cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Agromedicine melalui Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Mutu Kesehatan Di Indonesia Putu Devie Sri Astari
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v8i2.159

Abstract

ABSTRACTBackground: Health problems in Indonesia are caused by Non-Communicable Diseases (PTM). Degenerative disease is one of the most common problems and is related to antibiotic resistance. The development of agromedicine is very potential in Indonesia because it has the fourth largest bioverity in the world and abundant natural resources. Consumption of herbal medicine as traditional medicine has an effect on healing degenerative diseases. Herbal medicines are sourced from medicinal plants as a medical identity in Indonesia in terms of developing agromedicine.Discussion: The use of traditional Indonesian medicines has become a national culture because Indonesia is a mega-center of medicinal plants in the world. Development ofagromedicine in the field of herbal medicines requires contributions from various related parties including students, media service providers, the government, producers and research institutions. Health promotion method is a form of information delivery that aims to change people's behavior through the active role of students as agents of change.Conclusion: Optimizing the use of agromedicine is needed to meet the needs of high-quality national medicines. All parties make a major contribution in achieving the goals. Students as agents of change can do health promotion to the community so as to realize prosperity by utilizing natural resources available in Indonesia.
Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats- Associated Protein Cas9 (CRISPR/Cas9) Terenkapsulasi Nanopartikel Berbasis Hibridisasi Polimer Lipid (LPNs) sebagai Modalitas Mutakhir Terapi pada Huntington’s Disease Re Septian Ilhamsyah; Annisa Dewi Nugrahani; Firman Kurniawan
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Huntington’s disease (HD) is a rare neurodegenerative disease resulting in motoric, cognitive, and psychiatric dysfunction caused by CAG repeat elongation in the mutated HTT gene (mHTT). Currently, there has not been any effective and efficient curative treatment and there are only symptomatic treatments. To overcome this situation, Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats-Associated Cas9 Protein (CRISPR/Cas9) emerges as a prospective revolutionaire biomolecular approach toward Huntington’s disease supported by Lipid Polymer Nanoparticles (LPNs) vector with excellent features as a vector that deliver CRISPR Cas9 to the central nerveous system. Objective: As a solution, the objective of this literature review is to identify the potency of CRISPR/Cas9 encapsulated by LPNs as a novel therapeutic strategy against HD. Method:The authors constructed this literature review by analizing and synthesizing 81 full text journal published no longer than 10 years ago that are relevant with the topic discussed in this literature review.Discussion: CRISPR/Cas9 is able to intervene the N-Terminal of the mutated HTT gene (mHTT) specifically this intervention results in attenuated expression of the mHTT significantly which hamper the expression of reactive astrocyte and prevent further aggregation of the mHTT, thus ameliorate the condition of HD’s patients. LPNs play as vector that deliver CRISPR/Cas9 in order to be able to get through the blood brain barrier. Having low toxicit yand immunogenecity, this vector could improve effectivity and efficiency of this novel therapeutic strategy.Conclusion : CRISPR/Cas9 encapsulated by LPNs could be a promising novel therapeutic strategy to treat HD efficiently, effectively, and safely.Keywords: CRISPR/CAS9, huntingtin, Huntington disease, LPNs, mHTT
Deteksi Dini Penyakit Paru Obstruktif Kronis dengan Metode CaptureTM: Potensi Skrining Rutin di Layanan Kesehatan Primer Tungki Pratama Umar; Bella Stevanny; Arindi Maretzka; Andy Andrean
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah salah satu dari sepuluh besar penyebab utama kematian di Indonesia. Prevalensi dan angka kematian akibat PPOK yang tinggi menunjukkan pentingnya deteksi dan tatalaksana dini PPOK. Gold standard diagnosis PPOK adalah spirometri. Namun, penggunaan spirometri untuk tes skrining rutin tidak dianjurkan dan sulit dilakukan di layanan kesehatan primer. Maka dari itu, diperlukan metode skrining yang lebih efektif dan sederhana. Pembahasan: Metode CAPTURETM menggunakan lima pertanyaan sederhana untuk menilai adanya paparan, gangguan napas, rasa mudah lelah, dan penyakit pernapasan akut selama 12 bulan terakhir. Berdasarkan skor kuesioner tersebut, dapat ditentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan yang diperlukan berupa peak flow meter dan/atau spirometri. Dengan demikian, deteksi dini pasien PPOK simtomatik dan/atau berisiko eksaserbasi akut dapat dilakukan dengan lebih efektif. Kesimpulan: Metode CAPTURETM memiliki potensi untuk digunakan sebagai tes skrining rutin PPOK yang efektif di layanan kesehatan primer. Kata Kunci: layanan kesehatan primer, metode CAPTURE, PPOK, tes skrining rutin.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prestasi Akademik pada Mahasiswa Kedokteran Tahap Preklinik M Marliando Satria Pangestu Catur; Achisna Rahmatika; Dwita Oktaria
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prestasi akademik merupakan komponen penting dalam pendidikan kedokteran untuk menilai apakah lulusan medis cukup kompeten dan mampu untuk melakukan praktik kedokteran. Hal ini juga diperlukan untuk memastikan kemajuan akademis, mengukur level kompetensi mahasiswa, dan memprediksi kinerja mahasiswa tersebut di masa depan. Mahasiswa kedokteran dianggap mampu mengelola dirinya sendiri saat dihadapkan pada berbagai jenis tekanan, terutama saat mereka menyelesaikan pendidikan preklinik dan melanjutkan pendidikan profesi kedokteran (klinik). Terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi prestasi akademik mahasiswa kedokteran di tahap preklinik. Pembahasan: Berbagai penelitian bertujuan guna mengidentifikasi faktor yang memengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Identifikasi terhadap faktor dan korelasinya merupakan proses yang sangat kompleks. Karakteristik dan gaya hidup mahasiswa dapat memengaruhi prestasi akademiknya. Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi akademik mahasiswa. Prestasi akademik juga dapat dipengaruhi oleh motivasi belajar mahasiswa. Status sosial ekonomi keluarga juga memiliki pengaruh kuat terhadap prestasi akademik mahasiswa. Tidak ada hubungan antara kecenderungan gaya belajar dengan prestasi akademik mahasiswa. Simpulan: Faktor-faktor yang memengaruhi prestasi akademik mahasiswa kedokteran preklinik antara lain karakteristik mahasiswa, gaya hidup, kebiasaan belajar, motivasi belajar dan status sosial ekonomi. Gaya belajar tidak memengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Kata Kunci: Mahasiswa kedokteran, Preklinik, Prestasi akademik,
Pemanfaatan Eritropoietin sebagai Neuroprotektan Terhadap Kerusakan Sistem Saraf Pusat Neonatus Akibat Infeksi Varisela Kongenital Kevin Sastra Dhinata; Gideon Thurman Nababan; Danny Chandra Pratama
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varisela merupakan manifestasi dari infeksi virus Varicella zoster primer yang dapat menginfeksi seluruh usia terutama pada anak-anak dan ibu hamil. Infeksi virus Varicella zoster pada ibu hamil dapat menyebabkan sindrom varisela kongenital. Data epidemiologi infeksi virus Varicella zoster kongenital belum terdokumentasi dengan baik bahkan di negara maju. Dampak utama dari sindrom varisela kongenital adalah kerusakan sistem saraf pusat pada bayi. Terapi konvensional yang ada belum dapat mencegah munculnya sindrom varisela kongenital pada bayi. Eritropoietin (EPO) merupakan sitokin dengan fungsi utama untuk memicu terjadinya proses eritropoiesis. Eritropoietin dan reseptornya juga dapat ditemukan di sistem saraf pusat. Eritropoietin berpotensi sebagai neuroprotektor melalui efek antiapoptotik, sekresi berbagai faktor pertumbuhan, stimulasi terhadap proliferasi neuron, serta dapat meningkatkan fungsi sistem saraf pusat. Eritropoietin dapat menembus sawar darah otak (Blood Brain Barrier) sehingga dapat memasuki dan memberikan efek di sistem saraf pusat. Eritropoietin (EPO) berpotensi untuk digunakan sebagai konsep mutakhir perlindungan kerusakan sistem saraf pusat akibat infeksi varisela kongenital. Kata Kunci: Eritropoietin (EPO), Infeksi, Neonatus, Varicella zoster, Sindroma Varisela Kongenital
Penerapan Teknologi Mutakhir Intranasal Low Intensity LASER Therapy (ILILT) 650 nm untuk Mereduksi Viskositas Darah dan Mencegah Aktivasi NAD(P)H Oxidase (Nox) Sebagai Tatalaksana Efektif Ameliorasi Homeostasis pada Penderita Hipertensi Annisa Dewi Nugrahani; Muhammad Mulki Abdul Azis; Dinar Fauziah Agustin
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah keadaan ketika tekanan darah pada arteri secara sistemik dan kronis mengalami peningkatan melampaui ambang batas normal akibat adanya peran penting dari RAAS (Renin-Angiotensin Aldosteron System) yang memicu terjadinya vasokonstriksi dan peningkatan viskositas darah sehingga dapat menginduksi terjadinya hipertensi. Hipertensi menjadi perhatian khusus karena prevalensinya yang tinggi khususnya di Indonesia dan pada umumnya diderita oleh orang dewasa usia produktif. Walaupun demikian, sistem kontrol hipertensi di Indonesia masih dapat dikatakan belum mencukupi walaupun sudah banyak jumlah obat-obatan yang tersedia. Apabila hipertensi tidak ditangani dengan baik, homeostasis penderita menjadi terganggu dan cenderung menimbulkan berbagai komplikasi sehingga dapat mereduksi produktivitas negara. Tujuan: Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui potensi Teknologi Intranasal Low Intensity LASER Therapy (ILILT) 650 nm sebagai inovasi mutakhir ameliorasi homeostasis pada penderita hipertensi. Metode: Dalam membuat tulisan ini, penulis membuat analisis dan sintesis dari berbagai referensi yang relevan dengan topik melalui berbagai kata kunci dan dengan jangka waktu tidak lebih dari 10 tahun. Hasil: Teknologi Intranasal Low Intensity LASER Therapy (ILILT) 650 nm pada dosis dan penggunaan yang tepat dapat menangani hipertensi dengan cara mereduksi viskositas darah sekaligus mencegah aktivasi NAD(P)H Oxidase (Nox) sehingga dapat mencegah terjadinya serangkaian tahap yang berkontribusi dalam patomekanisme hipertensi dengan efek samping yang minimum sehingga dapat memperbaiki kondisi homeostasis dalam menangani hipertensi. Kesimpulan: Teknologi Intranasal Low Intensity LASER Therapy (ILILT) 650 nm memiliki prospek yang baik sebagai tatalaksana mutakhir pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Angiotensin II, Hipertensi, NAD(P)H Oxidase, Intranasal Low Intensity LASER Therapy, Viskositas
Pengaruh Ekstrak Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) dalam Menurunkan Kadar Gula Darah untuk Diabetes Melitus Agnes Trilansia Pratiwi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit multifaktoral yang dinyatakan dengan adanya konsentrasi gula darah tinggi dalam darah atau hiperglikemia, akibat insufisiensi sekresi insulin atau aktivitas endogen insulin atau keduanya. Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2013 yaitu sekitar 382 juta jiwa orang di dunia telah mengidap penyakit diabetes melitus dan memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 9,1 juta pada tahun 2014 menjadi 14,1 juta pada tahun 2035. Penderita diabetes mellitus bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Pengobatan harus dilakukan ketika sudah terkena serangan diabetes melitus untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal, sehingga resiko komplikasi akan berkurang. Pembahasan: Rosella memiliki kandungan antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas dan mengobati beberapa penyakit antara lain hipertensi, kerusakan ginjal, diabetes, dan kanker. Pada penyakit DM, komponen flavonoid dalam rosella yang bersifat antioksidan memiliki peran sebagai penghambat aktivitas ?-amilase. Inhibisi ?- amilase meningkatkan fungsi dan integritas sel beta pankreas dengan membebaskan radikal bebas yang dapat meningkatkan proteksi terhadap progresi resistensi insulin pada DM tipe 2 dan menunjukkan aktivitas antidiabetes. Kesimpulan: Komponen flavonoid dalam ekstrak rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) berpengaruh sebagai efek antidiabetes untuk penderita diabetes melitus. Kata kunci: Rosella, Diabetes Melitus, Flavonoid, Antioksidan
Potensi Biji Pepaya (Carica papaya) Berbasis Pendekatan Terhadap BITC dan Karpain sebagai Alternatif Obat Anthelmintik pada Anak di Indonesia Arindi Maretzka; Bella Stevanny
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lebih dari 1,5 miliar penduduk dunia terinfeksi cacing yang ditularkan melalui kontak dengan tanah di tahun 2012. Infeksi cacing banyak ditemukan di daerah tropis, subtropis, dan di daerah dengan ekonomi rendah. Infeksi cacing yang berat dapat menyebabkan malnutrisi, gagal tumbuh kembang, dan anemia pada anak-anak. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi infeksi cacing adalah dengan program pemberian obat cacing, namun ditemukan bahwa efektivitas obat cacing telah menurun dan mengarah pada resistansi. Alternatif yang digunakan sebagai obat cacing adalah biji pepaya karena dipercaya dalam pengobatan tradisional sebagai antihelmintik. Tujuan: Dengan adanya studi tinjauan pustaka ini, diharapkan dapat membantu proses penelitian berdasarkan teori yang ada. Metode: Artikel ini dibuat dengan metode telaah pustaka sistematis dari jurnal yang diakses dengan ScienceDirect dan PubMed dan buku lalu analisis dan sintesis dibuat dari studi ilmiah yang terpilih. Hasil Pembahasan: Biji pepaya memiliki efek yang dipercaya dapat mengobati infeksi Askariasis. Masyarakat mengomsumsi air seduhan serbuk biji pepaya ditambah 2-3 sendok madu sebagai obat. Kandungan bioaktif dalam biji pepaya yang dipercaya sebagai antihelmintic adalah karpain dan BITC. Pengobatan berbasis alam ini berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia karena pepaya sangat mudah ditemukan di Indonesia, dapat dibeli dengan harga yang terjangkau, dan mengonsumsinya lebih mudah mengingat kelompok terbanyak yang terkena infeksi cacing adalah anak-anak. Kesimpulan: Biji pepaya mengandung banyak senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah senyawa karpain dan BITC yang berpotensi sebagai antihelmintik. Biji pepaya dapat digunakan sebagai bahan alternatif obat cacing yang efektif, murah, dan aman. Kata Kunci: alternatif, antihelmintik, biji pepaya, BITC, karpain
Potensi Ketamin Dosis Rendah untuk Penderita Depresi Berat Nisa Ghaisani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi berat merupakan salah satu gangguan jiwa yang sering ditemui yang ditandai dengan 3 gejala utama yaitu afek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya energi hingga mudah lelah. Serta gejala lainnya berupa merasa pesimis atau putus asa, merasa bersalah, gagal, dan sendirian, berbicara atau bergerak dengan lamban, sulit berkonsentrasi, mengingat, maupun mengambil keputusan, tidur yang lebih sedikit atau lebih banyak daripada biasanya, nafsu makan dan perubahan berat badan yang meningkat atau menurun dari biasanya, adanya pikiran atau percobaan bunuh diri minimal dalam waktu 2 minggu. Terapi yang diberikan dapat berupa obat-obatan, psikoterapi, maupun keduanya. Jika terapi tersebut tidak dapat mengurangi gejala maka dapat diberikan electroconvulsive theraphy (ECT). ECT menyebabkan berbagai efek samping seperti pusing, disorientasi, kehilangan memori. Biasanya efek samping tersebut dalam jangka pendek, namun kehilangan memori berlangsung berkepanjangan. Namun selain ECT belum ada terapi lain yang mendapat hasil secara cepat untuk terapi depresi berat dan menjadi tantangan untuk pasien yang tidak responsif terhadap ECT. Sehingga diperlukan terapi lain untuk penderita depresi berat. Ketamin merupakan obat bius non- competitive NMDA (N-methyl-D-aspartate) yang digunakan untuk merawat tentara saat di medan perang. Proses pelepasan metabolit spesifik ketamin akan merangsang terjadinya peningkatan pelepasan sinaps glutamat yang menyebabkan efek antidepresan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketamin dapat menjadi harapan baru untuk pasien dan peneliti dalam kasus depresi berat. Kata Kunci: Antidepresan, Depresi Berat, Glutamat, Ketamin
Potensi Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan dalam Deteksi Dini Aritmia Jantung Abed Nego Okthara Sebayang
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

Page 10 of 33 | Total Record : 326


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue