cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 219 Documents
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi DENGAN METODE DIFUSI Bahrul Ulum; Farach Khanifah
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuman Salmonella typhi adalah penyebab terjadinya demam tifoid. Pengobatan penyakit demam tifoid dapat dilakukan secara medis dan tradisional. Tanaman pare mengandung banyak senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri termasuk terhadap bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak buah pare (Momordica charantia) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan metode difusi. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengujian antibakteri menggunakan difusi kertas cakram, dengan melihat luasnya wilayah jernih (zona hambat) di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah pare pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Besarnya rerata daerah hambat ekstrak buah pare konsentrasi 20% ialah 8,5 mm, konsentrasi 40% ialah 12 mm, konsentrasi 60% ialah 12,5 mm dan konsentrasi 80% memiliki daya hambat paling besar dengan zona hambat 13,5 mm, sedangkan kontrol (-) tidak terdapat daya hambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Konsentrasi hambat minimum ekstrak buah pare (Momordica charantia) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi adalah 20% dengan diameter zona hambat yang termasuk kuat yaitu sebesar 8,5 mm. Kata kunci:  konsentrasi hambat minimum, ekstrak buah pare, Salmonella typhi.
IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella sp. PADA TELUR AYAM RAS (Studi di Pasar Pon Jombang) Yunita Arisnawati; Awaluddin Susanto
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur ayam ras  adalah salah satu sumber pangan protein hewani yang popular dan sangat diminati oleh masyarakat. Hampir seluruh kalangan masyarakat dapat mengkonsumsi telur ayam ras untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Telur dapat mengalami kerusakan, baik kerusakan fisik maupun kerusakan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri Salmonella sp. pada telur ayam ras yang dijual di Pasar Pon Jombang.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan populasi menggunakan 4 sampel telur dari distributor yang berbeda yang dijual di Pasar Pon Jombang.Teknik penelitian ini menggunakan total sampling. Variabel pada penelitian ini adalah bakteri Salmonella sp.pada telur ayam ras.Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan didapatkan hasil 2 sampel cangkang telur positif bakteri Salmonella sp. dan 1 sampel kuning telur positif bakteri Salmonella sp.dan ditemukan bakteri lain seperti bakteri Escherichia coli dan bakteri Pseudomonas.Dari hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa telur ayam ras yang dijual di Pasar Pon Jombang mempunyai kualitas yang kurang baik, karena sebagian (50%) cangkang telur dan sebagian kecil (25%) kuning telur terkontaminasi bakteri Salmonella sp. Kata Kunci : Bakteri Salmonella sp.Telur Ayam Ras
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA REMAJA PEMINUM TUAK (Studi di Desa Plumpang Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban) Erna Mei Nanik; Sri Sayekti
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuak merupakan minuman tradisional yang populer dikalangan masyarakat. Komponen utama yang terdapat didalam tuak adalah air, karbohidrat dalam bentuk sukrosa yang mengakibatkan air nira terasa manis tetapi terkadang terasa asam. Selain itu tuak juga mengandung alkohol, dimana konsumsi alkohol yang berlebih dapat menyebabkan anemia. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami serangkaian proses biokimia. Kadar hemoglobin merupakan indikator biokimia untuk mengetahui status gizi peminum tuak karena penurunan konsentrasi hemoglobin merupakan tanda dari anemia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada remaja peminum tuak di Desa Plumpang Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan populasi 29 remaja peminum tuak yang ada di Desa Plumpang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin remaja peminum tuak. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin menggunakan alat manual fotometer. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisa data yaitu editing, coding dan tabulating. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin remaja peminum tuak normal 79% dan kadar hemoglobin abnormal atau tinggi 21%. Kesimpulan dari penelitian ini hampir seluruhnya remaja peminum tuak memiliki kadar hemoglobin normal. Disarankan remaja peminum tuak  untuk mengurangi konsumsi tuak secara berlebih dan memperhatikan asupan gizi terutama banyak konsumsi daging, vitamin C, dan sayur untuk mempermudah absorbansi zat besi, memperhatikan aktivitas dan pola istirahat.  Kata Kunci: Hemoglobin, Remaja, Tuak
PENINGKATAN LEUKOSIT SEBAGAI SKRINING TERJADINYA ATEROSKLEROSIS PADA PEROKOK AKTIF (Studi pada Security dan Pekerja Umum STIKES ICME Jombang) Eka Sulastiningsih; M. Zainul Arifin
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon monoksida (CO) yang terdapat dalam rokok dapat mengakibatkan terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis dipahami sebagai kondisi inflamasi vaskuler dan leukosit merupakan satu indikator yang terintegrasi dari rangsangan inflamasi pada fase akut maupun kronis serta berperan penting dalam inisiasi dan proses aterosklerosis. Respon inflamasi sering kali umumnya diukur dari total leukosit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan leukosit sebagai skrining terjadinya Aterosklerosis pada perokok aktif pada Security dan Pekerja Umum STIKES ICME Jombang. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini semua security dan pekerja umum STIKES ICME Jombang. Sampel yang diambil 20 responden dengan cara teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah peningkatan leukosit sebagai skrining terjadinya aterosklerosis pada perokok aktif. Pengambilan data dengan cara menyebarkan kuesioer dan observasi menggunakan mikroskop. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisa data yaitu Editing, Coding dan Tabulating. Hasil penelitian ini didapatkan dari 20 responden terdapat 10 responden (50%) memiliki jumlah leukosit lebih dari normal (Leukositosis) dengan jumlah leukosit lebih dari 10.000 sel/mm3 darah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa setengah responden memiliki jumlah leukosit lebih dari normal (Leukositosis) sebanyak 10 responden (50%). Diharapkan seseorang yang merokok secara berlebihan untuk mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi setiap harinya, serta pola makan yang teratur untuk mencegah terjadinya peningkatan leukosit. Kata Kunci : Aterosklerosis, Peningkatan Leukosit, Perokok Aktif, Skrining
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN BILIRUBIN TOTAL PADA PASIEN HEPATITIS Deswinda Fadhilah Nuraini; Evi Puspita
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fungsi hati utama adalah melakukan ekskresi bilirubin, fungsi hati ini dapat terganggu apabila ada kerusakan fungsi hati. Gangguan ekskresi bilirubin ini menyebabkan peningkatan atau penurunan kadar bilirubin serum. Salah satu penyebab utama peningkatan bilirubin adalah virus hepatitis, virus hepatitis yang berada di dalam hati menyebabkan kerusakan fungsi hati Berdasarkan studi pendahuluan dengan pengambilan data pasien hepatitis pada bulan September-Desember 2014 di RSUD jombang didapatkan sebanyak 23 dari penderita hepatitis memiliki kadar bilirubin yang tinggi (71,87%) dan sebanyak 9 dari 32 pasien hepatitis memiliki kadar bilirubin yang normal (28,13%).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan bilirubin total pada pasien hepatitis. Dikarenakan hasil pemeriksaan bilirubin total serum dapat menggambarkan derajat kerusakan fungsi hati terutama kerusakan fungsi ekskresi bilirubin.Desain penelitian yang digunakan adalah  Deskriptif, populasinya sebanyak 20responden pasien hepatitis rawat inap dengan sampel yang diambil 20 responden dengan tehnik pengambilan total sampling. Pengambilan data dengan pengambilan langsung sampel darah responden menggunakan pengukur kadar Bilirubin Total spektrofotometer UV Vis, kemudian data di olah dengan menggunakan editing, coding, dan tabulating. Hasil penelitian didapatkan dari 20 responden terdapat16 responden (80%) dengan kadar Bilirubin Total diatas normal dan sebanyak 4 responden (20%) memiliki kadar Bilirubin yang normal.Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah hampir seluruh penderita hepatitismemilikikadarbilirubin totaldiatas normal, yaitu sebanyak 80%.  Kata Kunci: Hepatitis, Kadar Bilirubin Total
IDENTIFIKASI TELUR Hookworm PADA KOTORAN KUKU SISWA SD USIA 7-8 TAHUN DENGAN METODE FLOTASI (Studi di SDN Tambakrejo 01 Desa Tambakrejo Kabupaten Jombang) Anita Permatasari; Putri Ayu Ika
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:Infeksi kecacingan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang masih tinggi prevalensinya terutama pada kelompok umur balita dan anak usia sekolah dasar terutama didaerah pedesaan dan daerah kumuh perkotaan. Menurut WHO kecacingan dapat menimbulkan kekurangan gizi berupa kalori dan protein serta kehilangan darah yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan menimbulkan gangguan tumbuh kembang anak. Tujuan Penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya telur Hookworm pada kotoran kuku siswa SD usia 7-8 tahun dengan metode flotasi di SDN Tambakrejo 01 Desa Tambakrejo Kabupaten Jombang.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SDN Tambakrejo 01 Desa Tambakrejo Kabupaten Jombang usia 7-8 tahun sejumlah 18 dengan teknik sampling total sampling. Variabel penelitian ini adalah identifikasi telur Hookworm. Pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating. Identifikasi telur Hookworm pada kotoran kuku siswa SD usia 7-8 tahun menggunakan metode flotasi NaCl 0,9%.Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa 5 siswa (28%) positif terdapat telur cacing pada kotoran kukunya dan 13 siswa (72%) negatif. Telur cacing yang teridentifikasi adalah jenis telur cacing Hookworm, telur decorticated Ascaris lumbricoides, cacing Necator americanus, larva rhabditiform dan larva filariform.Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir setengah responden positif terdapat telur cacing pada kotoran kukunya yaitu 5 siswa (28%). Telur cacing yang teridentifikasi adalah jenis telur cacing Hookworm, telur decorticated Ascaris lumbricoides, cacing Necator americanus, larva rhabditiform dan larva filariform. Kata Kunci : Kotoran Kuku, Sekolah Dasar, Telur Hookworm
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MIKRO HEMATOKRIT MENGGUNAKAN EDTA 5% DAN 10% (Studi Pada Mahasiswa STIKes ICME Jombang DIII-Analis Kesehatan Kelas B Semester VI) Gagah Putra E; Sri Sayekti; Maharani Tri Puspitasari
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan hematokrit merupakan salah satu pemeriksaan untuk membantu diagnosa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), anemia, polisetemia. Penetapan nilai hematokrit dilakukan dengan dua metode, yaitu metode makro dan mikro. Penetapan nilai mikro hematokrit dibutuhkan darah yang tidak membeku. Maka diperlukan antikoagulan, umumnya yang digunakan adalah EDTA. Sehingga, jumlah antikoagulan yang digunakan harus tepat dengan perbandingan volume darah yang diperlukan dalam penetapan nilai hematokrit, umumnya adalah 10% dalam 1ml darah. Penelitian Mahastiti dkk, (2015) diperoleh hasil ada perbedaan yang bermakna dalam pemeriksaan mikro hematokrit menggunakan EDTA 5% dan 10%. Namun penelitian Lestari, (2006) perbedaan konsentrasi EDTA antara 5% dan 10% tidak terdapat perbedaan yang bermakna dalam pemeriksaan mikro hematokrit.Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan mikro hematokrit menggunakan EDTA 5% dan 10%.Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik observasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIKes ICME Jombang DIII-Analis Kesehatan Kelas B Semester VI berjumlah 34 mahasiswa. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan editing, coding, tabulating dan dianalisis menggunakan uji statistika Independent T-test (p<0,05). Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil 31 responden yang menggunakan EDTA 5% memiliki rata-rata 39,93%, sedangkan 31 responden yang menggunakan EDTA 10% memiliki rata-rata 36,70% dengan menggunakan uji Independent T-test p=0,00 (p<0,05).Kesimpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pemeriksaan mikro hematokrit menggunakan EDTA 5% dan 10%. Kata Kunci : Hematokrit, Mikrohematokrit, Makrohematokrit, Variasi Konsentrasi EDTA
IDENTIFIKASI JAMUR Malassezia furfur PADA PETANI (Studi di Dusun Bendung Rejo RT 11 RW 14 Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang) Vivin Mardiana; Ali Maududi; Sri Lestari
Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malassezia furfur merupakan flora normal pada kulit manusia dan ragi yang bersifat lipofilik sering ditemukan pada permukaan kulit atau tubuh manusia juga memiliki periode pertumbuhan yang sangat cepat. Biasanya jamur ini muncul disebabkan  oleh penyakit Pytiarisis versicolor. Tujuan penelitian adalah untuk identifikasi adanya jamur Malassezia furfur pada petani. Penelitian bersifat deskriptif, sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden di Dusun Bendung Rejo RT11/RW14 Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang diambil secara Total sampling. Pengumpulan data dilakukan cara yaitu menggunakan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah jamur Malassezia furfur. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan dari 20 responden sebagian kecil tereinfeksi jamur Malassezia furfur dengan jumlah 3 orang (15%) dan yang tidak terinfeksi jamur Malassezia furfur sebagian besar 17 responden (85%) Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian kecil responden pekerja petani di Dusun Bendung Rejo RT11/RW14 Kecamatan Jogoroto Jombang terinfeksi jamur Malassezia furfur. Kata Kunci : Malassezia furfur, Petani, Pytiarisis versicolor
PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP TINGKAT KOOPERATIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG SERUNI RSUD JOMBANG Pradira Triwahyu Purna Pramesti; Monika Sawitri Prihatini; Yuliati Alie
Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dihadapi anak dengan rawat inap adalah kecemasan sehingga menyebabkan anak tidak bisa kooperatif, yang ditunjukkan dengan sikap menolak pada proses perawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak usia prasekolah di Ruang Seruni RSUD Jombang. Desain penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan One-group pra-post test design. Populasi adalah semua anak prasekolah yang rawat inap di Ruang Seruni RSUD Jombang sejumlah 52 anak. Besar sampel 14 responden dengan  teknik Purposive Sampling. Variabel independen adalah terapi bermain dan variabel dependen adalah tingkat kooperatif anak usia prasekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (74,4%) memiliki sikap kooperatif yang negatif sebelum diberikan terapi bermain dan  sebagian besar responden (78,6%) memiliki sikap kooperatif yang positif sesudah diberikan terapi bermain. Berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak, dengan tingkat signifikansinya 0,005 dimana <0,05. Ada pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kooperatif anak usia prasekolah selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi ruangan untuk menurunkan kecemasan anak. Kata Kunci : Anak Usia Prasekolah, Rawat Inap, Terapi Bermain, Tingkat Kooperatif
PENGARUH LAMA MENJADI KADER DAN PEMBINAAN TERHADAP PEMANFAATAN BUKU PEDOMAN MOTIVATOR ASI OLEH KADER (Studi di Puskesmas Wilayah Kerja Kabupaten Jombang) Lusiana Meinawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bayi di Kabupaten Jombang meningkat dari 12,15/1000 KH pada tahun 2012 menjadi 13,18/1000 KH pada tahun 2013. Pemberian ASI eksklusif terbukti menurunkan angka kematian bayi, sehingga motivator ASI sangat diperlukan. Pemanfaatan buku pedoman motivator ASI masih belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama menjadi kader dan pembinaan terhadap pemanfaatan buku pedoman oleh kader sebagai motivator ASI di Puskesmas Wilayah Kerja Kabupaten Jombang.Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Populasi adalah kader motivator ASI sejumlah 245 kader. Jumlah subjek 100 kader yang dipilih secara simplerandom sampling. Analisis data dilakukan dengan Chi Square untuk analisis bivariat dan regresi logistik ganda untuk multivariate.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata umur subjek 35 tahun, dan rata – rata lama menjadi kader selama 3 tahun, sebanyak 64% subjek berpendidikan <9 tahun subjek mendapatkan pembinaan, dan 81% subjek memanfaatkan buku pedoman. Variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan yaitu pembinaan (p=0,0001). Variabel yang berpengaruh terhadap pemanfaatan buku pedoman adalah pembinaan ((p= 0,007), EXP (B) = 11,566).Bagi puskesmas perlu dilakukan penguatan program, evaluasi materi dalam buku pedoman, peningkatan kinerja bidan desa sebagai pendamping kader, serta perumusan pemberian reward bagi kader berprestasi. Kader motivator ASI diharapkan meningkatkan motivasi untuk tetap aktif dan memanfaatkan ketersediaan buku pedoman. Kata kunci : Pemanfaatan, Buku, Kader kesehatan

Page 5 of 22 | Total Record : 219