cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 268 Documents
Applied E-Learning of Kolintang Musical Instruments Case Study: University of De La Salle Manado Liza Wikarsa; Debby Paseru; Vianry Teguh Pangemanan
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1195

Abstract

Kolintang (Indonesian’s xylophones) is popular nationwide as the traditional music instruments from Minahasa, a regency in North Sulawesi. It is usually played in ancestor worshipping rituals as it was believed that Kolintang had a close relationship with the traditional belief of North Sulawesi's natives and as their culture. Currently, there are several Kolintang applications developed that run either on Windows or Android operating system. They also use different types of controllers like a web camera, touch screen, and keyboard. Unfortunately, these applications are mostly intended for advanced users who have knowledge and skills in playing the Kolintang instruments. In addition, there remains a general lack of research on how to play the five instruments of Kolintang. Thus, this research will develop an e-learning application for the Kolintang musical instruments that are best suited the needs of novice and advanced users. An evaluation framework is developed to assess the quality and efficiency of learning objects of this application on the selected users by incorporating the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Four criteria identified in this framework that are learning goal alignment, presentation design, interaction usability, and accessibility. The findings revealed that this e-learning application can help both novice and advance users to play the five instruments of Kolintang with ease and smoothness. The learning process can be done at the individual’s choice of pace and time. Key words: E-learning, Kolintang, Multimedia, North Sulawesi
Aplikasi Pelaporan dan Prediksi Daerah Berpotensi Menimbulkan Konflik Menggunakan Algoritma NAÏVE BAYES Titilianty Imbang; Alfiando Sengkey; Brammy Welang
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1196

Abstract

Bagian INTELKAM POLDA SULUT membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen dalam bidang pengamanan kepolisian serta memberikan peringatan dini kepada pihak Polda dan masyarakat terhadap konflik konflik yang akan terjadi baik dalam pengawasan senjata api, orang asing, dan kegiatan sosial politik masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu bertugas melakukan pengawasan dan pengumpulan data apabila terjadi masalah di suatu daerah, kemudian melakukan analisis apakah daerah tersebut menimbulkan konflik atau tidak. Algoritma naïve bayes merupakan salah satu metode pendekatan klasifikasi pada data mining untuk memprediksi suatu hal berdasarkan jumlah data yang besar. Pada penelitian ini, akan dibangun suatu aplikasi pelaporan dan prediksi daerah berpotensi menimbulkan konflik yang dapat membantu dalam menyediakan pelaporan setiap wilayah serta memprediksi daerah yang berpotensi menimbulkan konflik. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi yang menampilkan prediksi daerah yang berpotensi menimbulkan konflik di Sulawesi Utara. Kata kunci : Algoritma naïve bayes, klasifikasi, data mining, prediksi, daerah, konflik.
Kesiapan Mahasiswa Teknik Industri Unika Atma Jaya Terhadap Penggunaan E-Learning dalam Proses Belajar Mengajar M.M. Wahyuni Inderawati; Ronald Sukwadi; Hotma A. Hutahaean
Widya Teknik Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v15i1.1197

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, telah diimplementasikan dalam perkembangan konsep elearning. Dengan memanfaatkan teknologi berbasis web, e-learning dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran. Proses belajar mengajar (PBM) melibatkan dua pihak yang berkepentingan yaitu dosen dan mahasiswa. Keduanya merupakan kelompok pengguna (user) yang saling berinteraksi satu dengan yang lain. Agar PBM melalui e-learning berlangsung dengan efektif maka kedua belah pihak harus memiliki persepsi yang sama terhadap teknologi ini. Pengalaman dan pengetahuan dosen dan mahasiswa yang berbeda akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap teknologi ini. Unika Atma Jaya telah lama menerapkan e-learning sebagai salah satu pendukung kegiatan PBM, termasuk pada Program Studi Teknik Industri. Namun sampai saat ini belum pernah dilakukan kajian untuk mengukur tingkat kesiapan mahasiswa dan dosen terhadap sistem e-learning berdasarkan pengalaman dan persepsi masing-masing. Penelitian ini mencakup pengukuran kesiapan mahasiswa terhadap penggunaan e-learning dalam proses belajar mengajar di Program Studi Teknik Industri. Proses pengumpulan data melalui survei berdasarkan indikator dari 5 dimensi kesiapan e-learning. Data dianalisis dengan metode analisis faktor konfirmatori. Setelah itu metode MANOVA digunakan untuk melakukan uji multivariat dalam rangka meneliti pengaruh latar belakang mahasiswa terhadap kesiapan mereka pada e-learning. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan indikator yang terpilih, mahasiswa Teknik Industri Unika Atma Jaya secara umum telah cukup siap untuk menggunakan e-learning dalam PBM. Kata kunci : Unika Atma Jaya, e-learning, kesiapan mahasiswa, teknologi
Ekstraksi Pektin Dari Berbagai Macam Kulit Jeruk Irene Perina; . Satiruiani; Felycia Edi Soetaredjo; Herman Hindarso
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1227

Abstract

Tanaman jeruk merupakan tanaman asli Indonesia dan hampir seluruh wilayah Indonesia dapat ditanami jeruk. Buah jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar ataupun hasil olahan. Limbah dari buah jeruk yang berupa kulit jeruk selain dapat dibuat manisan, juga dapat diekstrak pektinnya. Jeruk mempunyai kandungan pektin yang cukup tinggi, sekitar 30%. Pektin juga terdapat pada buah–buah lainnya seperti pisang, apel dan papaya. Pektin merupakan bahan aditif yang memiliki aplikasi luas pada industri makanan karena kemampuannya membentuk gel seperti untuk membuat jelly, se lai, desert dan sebagai penghalus tekstur. Selain itu, pektin juga dapat digunakan dalam bidang bakery fillings, yaitu pada penyiapan buah. Dalam bidang produksi susu, digunakan pada pengasaman susu dan minuman berprotein serta yogurt. Pektin dapat juga digunakan dalam bidang produk kesehatan dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pelarut dan zat terlarut yang diperlukan untuk mendapatkan yield pektin dengan jumlah yang maksimum. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa yield pektin meningkat seiring dengan kenaik an kecepatan pengadukan dan besarnya perbandingan berat kulit jeruk:volume pelarut. Semua kulit jeruk termasuk kedalam golongan high metoksil pektin. Kadar metoksil dan kekuatan pembentukan gel Jeruk manis> Jeruk Lokam> Jeruk Shantang> Jeruk Nipis. Kadar abu pektin dari berbagai macam kulit jeruk memenuhi standar mutu kering pektin.
Pemanfaatan Umbi Gadung Sebagai Bahan Baku Perekat Linda Rusli; Chindy Amelia; Felycia Edi Soetaredjo; Nani Indraswati
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1228

Abstract

Dalam industri perekat, polimer sintetik banyak digunakan sebagai bahan dasar perekat. Walaupun karakteristik perekat dari polimer sintetik dalam berbagai hal lebih unggul daripada pati, tetapi masih banyak pertimbangan untuk tetap menggunakan bahan perekat yang berbahan dasar pati. Pati sebagai produk alami mudah diperbaharui, dapat didegradasi, tidak beracun dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, dalam beberapa kasus pati dapat menggantikan bahan perekat sintetik, misalnya pada kemasan produk makanan. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh jumlah air, NaOH dan ZnCl2 terhadap viskositas perekat dan jenis substrat terhadap daya rekat dari produk perekat. Pembuatan perekat dilakukan dengan memanaskan campuran pati, ZnCl2 dan air kemudian ditambahkan NaOH dan formaldehid dan diaduk. Selanjutnya dilakukan uji perekat yang meliputi viskositas, tack dan kekuatan tarik pada substrat kertas-kertas, kertas-karton, dan kertas-gelas. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Semakin banyak jumlah air, maka viskositas perekat semakin encer; 2) Pengaruh jumlah NaOH dan ZnCl2 terhadap viskositas tidak menunjukkan pola yang konsisten; 3) Tack untuk substrat kertas-kertas lebih besar dibandingkan kertas-karton dan kertas-gelas. Tack untuk substrat kertas-karton dan kertas-gelas hampir sama nilainya; 4) Kekuatan tarik perekat untuk substrat kertas-kertas > kertas karton > kertas-gelas.
Pembuatan Kompos Secara Aerob Dengan Bulking Agent Sekam Padi Christina Maria Dewi; Dewi Mustika Mirasari; . Antaresti; Wenny Irawati
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1229

Abstract

Pengomposan merupakan suatu proses biologis oleh mikroorganisme yang mengubah sampah padat menjadi bahan yang stabil menyerupai humus. Pengolahan sampah untuk pembuatan kompos sudah mulai dilakukan tetapi umumnya menggunakan sistem konvensional dengan metode windrow yang memerlukan waktu yang lama. Untuk mengatasi kendala pembuatan kompos secara konvensional, pada penelitian ini akan dipelajari pembuatan kompos dari sampah organik sisa sayuran dari pasar tradisional dengan metode in vessel non flow reactor. Dengan metode ini aerasi dapat ditingkatkan sehingga proses pengomposan dapat dipercepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh rasio C/N dan aerasi pada metode in vessel non flow reactor. Pada proses pengomposan digunakan sampah sayur hijau, sekam padi, dan tongkol jagung dengan variasi komposisi berturut-turut 3:1:1, 8:1:1, 15:1:1 dan 30:1:1 dan variasi aerasi (forced aeration dan natural aeration). Variabel-variabel yang diamati adalah suhu kompos, kadar air, kadar C, dan kadar N. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa kompos dengan komposisi sampah sayur hijau : sekam padi: tongkol jagung = 3 : 1 : 1 dengan menggunakan forced aeration mengalami penurunan rasio C/N terbesar, yaitu dari 56,60 menjadi 15,84. Pada saat pengomposan, suhu tertinggi yang dapat dicapai adalah 37,1oC. Kompos ini dapat matang dalam 20 hari dan mempunyai tekstur menyerupai tanah.
Pengaruh Suhu Pemasakan dan Laju Penambahan Air Terhadap Distribusi Waktu Tinggal Permen Jelly Dalam Single Screw Extruder Youngky Siswanto; Evy Suryaningsih; Nani Indraswati; Felycia Edi Soetaredjo
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1230

Abstract

Dari berbagai jenis permen yang beredar di pasaran saat ini terdapat produk jenis permen yang khas dan menarik, yaitu jenis permen jelly. Permen jelly mempunyai tekstur yang unik yaitu kenyal dan bisa dibentuk menjadi berbagai model yang disukai oleh konsumen. Proses pembuatan permen jelly yang banyak diterapkan selama ini adalah proses batch. Namun, proses batch ini mempunyai banyak kelemahan sehingga digunakan proses yang lebih efisien yaitu proses kontinyu dengan cara ekstrusi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan penambahan air terhadap distribusi waktu tinggal permen jelly dalam single screw extruder serta menghitung waktu tinggal rata-rata permen jelly di dalam ekstruder. Pada penelitian digunakan tracer untuk mengukur distribusi waktu tinggal permen jelly dalam ekstruder yang berkaitan dengan tingkat pencampuran dan kualitas produk. Penelitian dilakukan dengan variasi laju alir air dan variasi set suhu pemasakan. Variasi laju alir air yang digunakan adalah 1,38; 1,57; 2,22; dan 3,32 ml/s. Variasi set suhu pemasakan yang digunakan yaitu 50;80;80;50oC (set A), 60;100;100;70oC (set B), 60;110;110;70oC (set C) dan 70;120;120;80oC (set D). Dari hasil penelitian dengan variasi suhu pemasakan dan penambahan laju alir air yang semakin besar menyebabkan distribusi waktu tinggal permen jelly semakin menyebar serta waktu tinggal rata-rata permen jelly dalam alat semakin besar.
Alat Pengering Pisang Menjadi Sale Berbasis Mikrokontroler April Budihartanto; Melani Satyoadi
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1231

Abstract

Perkembangan di dunia industri saat ini, membuat manusia selalu dan terus berusaha untuk menciptakan suatu sistem yang dapat meningkatkan dan mempermudah proses produksi. Pada industri pangan seperti pisang sale, proses produksi yang cukup penting pada pembuatan pisang sale adalah sinar matahari sebagai media pengering. Proses pengeringan pisang menjadi pisang sale yang tradisional membutuhkan waktu paling cepat 1 hari, itupun jika panas matahari sedang terik. Untuk mengatasi hal tersebut, timbul keinginan untuk merancang dan merealisasikan sebuah sistem pengering pisang menjadi pisang sale hanya dalam hitungan jam. Alat pengering ini dapat mempercepat proses pembuatan pisang sale. Dalam pembuatan alat pengering ini mengunakan mikrokontroler sebagai sistem pengendalinya dan sensor DS1820 sebagai sensor suhu. Sistem pengontrol yang berbasis mikrokontroler keluarga MCS-51 ini menggunakan keypad sebagai untuk memasukkan input, sehingga pengguna dapat menentukan suhu dan waktu proses pengeringan yang dikehendaki. Sedangkan LCD berukuran 2 x16 (2 baris x 16 karakter) memiliki fungsi untuk menampilkan suhu dan kelembaban pada oven secara realtime dan juga downcounter sebagai fungsi waktu. Untuk sirkulasi udara, dipasang kipas pada belakang oven.
Alat Ukur Tinggi Badan Manusia Portabel Dewi Sutanti Karyadi; Hendro Gunawan
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1232

Abstract

Pada saat ini perkembangan teknologi semakin pesat sehingga memberikan banyak kemudahan bagi semua orang untuk melakukan aktivitas di berbagai bidang. Dalam bidang kesehatan banyak orang menggunakan peralatan ukur untuk mengetahui kondisi badan mereka setiap saat terutama dalam mengukur tinggi badan. Saat ini untuk mengukur tinggi badan biasanya dilakukan dengan bantuan orang dengan alat ukur panjang biasa. Dengan demikian pengukuran yang dilakukan akan sedikit terganggu karena perlu bantuan orang lain (kurang efisien). Maka dalam penelitan ini dirancang sebuah alat ukur tinggi badan manusia portabel yang mempermudah pengukuran tinggi badan seseorang secara digital sehingga info tentang tinggi badan dapat langsung dilihat di LCD dan didengar melalui speaker. Alat pengukur tinggi badan ini menggunakan sensor ultrasonik sebagai media untuk memperoleh data pengukuran. Pada alat pengukur tinggi badan ini diperlukan speaker untuk menunjukkan error dan hasil pengukuran tinggi. Hasil pengukurannya akan ditampilkan pada LCD dan terdengar melalui speaker. Semua proses diatur melalui Mikrokontroler AT89S51
Prototype Mechanical Screen Untuk Rumah Pompa Di Sungai (Penyaring Sampah Pada Sungai) Liang Kusumajaya Santoso; . Satyoadi
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1233

Abstract

Sungai merupakan saluran untuk mengalirkan air yang kadang-kadang mengandung sampah. Agar sampah tersebut tidak menyebabkan penyumbatan, maka sampah tersebut perlu disaring pada tempat-tempat terutama yang dekat dengan rumah pompa. Pompa diperlukan untuk mengendalikan arus air khususnya pada musim penghujan. Tujuan dari penelitian prototype mechanical screen ini adalah untuk mengangkat sampah padat yang terkumpul di tepi sungai. Hal ini dapat dikerjakan secara otomatis dengan menggunakan PLC ( Programmable Logic Controller. Prototype mechanical screen dirancang untuk memudahkan pekerjaan mengangkat sampah padat yang terkumpul pada tepi sungai. Mechanical screen terdiri dari movable frame, suatu kerangka penopang yang bergerak dimana lengan pembantu dan penggaruk sampah terpasang. Movable frame dapat bergerak sepanjang sungai secara bolak-balik, yang digerakan oleh sebuah motor DC lewat sabuk bergerigi dan roda gigi. Sedangkan lengan pengangkat dikendalikan oleh sistem pneumatik lewat sejumlah silinder dan katup. Sebuah konveyor sabuk yang digerakan motor DC dipakai untuk mengangkut sampah padat yang telah digaruk oleh penggaruk dan dibawa ke penampungan sampah. Kontroler utama dari sistem ini menggunakan OMRON PLC CPM-1A. Hasil pengujian dan pengukuran dari prototype ini ternyata memiliki kesalahan yang sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Hasil unjuk kerja alat menunjukan bahwa prototype telah memenuhi tujuan perancangan dan peruntukannya.

Page 4 of 27 | Total Record : 268