cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 219 Documents
IDENTIFIKASI JENTIK NYAMUK Aedes aegypti PADA KAMAR MANDI DI DUSUN PLOSOGERANG JOMBANG (Studi di Dusun Plosogerang, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang) Ayu Lestari; Anthofani Farhan; Luluk Sulistiyono
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Aedes aegypti adalah nyamuk yang menularkan virus dengue ke manusia melalui gigitan. Deteksi dini keberadaan nyamuk Aedes aegypti bisa dilakukan pada fase aquatic yaitu ketika pada bentuk larva. Plosogerang berada di Kabupaten Jombang. Pada tahun 2018 Plosogerang dinyatakan Dinkes sebagai daerah yang memiliki kasus demam berdarah dengue paling rendah di Jombang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jentik nyamuk Aedes aegypti di Dusun Plosogerang Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi semua kamar mandi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 5 kamar mandi. Variabel pada penelitian ini ada tidak jentik nyamuk Aedes aegypti pada kamar mandi di Dusun Plosogerang. Pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating. Hasil penelitian identifikasi jentik nyamuk Aedes aegypti pada kamar mandi di Dusun Plosogerang Jombang pada 5 kamar mandi didapatkan sebanyak 20 larva dan semua merupakan larva nyamuk Aedes aegypti. Kesimpulan penelitian di Dusun Plosogerang ditemukan 100% larva nyamuk Aedes aegypti. Saran Diharapkan masyarakat memahami dan menerapkan program 4 M (Menguras, Menutup, Mengubur dan Memantau), memberi ikan dan bubuk abate pada penampungan air dikamar mandi, sehingga peluang timbulnya demam berdarah akan lebih kecil.
UJI EKSTRAK BIJI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DAN BUNGA MELATI (Jasminum sambac L.) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti Aindi Putri Dias; Anthofani Farhan; Ita Ni’matuz Zuhroh
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Aedes aegypti adalah adalah jenis nyamuk yang dapat membawa virus Dengue penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pemberantasan Aedes aegypti bisa dilakukan pada fase larva, yaitu menggunakan larvasida yang terbuat dari bahan alami. Biji buah pepaya (Carica papaya L.) dan bunga melati (Jasminum sambac L.) merupakan salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai larvasida Aedes aegypti. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak biji buah pepaya (Carica papaya L.) dan bunga melati (Jasminum sambac L.) dapat membunuh larva Aedes aegypti. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental. Sampel yang digunakan adalah larva Aedes aegypti, sebanyak 25 larva Aedes aegypti sampling diambil di kota Jombang dengan menggunakan teknik purposive. Desaign penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% di inkubasi selama 60 menit. Hasil Penelitian : hasil penelitian ekstrak biji buah pepaya (Carica papaya L.) dan bunga melati (Jasminum sambac L.) konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25% memiliki kemampuan membunuh 100% dalam waktu 60 menit. Kesimpulan : bahwa Ekstrak biji buah pepaya (Carica papaya L.) dan bunga melati (Jasminum sambac L.) mampu membunuh larva Aedes aegypti. Saran :Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan penelitian tentang ekstrak bunga pepaya sebagai larvasida Aedes aegypti dengan menggunakan konsentrasi yang berbeda.
UJI ANTIMIKROBA EKTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Andri Wahyu Saputri
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Daun salam memiliki kandungan flavonoid, alkoloid, saponin dan tannin. Senyawa aktif yang terdapat pada daun salam memiliki kandungan antibakteri. Salah satu penyebab diare yaitu Escherichia coli. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan menggunakan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari ekstrak daun salam(Syzygium polyanthum). Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang menggunakan sampel ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dengan menggunakan metode difusi. Kemampuan ekstak daun salam (Szyzygium polyanthum) dalam menghambat bakteri Escherichia coli dilihat pada besar zona hambat yaitu positif dengan melihat adanya luas zona hambat disekitar cakram dan negatif tidak adanya zona hambat sekitar cakram. Hasil: Berdasarkan penelitian uji antimikroba ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) didapatkan hasil pada konsentrasi 25% kategori intermediet, konsentrasi 50% kategori sensitif, 75% kategori sensitif dan untuk konsentrasi 100% kategori sensitif. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa uji antimikroba ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Konsentrasi 25% ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) masih lemah untuk menghambat bakteri Escherichia coli atau termasuk kategori intermediet sedangkan konsentrasi paling baik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yaitu konsentrasi 100%. Saran : Diharapkan bagi masyarakat dapat memanfaatkan daun salam (Syzygium polyanthum) yang dijadikan sebagai obat alternatif infeksi bakteri Escherichia coli
UJI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI LARVA Aedes aegypti (Studi di Desa Sambirejo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang) Atika Sari Candra Ningrum
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Aedes aegypti merupakan vektor pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue. Pemberantasan vektor nyamuk bisa dilakukan pada fase aquatik, yaitu nyamuk pada fase larva. Salah satu jenis tanaman yang bisa digunakan sebagai larvasida alami adalah daun sirih (Piper betle Linn). Daun sirih (Piper betle Linn) mempunyai kandungan senyawa seperti alkaloid, tanin, flavonoid, saponin yang bersifat sebagai toksik membunuh pada larva. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih (Piper betle Linn) mampu membunuh larva Aedes aegypti. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan adalah larva Aedes aegypti, diambil di Desa Sambirejo dengan menggunakan teknik purposive sampling. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% setiap konsentrasi berisi 5 larva dan di inkubasi selama 60 menit. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun sirih (Piper betle Linn) pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% mampu membunuh larva Aedes aegypti selama 60 menit. Kesimpulan: hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih (Piper betle Linn) mampu membunuh larva Aedes aegypti. Saran: bagi peneliti selanjutnya, penelitian lebih lanjut mencari konsentasi yang paling efektif dengan metode yang berbeda dan menggunakan spesies nyamuk yang lain
IDENTIFIKASI TELUR CACING Ascaris lumbricoides PADA SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR NEGERI BADAS DESA BADAS KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG Eka Tanti Fauzia; Lilis Majidah; Dwi Prasetyaningati
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:Infeksi cacing Ascaris lumbricoides di Indonesia cukup tinggi yang umumnya ditularkan melalui tanah ataupun makanan. Anak yang sering kontak dengan tanah dan juga masih sering tidak mencuci tangan sebelum makan bisa terjadi terinfeksi kecacingan karena cacing STH seperti cacing Ascarislumbricoides.Cacing jenis ini hidup di daerah yang beriklim panas dengan kelembapan yang tinggi.Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya telur Ascarislumbricoides pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Badas Desa Badas Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif. Identifikasi telur cacing Ascarislumbricoides ini menggunakan metode langsung dengan menggunakan larutan Eosin. Sampel yang digunakan yaitu feses siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Badas Desa Badas Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang yang diambil di Sekolah Dasar Negeri Badas Desa Badas Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang dan hasil disajikan dalam bentuk tabel.Hasil:Penelitian dari 14 sampel feses siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Badas Desa Badas Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang yang telah di uji di Laboratorium Parasitologi STIKes ICMe Jombang menunjukkan hampir seluruhnya terinfeksi telur cacing Ascarislumbricoides 86%.Kesimpulan:Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diharapkan para siswa Sekolah Dasar Negeri Badas terutama pada siswa kelas 3 supaya lebih memperhatikan personal hygiene, tidak terlalu lama kontak dengan tanah dan supaya dibiasakan mencuci tangan sebelum makan atau minum.Saran :Saran yang diberikan penulis yaitu diharapkan kepada pihak sekolah supaya memberikan penyuluhan tentang pencegahan infeksi kecacingan pada siswa Sekolah Dasar Negeri Badas Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang terutama pada siswa kelas 3, serta edukasi untuk melakukan pengobatan pada siswa yang terinfeksi.
IDENTIFIKASI RHIZOPUS SP DAN ASPERGILLUS SP PADA TEMPE YANG TERSIMPAN DALAM SUHU RUANG (Studi diLaboratorium Mikrobiologi STIKes ICMe Jombang) Farisa Novi Atika; Awaluddin Susanto
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Tempe merupakan salah satu bahan pangan yang mudah terkontaminasi oleh jamur yaitu Rhizopus sp dan Aspergillus sp. Jamur ini mudah tumbuh pada suhu lingkungan yang lembab atau pada suhu ruang dalam keadaan tempe tersebut terbuka. Tempe berbahan dasar kedelai yang diolah menggunakan proses fermentasi dengan bantuan kapang berupa Rhizopus sp. Aspergillus sp merupakan spesies utama yang mengkontaminasi bahan pangan dan mampu memproduksi zat racun berupa mitotoksin yang mana dapat menyebabkan kerusakan pada makanan. Tujuan penelitian : mengidentifikasi Rhizopus sp dan Aspergillus sp pada tempe yang tersimpanlebih dari 1 hari dalam suhu ruang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. populasinya adalah tempe yang dijual dipasar Legi. sampel diambil sebanyak 3 tempe yang terbuka dan tersimpan lebih dari 1 hari dalam suhu ruang. Sampling pada penelitian ini menggunakan Purposive Sampling.Variabel penelitian ini adalah Rhizopus sp dan Aspergillus sp. Analisa data pada penelitian ini menggunakan coding dan tabulating. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa dari 3 sampel tempe yang terbuka dan tersimpan lebih dari 1 hari dalam suhu ruang didapatkan hasil positif adanya jamur dari genus Aspergillus sp dengan spesies Aspergillus niger yang memiliki ciri-ciri koloni berwarna hitam dan mempunyai vesikel bulat dan konidia yang bulat dengan presentase sebanyak 100%. Kesimpulan : adanya jamur Genus Aspergillus sp dengan spesies Aspergillus niger pada tempe yang tersimpan lebih dari 1 hari dalam suhu ruang dimana Aspergillus niger adalah jenis jamur yang tidak membahayakan.
Candida albicans PADA AIR KOLAM RENANG DI KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG Felicia Khofifah Elanda
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kolam renang sebagai sarana umum dapat berpotensi menjadi sarana penyebaran bibit penyakit maupun gangguan kesehatan akibat kondisi sanitasi lingkungan kolam renang yang buruk. Candida albicans pada air kolam renang dapat diperoleh dari kuku penderita kandidiasis vaginitis yang secara tidak sengaja mencemari air kolam renang. Tujuan : Mengetahui gambaran Candida albicans pada air kolam renang di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Metode : penelitian berupa deskriptif. Populasi berupa seluruh kolam renang di kolam renang pariwisata Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang sejumlah 5 kolam renang. Variabel adalah Candida albicans pada Air Kolam Renang di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Alat ukur berupa observasi laboratorium. Pengolahan data dengan cooding dan tabulating. Analisa data berupa persentase. Hasil : penelitian ini adalah KR 1 tidak ada Candida albicans, KR 2 tidak ada Candida albicans, KR 3 tidak ada Candida albicans, KR 4 tidak ada Candida albicans, KR 5 tidak ada Candida albicans .Sehingga ada Candida albicans sejumlah 0 (0%) dan tidak ada Candida albicans sejumlah 5 (100%). Kesimpulan : didapatkan hasil pada air kolam renang Tidak Ada Candida albicans sebanyak 0. Saran : penelitian ini diharapkan masyarakat dapat lebih selektif dan berhati-hati saat berada di kolam renang,
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH SAWO (Achras zapota) BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN Isna Rahayu Fitriana; Farach Khanifah; Baderi Baderi
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Buah sawo merupakan buah potensial sebagai alternatif obat-obatan herbal dengan kandungan vitamin C sebesar 21 mg/100 gram. Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, dan melindungi lensa akibat radiasi. Penyimpanan buah sawo selama lima dan sepuluh hari pada suhu kamar setelah dipanen dapat mempengaruhi kualitas sawo. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan 0 hari, 5 hari dan 10 hari. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode puposive sampling dengan sampel buah sawo yang memenuhi kriteria. Variabel pada penelitian ini vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan menggunakan metode pemeriksaan titrasi iodimetri. Pengolahan data menggunakan coding dan tabulating. Hasil: Kadar vitamin C pada buah sawo dengan penyimpanan 0 hari sebesar 5,9 mg/100 gram, pada penyimpanan 5 hari sebesar 3,2 mg/100 gram, sedangkan pada penyimpanan 10 hari didapatkan hasil 2,7 mg/100 gram. Kesimpulan: Buah sawo yang baik untuk dikonsumsi adalah pada penyimpanan 5 hari dengan kadar vitamin C sebesar 3,2 mg/100 gram yang masih rendah dalam pemenuhan kebutuhan vitamin C pada tubuh. Saran: bagi dosen Prodi Analis STIKes ICMe Jombang beserta mahasiswa melaksanakan pengabdian Masyarakat dalam bentuk memberikan penyuluhan atau konseling tentang kandungan Vitamin C buah Sawo Kepada Masyarakat. Dan pada masyarakat agar memanfaatkan buah sawo yang disimpan sebelum 10 hari karena kadar vitamin C yang semakin menurun
PEMERIKSAAN KADAR KESADAHAN AIR SUMUR GALI SEBELUM DAN SESUDAH PENAMBAHAN ZEOLIT SINTETIS DI DESA TEMON KECAMATAN SAWOO KABUPATEN PONOROGO Priharesa Septin Anggun Pratama
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Air merupakan sumber daya alam yang penting dalam kehidupan. Sumber air yang digunakan adalah sumur gali. Air yang sehat harus memenuhi persyaratan fisika, kimia dan mikrobiologi. Syarat kimia yang di periksa adalah kesadahan. Kesadahan dalam air menyebabkan penyakit gagal ginjal, rusaknya perabotan rumah tangga. Salah satu penyebab kesadahan adalah batu marmer karena mengandung Mg dan Ca. Zeolit digunakan untuk menjernihkan air sadah karena mempunyai sifat penukar ion. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kesadahan air sumur gali sebelum dan sesudah penambahan zeolit di desa Temon kecamatan Sawoo kabupaten Ponorogo. Metode: ini adalah deskriptif menggunakan 12 sampel air sumur gali sebelum dan sesudah penambahan zeolit . Teknik pengambil sampel menggunakan metode total sampling. Variabel yang digunakan adalah pemeriksaan kadar kesadahan air sumur gali sebelum dan sesudah penambahan zeolit sintetis .Pengolahan data yang digunakan adalah Coding dan Tabulating. Metode yang digunakan titrasi EDTA. Hasil: didapatkan seluruh sampel air sumur gali sebelum dan sesudah penambahan zeolit kurang dari 500 mg/L. Sebelum penambahan didapatkan kadar kesadahan rata-rata 274,2 mg/L dan sesudah penambahan rata-rata menjadi 202,5 mg/L. Perbedaan kadar kesadahan tersebut karena adanya pertukaran ion antara Na+ dan Mg2+, Ca2+. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar kesadahan air sumur gali sebelum dan sesudah penambahan zeolit sintetis masih memenuhi syarat kadar maksimum kesadahan dan masih layak dikonsumsi. Saran: Diharapakan agar bisa melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kualitas air sumur gali dalam pemeriksaan kadar kesadahan air dengan perbandingan zeolit sintetis dan air yang berbeda seperti perbandingan 4:2 dan seterusnya, variasi waktu pemutaran
PENGARUH BABY SPA TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI (Studi Di BPM Lilis Kec. Jombang Kab. Jombang) Dwi Anik Karya Setiarini
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Tumbuh kembang bayi pada tahap awal kehidupannya dapat menentukan perkembangan berikutnya. Bayi yang diberi treatment baby spa akan berbeda tumbuh kembangnya dibanding yang tidak diberikan treatment baby spa. Tujuan dalam penelitian ini pengaruh baby spa terhadap kualitas tidur bayi di BPM Lilis Jombang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Subyeknya adalah ibu yang mempunyai bayi 3-6 bulan. Penelitian ini dilaksanakan di BPM Lilis Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dan dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2018. Populasinya adalah semua ibu yang mempunyai bayi 3-6 bulan dengan pengambilan sampel purposive sampling. Hasil uji statistik nilai p value p ≤ 0,05 yang artinya ada pengaruh antara baby spa terhadap kualitas tidur bayi 3-6 bulan di BPM Lilis Jombang. Kesimpulan dengan melakukan treatment baby spa yang dilakukan pada bayi dapat meningkatkan stimulasi bagi tumbuh kembang bayi, membangun sistem saraf otak, mengurangi stres pada bayi yang dapat membuat bayi rewel, membantu agar bayi dapat tidur teratur. Diharapkan bidan meningkatkan kualitas pelayanan dengan melakukan treatment baby spa pada bayi.

Page 9 of 22 | Total Record : 219