cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
Diagnosis Dini Depresi Pasca Skizofrenia:: Studi Kasus di RS Jiwa Provinsi Lampung Andre Parmonangan Panjaitan; Tendry Septa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi adalah gangguan mental yang umum dan salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Secara global, sekitar 300 juta orang terpengaruh oleh depresi. Wanita lebih banyak terpengaruh daripada pria. Skizofrenia adalah gangguan yang ditandai dengan gejala positif (delusi dan halusinasi), gejala negatif (apatis dan penarikan diri) gejala disorganisasi (pikiran dan tindakan tidak terorganisir) dan gangguan kognitif (memori, perhatian, memori kerja, pemecahan masalah, kecepatan pemrosesan dan kognisi sosial). Seseorang dengan skizofrenia memiliki eksistensi yang terbatas dan terisolasi, di samping tingkat pengangguran yang tinggi, pendapatan rendah dan kesehatan fisik yang buruk. Semua faktor ini berkontribusi terhadap tingginya tingkat depresi pada orang dengan skizofrenia. Australian Survey of High Impact Psychosis menyatakan bahwa orang-orang dengan penyakit psikotik memiliki tingkat depresi yang tinggi (79,6% pada suatu waktu dalam kehidupan mereka dan 54,5% pada tahun sebelumnya). Gejala depresi pada skizofrenia berhubungan dengan gangguan yang signifikan terutama dikarenakan kehilangan, kesedihan dan keputusasaan. Pada pasien ini didapatkan perasaan sedih, nafsu makan yang menurun, tidak ada minat untuk melakukan aktivitas, jarang mandi, rasa bersalah, tidak ada harga diri, pasien sulit tidur dan mencoba bunuh diri. Gangguan persepsi dengan adanya halusinasi auditorik dan waham kejaran. Keluhan ini sudah dialami pasien sejak 1 bulan yang lalu dan pasien juga memiliki riwayat skizofrenia dengan putus pengobatan sudah kurang lebih satu tahun. Penatalaksanaan pada pasien ini diberikan psikoterapi dan farmakoterapi.
Diagnosis Dan Penatalaksanaan Diare Persisten Dengan Gizi Buruk Dan Anemia Rosi Indah Pratama; Dara Marissa Widya Purnama
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Diarrhea is the changing of feces consistency in a sudden time due toamount of water in feces increase more than normal and the frequency of defecation is more than 3 times in 24 hours. Diarrhea is second cause of mortality of children less than five years old in the world. Persistent or chronic diarrhea is one health problems that influence child mortality level in the world.Ilustration case: a 2 years old girl with major complaint of watery faces 7 days before go to hospital. 1,5 months ago, had the same history and had been treated in intensive care unit.Physical Examination: had sunken eyes, anemi conjunctiva, dry and pale lip, and turgor turn back slower.Laboratrium Examination: albumin 2,5, Hb 8g/dl, hematocrit 29%, thrombosit 945.000/ul, Calcium 7,5. Conclusion: hypoalbuminemia, microcytic hypochromic anemiar dd deficiency of Fe, thrombocytosis dan hypocalcemia. The results of feces cultur found gram negative bacteria that sensitive with amikasin, meropenem and netilimicyn.Management: Administration of Oralit, zinc tablets for 10 consecutive days, continuing to eat, antibiotics selectively and advice on mother / family.Discussion: Diarrhea occurs 2 months before admission to hospital despite hospitalization. The episode supports the diagnosis of persistent diarrhea. Malnutrition is a risk factor for persistent diarrhea. Lack of absorption of nutrients including iron and feces carry a lot of fluids and electrolytes resulting in anemia and electrolyte imbalances of patients. Lack of nutrient intake causes the breakdown of protein and fat for energy needs so that hypoalbumin can occur. Provision of antibiotics in accordance with the results of feses culture.
Diagnosis Dan Penatalaksanaan Kasus Gastritis Erosif Kronik Pada Geriatri Dengan Riwayat Konsumsi NSAID Ahmad`` Farishal; Elma Rosa Vidia; Rina Kriswiastiny
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gastritis merupakan inflamasi pada mukosa dan submukosa gaster dikarenakan oleh banyak etiologi. Gastritis pada geriatri berlansung secara kronik hingga dapat terjadi ulkus. Data epidemiologi menyatakan bahwa kasus gastritis erosiva hingga ulkus peptikum merupakan penyakit dominan pada geriatri riwayat konsumsi NSAID terutama aspirin mencapai 70% dan beresiko tinggi terinfeksi H.pylori akibat melemahnya faktor defensif. Manajemen khusus pada pasien geriatri sebagai diagnosis dini dan edukasi akan menurunkan angka insiden infeksi H.pylori yang berpotensi malignancy.Ilustrasi kasus: seorang wanita lanjut usia 68 tahun dengan keluhan utama hematemesis 2 kali dan keluhan tambahan BAB melena 1 minggu, mual-muntah, lemas-lesu serta nafsu makan menurun dan dengan riwayat penggunaan NSAID terutama Asam Mefenamat 3 tahun dan Aspirin 2 tahun.Pemeriksaan Fisik: Bagian wajah terdapat bercak hitam. Bagian abdomen nyeri tekan di area epigastrium tanpa organomegali dan perut tampak cembung. Bagian ekstremitas inferior didapatkan pasien edema pretibial.Pemeriksaan Penunjang: Pemeriksaan hematologi rutin didapatkan hasil, Hemoglobin: 7,2 gr/dL, Leukosit: 18.000 ?L/dL, Eritrosit : 2,8 juta/?L, Hematokrit: 30%, Trombosit: 210.000 ?L/dL, Neutrofil Segmen: 82 %, Limfosit: 20%, LED: 45 mm/jam. Pemeriksaan Endoskopi tampak mukosa edema hiperemis berat dan tampak erosi di area antrum-fundus. Pemeriksaan histopatologi sel infiltrate limfosit dengan metaplasia ringan.Penatalaksanaan: Tatalaksana non-farmakologi dan tataksana farmakologi.Diskusi: Gastritis dapat ditegakkan diagnosis dengan gold standart pemeriksaan endoskopi dan pemeriksaan histopatologi. Hasil anamnesis terutama riwayat pasien dan pemeriksaan fisik memberikan gambaran awal. Mengenali tanda alarm sign sebagai awal tatalaksana. Gastritis di Indonesia mencapai 40,8% oleh karena itu diperlukan edukasi dan motivasi pada pasien. Kriteria diagnosis gastritis menggunakan kriteria sistem Sidney visual revisi dengan OLGA.
PRO EMPATIK (Program Eradikasi Masal Skabies) Pada Pondok Pesantren Daarul Quran Surakarta Muh Nazir Lathif; Fauziah Nurul Laili; Muhammad Daffa Ardiawan; Sha Lisa Indriyani; Zahra Dzakiyatin Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Skabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh invasi parasit Sarcoptes scabiei var. Hominis. Gejala skabies meliputi timbulnya lesi dan gatal-gatal. Skabies dapat menimbulkan berbagai komplikasi contohnya infeksi sekunder bakteri Group A Streptococci (GAS). Prevalensi skabies di Indonesia mencapai angka 5,60-12,95% pada tahun 2008 dan diprediksi akan semakin meningkat. Faktor resiko skabies meliputi kebersihan dibawah standar, kelembaban, dan kurangnya pengetahuan. Hal-hal tersebut menyebabkan para santri di pondok pesantren rentan terkena Skabies. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menilai efek edukasi lisan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan gaya hidup santri di pondok pesantren Daarul Quran. Penelitian ini juga berfungsi untuk menilai efek pelatihan kebiasaan higienis dan pengobatan terhadap tingkat kesembuhan.Sampel : Total subjek adalah 63 santri berusia 13-15 tahun yang terbagi dalam 3 kelas.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan one group pretest posttest design.Hasil : Nilai terendah pretest adalah 0 sementara nilai tertinggi pretest adalah 85. Rata-rata nilai pretest adalah 58,7. Nilai terendah posttest dengan soal yang sama adalah 40 sedangkan nilai tertinggi posttest adalah 100. Rata-rata nilai posttest adalah 90,8. Terdapat kenaikan nilai dari pretest ke posttest setelah edukasi lisan. Jumlah kamar yang berantakan berkurang dari 6 menjadi 2 kamar setelah perlakuan.Kesimpulan : Kemampuan kognitif santri meningkat dan terdapat perubahan gaya hidup.
Efek Anti Hiperlipidemik Ekstrak Etanol Daging Buah Semangka Merah (Citrullus Lanatus) Terhadap Kadar Low Density Lipoprotein Pada Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicus) Arsyad Parama Santosa; Indarti Trimurtini; Khomaini Hasan
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multiple research assessments have revealed that red watermelons (Citrullus lanatus) contain antioxidants and other active compunds capable of lowering the amount of low-density lipoprotein cholesterol, or LDL-c, in the blood. An elevated lipid profile increases cardiovascular risk factors such as hyperlipidiemia and formation of atherosclerotic plaque. Antioxidants that can reduce cholesterol levels include lycopene and flavonoid, which inhibit HMG-CoA reductase of the mevalonate pathway. In an attempt to gain a more comprehensive understanding of these mechanisms, extract from the pulp of a red watermelon was fed to 3 test groups using 24 hyperlipidemic white wistar rats with various doses (500 mg/kgBW, 750 mg/kgBW, dan 1000 mg/kgBW). Blood samples were conducted before and after administration of the watermelon extract and the LDL-c levels were analyzed statistically. The analysis showed that the LDL-c of each test group decreased signifcantly after administration of watermelon extract (p<0,05) with the highest average decrease coming from the group fed with a dose of 750 mg/kgBW extract (30,58 ± 6,30 mg/dL). However the dose most effective in decreasing LDL-c was 1000 mg/kgBW (p=0,092). Based on these results, it can be concluded that consumption of red pulp watermelon extract decreases LDL-c levels, thus lowering cardiovascular risk factors.
Karakteristik Pasien yang Menjalani Pemeriksaan Renografi Konvensional di RSUP Dr. Hasan Sadikin Periode Tahun 2012 - 2016 Dellaneira Setjiadi; A Hussein S. Kartamihardja; Rd Erwin Affandi S K
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Basic renography is a nuclear medicine imaging method to assess relative renal function. It is considered as an ideal examination, since it has an ability to overcome the disadvantages of the other present methods with similar purpose. The aim of this study is to provide the characteristics of adult patients underwent basic renography at Dr. Hasan Sadikin General Hospital (RSHS) in 2012 – 2016.Background: Basic renography is a nuclear medicine imaging method to assess relative renal function. It is considered as an ideal examination, since it has an ability to overcome the disadvantages of the other present methods with similar purpose. The aim of this study is to provide the characteristics of adult patients underwent basic renography at Dr. Hasan Sadikin General Hospital (RSHS) in 2012 – 2016.Methods: This research was conducted using descriptive quantitative retrospective design with cross-sectional method. Data collected from medical records of patients who underwent renography examination in Departement of Nucelar Medicine and Molecular Imaging from 2012 to 2016 using total sampling method. All medical records of adult patients were included and incomplete medical records were excluded. Data analysis was made using Microsoft Excel 2013. Results: From 400 subjects, 348 were included in this study, male 247 (70,77%) subjects and female 102 (29,23%) subjects. Majority of age group is between 55-59 years old (18,05%). Pre-renal, renal and post renal disease groups were 13 (3,72%), 181 (51,86%), and 155 (44,41%) subjects, respectively. Chronic kidney disease was found in 130 (37,25%) subjects, nephrolithiasis in 115 (32,95%) subjects. Conclusion: Male was the majority subjects underwent basic renography examinations. Subjects belonged to most age group 55-59 years old. Dominant clinical diagnosis indicating renography examination was the renal diease group, followed by the post renal disease group. History of hemodialysis was commonly found in subjects who underwent basic renography examinations. Nephropathic kidney was the most diagnosis based on renography examination results.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai Hepatoprotektor: Studi eksperimen pada Tikus Wistar yang Diinduksi CCl4 Nabella Meriem Annisa Fitri; Linlin Haeni; Emma Mardliyah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Uji fitokimia terhadap kulit batang kelor (Moringa oleifera Lam.) mengandung flavonoid, steroid, dan alkaloid, yang berfungsi sebagai hepatoprotektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol kulit batang kelor terhadap gambaran mikroskopis hepar tikus wistar yang diinduksi CCl4. Metode: Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi atas 5 kelompok. Perlakuan terdiri dari: kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), perlakuan dosis ekstrak 100 mg/Kg BB (K3), dosis ekstrak 250 mg/Kg BB (K4) dan dosis ekstrak 500 mg/Kg BB (K5). Perlakuan diberikan setiap hari selama 7 hari. Pada hari ke 8 tikus dimatikan, dibedah, dan diambil organ hepar untuk dibuat sediaan histopatologi dengan pewarnaan HE.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat degenerasi dan nekrosis pada K2, K3, K4, K5, dengan derajat kerusakan yang bervariasi.Simpulan: Dari hasil uji Post Hoc Tukey menunjukkan bahwa baik degenerasi maupun nekrosis dari kelompok perlakuan berbeda secara signifikan (p<0,05). Hal ini berarti bahwa pemberian ekstrak kulit batang kelor dosis 100 mg/KgBB, 250 mg/KgBB, dan 500 mg/KgBB berpengaruh terhadap gambaran mikroskopik hepar tikus wistar yang diinduksi CCl4. Peneliti selanjutnya dapat meneliti dosis efektif untuk penggunaan ekstrak kulit batang kelor sebagai hepatoprotektor.
Perbandingan Efektivitas Produk Lebah dan Salep Luka Bakar Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Haris Alwafi; Ayyasi Izaz Almas; Edsel Abi Yazid
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Terapi luka bakar umumnya dilakukan menggunakan salep luka bakar. Namun, produk lebah juga sering digunakan dalam pengobatan luka bakar, diantaranya menggunakan madu, bee pollen, bee venom, royal jelly, dan propolis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan efektivitas produk lebah dan salep luka bakar terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih jantan galur Wistar.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan post test only controlled group design terhadap 42 tikus yang dipilih secara random dan dibagi kepada 7 kelompok. Tikus diberi luka bakar derajat II dengan luas 4 cm2 dan diberi perawatan 2 kali sehari selama 14 hari. Pada luka bakar kulit, kelompok P1 diberi olesan madu, P2 diberi olesan bee pollen, P3 diberi olesan royal jelly, P4 diberi olesan bee venom, P5 diberi olesan propolis, P6 diberi olesan bioplacenton, dan K tidak diberi perlakuan sama sekali.Hasil: Kecepatan penyembuhan diukur dengan menghitung luas penyembuhan luka bakar pada hari ke-7 dan hari ke-14. Penyembuhan daerah luka bakar yang paling cepat adalah dengan pemberian salep luka bakar bioplacenton dengan luas penyembuhan rata-rata pada hari ke-7 sebesar 2,86 cm2 dan pada hari ke-14 sebesar 3,74 cm2. Produk lebah yang paling cepat penyembuhan luka bakarnya adalah propolis dengan luas penyembuhan rata-rata pada hari ke-7 sebesar 2,70 cm2 dan pada hari ke-14 sebesar 3,68 cm2.Simpulan: Hasil uji statistik ANOVA post hoc LSD pada hari ke-14 setelah perawatan luka bakar, didapatkan pemberian olesan produk lebah (kecuali royal jelly) terhadap luka bakar berpengaruh terhadap peningkatan luas penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih jantan galur Wistar (p<0,05).
Profil Pasien Penderita Stroke Perdarahan Serebelum di RSUD Dr. Soetomo Tahun 2013 - 2016 Triagung Arif Pratama; Asra Al Fauzi; Muhammad Saiful Ardhi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Intracerebellar hemorrhagic (ICH) stroke yang terletak di serebelum adalah salah satu kasus paling sedikit yang ditemukan di antara perdarahan Intraserebral lainnya. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan, mengidentifikasi profil penderita stroke perdarahan serebelum. Metode: desain penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Sampel penelitian adalah pasien dengan stroke ICH serebelum di RSUD Dr. Soetomo pada Januari 2013- Desember 2016. Profil yang diamati meliputi jenis kelamin, umur, status diabetes, dan kebiasaan merokok. Hasil: dari 20 pasien dengan stroke ICH serebelum di RSUD Dr. Soetomo periode 2013 –2016, pasien laki-laki memiliki persentase lebih tinggi yaitu 60% (12 orang) dibandingkan perempuan dengan 40% (8 orang). Sebagian besar pasien memiliki umur rata-rata antara 41 dan 60 dengan persentase 65% (13 orang). 35% (7 orang) pasien memiliki kebiasaan merokok dan pasien dengan latar belakang diabetes terdapat sebanyak 30% (6 orang). Kesimpulan: pasien ICH serebelum sebagian besar adalah pasien laki-laki dan pada umur populasi terbanyak terletak di antara 41-60 tahun. Riwayat diabetes dan kebiasaan merokok juga ditemukan di pasien.
Efektivitas, Dosis, dan Pertimbangan Penggunaan Aspirin Jangka Panjang Sebagai Agen Kemopreventif Kanker Kolorektal Bella Stevanny; Arindi Maretzka
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kanker kolorektal merupakan kanker paling umum ketiga untuk laki-laki dan paling umum kedua untuk perempuan dengan 1,65 juta kasus baru dan hampir 835.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2015. Tingginya insiden dan angka kematian menunjukkan krusialnya upaya pencegahan kanker kolorektal. Aspirin sudah banyak diselidiki sebagai agen pencegahan kanker kolorektal. Meski demikian, Komite Penanggulangan Kanker Nasional Kemenkes RI mengikuti pedoman American Cancer Society tidak merekomendasikan penggunaannya karena efektivitas, dosis yang tepat, dan potensi toksik yang belum diketahui secara pasti. Metode: Artikel ini dibuat dengan metode telaah pustaka sistematis dari jurnal online dan buku. Sumber pustaka diperoleh dari basis data online ScienceDirect, EBSCO Host, Proquest, dan PubMed. Setelah penyaringan dan pemilihan literatur dengan kriteria inklusi, analisis dan sintesis dibuat dari studi-studi ilmiah yang terpilih. Pembahasan: Penggunaan aspirin efektif menurunkan risiko kanker kolorektal hingga 29% dengan memengaruhi jalur neoplastik dalam karsinogenesisnya. Aspirin sebagai kemopreventif diberikan pada pasien usia 50-69 tahun dengan risiko tinggi kanker kolorektal dengan dosis optimal 75-325 mg/hari sebanyak 2-7 kali/minggu selama minimal 5 tahun. Penggunaan jangka panjang dengan dosis tersebut tidak menjadi masalah karena aspirin mudah didapatkan dan relatif murah serta memiliki efek samping minimal. Kesimpulan: Aspirin dapat digunakan sebagai agen kemopreventif primer dan sekunder kanker kolorektal yang efektif, murah, dan mudah didapat dengan efek samping minimal.

Page 11 of 33 | Total Record : 326


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue