cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanstikesicme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEPERAWATAN
ISSN : 20882173     EISSN : 25804782     DOI : https://doi.org/10.35874/jkp.v22i2.1365
Core Subject : Health,
jurnal keperawatan memuat karya ilmiah tentang keperawatan di bidang keperawatan maternal, anak, geronti, komunitas dan lain lain
Articles 256 Documents
Pengaruh Perawatan Wajah terhadap Timbulnya Jerawat pada Akseptor Kontrasasepsi Hormonal Any Isro'aini; Ratna Dewi Permatasari
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan September 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v21i2.1259

Abstract

Kontrasepsi hormonal masih menjadi pilihan sebagian akseptor, yang mana dapat menimbulkan efek samping berupa jerawat. pada saaat akseptor mengonsumsi pil kontrasepsi maka akan terjadi peningkatan hormon androgen dan progesteron. Peningkatan androgen menyebakan peningkatan kelenjar sebum, sehingga dapat menimbulkan jerawat. perawatan wajah dalam hubungannya dengan jarawat bisa berada sebagai penyebab, pencegah, maupun pengobatan. penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan pembersih wajah dengan tmbulnya jerawat, hubungan pelembab wajah dengan timbulnya jerawat, hubungan pemakaian bedak dengan timbulnya jerawat, dan hubungan pelindung wajah dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal.Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan Cross Sectional. Populasinya adalah akseptor kontrasepsi hormonal di BPM. Ratna Rifai Ds. Mlancu Kec. Kandangan Kab. Kediri sejumlah 40 responden, sampel diambil dengan total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner. Respondennya adalah akseptor kontrasepsi hormonal. Observasi jerawat yang timbul pada wajah dilakukan degan pengamatan dan dokumentasi dengan cara mengambil foto wajah responden. Analisa dilakukan uji hipotesa dengan Bivariate Chi Square untuk melihat hubungannya. Jika tidak memenuhi kriteria uji Chi-Square yaitu nilai Expected Count <5% maka digunakan uji Fisher. Dari uji fisher tidak didapatkan hubungan antara pembersih wajah dengan timbulnya jerawat (p=1,000), pelembab wajah dan timbulnya jerawat (p=1,000), pelindung wajah dengan timbulnya jerawat (p= 1,000) pada akseptor kontrasepsi hormonal. Terdapat hubungan antara pemakaian bedak padat dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal (0,033). Tidak terdapat hubungan antara pembersih wajah, pelembab, dan pelindung wajah dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal. Terdapat hubungan antara pemakaian bedak padat dengan timbulnya jerawat pada akseptor kontrasepsi hormonal.
Hubungan antara Pemakaian KB Hormonal dengan Kejadian Kanker Payudara pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Temayang Kabupaten Bojonegoro Harnanik Nawangsari; Maharnani Tripuspitsari; Naning Fatmawati; Mada Putrayana
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan September 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v21i2.1280

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan dan sering menyebabkan kematian pada wanita. Faktor risiko terjadinya kanker payudara salah satunya yaitu penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis hubungan antara pemakaian KB hormonal dengan kejadian kanker payudara pada wanita usia subur. Rancangan penelitian analitik korelasional, populasi penderita kanker payudara di Puskesmas Temayang Kabupaten Bojonegoro tahun 2018-2022 dan sebanyak 34 responden, Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi data sekunder, serta dianalisis dengan menggunakan analisis statistik korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah akseptor KB pil yaitu 18 responden (52,9%), separuh dari responden yaitu sebanyak 17 responden (50%) diketahui bahwa positif kanker payudara, dan ada hubungan antara pemakaian KB hormonal dengan kejadian kanker payudara pada wanita usia subur (ρ=0,014; r=0,426). Adanya hubungan antara pemakaian KB hormonal dengan kejadian kanker payudara pada wanita usia subur. Pada akseptor KB hormonal terutama jenis KB pil yang digunakan jangka waktu yang lama (lebih dari 5 tahun) memiliki resiko lebih besar untuk terjadinya kanker payudara.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri Dara Ardhia; Shafira Nurul Izza; Mira Rizkia
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan September 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v21i2.1286

Abstract

Dismenore atau nyeri saat menstruasi dapat memberikan dampak bagi kualitas hidup wanita terutama remaja putri. Aktivitas fisik dan konsumsi makanan cepat saji merupakan faktor resiko penyebab dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja dan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore pada remaja putri SMAN 8 Banda Aceh. Jenis penelian adalah deskriptif koleratif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah remaja putri di SMAN 8 Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah proportional sampling yang berjumlah 177 responden. Alat pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga kuesioner, yaitu Numeric Scale Rating, International Physical Activity Questionnaire dan Food Frequency Questionnaire yang sudah dimodifikasi dan telah dilakukan uji validitas. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian dismenore (0,000) dan adanya hubungan tingkat konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore (0,025). Gaya hidup meliputi aktivitas fisik dan konsumsi makanan cepat saji yang buruk dapat menyebabkan dan memperburuk nyeri saat menstruasi. Disarankan kepada remaja putri agar menjaga pola hidup yang baik dan sehat sehingga mengurangi nyeri saat menstruasi serta dapat mencegah terjadinya dismenore.
Pengaruh Aromaterapi Lemon Diffuser Terhadap Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pada Pasien Post Anestesi General Di RSUD Ngudi Waluyo Arif, Taufan; Vashti, Laily Evania; Marsaid, Marsaid; Sulastyawati, Sulastyawati
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1288

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting adalah salah satu kondisi yang sering dikeluhkan oleh pasien setelah operasi sebanyak 61-79%. Salah satu alternatif dalam menurunkan PONV dapat menggunakan cara nonfarmakologis yaitu aromaterapi. Aromaterapi sendiri merupakan salah satu pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aromaterapi lemon diffuser pada pasien general anestesi. Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan purpose sampling. Banyak sampel sejumlah 36 orang. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dan Man-Whitney. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juli 2023 di ruang Bima RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan yang diberi intervensi aromaterapi lemon diffuser menunjukkan perubahan dari yang awalnya pasien mengalami mual sedang sebanyak 16 pasien dan mual ringan sebanyak 2 pasien dengan p-value 0,000. Hasil penelitian pengaruh aromaterapi lemon diffuser terhadap PONV menunjukkan nilai p-value kurang dari 0,05. Ada pengaruh aromaterapi lemon diffuser terhadap Post Operative Nausea and Vomiting pada pasien post operasi dengan general anestesi. Pemberian aromaterapi lemon menyebabkan penghambat pengeluaran serotin sehingga serotin dalam darah tidak berkurang, jika serotin dalam darah tidak mengalami penurunan maka mual-muntah tidak akan meningkat.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Self- Management Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Prolanis Puskesmas Depok III Aurelia Elvina Damayanti; Paulus Subiyanto; Dita Hanna Febriani
Jurnal Keperawatan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan September 2023
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v21i2.1295

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang sering ditemui di rawat jalan Puskesmas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang membutuhkan pengendalian di sepanjang kehidupannya. Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa kunci keberhasilan pengendalian diabetes adalah pada self-management yaitu tujuh perilaku self-care yang membutuhkan dukungan keluarga untuk mencegah komplikasi yang tidak diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik responden, gambaran dukungan keluarga & perilaku self-management serta hubungan dukungan keluarga dengan perilaku self-management pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 di Prolanis Puskesmas Depok III. Metode penelitian menggunakan studi deskriptif korelasi dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah Diabetes Self-Management Instrument (DSMI) & Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS). Sebanyak 106 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 76.4% adalah perempuan, rerata usia 61 tahun (40-73 tahun), 38,8% memiliki pendidikan terakhir SMA, dan 77.4% memiliki penghasilan bulanan keluarga < Rp 2.000.000,-. Nilai median dukungan keluarga adalah 97 (62-116) dan nilai median perilaku self-management 115.5 (69-139). Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang signifikan, positif, dan kuat antara dukungan keluarga dengan perilaku self-management pada pasien DM tipe 2 (p-value=0.000; r=0.628). Dibutuhkan intervensi self-management oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan kompeten dengan melibatkan peran keluarga untuk terus mempertahankan dan memperbaiki gaya hidup yang lebih sehat. Upaya berkelanjutan ini penting dilakukan untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal dan mencegah komplikasi yang tidak diharapkan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Self-Management Diabetes, Diabetes
Hipertensi Faktor Yang Mempengaruhi Hipertensi Pada Masyarakat Agusri, Agusri; Ananla, Sri; Masyudi, Masyudi; Afdalina, Maulinda; Akbar, Yudi
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1320

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada masyarakat, seperti riwayat keluarga dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor riwayat keluarga dan gaya hidup yang mempengaruhi hipertensi pada masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling berjumlah 159 responden dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebagian besar responden tidak ada riwayat keluarga sebanyak 128 orang (80.5%) dan memiliki gaya hidup sehat sebanyak 111 orang (69.8%). Kesimpulan, sebagian besar responden tidak ada riwayat keluarga hipertensi dan memiliki gaya hidup yang sehat.
Hubungan Pelaksanaan Oral Hygiene terhadap Kejadian Infeksi Rongga Mulut pada Pasien yang terpasang Ventilator di ICU Rumah Sakit Panti Rapih Pradana, Widya Desi; Estri, Arimbi Karunia; Wibowo, Tandean Arif
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1333

Abstract

Oral hygiene merupakan perawatan mulut sehari-hari perlu untuk melindungi integritas selaput lendir, gigi, gusi dan bibir. Tindakan dengan membersihkan area mulut dilakukan setiap 4 jam dengan cairan chlorhexidine 0,2 % dan sikat gigi 2x sehari yaitu pagi dan sore. Terdapat perbedaan standar operasional pelaksanaan dan fakta yaitu ketika dilakukan obeservasi perawat melakukan oral hygiene tidak sesuai jadwal dan menunda pelaksanaan oral hygiene. Berdasarkan observasi perawat melakukan oral hygiene dengan cairan chlorheksidine 0,2% tidak sesuai jam yang ditentukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pelaksanaan oral hygiene dengan kejadian infeksi rongga mulut pada pasien terpasang ventilator di ICU Rumah Sakit Panti Rapih. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Cross Sectional. Pengambilan data 14 Juni-14 Juli 2023 dengan accidental sampling sebanyak 31 responden. Menggunakan instrumen cek list dan Beck Oral Assessment Scale (BOAS). Hasil karakteristik pasien lebih dari separuh responden yang berjenis kelamin laki­laki 20 orang (64,5 %), responden terbanyak berusia lanjut usia (>60) sebanyak 23 orang (74 %), lebih dari separuh responden yang tidak merokok sebanyak 22 orang (71 %). Hampir seluruhnya pelaksanaan Oral Hygiene sudah dilakukan sesuai SOP sebanyak 26 pasien (87,1 %). Seluruh responden mengalami infeksi, infeksi ringan sebanyak 26 orang (83,9 %) dan infeksi sedang sebanyak 5 orang (16,1%). Setelah dilakukan uji fisher 0,112, karena p value > 0,05 maka dapat disimpulkan H0 diterima artinya tidak ada hubungan pelaksanaan oral hygiene terhadap kejadian infeksi rongga mulut pada pasien terpasang ventilator di ICU Rumah Sakit Panti Rapih. Walaupun tidak ada hubungan pelaksanaan oral hygiene terhadap kejadian infeksi rongga mulut namun oral hygiene pada pasien terpasang ventilator harus tetap dilakukan untuk mencegah komplikasi. Penilaian dengan intrumen BOAS menunjukan hasil sebanyak 83,9 % mengalami infeksi ringan dan 16,1% mengalami infeksi sedang, sehingga BOAS dapat direkomendasikan untuk evaluasi kesehatan rongga mulut terutama pasien terpasang ventilator.
Self-Management dan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Tipe 2: Studi Korelasional puspitasari, maharani; Nawangsari, Harnanik; Romli, Leo Yosdimyati; Andini, Carlene Natasya Putri; Putrayana, Mada
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1354

Abstract

Self-management memainkan peran krusial dalam meningkatkan hasil kesehatan bagi pasien diabetes, namun dampaknya terhadap kualitas hidup belum sepenuhnya terungkap. Penelitian ini mengeksplorasi korelasi antara self-management dan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus tipe 2 melalui studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 54 pasien, dipilih secara acak sehingga dan ditetapkan sejumlah 35 pasien sebagai sampel, kemudian data dikumpulkan melalui wawancara serta kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji statistik spearman rank. Temuan menunjukkan hubungan signifikan antara self-management dan kualitas hidup. Pasien dengan self-management kurang cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk (20,0%), sementara yang memiliki self-management cukup juga mengalami penurunan kualitas hidup (31,4%). Manajemen efektif diabetes dapat mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kesejahteraan. Dalam konteks diabetes mellitus tipe 2, peningkatan self-management berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas hidup. Pendidikan dan dukungan yang memadai penting untuk mengembangkan keterampilan self-management, sehingga perawat diharapkan dapat memberikan perhatian lebih pada pendidikan dan pelatihan self-management serta mempertimbangkan intervensi yang memperkuat self-efficacy pasien untuk hasil yang lebih positif.
Efektivitas Pemanfaatan Aplikasi Berbasis Telenursing pada Perawatan Pasien Penyakit Kronis Argentina, Ita Bagus
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1356

Abstract

Latar belakang: Telenursing merupakan salah satu jenis pelayanan keperawatan homecare sebagai dampak dari perkembangan teknologi kesehatan. Telenursing memberikan banyak manfaat pada pasien dengan penyakit kronik dengan perawatan total care. Di era saat ini, pemanfaatan teknologi dalam bidang kesehatan menjadi hal yang penting karena dapat mendukung pencapaian outcome kesehatan yang optimal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian literatur menggunakan panduan alur dari diagram prisma. Database online yang digunakan ada 2, yaitu PubMed dan Google Scholar. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari penelusuran mulai tahun 2019 hingga 2023. Jurnal-jurnal yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan mengikuti kerangka pelaporan pilihan untuk tinjauan sistematik dan analisis kerangka kerja untuk penilaian kritis setiap artikel. Hasil : Sebanyak 5 artikel digunakan dalam penelitian ini. Penggunaan telenursing, pasien dengan penyakit kronis dan dampak penggunaan telenursing terhadap kualitas perawatan pasien telah diidentifikasi dalam sejumlah studi penelitian. Dari 5 artikel yang sudah digunakan didapatkan hasil bahwa telenursing efektif digunakan bagi pasien dengan penyakit kronis. Kesimpulan: Telenursing telah banyak diaplikasikan dalam meberikan asuhan keperawatan baik secara preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Telenursing dapat digunakan untuk membantu pelayanan monitoring, konsultasi, edukasi dan pengkajian secara jarak jauh. Telenursing juga efektif dalam peningkatan pelayanan keperawatan homecare pada pasien dengan perawatan total care.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian MP-ASI Dini 0-6 Bulan di Puskesmas Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Nawangsari, Harnanik; Yuliana, Ernita; Setiyaningsih, Fera Yuli; Isro'aini, Any
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Maret 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i1.1357

Abstract

Pemberian MP-ASI terlalu dini pada usia kurang dari 6 bulan adalah tindakan yang menunjukkan bahwa ibu telah gagal memberikan ASI secara eksklusif, sehingga juga berdampak pada angka cakupan pemberian ASI eksklusif yang masih rendah. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan pemberian MP-ASIdini 0-6 bulan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik korelasional, populasinya adalah semua ibu yang mempunyai bayi berumur 0-6 bulan di Puskesmas Kesongo Kecamatan Kedung adem Kabupaten Bojonegoro Juni 2022 sebanyak 134 orang. Sampelnya 100 responden dipilih dengan tehnik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, serta dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank tingkat kemaknaan 0,05. Sebagian responden dengan pengetahuan cukup yaitu 50 responden (50%), sebagian besar responden tidak memberikan MP-ASI dini 0-6 bulan pada bayinyayaitu 67 responden (67%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan pemberian MP-ASI dini 0-6 bulan (ρ 0,000; r 0,607). Semakin baik pengetahuan seseorang maka akan semakin tahu waktu yang tepat memberikan MP-ASI yaitudiatasusia 6 bulan sehingga secara langsung akan memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Ibu menyusui yang tidak dibekali pengetahuan yang cukup tentang ASI eksklusif, dapat menjadi penyebab diberikannya MP-ASI dini pada bayi.