cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 268 Documents
Peningkatan Kualitas Produk Kapur Tulis Dengan Pendekatan Dmaic di UD. Sumber Makmur Yessica Yapri; Joko Mulyono; Martinus Edy Sianto
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1234

Abstract

UD. Sumber Makmur merupakan sebuah pabrik yang bergerak di bidang pembuatan kapur tulis, yang terletak di Desa Setro, Kecamatan Menganti, Gresik. Banyak usaha dilakukan oleh perusahaan ini untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan karena semakin banyak sekolah yang tidak lagi menggunakan kapur tulis. Penelitian dilakukan di bagian produksi yaitu bagian pencetakan dan pengeringan. Pada kedua bagian ini terdapat cukup banyak cacat produk yang dihasilkan, yaitu kapur mudah patah, permukaan kapur berongga dan kotor. Banyaknya cacat produk yang dihasilkan adalah sekitar 20% dari total kapur tulis yang diproduksi setiap harinya. Perbaikan dilakukan pada produksi kapur tulis dengan menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control) yang merupakan suatu metode perbaikan yang terdapat dalam six sigma untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas produknya agar dapat memenangkan kompetisi. Pada tahap improve perbaikan menggunakan DOE (Design of Experiment) dengan melakukan percobaan pada pebandingan komposisi bahan baku karena penyebab utama dari kecacatan produk adalah komposisi bahan yang kurang tepat. Penyebab utama kecacatan produk ini diperoleh dari tahap Analyze. Perbandingan komposisi bahan baku yang dihasilkan dari DOE adalah 65 gypsum : 35 kalsium dan air 0,75 liter. Sedangkan kualitas bahan baku yang sebaiknya digunakan adalah kualitas A karena menghasilkan cacat produk yang lebih sedikit.
Perbaikan Kualitas Produk Furniture Dengan Menggunakan Pendekatan Dmaic di PT. Prospek Manunggal Era Industry Lia Caroline; Ign Joko Mulyono; Dini Endah Setyo Rahaju
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1235

Abstract

PT. Prospek Manunggal Era Industry merupakan sebuah pabrik yang bergerak di bidang furniture dengan bahan baku utamanya rotan dan marmer terletak di Jalan Wates Negoro, Kec Ngoro. Pengendalian kualitas mencakup keseluruhan kegiatan produksi, mulai dari perencanaan (Plan), kemudian mengimplementasikan perencanaan itu menjadi kenyataan (Do), dan meninjau kembali sejauh mana kesesuaian antara hasil dengan rencana semula (Check). Selanjutnya harus dilakukan perbaikan yang perlu agar kesesuaian antara hasil dengan rencana tercapai (Action). Pengendalian kualitas adalah sebuah diagnostic. Apabila terjadi sebuah produk cacat muncul, penyebabnya dicari dan dilakukan perbaikan, untuk itu metode yang digunakan dengan DMAIC. Di mana penggunaan metode ini disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis permasalahannya. Dari DMAIC (define, measure, analyze, improve, control) semua masalah akan dapat teratasi dan metode ini dapat memberikan usulan perbaikan dan dapat diimplementasikan pada perusahaan ini. Dengan menggunakan diagram pareto, menghitung DPO dan DPMO untuk mengetahui besar sigma. Dengan menggunakan DMAIC menunjukkan banyak perubahan yang nyata pada perusahaan dan berarti perusahaan memerlukan perbaikan dengan menambah alat bantu.
Perancangan Usulan Tata Letak Gudang Bahan Baku Penunjang di PT. Multi Manao Indonesia Devi Anggraini Sosanto; Anastasia Lydia Maukar; Martinus Edy Sianto
Widya Teknik Vol. 6 No. 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i1.1236

Abstract

PT. Multi Manao Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor furniture. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang furniture membutuhkan bahan baku penunjang yang beraneka macam. Oleh karena itu gudang bahan baku penunjang tersebut perlu dilakukan penataan agar proses mencari bahan baku yang diminta menjadi lebih mudah. Perbaikan tata letak gudang ini membutuhkan data permintaan, penempatan pada layout awal, dan kebutuhan luas. Untuk merancang tata letak yang baru digunakan prinsip kesamaan (similarity) dan keseringan (popularity). Bahan baku penunjang yang memiliki kesamaan jenis dikelompokkan menjadi satu kelompok. Bahan baku penunjang yang memiliki frekuensi pengambilan besar diletakkan pada lokasi yang mudah dijangkau. Dari hasil perhitungan kebutuhan luas diperoleh perbandingan antara tata letak awal dan usulan adalah penambahan pemakaian kebutuhan luas gudang sampai 12,39%. Penempatan bahan baku penunjang pada tata letak awal berdasarkan kategori jarak tempuh dan frekuensi pengambilan diperoleh penambahan sebesar 4,75% dari bahan baku penunjang keseluruhan pada kategori dekat, pengurangan sebanyak 7,30% dari bahan baku penunjang keseluruhan pada kategori sedang dan penambahan 2,55% dari bahan baku penunjang keseluruhan pada kategori jauh. Secara keseluruhan jarak tempuh pada tata letak usulan untuk proses pengambilan bahan baku penunjang berkurang sebesar 4,77% dari jarak tempuh pada tata letak awal. Untuk mendukung perencanaan tata letak gudang maka dibandingkan antara tata letak awal dan usulan berdasarkan prinsip kesamaan (similarity) dan keseringan (popularity).
Pengaruh Suhu dan Waktu Pemanasan terhadap Kandungan Vitamin A dan C Pada Proses Pembuatan Pasta Tomat Kang Tuan Hok; Wiwit Setyo; Wenny Irawaty; Felycia Edi Soetaredjo
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1237

Abstract

Buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill) termasuk sayuran buah yang banyak disukai karena rasanya enak dan segar. Kualitas tomat dapat ditinjau dari rasa manis, asam, kekenyalan, dan jumlah air buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan suhu dan waktu pemanasan terhadap kadar vitamin A dan C dan untuk mengetahui suhu pemanasan yang optimum serta mempelajari kinetika degradasi termal pada pembuatan pasta tomat. Metode penelitian ini sebagai berikut mula-mula tomat yang sudah diblender dipanaskan dengan suhu tertentu, tiap selang waktu tertentu sampel diambil untuk dianalisis kadar vitamin C, A dan kadar padatan terlarut. Selain itu juga dianalisis konsentrasi vitamin C dalam tomat. Analisis ini dilakukan dengan beberapa metode antara lain titrasi iodometri, dan analisis dengan spektrofotometer. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: 1. semakin lama waktu pemanasan kadar padatan terlarut dalam pasta tomat semakin besar sehingga dan nilai kadar tersebut sesuai dengan SNI 01-3546-2004 yaitu minimum 24%. Untuk pengaruh suhu pemanasan yang semakin tinggi maka penurunan kadar vitamin C semakin besar, dan juga penurunan kadar vitamin A semakin besar akibat terdegradasi oleh panas; 2. reaksi degradasi termal vitamin C dalam pasta tomat mengikuti reaksi orde satu, sehingga diperoleh nilai ko dan E untuk reaksi tersebut adalah ko=0,6126 menit -1dan E=3.292,08 cal/mol.
Pengambilan Minyak Kemiri dengan Cara Pengepresan dan Dilanjutkan Ekstrasi Cake Oil Ferek Estrada; Ruben Gusmao; . Mudjijati; Nani Indraswati
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1239

Abstract

Biji kemiri memiliki kandungan minyak cukup tinggi yaitu sekitar 57–69 %. Hampir semua bagian dari pohon kemiri yakni dari akar, batang, kulit dan daunnya memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia antara lain di bidang farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh tekanan pengepresan dan suhu terhadap yield pengepresan dan kualitas minyak. Selain itu juga dipelajari pengaruh rasio massa cake oil/volume n-heksan terhadap yield minyak kemiri pada proses ekstraksi cake oil. Metode penelitian; kulit biji kemiri dipecahkan secara manual, selanjutnya biji kemiri dijemur sampai kering kemudian dipotong-potong sampai berukuran sekitar 1 mm. Setelah itu biji kemiri dianalisis sifat-sifat fisisnya. Biji kemiri sebanyak 200 gram dipress pada suhu berkisar 30-70C dan tekanan berkisar 2000–6000 psi. Kemudian cake oil yang memberikan yield terbesar ditimbang dan diekstraksi dengan pelarutn-heksan. Minyak hasil ekstraksi tersebut dicampur dengan minyak hasil pengepresan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa yield minyak meningkat dengan bertambahnya tekanan, sedangkan kualitas minyak tidak dipengaruhi oleh tekanan. Yield minyak meningkat seiring dengan meningkatnya rasio antara cake oil/volume n-heksan sampai batas tertentu, kemudian menurun pada proses ekstraksi. Yield minyak terbesar dihasilkan pada pengepresan dengan tekanan 6000 psi dan suhu 30ºC serta ekstraksi cake oil dengan rasio 25 g biji kemiri/100 ml solven.
Ekstraksi Oleoresin Dari Jahe Rosevicka Dwi Oktora; . Aylianawati; Yohanes Sudaryanto
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1240

Abstract

Jahe adalah salah satu tanaman rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan dan obat-obatan. Selama penyimpanan, jahe dapat mengalami pengeriputan, perkecambahan, dan pencemaran oleh berbagai mikroba. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka jahe diolah dalam bentuk oleoresin. Dalam penelitian ini, oleoresin jahe dibuat dari jahe putih besar dengan ekstraksi solven organik. Variabel yang diteliti adalah variasi jenis solvent dan waktu perendaman jahe. Solvent yang digunakan adalah etanol dan n-heksana, dan waktu perendamannya divariasi selama berkisar 0-30 jam. Ekstraksi dilakukan pada jahe putih besar berukuran cmxcmxcm, sebanyak 50 g. Perbandingan massa jahe terhadap volume solvent yaitu 1:4. Ekstraksi dilakukan selama 6 jam dengan kecepatan pengadukan 150 rpm. Hasil ekstraksi merupakan campuran antara fixed oil dan minyak atsiri yang mudah menguap. Oleorein jahe berwarna kuning cerah, kuning sampai coklat gelap. Oleoresin yang dihasilkan masih mengandung sisa solvent. Pemurnian oleoresin jahe menggunakan alat rotary evaporator, di mana oleoresin dapat dipisahkan dari sisa solvent. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstraksi menggunakan etanol menghasilkan yield yang lebih tinggi dibandingkan ekstraksi menggunakan nheksana. Untuk semua jenis solvent yang digunakan dalam ekstraksi, semakin lama waktu perendaman potongan jahe maka oleoresin yang terekstrak semakin banyak. Kondisi optimum diperoleh pada ekstraksi jahe menggunakan etanol dan perendaman 30 jam dengan yield 85,40%.
Pengaruh Pasteurisasi Terhadap Kualitas Jus Jeruk Pacitan Hellen Retno Kusuma; Tita Ingewati; Nani Indraswati; . Martina
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1241

Abstract

Jeruk Pacitan adalah salah satu hasil perkebunan asli Indonesia dan menjadi hasil unggulan daerah Pacitan. Jeruk Pacitan mempunyai rasa yang manis, kandungan air yang banyak, dan memiliki kandungan vitamin C yang tinggi sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat terutama anak– anak. Jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk jus. Pada pembuatan jus jeruk dalam kemasan terlebih dahulu dilakukan pasteurisasi sebelum dikemas untuk mematikan mikroba dan menginaktifkan enzim–enzim yang menyebabkan reaksi pencoklatan. Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari pengaruh suhu dan waktu pemanasan pada proses pasteurisasi jus jeruk Pacitan serta menentukan kondisi terbaik agar didapatkan jus jeruk dengan jumlah mikroba sesuai SNI (
Sistem Pengering Tempat Telur Karton Yang Ada Di Atas Troli Secara Otomatis Hendri Aldriek Liemena; Diana Lestariningsih; Lanny Agustine
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1249

Abstract

Penelitian ini bermaksud meneliti suatu sistem pengering tempat telur karton yang bekerja secara otomatis. Sistem menggunakan mikrokontroler AVR ATMEGA8535. Sistem pengering ini terdiri atas beberapa bagian yaitu sistem pemantau cuaca, eggtray, dan sistem pengerak. Pada sistem penggerak terdapat troli untuk memindahkan tempat telur dari gudang ke lapangan penjemuran atau sebalikya. Troli-troli tersebut akan ditarik dengan menggunakan sebuah motor DC. Dalam sistem ini juga digunakan sensor cahaya dan sensor suhu untuk memantau keadaan cuaca. Sensor cahaya diletakkan pada tempat penjemuran. Sensor suhu digunakan sebagai pendukung sensor cahaya dan berfungsi mengukur suhu udara. Kedua sensor tersebut akan memantau keadaan cuaca. Dari informasi inilah, sistem akan menentukan posisi troli-troli penjemur. Selain itu sistem ini dapat mendeteksi kering atau tidaknya tempat telur yang dijemur. Hal tersebut dapat diketahui dari besarnya kadar air yang terkandung di dalam tempat telur berdasarkan berat tempat telur yang diukur dengan menggunakan sensor berat. Sistem juga dilengkapi sebuah LCD untuk menampilkan informasi tentang keadaan cuaca. Pada sistem ini terdapat dua mode yaitu mode otomatis dan mode manual. Pada mode otomatis, sistem bekerja dengan memantau terlebih dahulu keadaan cuaca di tempat penjemuran. Troli akan dimasukkan kembali ke gudang apabila, cuaca terdeteksi mendung atau tempat telur yang sedang dijemur telah kering.
Alat Pengetesan Kurva Polarisasi Speaker Mingki Yanto; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1251

Abstract

Peralatan sound sistem (speaker) saat ini telah berkembang pesat, banyak speaker-speaker baru yang dibuat dengan teknologi yang modern. Namun sampai saat ini banyak dari speaker-speaker tersebut yang masih belum diketahui polarisasi penyebaran suaranya. Kebanyakan dari penggemar sound mengalami kesulitan dalam memilih speaker yang cocok untuk diletakkan dalam suatu ruangan tertentu agar dapat menghasilkan kualitas suara seperti yang diinginkan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya suatu alat yang mampu mengatasi masalah tersebut, dengan cara mengetes polarisasi dari penyebaran suara pada speaker. Dengan menggunakan sound level yang dikeluarkan oleh speaker, sound level tersebut akan dikonversikan ke dalam bentuk digital dan kemudian dikirimkan ke PC menggunakan kabel RS-232. Selanjutnya data tersebut diterima oleh PC dan diolah serta ditampilkan dalam bentuk kurva polarisasi.
Alat Penguji Kualitas Koil Kendaraan Bermotor Yohanes Mario; Antonius Wibowo
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1252

Abstract

Kendaraan bermotor merupakan alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh kebanyakan orang saat ini. Untuk itu kendaraan bermotor yang digunakan harus terawat dengan baik dan mesin motor dalam kondisi prima. Kondisi motor yang prima sangat bergantung pada kinerja komponen-komponen di dalamnya. Salah satu komponen yang berpengaruh adalah koil. Untuk mengetahui kinerja koil, maka dibuatlah alat yang dapat mengetahui kualitas koil yang digunakan. Perancangan alat ini meliputi perancangan hardware dan software. Perancangan hardware meliputi: pembuatan rangkaian driver koil, rangkaian pembagi tegangan, rangkaian non-inverting sebagai RPS, dan pembuatan rangkaian mikrokontroler AVR Atmega32. Sedangkan perancangan software menggunakan bahasa C sebagai bahasa pemrograman untuk mengintruksi mikrokontroler. Alat ini bekerja dengan menggunakan dua metode, yaitu metode pengukuran spark koil untuk melihat apakah koil tersebut masih bisa digunakan atau tidak, dan metode perbandingan resistansi sekunder koil yang diuji dengan resistansi standarnya sesuai dengan tipe koil yang diuji. Pengukuran dengan menggunakan metode yang kedua inilah yang nantinya akan menentukan baik buruknya kualitas koil yang diuji. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa baik atau jeleknya kualitas koil berpengaruh pada warna dan panjang spark yang dihasilkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari pengujian kinerja alat penguji kualitas koil, maka dapat disimpulkan bahwa alat dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan perancangan.

Page 5 of 27 | Total Record : 268