencapai nilai break even point apabila telah memecah kakao sebesar 17.068,16kg/tahun. Net present value alat ini dengan suku bunga 6% adalah Rp. 315.647.115,93 yang berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Internal rate of return pada alat ini adalah sebesar 45,5%.   Kata kunci : rancang bangun alat, alat pemecah, kulit kakao
UJI BEBAN KERJA ALAT PENGGILING TULANG SAPI (Test of the effect of Workload Dry Cow Bone Miller) Safriyanto Safriyanto; Saipul Bahri Daulay; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.193 KB)

Abstract

ABSTRACT The existance of livestock waste increase in accordance with the consumption of livestock meat livestock waste itself can be faeces, bone, blood, and hair. The handling of this wastes must be done correctly so that they doesn’t contaminate the environment. One of the product that can be produced from the processing of livestock waste is bone powder which can be used as the mixture of animal feed because it’s rich in calcium and phosphorus. The aim of this research was to test of the effect of workload Dry Cow Bone Miller, with the parameters of effective capacity, yield and power, then analyze the economic value of dry cow bone miller.This research was conducted in August until October 2016 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, by literature study, testing of equipment and parameters observation. Parameters measured were effective capacity, yield and power. The results showed that the workload was significantly affected the effective capacity, yield and power. Key words: Dry Cow Bone Miller, Bone Waste ABSTRAK Keberadaan limbah hewan ternak meningkat seiring dengan tingginya konsumsi daging hewan ternak. Limbah ternak sendiri dapat berupa kotoran, tulang, darah, dan bulu. Penanganan limbah ini harus dilakukan dengan tepat agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu produk yang dapat dihasilkan dari pengolahan limbah ternak adalah tepung tulang yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak karena kaya akan kalsium dan fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja alat penggiling tulang sapi dengan parameter kapasitas efektif, rendemen, dan daya, kemudian menganalisis nilai ekonomis alat penggiling tulang sapi.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2016 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, dengan cara studi literatur, pengujian alat dan pengamatan parameter. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat,  rendemen, dan daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh nyata terhadap kapasitas efektif alat, rendemen dan daya.   Kata kunci: Alat Penggiling Tulang Sapi Kering, Limbah Tulang

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian More Issue