cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
EVALUASI PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN HASIL KAJIAN BPTP (BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN) DI SUMATERA UTARA Yessi Haneva Silalahi; Hasudungan Butar-butar; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.642 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis teknologi apa saja yang sudah dikaji oleh BPTP Sumatera Utara, untuk mengetahui teknologi apa saja yang sudah diterapkan di Sumatera Utara khususnya di Kecamatan Lubuk Pakam. Untuk mengetahui dimana teknologi Hasil Kajian BPTP Sumatera Utara diuji dan diterapkan, untuk menganalisis tingkat penerapan teknologi padi sawah di Kecamatan Lubuk Pakam dan untuk menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi petani dengan tingkat penerapan teknologi padi sawah di Kecamatan Lubuk Pakam. Metode penelitian dilakukan secara purposive yaitu secara sengaja Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel petani sebanyak 30 KK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi padi sawah di daerah penelitian sudah sesuai dengan anjuran. Tingkat penerapan teknologi padi sawah termasuk dalam kategori berhasil. Ada hubungan nyata antara beberapa karakteristik sosial ekonomi (tingkat pendidikan, luas lahan dan produksi) dengan tingkat penerapan teknologi padi sawah, namun tidak ada hubungan nyata antara beberapa faktor karakteristik sosial ekonomi (umur, lamanya berusahatani, jumlah tanggungan dan frekuensi mengikuti penyuluhan) dengan tingkat penerapan teknologi padi sawah. Kata kunci : Evaluasi Penerapan Teknologi, Pertanian.   ABSTRACT The study was conducted to determine what type of technology has been studied by BPTP North Sumatra, to know what technology has been applied in North Sumatra, especially in Sub Lubuk Pakam. To find out where the technology assessment results BPTP North Sumatra tested and applied, to analyze the level of rice technology adoption in the District Lubuk Pakam and to analyze the relationship between socio-economic characteristics of farmers to the level of rice technology adoption in the District Lubuk Pakam. The research method is a deliberate purposive sampling was done by using simple random sampling with a sample of farmers as much as 30 families. The results showed that the application of rice technologies in the study area are in accordance with the recommendation. Level of rice technology adoption categorized succeed. There is a real connection between socio-economic characteristics (level of education, land and production) to the level of rice technology adoption, but there is no real connection between several factors socioeconomic characteristics (age, duration berusahatani, number of dependents and the frequency of follow counseling) with the rice technology adoption. Keywords: Evaluation of Application Technology, Agriculture.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI (Studi Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan) Zikrina Zikrina; Mozart B Darus; Diana Chalil
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.713 KB)

Abstract

Permintaan produk organik cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kesadaran akan kesehatan. Sebagai respon petani juga meningkatkan produk organiknya, termasuk padi organik di Kabupaten Serdang Bedagai. Tanpa penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara umum biaya produksi dan produksi padi organik lebih rendah dibandingkan dengan padi anorganik. Namun umumnya konsumen bersedia membayar beras organik dengan harga yang lebih tinggi, oleh karena itu pendapatan petani padi organik akan ditentukan oleh selisih penerimaan (akibat penurunan produksi dan peningkatan harga jual) dan perubahan biaya produksi (akibat penurunan penggunaan pupuk dan pestisida kimia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan harga penjualan beras organik mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Hasil estimasi regresi berganda menunjukkan bahwa produktivitas padi organik, harga urin sapi, dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi organik. Sedangkan harga bibit, harga pupuk kandang, harga pestisida organik, dan biaya pemasaran tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi organik. Kata kunci: pendapatan dan faktor pendapatan ABSTRACT The demand for organic products tends to increase, along with the increase of people’s awareness of health. Therefore farmers’ response also increases their organic products, including those in  Serdang Bedagai District. Without the use of chemical fertilizers and pesticides, the production cost and the production of organic rice was generally lower than that of in-organic rice. However, most consumers are willing to pay higher price for the organic rice, therefore farmers’ income from organic rice will be determined by the change in revenue (due to the decrease in production and the increase in the selling price) and production costs (due to the decrease in chemical fertilizers and pesticides usage). Result of the research shows that the quality and the price of organic rice was increasing from time to time. Estimation of the multiple regression shows that the organic rice productivity, the cows’ urine price, and the employees’ wages significantly influence the organic rice farmers income. However, the seedling price, manure price, organic pesticide price, and marketing cost do not have significant influence on the organic rice farmers income. Keywords: Income and Income Factor
STUDI TENTANG PENGEMBALIAN DANA PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) Jopianus Tumanggor; Meneth Ginting; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.95 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan program PUAP di daerah penelitian; mengetahui tingkat pengembalian dana PUAP; dan mengetahui pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani terhadap ketaatan mengembalikan dana PUAP. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode Deskriptif dan Metode Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Gapoktan A terjadi perkembangan jumlah anggota sebesar 113,04 % dan perkembangan dana sebesar 30,12 %. Sedangkan pada Gapoktan B terjadi penurunan jumlah anggota sebesar 96,30 % dan penurunan jumlah dana sebesar 78,55 % dari dana awal. Tingkat pengembalian dana pada Gapoktan A adalah sangat tinggi (pengembalian dana 100 % per tahapannya) sedangkan pada Gapoktan B adalah sedang (pengembalian dana 16,25 % per tahapannya). Berdasarkan Uji Serempak variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan tidak berpengaruh nyata terhadap ketaatan mengembalikan dana PUAP. Hal ini terjadi pada kedua Gapoktan penelitian. Kata kunci: PUAP, karakteristik sosial ekonomi, pengembalian dana,  ketaatan.   ABSTRACT This research was conducted to determine the development of research PUAP programs in the area; know PUAP refund rate, and determine the effect of socio-economic characteristics of farmers to obedience PUAP refund. Data analysis method used is descriptive method and the method of Multiple Linear Regression. The results showed that there is a development Gapoktan A number of members amounted to 113.04% and 30.12% development fund. While on Gapoktan B decrease the number of members by 96.30 % and a decrease in the amount of 78.55% of the initial funding. Refund rate on Gapoktan A is very high (100% refund/stage) while at Gapoktan B is moderate (16.25% refund/stage). Based Test Unison variables age, education level, farming experience, number of dependents, and the land did not significantly affect adherence PUAP refund. This happens on both Gapoktan research. Keywords: PUAP, socio economic characteristics, refunds, obedience.
PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) PETANI TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH Alfan Bachtar Harahap; Rahmanta Ginting; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.108 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber daya manusia (pencurahan tenaga kerja, pendidikan, pengalaman berusahatani, dan frekuensi penyuluhan/pelatihan) terhadap pendapatan petani padi sawah dan untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani (umur, luas lahan, jumlah tanggungan, dan modal)  terhadap pendapatan petani padi sawah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penentuan daerah penelitian secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu, Metode pengumpulan data terdiri dari data primer dan skunder, sampel yang digunakan 30 orang. Dalam penelitian ini analisis dilakukan dengan metode Ordinary Least Square dengan analisis regresi linier berganda menggunakan alat bantu SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil estimasi secara serempak (bersama-sama) sumber daya manusia memiliki pengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Secara parsial  pencurahan tenaga kerja dan frekuensi mengikuti penyuluhan/pelatihan memiliki pengaruh nyata terhadap pendapatan petani, sedangkan pendidikan dan lamanya berusahatani tidak terdapat pengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Dan secara serempak (bersama-sama) karakteristik petani (Umur, Luas Lahan, Jumlah Tanggungan, dan Modal)  memiliki pengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Secara persial yang memiliki pengaruh nyata terhadap pendapatan petani adalah luas lahan. Tidak Terjadi multikolinieritas dan heterokedastisitas serta asumsi normalitas terpenuhi. Kata Kunci :Sumber Daya Manusia (SDM), Karakteristik Sosial Ekonomi, Pendapatan Petani   ABSTRACT The objective of this research was to determine the influence of human resources (amount of whole hour of labor, education, farming experience, and frequency of counseling / training) to the rice farmers income and to determine the influence of farmers' characteristics (age, land area, number of dependents, and capital) to the rice farmers income. The method used to determined the area of ​​research is (purposive) by based on certain considerations, the data were primary and secondary data. Using 30 people this study objecvations, used Ordinary Least Square method with the tools used is SPSS 18. The results of regretion analysis showed that all of human resource variables had a significant effect on the income of farmers. Partially the amount of labor whole hour and the frequency of attending the education or training has a significant effect on farmers' income, while education and duration of farming has no significant effect on the income rice farmers. The results of model based on regretion analysis showed the farmer characteristics (Age, Land, Total Mortgage, and Capital) had a significant effect on income rice farmers. Partially the only variable that has significant effect on the income of farmers is land. There was no multicollinearity and heterocedastisity in the model, and normality assumptions are fulfilled. Keywords: Human Resources (HR), Socio-Economic Characteristics, Farming Income
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN USAHA INDUSTRI TAHU DI KOTA MEDAN GISKA GISKA; Satia Negara; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.869 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sistem pengolahan industri tahu untuk menghasilkan produk, nilai tambah yang diperoleh, dan strategi pemasaran usaha industri tahu yang ada di daerah penelitian. Sampel yang digunakan sebanyak 21 unit usaha dengan skala industri kecil. Metode analisis data menggunakan metode pengukuran nilai tambah Hayami dan metode analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh proses produksi pembuatan tahu di daerah peneletian berjalan dengan baik dengan menggunakan bahan baku kacang kedelai impor dan bahan penolong selalu tersedia di daerah penelitian. Nilai tambah yang dihasilkan usaha industri tahu di daerah penelitian bernilai positif, baik untuk tahu cina, tahu sumedang mentah, dan tahu sumedang goreng. Strategi pemasaran yang dilakukan usaha industri di daerah penelitian adalah  Strategi agresif dengan lebih fokus kepada strategi SO (Strength-Opportunities), yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi SO (Strength-Opportunities). Kata kunci: tahu, proses pengolahan, nilai tambah, strategi pemasaran.   ABSTRACT The research is aimed to determine how the processing system to produce the industry of tofu, the added value, and marketing strategies out of existing industrial businesses in the study area. The samples used were 21 units with a small industrial scale. The method of data analysis using methods of measuring value added Hayami and SWOT analysis method. The results obtained by the production process the industry of tofu in the study area goes well with raw materials imported soybeans and auxiliary materials are always available in the study area. The added value generated out industrial enterprises in the study area is positive, good to China’s tofu, sumedang raw tofu, and sumedang fried tofu. The marketing strategy that do business industry in the area of industrial research is an aggressive strategy to focus more on strategy SO (Strength-Opportunities), using force to take advantage of existing opportunities. Strategies SO (Strength-Opportunities). Keywords: tofu, processing, value-added marketing strategies.
ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PEMASARAN IKAN KERAPU TANGKAP (Ephinephelus tauvina) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Rias Tampani Lubis; Rahmanta Ginting; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.876 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi eksisting pengelolaan ikan kerapu di daerah penelitian, menganalisis tingkat pendapatan nelayan dan pedagang ikan kerapu serta  menentukan strategi pemasaran ikan kerapu di daerah penelitian. Metode Penelitian yang digunakan secara purposive, dengan analisis data deskriftif, dan analisis SWOT. Dari Hasi penelitian diperoleh, strategi pemasaran ikan kerapu oleh nelayan di daerah penelitian adalah mendapatkan hasil ikan yang lebih banyak dengan mendeteksi dan mengatur waktu penangkapan ikan, Ikan dijual di Tempat Pelelangan Ikan di tiap-tiap daerah, Memperbanyak produksi ikan hingga berhasil menjadi eksportir serta melakukan penjualan kedaerah lain. Perbanyak tenaga kerja agar mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. Perbanyak produksi dan pilih ikan yang berkualitas untuk meningkatkan harga jual, mengadakan promosi ke daerah lain agar mendatangi Tempat Pelelangan Ikan. Perbanyak intensitas komunikasi dengan pedagang agar diberikan informasi yang bermanfaat. Dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh pedagang adalah memperluas usaha di daerah lain. Memanfaatkan tenaga kerja yang ada agar ikut menangkap ikan di laut dan juga membantu memasarkan ikan kerapu, mengadakan pendidikan dan pelatihan dengan melibatkan Dinas Perikanan. Memilih jenis ikan berkualitas untuk meningkatkan harga jual, Meningkatkan promosi  sampai ke luar negeri serta adakan kerjasama antar negara melalui bantuan pemerintah. Kata Kunci : Pendapatan, Strategi Pemasaran, Analisis SWOT danIkanKerapu Tangkap. ANALYSIS OF INCOME AND MARKETING STRATEGY CAPTURE GROUPER FISH (Ephinephelus tauvina) IN SERDANG BEDAGAI ABSTRACT This study aims to clarify existing condition grouper management in the area of ​​research, analyzing the level of income of fishermen and traders grouper and grouper determine marketing strategies in the study area. Methods The study used purposive, with descriptive data analysis, and SWOT analysis. From the results obtained, a marketing strategy by grouper fishermen in the study area is getting the fish more time to detect and regulate fishing, fish sold at the fish auction place at each region, Increase fish production to successfully become an exporter and do sales of other regions. Expand the labor force in order to get more catches. Increase production and select quality fish to increase the selling price, holding the promotion into other areas in order to come to the fish auction place. Increase the level of communication with the merchant that provided useful information. And marketing strategies undertaken by the trader is expanding the business in other areas. Utilizing the existing workforce in order to catch fish in the sea and also help market grouper, conducting education and training involving the Fisheries Department. Choosing the type of quality fish to increase selling prices, increase promotion to overseas and interstate cooperation forged through government assistance. Keywords: Revenue, Marketing Strategy, SWOT Analysis and Grouper Fishing.
PARTISIPASI PETANI DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) Septria I Rajagukguk; Meneth Ginting; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan program PUAP, tingkat partisipasi petani dan hubungan faktor sosial ekonomi petani dengan tingkat partisipasi petani dalam program PUAP. Metode penentuan subjek penelitian ditentukan secara sensus dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 95 KK. Metode analisis data yang digunakan yaitu secara deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman dengan bantuan uji z. Hasil penelitian menunjukkan Gapoktan I, jumlah angota yang meminjam bertambah yaitu 26 orang (113,04%) dan jumlah dana yang berkembang yaitu Rp 30.124.800 (30,12%). Gapoktan II, jumlah angota yang meminjam menurun yaitu dari 27 orang menjadi 1 orang (96,30%) dan jumlah dananya menurun dari Rp 100.000.000 menjadi Rp 21.448.000 (78,55%); Tingkat partisipasi petani dalam program PUAP di Gapoktan I tinggi yaitu dengan skor 22,28 dan pada Gapoktan II rendah yaitu dengan skor 12,74; Terdapat hubungan yang nyata antara umur, pengalaman bertani dan frekuensi mengikuti penyuluhan/pertemuan dengan tingkat partisipasi petani dalam program PUAP pada Gapoktan I; Terdapat hubungan yang nyata antara frekuensi mengikuti penyuluhan/pertemuan dengan tingkat partisipasi petani dalam program PUAP pada Gapoktan II. Kata Kunci: PUAP, Partisipasi Petani, Karakteristik Sosial Ekonomi Petani   ABSTRACT This study aimed to determine the development PUAP program, the level of participation of farmers and farmers' socioeconomic correlation between the level of farmer participation in the program PUAP. The method of determining census research subjects determined by the number of research subjects as much as 95 KK. Data analysis method used is descriptive and Spearman Rank correlation analysis with the help of the z test. Results showed Gapoktan I, the number of members who borrow increases are 26 people (113.04%) and a growing number of funds of Rp 30,124,800 (30.12%). Gapoktan II, the number of members that borrowing declined from 27 people to 1 people (96.30%) and the amount of funds decreased from Rp 100 million to Rp 21.448 million (78.55%), level of farmer participation in the program at Gapoktan PUAP I high, with a score of 22.28 and the low is Gapoktan II with a score of 12.74; There is a significant relationship between age, farming experience and frequency attend counseling / meeting with the level of farmer participation in the program PUAP Gapoktan I; There is a real relationship between the frequency of follow counseling / meeting with the level of farmer participation in the program PUAP Gapoktan II. Keywords: PUAP, Farmer Participation, Socioeconomic Characteristics of Farmers
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI POLA DIVERSIFIKASI DENGAN MONOKULTUR PADA LAHAN SEMPIT Suci Rahmadani; Salmiah Salmiah; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.686 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan total biaya produksi pada usahatani pola diversifikasi dengan usahatani pola monokultur, menganalisis perbandingan penerimaan pada usahatani pola diversifikasi dengan pola monokultur, membandingkan tingkat pendapatan usahatani pola diversifikasi dengan pola monokultur dan menganalisis R/C ratio pada usahatani pola monokultur dan diversifikasi. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani. Petani responden ditentukan secara acak berstrata sederhana secara proporsional (proportional stratified random sampling) sebanyak 30 orang yang terdiri dari 18 orang petani pola monokultur dan 12 pola diversifikasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik uji beda rata-rata dua sampel bebas (independent sampel t-test). Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi pada usahatani pola diversifikasi lebih daripada monokultur, penerimaan pada usahatani pola diversifikasi lebih besar daripada monokultur, pendapatan pada usahatani pola diversifikasi lebih besar daripada monokultur dan nilai R/C ratio pada usahatani pola monokultur dan diversifikasi >1, yang artinya usahatani yang dilakukan pada pola monokultur dan diversifikasi layak atau menguntungkan bagi petani. Kata Kunci : diversifikasi, monokultur, uji beda   ABSTRACT The aims of research is to analyze the total cost comparison in diversification with monoculture farm, to analyze the revenue comparison in diversification with monoculture farm, to compare the farm income level in diversification and monoculture, and to analyze R/C ratio in monoculture and diversification farm. This research use primary data which obtained from farmers. The farmers taken randomly (proportional stratified random sampling). There are 30 persons consist of 18 person did monoculture farm and 12 persons did diversification farm. The analysis methods by using statistical analysis of different test (independent sample t-test). The result shows that total cost in diversification is bigger than monoculture farm, the revenue in diversification is bigger than monoculture farm, the income in diversification is bigger than monoculture farm, and the values of R/C ratio in  monoculture and diversification farm are more than one (>1), that means monoculture and diversification farm have given  profit for farmers. Keywords : diversification, monoculture, different test
ANALISIS RASIO KETERSEDIAAN DENGAN KONSUMSI PANGAN DI KOTA MEDAN Puji Adelina S; Satia Negara Lubis; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.285 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan adalah dengan mengukur rasio ketersediaan dengan konsumsi pangan. Rasio pangan ini berguna sebagai masukan bagi pemangku kepentingan untuk memperbaiki dan meningkatkan penyediaan pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan Kota Medan yang sampai saat ini mempunyai pola pangan dan pola hidup yang sangat bergantung kepada pangan impor. Untuk melihat kecukupan ketersediaan dan konsumsi, dilakukan perbandingan antara ketersediaan dan konsumsi aktual dengan angka kecukupan ketersediaan dan konsumsi dalam bentuk energi dan protein. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan energi aktual Kota Medan tahun 2010 lebih tinggi 12% dari angka ketersediaan energi sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan oleh pemerintah. Ketersediaan protein aktual lebih kecil 24 % dari nilai standard seharusnya. Angka konsumsi energi aktual lebih tinggi 19% dari angka konsumsi energi sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan oleh pemerintah. Angka konsumsi protein lebih rendah 20% dari angka konsumsi protein yang dianjurkan oleh Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) tahun 2004. Kesembilan pangan strategis yang meliputi beras, jagung, cabai merah, gula pasir, bawang merah, daging ayam, daging sapi, telur ayam, dan minyak goreng berada pada kondisi tahan pangan namun rentan, yaitu antara 0,8 sampai 1,2. Rasio tertinggi ada pada komoditas jagung dengan rasio 1,1236 dan rasio pangan terkecil pada komoditas gula pasir yaitu sebesar 1,0099. Kata kunci: ketersediaan, konsumsi, pangan   ABSTRACT One way to determine the level of food security is by measuring the ratio of the availability of the food consumption. Food ratio is useful as an input for stakeholders to improve and increase the food supply in order to achieve food security in Medan, which until now food highly depend on food imports. To view the sufficiency availability and consumption, compare between availability and sufficient actual consumption with the availability and consumption standard rate in a energy and protein. Results showed actual energy availability in Medan in 2010 is higher 12% of the rate of energy availability according to recommended rate by the Nutritional Adequacy of government. Availability of actual protein is lower 24% of the value of the standard should be. Actual energy consumption rate is higher 19% of the energy consumption figures according to figures Nutrition Adequacy recommended by the government. Protein consumption figures is lower 20% of the rate of protein intake recommended by the National Work Widya Food and Nutrition (WNPG) 2004. The nine strategic food including rice, corn, red pepper, sugar, onion, chicken, beef, eggs, and palm oil in condition food resistant but vulnerable, which is between 0.8 to 1.2. Highest ratio is in corn 1.1236 point. For the smallest ratio of sugar is equal to 1.0099.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI IBU RUMAH TANGGA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DALAM PEMBIBITAN MANGROVE Roganda Malau Malau; Hasman Hasyim; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.46 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pantai Gading Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa peranan ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian; bagaimana produktivitas kerja ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove di daerah penelitian; untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, lama bekerja dipembibitan, jumlah tanggungan dan upah/gaji atau pendapatan ibu rumah tangga dengan produktivitas kerja; dan untuk mengetahui besar kontribusi pendapatan ibu rumah tangga terhadap total pendapatan keluarga. Metode analisis data  yang digunakan yaitu secara deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan 1) peranan ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove adalah mengisi tanah ke dalam polybag 2) produktivitas kerja ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove adalah 1100 unit (polybag)/HKP 3) umur, jumlah tanggungan dan pendapatan ibu rumah tangga memiliki hubungan yang nyata dengan produktivitas kerja ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove, sedangkan pendidikan dan lama mengikuti pembibitan tidak memiliki hubungan yang nyata dengan produktivitas kerja ibu rumah tangga dalam pembibitan mangrove. Kata Kunci: Pembibitan Mangrove, Produktivitas Kerja, Ibu Rumah Tangga, Karakteristik Sosial Ekonomi   ABSTRACT This research was conducted at Pantai Gading Village, Sub District of Secanggang, Langkat Regency. The objective to of this research is to know what the role of  housewives in mangrove nurseries at the research area; how housewives productivity in mangrove nurseries at the research area; to determine the correlation between age, education, lenght of work at the nursery, number of dependents, and the income housewives made from the productivity; and to determine the contribution of housewives income to total family income. In analysing the data, methode used is descriptive and Spearman Rank correlation analysis. The results shows that 1) the role of the housewife at the mangrove nurseries is filling soil into polybag 2) the labor productivity housewife at mangrove nurseries is 1100 units (polybag)/HKP 3) age, number of dependents and housewives income have a significant correlation with labor productivity housewife at mangrove nurseries, while education and length of work at the nursery does not have a significant correlation with labor productivity housewives made at mangrove nurseries. Keywords: Mangrove Nursery, Labor Productivity, housewives, Socio-Economic Characteristics

Page 3 of 85 | Total Record : 845


Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue