Articles
256 Documents
Pengaruh Mentoring Peer Group terhadap Perilaku Verbal Bullying di Pondok Pesantren
Iin Aini Isnawati;
Rizka Yunita
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1109
Perilaku bullying merupakan tindakan agresif yang sering di lakukan oleh remaja. Sebagian besar jenis perilaku bullying yang terjadi adalah verval bullying. Dampak perilaku Verbal Bullying bagi korban dapat terjadi gangguan fisik sampai mental. Perilaku ini tidak hanya terjadi di sekolah formal juga terjadi di sekolah non formal seperti pondok pesantren. Sehingga kasus bullying perlu mendapatkan solusi pendekatan yang mampu merangkul remaja untuk dapat menghentikan aksi bullying nya. Salah satunya dengan memberdayakan teman sebaya (Peer group). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Mentoring Peer Group terhadap perilaku Verbal Bullying di Pondok Pesantren. Metode penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan pendekatan pre post test design. Populasi penelitian ini adalah remaja pondok putri hafshawaty sebanyak 135 orang dengan tehnik sampling simple random sampling dengan 101 sampel. Alat ukur yang di pakai menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analitik korelasi wilcoxon dengan SPSS 21. Berdasarkan hasil di dapatkan sebelum intervensi kategori terbanyak adalah cukup tinggi sebanyak 54 responden (53,5%) dan setelah intervensi kategori terbanyak adalah rendah sebanyak 43 responden (42,6%). Setelah dianalsis di dapatkan ṕ value 0.001 < α 0.05 sehingga dapat dinyatakan bahwa H1 diterima yang artinya ada pengaruh Mentoring Peer Group terhadap perilaku Verbal Bullying di Pondok Pesantren. Pengembangan metode pendekatan pada remaja dipondok pesantren dengan Mentoring efektif dalam menurunkan angka Verbal Bullying dengan pelatihan yang lebih terstruktur dan dilakukan secara kontinu. Peran pengurus pondok sebagai kontrol dalam memberdayakan teman sebaya efektif untuk mengurangi dan kebiasaan Verbal Bullying di Pondok Pesantren.
Studi Kasus: Penerapan Teknik Relaksasi Benson terhadap Nyeri pada Pasien dengan Gastritis
Revani Dea Sisila;
Afianti Sulastri;
Suci Tuty Putri;
Septian Andriyani
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1110
Gastritis merupakan salah satu penyakit peradangan pada mukosa lambung. Salah satu penyebabnya adalah pola makan tidak teratur dan mengkonsumsi makanan yang merangsang produksi asam lambung. Salah satu gejala yang biasanya timbul pada penyakit gastritis yaitu rasa nyeri ulu hati. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengatasi nyeri adalah teknik relaksasi benson. teknik relaksasi benson yang merupakan kombinasi dari teknik relaksasi dengan keyakinan individu diucapkan berulang kali dengan ritme yang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik relaksasi benson terhadap nyeri pada subjek dengan gastritis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus dengan dua subjek yang berusia 19-55 tahun, mengalami gastritis dan sedang merasakan nyeri ringan sampai sedang (skala 1-6). Intervensi yang dilakukan yaitu teknik relaksasi benson yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 10-15 menit. Penilaian tingkat nyeri dinilai menggunakan skala penilaian Numerical Rating Scale (NRS). Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa intervensi relaksasi benson dapat menurunkan skala nyeri dari nyeri sedang (skala 4-6) menjadi ringan, yaitu skala 1. Pada saat menghirup napas panjang oksigen dalam otak tercukupi dan tubuh akan menjadi rileks. Perasaan rileks diteruskan ke hipotalamus untuk menghasilkan Corticortropin Relaxing Hormone (CRH) yang akan merangsang kelenjar dibawah otak menghasilkan β endorphine sebagai penghilang rasa nyeri yang secara alami diproduksi oleh tubuh, sehingga rasa nyeri akan hilang.
Studi Kasus : Penatalaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Siska Yulia Hananto;
Suci Tuty Putri;
Asih Purwandari Wahyoe Puspita
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1111
Diabetes melitus menjadi isu publik di seluruh dunia dimana jumlah penderita yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan berkelanjutan, salah satunya dengan Diabetes Self Management Education (DSME) yang menekankan pada perubahan gaya hidup. Implementasi DSME terkait pendidikan meliputi, pengaturan diet, terapi obat, olahraga, dan cek kadar glukosa darah untuk mencegah komplikasi sehingga meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambarkan hasil dan intervensi penatalaksanaan DSME terhadap kadar glukosa darah dan manajemen mandiri pada pasien diabetes melitus Tipe 2. Metode penelitian ini merupakan studi kasus dengan 2 orang pasien DM tipe 2. Instrumen untuk mengevaluasi menggunakan alat ukur glucometer dan Diabetes Self-Management Questioner (DSMQ). Hasil setelah pelaksanaan DSME, pasien mengalami peningkatan pengetahuan managemen self care. Namun, berdasarkan hasil uji kadar glukosa darah puasa pasien satu (1) usia 51 tahun mengalami penurunan sebanyak 29 mg/dl , sedangkan pasien dua (2) usia 58 tahun mengalami peningkatan sebanyak 11 mg/dl disebabkan karena ketidakpatuhan diet dan minum obat. Diskusi DSME mengarahkan penderita dalam melakukan managemen mandiri yang memiliki dampak positif mengurangi komplikasi diabetes, meningkatan perilaku hidup sehat, dan memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan self care behavior. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian intervensi DSME dapat membantu pasien DM tipe 2 dalam mengontrol kadar glukosa darah dan manajemen mandiri yang lebih baik.
Perbedaan Dua Dosis Ekstrak Lidah Buaya terhadap Glukosa Darah Tikus Diabetes Mellitus
Taufan Arif;
Fitriana Kurniasari Solikhah
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Maret 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v21i1.1130
Penyakit Diabetes Melitus membutuhkan perawatan kompleks dan waktu yang lama. Penyakit DM yang tidak diberikan manajemen pengelolaan dengan baik akan meningkatkan resiko munculnya komplikasi yang dapat mengancam pasien. Berdasarkan data dari WHO diperkirakan jumlah pasien DM pada Tahun 2000 meningkat dari 8,4 juta menjadi 21,3 juta pada Tahun 2023. Lidah buaya dianggap obat antidiabetes karena memiliki beberapa zat kimia yang mempunyai sifat hipoglikemik seperti kromium, dan alprogen. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan efektifitas dua dosis ekstrak lidah buaya terhadap glukosa darah tikus diabetes mellitus yang diiunduksi streptozotocin. Desain penelitian true experimental randomized pre-post test control group design. Teknik sampling memakai simple random sampling yang terdiri 18 ekor tikus galur wistar, dan dibagi kedalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan intervensi berupa placebo, kelompok perlakuan 1 yang diberikan ekstrak lidah buaya dengan dosis 1x350 mg/dl, kelompok 2 yang diberikan ekstrak lidah buaya dosis dosis 2x350 mg/dl. Variabel independen adalah ekstrak lidah buaya. Variabel dependen adalah kadar glukosa darah. Intervensi pemberian ekstrak lidah buaya diberikan selama 10 hari. Data dianalisis dengan Paired t Test dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ekstrak lidah buaya dosis 1x350 mg/kgBB melalui uji paired t test sebesar 0,001. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ekstrak lidah buaya dosis 2x350 mg/kgBB melalui uji paired t test sebesar 0,002. Hasil ANOVA menunjukkan ekstrak lidah buaya dosis 2x350 mg/kgBB memiliki efektifitas paling tinggi dengan p value 0.034. Hal ini membuktikan bahwa pemberian ekstrak lidah buaya sebesar 350 mg/kgBB sebanyak 2x sehari memberikan penurunan kadar glukosa yang signifikan.
Efektifitas Pemberian Tablet Fe Bersama Jus Jambu Biji Merah terhadap Perubahan Kadar Hb pada Ibu Hamil Trimester III
Hidayatun Nufus
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1138
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin ( Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III atau < 10,5 gr% pada ibu hamil trimester II. . Anemia dalam kehamilan dapat dicegah dengan mengkonsumsi tablet Fe dan asam askorbat secara bersamaan untuk membantu mempercepat penyerapan Fe. Tujuan penelitian menganalisis efektifitas pemberian tablet Fe Bersama jus jambu biji merah terhadap kadar Hb pada ibu hamil trimester III di Polindes Temuireng Kecamatan Dawarblandong Mojokerto. Metode penelitian pra Eksperimen dengan one group pre-post test design. Sampelnya Adalah semua ibu hamil trimester III di Polindes Temuireng Kec. Dawarblandong Kab. Mojokerto sebanyak 18 orang dengan teknik Consecutive Sampling. Variabel independent dalam penelitian ini pemberian tablet Fe bersama jus jambu biji merah dan variabel dependent dalam penelitian ini adalah Kadar Hb Pada ibu hamil, instrument dalam penelitian ini menggunakan gelas ukur dan hemometer digital. Uji statistic menggunakan Wilcoxon Match Pair Test dengan taraf signifikansi 5 %. Uji statistik Wilcoxon Match Pairs Test, didapatkan nilai Asymp Sig (2-tailed) = 0,014 < α = 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya pemberian jus jambu biji merah efektif dalam meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil trimester III di Polindes Temuireng Kec. Dawarblandong Kab. Mojokerto
Dukungan yang Diperlukan Peer Counselor dalam Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Remaja di Sekolah
Endang Triyanto
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1144
Kesehatan reproduksi remaja sangat dipengaruhi oleh teman sebaya. Mereka menjadikan teman sebagai tempat sharing. Oleh karena itu, diperlukan peran teman sebaya sebagai peer counselor bagi kesehatan reproduksi remaja. Peran peer counselor sangat membutuhkan dukungan eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan yang diperlukan peer counselor dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian dilakukan di Purwokerto pada bulan Oktober tahun 2022. Sebanyak 34 remaja anggota peer counselor di sekolah dipilih secara simple random sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner. Dalam mengisi kuisioner, responden berhak memilih lebih dari satu jawaban. Data dianalisis secara univariate dan disajikan dalam table distribusi frekuensi. Hasilnya berupa data dukungan yang diperlukan peer counselor dalam meningkatkan kesehatan reproduksi yaitu: tersedianya sarana dan prasarana (55%); reward penghargaan (48%); peluang pengembangan diri (42%); dan support keluarga (25%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar peer counselor membutuhkan dukungan berupa tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam menjalankan perannya.
Pengaruh Penggunaan Media Origami Terhadap Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Usia Dini Di Paud Desa Banjartanggul
Harnanik Nawangsari;
Maharani Tripuspitasari;
Mada Putrayana
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Maret 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v21i1.1155
Antisipasi adanya keterlambatan perkembangan motorik, perlu adanya penilaian atau deteksi dini yang dilaksanakan secara komprehensif untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang dan mengetahui serta mengenal faktor resiko pada anak secara dini, sehingga upaya pencegahan, stimulasi, penyembuhan serta pemulihan dapat diberikan dengan indikasi yang jelas pada masa-masa kritis proses tumbuh kembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh bermain Origami terhadap perkembangan motorik halus pada anak Usia 4-5 tahun yang berada di PAUD Desa Banjartanggul. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan observasional. Desain penelitian menggunakan desain One grup pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di PAUD Desa Banjartanggul.Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 18 anak. Perhitungan jumlah sampel berdasarkan rumus Isacc dan Michael sebanyak 18 anak dengan menggunakan metode Jumlah Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang diinginkan peneliti. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian yaitu anak dengan terampil sebanyak 16,7%, anak yang cukup terampil sebanyak 72,2%, sedangkan anak belum terampil sebanyak 11,1% menunjukkan data = 0,000 < = 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh yang signifikan antar bermain origami terhadap perubahan perkembangan motorik halus. Dengan demikian guru diharapkan meningkatkan pengetahuan dalam memberikan stimulus tumbuh kembang yang baik pada anak menggunakan kegiatan bermain origami sebagai media untuk menstimulus kemampuan motorik halus anak usia dini serta pentingnya menempatkan anak dalam lingkungan yang kondusif yang mendukung perkembangan anak yang optimal misalnya dirawat oleh orang tua dan sebaiknya diikutkan dalam sekolah PAUD.
Faktor Penyebab Kurangnya Penggunaan Masker dalam Upaya Pencegahan Penularan Covid - 19 Jama’ah Masjid
Sri Andala;
Agusri Agusri
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Maret 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v21i1.1165
Permasalahan Covid-19 terus meningkat secara global serta ditetapkan sebagai pandemi. Meningkatnya Covid-19 karena ketidakpatuhan masyarakat dalam penggunaan masker yaitu salah satu aspek faktor ketidakberhasilan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakpatuhan penggunaan masker dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 pada jamaah Mesjid Darussalam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini merupakan jamaah tetap Mesjid Darussalam. yang berjumlah 58 jamaah. Pengambilan sampel menggunakan total sampling.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan tanggal 12 s/d 20 Agustus 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab ketidakpatuhan penggunaan masker pada jamaah Mesjid Darussalam. paling tinggi di sebabkan oleh tidak memiliki ketersediaan masker (65.5%), tidak memperoleh informasi tentang penggunaan masker (62.1%), tidak nyaman menggunakan masker (58.6%) Sikap yang kurang baik dalam penggunaan masker (58.6%) dan pengetahuan yang kurang tentang penggunaan masker masker (51,7%). Di sarankan kepada responden untuk lebih patuh terhadap penggunaan masker dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 yang dapat diwujudkan dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, kenyamanan, ketersediaan masker dan ketersediaan informasi tentang penggunaan masker.
Kombinasi Foot Massage dan Aromaterapi terhadap Gangguan Pola Tidur dan Hemodinamik pada Pasien Kanker Kolon
Akhmad Zainur Ridla;
Yustika Amalia;
Mulia Hakam;
Mustakim Mustakim
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Maret 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v21i1.1168
Pendahuluan: Kanker merupakan sekelompok besar penyakit yang dimulai di jaringan tubuh yang mengalami pertumbuhan abnormal. Kanker kolorektal menjadi kasus kanker terbanyak ketiga di seluruh dunia. Efek dari adanya neoplasma, konsekuensi pembedahan, kemoterapi atau radioterapi, adanya nyeri, penggunaan opioid, dan kondisi psikologis lain yang dialami pasien kanker dapat menyebabkan munculnya gangguan tidur hingga perubahan hemodinamik. Penderita kanker harus memiliki kualitas tidur yang baik untuk mempertahankan kondisi dan daya tahan tubuh secara optimal. Terapi komplementer dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien kanker seperti foot massage dan aromaterapi. Tujuan: Menganalisis penerapan foot massage dan aromaterapi terhadap kualitas tidur dan hemodinamik pada pasien kanker kolon di RSD dr. Soebandi Jember. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan pada seorang pasien kanker kolon yang mengalami masalah gangguan tidur dan hemodinamik dengan memberikan intervensi foot massage dan aromaterapi. Foot massage dilakukan sebanyak 7 kali dan aromaterapi diberikan sebanyak 3 kali dengan durasi 15 menit. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Evaluasi pemberian foot massage dan aromaterapi dilakukan dengan mengukur kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI. Hemodinamik dievaluasi dengan mengukur tekanan darah, MAP, dan nadi. Hasil: Setelah dilakukan intervensi didapatkan peningkatkan kualitas tidur dari kualitas tidur buruk (skor 11) menjadi kualitas tidur baik (skorv4) dan hemodinamik yang mengalami kestabilan ditunjukkan adanya penurunan sistole dengan rentang 13-32 mmHg dan penurunan diastole dengan rentang 9-13 mmHg. Kesimpulan: Foot massage dan aromaterapi dapat menjadi intervensi mandiri keperawatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur dan menstabilkan hemodinamik khususnya pada pasien kanker.
Analisis Penyebab Hipertensi Laki-Laki Usia 20-25 Tahun Berdasarkan Faktor yang dapat Diubah
Icca Presilia Anggreyanti;
Sena Wahyu Purwanza;
Candra Agus Widodo
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Maret 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v21i1.1174
Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Berdasarkan data yang diperoleh dari pos kesehatan yang ada di tempat penelitian, didapatkan rata-rata 10 orang yang memiliki hipertensi setiap harinya. Usia rata-rata pekerja tersebut adalah 20 - 25 tahun. Hal tersebut dikarenakan gaya hidup tidak sehat. Oleh sebab itu, peneliti mengambil judul analisis penyebab hipertensi pada laki-laki usia 20-25 tahun. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab hipertensi berdasarkan faktor yang dapat diubah. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif survey dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian ini adalah semua pekerja laki-laki usia 20-25 tahun dengan tekanan darah sistol ≥140 mmHg dan tekanan darah diastol ≥90 mmHg sebanyak 44 orang dan telah diperiksa lebih dari 5 kali. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kejadian hipertensi yang disebabkan oleh faktor yang dapat diubah. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan SRQ-20. Penelitian ini menggunakan analisis multivariate dengan regresi linier berganda. Hasil: didapatkan variabel merokok dan obesitas sangat berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Sebanyak 70,5% responden adalah perokok dan 75% responden mengalami obesitas. Seluruh variabel dapat menyebabkan hipertensi bila semua ditemukan pada responden. Kesimpulan: faktor penyebab yang mendominasi terjadinya hipertensi pada responden adalah perilaku merokok dan obesitas. Sedangkan faktor lainnya dideteksi dapat menyebabkan terjadinya hipertensi, namun pada responden tersebut didapatkan 2 faktor dominan yaitu kebiasaan merokok dan obesitas. Responden disarankan untuk mengatur pola diet dan mengurangi konsumsi rokok supaya dapat menurunkan tekanan darah