cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalinsancendekia.icme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo Jombang, East Java, Indonesia
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL INSAN CENDEKIA
ISSN : 24430854     EISSN : 25798812     DOI : https://doi.org/10.35874/jic.v12i1
Core Subject : Health,
jurnal insan cendekia berisi tentang karya ilmiah tentang bidang kesehatan umum yaitu keperawatan , teknik labolatorium, kebidanan dan lain lain
Articles 219 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI Eschericia coli PADA ES BATU BALOK YANG DIJUAL DI LINGKUNGAN LUAR SEKOLAH SMP NEGERI 1 DAERAH SENGON KABUPATEN JOMBANG Ossie Cesaria; Awaluddin Susanto; Nining Mustika Ningrum
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Es batu balok merupakan bahan tambahan minuman sebagai pendingin yang umum digunakan masyarakat. Namun banyak faktor kontaminasi yang dapat menyebabkan terkontaminasi bakteri dalam es batu balok antara lain bahan baku, peralatan pembuatan, proses pembuatan, proses pendistribusian, cara penyajian dan faktor lingkungan penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ada atau tidaknya bakteri Eschericia coli pada es batu balok yang dijual di Lingkungan luar Sekolah SMP Negeri 1 Daerah Sengon Kabupaten Jombang. Metode penelitian ini menggunakan metode MPN. Populasi seluruh es batu balok yang dijual di lingkungan luar sekolah SMP Negeri 1 Daerah Sengon Kabupaten Jombang. Pengambilan sampel dengan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 5 sampel. Variabel penelitian ini adalah identifikasi bakteri Eschericia coli pada es batu balok yang dijual di Lingkungan luar Sekolah SMP Negeri 1 Daerah Sengon Kabupaten Jombang. Pengolahan data menggunakan editing, coding, dan tabulating. Analisa data yang digunakan yaitu positif jika tumbuh koloni pada media dan negatif jika tidak tumbuh koloni pada media. Hasil pada sampel pertama, ketiga dan keempat positif Eschericia coli, sedangkan pada sampel kedua dan kelima negatif Eschericia coli. Kesimpulan penelitian ini adalah es batu balok yang dijual di Lingkungan luar Sekolah SMP Negeri 1 Daerah Sengon Kabupaten Jombang sebagian besar terdapat bakteri Eschericia coli. Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan peneliti selanjutnya agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang mengkontaminasi es batu balok
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWI (Studi di Program Studi D III Analis Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cedekia Medika Jombang) Ellym Asiffa; Ruliati Ruliati; Umaysaroh Umaysaroh
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Anemia dapat terjadi akibat kurangnya sel darah merah sehingga dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok usia yang rentan mengalami hal tersebut karena mahasiswa memiliki jadwal perkuliahan yang padat, waktu istirahat yang singkat, Serta pada mahasiswi kehilangan zat besi (Fe) saat menstruasi setiap bulannya sehingga membutuhkan lebih banyak asupan zat besi (Fe). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada mahasiswi Analis Kesehatan semester II Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Pengambilan data dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang, sedangkan pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan di laboratorium kimia klinik dan ilmunserologi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Progam Studi D III Analis Kesehatan Semester II Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang sejumlah 45 mahasiswi. Sampel penelitian sebanyak 15. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Variabel penelitian adalah kadar hemoglobin yang dianalisis mengunakan fotometer 5010V5+. pengolahan data melalui 3 tahap yaitu : editing , coding, tabulating. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan 10 responden (66,6%) memiliki kadar hemoglobin dibawah normal dan 5 responden (33,3%) memiliki kadar hemoglobin normal. Kesimpulan : dari penelitian ini adalah sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin rendah. Saran : Reseponden yang memiliki kadar hemoglobin rendah disarankan untuk meningkatkan kebutuhan nutrisi dan zat gizinya serta konsumsi tablet zat besi (Fe) pada saat menstruasi untuk meningkatkan kadar hemoglobin
PEMERIKSAAN INDEKS ERITROSIT PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA (STUDI DI PUSKESMAS CUKIR JOMBANG) Lilies Hidayah; Sri Sayekti; Iva Milia Hani
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Ibu hamil mengalami adaptasi tubuh berupa perubahan anatomik dan fisiologis yang signifikan terhadap kehamilan. Perubahan anatomik ini diantaranya adalah pembesaran uterus, serviks menjadi lunak dan kebiruan, perubahan kulit bagian perut atau abdomen menjadi kemerahan dan kusam, payudara menjadi lebih lunak dan bertambah besar, serta perubahan anatomik jantung yang disebabkan oleh peningkatan curah jantung atau volume darah yang dipompa oleh jantung yang diukur dalam satuan liter per menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi indeks eritrosit pada ibu hamil dengan anemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi 28 ibu hamil dengan anemia yang datang ke Puskesmas Cukir Jombang. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 9 sampel. Variabel penelitian indeks eritrosit pada ibu hamil dengan anemia. Pengolahan data menggunakan editing, coding, dan tabulating. Analisa data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian didapatkan indeks eritrosit normositik normokrom 77,8% dan eritrosit mikrositik hipokrom 22,2%. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil pemeriksaan indeks eritrosit pada ibu hamil dengan anemia didapatkan hampir seluruh responden memiliki nilai indeks eritrosit MCV, MCH dan MCHC normal dan sebagian kecil responden memiliki nilai indeks eritrosit MCV, MCH dan MCHC abnormal. Saran penelitian ini diharapkan untuk rutin mengkonsumsi tablet tambah darah agar memilik indeks eritrosit yang normal.
IDENTIFIKASI NEMATODA USUS Strongyloides stercoralis PADA SAYURAN BAYAM DAN KEMBANG KOL YANG DIJUAL DI PASAR LEGI KABUPATEN JOMBANG Khoirul Anwar; M. Zainul Arifin; Dwi Prasetyaningati
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan memakan sayuran. Kebiasaan makan sayuran mentah perlu berhati-hati terutama jika dalam pencucian yang kurang baik sehingga memungkingkan masih adanya telur cacing pada sayuran. Strongyloides stercoralis merupakan parasit nematoda usus, parasit ini ditularkan melalui tanah dan dapat mencemari sayuran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Strongyloides stercoralis pada sayuran bayam dan kembang kol yang dijual di Pasar Legi Kabupaten Jombang dengan menggunakan metode flotasi NaCl jenuh. Metode: Populasi sebanyak 20 sampel sayuran bayam dan kembang kol dengan menggunakan total sampling dan pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Parasitologi STIKes ICMe Jombang dengan menggunakan metode flotasi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengolahan data menggunakan coding, tabulating dan presentase. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada sampel sayuran bayam dan kembang kol yang dijual di Pasar Legi Kabupaten Jombang, dengan menggunakan metode flotasi menunjukkan bahwa sampel bayam dan kembang kol yang telah diuji di Laboratorium Parasitologi dinyatakan (100%) negatif Strongyloides stercoralis. Kesimpulan: Berdasarkan identifikasi nematoda usus Strongyloides stercoralis pada sayuran bayam dan kembang kol yang dijual di Pasar Legi Kabupaten Jombang dinyatakan seluruh sampel sayuran bayam dan kembang kol tidak terdapat Strongyloides stercoralis atau negatif. Saran: Dengan adanya data ini diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang adanya parasit yang mencemari sayuran.
BESARAN ZONA HAMBAT PERASAN BUAH PARE (Momordica charantia L.) PADA PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Dini Fazriati; Henny Sulistyawati; Any Isro’aini
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Infeksi masih menjadi masalah yang banyak dijumpai di negara berkembang salah satunya di Indonesia. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi adalah Escherichia coli. Tumbuhan menghasilkan banyak senyawa untuk pertahanan diri melawan infeksi dan kerusakan akibat mikroba. Senyawa-senyawa yang dihasilkan tumbuhan antara lain adalah senyawa metabolit sekunder dimana senyawa ini juga banyak yang bersifat sebagai antimikroba, salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa antimikroba yaitu buah pare (Momordica charantia L.). Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya zona hambat pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode : Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental observasi laboratorium. Pengujian antimikroba ini menggunakan metode diffusion (tes Kirby-Bauer). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah isolat bakteri Escherichia coli. Pengolahan data pada penelitian ini yaitu Coding dan Tabulating. Kemudian data disajikan dalam bentuk tabel yang menunjukkan ada tidaknya zona hambat dan besarannya. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa data deskriptif yang diperoleh dari pengukuran zona hambat yang terbentuk. Hasil : Hasil penelitian yang diperoleh dari perasan buah pare (Momordica charantia L.) dengan metode difusi (tes Kirby-Bauer) menggunakan cakram dengan konsentrasi 100% menunjukkan tidak terbentuk daerah jernih atau zona hambat pada semua cakram. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perasan buah pare (Momordica charantia L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Saran : Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu menggunakan metode dan jenis pare yang berbeda.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus pyogenes Evi Puspita Sari
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Streptococcus pyogenes atau dikenal dengan Streptococcus beta hemoliticus group A merupakan salah satu penyebab tersering dari faringitis. Faringitis yang tidak diobati dapat menimbulkan komplikasi supuratif maupun non supuratif. Madu mengandung zat yang berguna untuk membunuh bakteri patogen penyebab penyakit infeksi. Efek antibakterimadu disebabkan oleh tingkat keasaman yang tinggi, hidrogen peroksida, tekanan osmotik yang tinggi dan adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Tujuan Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas madu dalam menghambat pertumbuhan kuman Streptococcus pyogenes. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental murni laboratorium (True Eksperimental) dengan rancangan penelitian Post Test only Control Group Design. Perlakuan terdiri dari sediaan madu dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% serta kontrol positif menggunakan amoxicilin. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat menggunakan kertas cakram.Hasil Madu dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dengan rata-rata zona hambat masing-masing yaitu 3,7 mm, 6mm, 11,7 mm, 15,3mmdan 19 mm. Kesimpulan Madu mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes. Semakin tinggi konsentrasi madu, maka akan semakin besar daya hambat terhadap bakteri
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI AIR PERASAN WORTEL ( Daucus carota L . ) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO Nur Lina; Evi Puspita Sari; Inayatur Aini
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Infeksi jamur Candida albicans pada mukosa mulut termasuk penyakit yang sering dijumpai di dunia menyerang pria dan wanita. Salah satu kandungan kimia pada wortel (Daucus carota L.) adalah minyak esensial, saponin dan flavonoid yang ketiganya mempunyai potensi sebagai antijamur. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi air perasan wortel (Daucus carota L.) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi yang digunakan adalah jamur Candida albicans. Sampel diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Universitas Brawijaya Malang dengan teknik Purposive sampling. Wortel (Daucus carota L.) didapatkan dari Pasar Legi Jombang. Konsentarasi air perasan wortel (Daucus carota L.) yang digunakan adalah 5%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Setiap konsentrasi berisi 1 mL diamati selama 24 jam dengan menggunakan Observasi Laboratorium. Hasil Penelitian penelitian ini diperoleh dari air perasan wortel (Daucus carota L.) dengan konsentrasi 5%, 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Air perasan wortel (Daucus carota L.) tidak mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi rendah yaitu 5%, 25% dan 50% tetapi dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi tinggi yaitu 75% dan 100%. Kesimpulan Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa air perasan wortel hanya dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi tinggi yaitu 75% dan 100%. Saran peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengganti cara air perasan wortel dengan ektraksi wortel menggunakan metode analitik untuk mengetahui konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat
GAMBARAN JUMLAH RETIKULOSIT PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA (Studi di Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang) Desty Rambu Bita Emu; Endang Yuswatiningsih; Dhita Yuniar Kritianingrum
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Anemia dalam kehamilan masih merupakan masalah kronik di Indonesia yang sangat tinggi. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Jombang tahun 2018 total ibu hamil berjumlah 21.288 orang, ibu hamil yang melakukan pemeriksaan hemoglobin berjumlah 18.287 orang. Dari data tersebut didapatkan ibu hamil dengan hemoglobin rendah sebanyak 3.853 orang. Aktifitas eritropoitik di dalam sumsum tulang dan kecepatan pengeluaran sel dari sumsum tulang ke darah tepi akan menentukan jumlah retikulosit di darah tepi, oleh karena itu pemeriksaan retikulosit ini mempunyai peran klinis dalam membantu diagnosis penderita anemia, untuk monitoring proses tranplantasi sumsum tulang, juga penderita-penderita yang mendapatkan kemoterapi serta monitoring penderita yang mendapat perawatan untuk anemianya. Tujuan: Mengetahui gambaran jumlah retikulosit pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian deskriftif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil.Teknik pengambilan sampe menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 12 orang.Variabel pada penelitian ini jumlah retikulosit pada ibu hamil dengan anemia.Instrumen penelitian menggunakan observasi mikroskopis. Pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating. Hasil penelitian retikulosit pada ibu hamil dengan anemia didapatkan hampir seluruh reponden memiliki jumlah retikulosit yang Hiperproliferatif dengan frekuensi 11 (91,7%) Kesimpulan: Retikulosit pada ibu hamil dengan anemia didapatkan hampir seluruh responden Hiperproliferatif. Saran: disarankan kepada Bidan untuk menyarankan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan secara rutin
IDENTIFIKASI Microsporum canis PADA KUCING LIAR (Studi di Dusun Ringin Pitu Jogoroto Jombang) Ika Rofiqotun Nabwiyah; Lilis Majidah; Hindyah Ike Suhariati
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:Dermatofitosis merupakan penyakit zoonis yang disebabkan oleh kapang yang tergolong dalam genus dermatofita, dan pada hewan lebih dikenal dengan penyakit Ringworm. Penyakit ini disebabkan oleh kapang yang dikenal dengan nama Microsporum canis. Kucing merupakan hewan karnivora dan hewan predator kecil yang termasuk dalam mamalia crepuscular yang telah dijinakkan oleh manusia.Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jamur Microsporum canis pada tubuh kucing liar di Dusun Ringin Pitu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan mengunakan teknik total sampling, sampel yang digunakan berjumlah 7 kerokan kulit kucing liar, variable dalam penelitian ini adalah jamur Microsporum canis, instrument yang digunakan yaitu microskopis dan pada penelitian ini mengunakan analisa data Editing, Coding, dan Tabulating. Hasil : Penelitian pada kerokan kulit kucing di Dusun Ringin Pitu menunjukkan bahwa 5 (60%) sampel kerokan kulit positif terinfeksi jamur Microsporum canis dan 2 (40%) sampel kerokan kulit negatif. Kesimpulan:Dapat disimpulkan bahwa sebagian kecil kucing liar di Dusun Ringin Pitu positif terinfeksi jamur Microsporum canis. Saran: Diharapkan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan kandang kucing agar terhindar dari spora jamur maupun bakteri yang dapat menginfeksi pada tubuh kucing.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH SAWO (Achras zapota) BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN Isna Rahayu Fitriana; Farach Khanifah; Baderi Baderi
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Buah sawo merupakan buah potensial sebagai alternatif obat-obatan herbal dengan kandungan vitamin C sebesar 21 mg/100 gram. Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, dan melindungi lensa akibat radiasi. Penyimpanan buah sawo selama lima dan sepuluh hari pada suhu kamar setelah dipanen dapat mempengaruhi kualitas sawo. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan 0 hari, 5 hari dan 10 hari. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode puposive sampling dengan sampel buah sawo yang memenuhi kriteria. Variabel pada penelitian ini vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan menggunakan metode pemeriksaan titrasi iodimetri. Pengolahan data menggunakan coding dan tabulating. Hasil: Kadar vitamin C pada buah sawo dengan penyimpanan 0 hari sebesar 5,9 mg/100 gram, pada penyimpanan 5 hari sebesar 3,2 mg/100 gram, sedangkan pada penyimpanan 10 hari didapatkan hasil 2,7 mg/100 gram. Kesimpulan: Buah sawo yang baik untuk dikonsumsi adalah pada penyimpanan 5 hari dengan kadar vitamin C sebesar 3,2 mg/100 gram yang masih rendah dalam pemenuhan kebutuhan vitamin C pada tubuh. Saran: bagi dosen Prodi Analis STIKes ICMe Jombang beserta mahasiswa melaksanakan pengabdian Masyarakat dalam bentuk memberikan penyuluhan atau konseling tentang kandungan Vitamin C buah Sawo Kepada Masyarakat. Dan pada masyarakat agar memanfaatkan buah sawo yang disimpan sebelum 10 hari karena kadar vitamin C yang semakin menurun.

Page 10 of 22 | Total Record : 219