cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 238 Documents
Potency of Spirulina platensis Extract as Sunscreen on Ultraviolet B Exposure Gede M C T Pratama; I Gusti N B R M Hartawan; I Gusti A T Indriani; Mirani U Yusrika; Sang A A Suryantari; Prima S S Sudarsa
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2484

Abstract

Radiasi sinar matahari berupa sinar ultraviolet (UV) dapat menembus lapisan ozon dan berpenetrasi ke dalam lapisan kulit. Dampak paparan sinar UVB jangka panjang adalah pigmentasi kulit, penuaan dini, kulit terbakar, dan juga kanker. Pemanfaatan tabir surya alami sedang diteliti lebih lanjut untuk mengurangi efek samping tabir surya dengan bahan kimia. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menelaah lebih lanjut potensi ekstrak Spirulina platensis sebagai tabir surya alami terhadap paparan UVB. Ekstrak Spirulina platensis mengandung antioksidan fikosianin dan fikosianobilin yang berpotensi sebagai tabir surya. Ekstrak Spirulina platensis mampu menurunkan kadar malondialdehid (MDA) setelah paparan sinar UVB, sehingga menekan degradasi seluler, perubahan biokimia dan fungsional, serta menurunkan terjadinya apoptosis sel. Efek lain setelah pemaparan UVB pada sel kulit dengan ekstrak Spirulina platensis adalah terjadi peningkatan viabilitas fibroblast dan deposisi kolagen, yakni dengan menekan terbentuknya MMP serta kandungan tinggi vitamin C dalam ekstrak berperan sebagai konversi prokolagen menjadi kolagen. Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa ekstrak Spirulina platensis memiliki potensi sebagai agen protektif terhadap paparan sinar UVB. Kata kunci: Ultraviolet B (UVB); Fibroblas; Spirulina platensis; Antioksidan
Comparation Carminative Effects of Ethanol Extract of Turmeric (Curcuma longa L.) and Kaempfria galanga Angga T Buana; Diana K Jasaputra; Hartini Tiono
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2759

Abstract

Gangguan saluran cerna yang sering dialami pasien adalah kembung. Kembung ialah gejala yang menunjukkan adanya udara dalam usus. Kunyit/Curcuma longa L., dan Rimpang kencur/Rhizoma Kaempfria galanga L., secara empirik memiliki efek karminatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek karminatif antara ekstrak etanol kunyit (EEK) dengan ekstrak etanol rimpang kencur (EERK) dengan parameter peningkatan motilitas usus. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lingkup penelitian laboratorium ekperimental sungguhan. Hewan coba yang digunakan adalah 30 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dan dibagi dalam 6 kelompok (n=5), kelompok 1 EEK dosis 7mg/20gBB mencit, kelompok 2 EEK 14mg/20gBBmencit, kelompok 3 EERK 7mg/20gBB mencit, kelompok 4 EERK 14mg/20gBB mencit), kelompok 5 sebagai kontrol pembanding (sediaan merk ‘TA’) 0,39ml/20gBB mencit, dan kelompok 6 sebagai kontrol negatif (larutan CMC1%) 0,5 ml. Parameter yang diukur adalah motilitas usus yang dinilai dari rasio panjang usus yang dilalui norit dibandingkan panjang usus seluruhnya. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara EEK dosis 1 (85,80%) EEK dosis 2 (89,36%) dan EERK dosis 1 (86,08%) EERK dosis 2 (90,04%) dengan kontrol negatif (CMC1% (76,27%)) dan berbeda tidak bermakna dengan kontrol pembanding (90,14%). Simpulan, EEK, EERK, dan kontrol pembanding mempunyai efek karminatif yang setara dalam meningkatkan motilitas usus mencit galur Swiss Webster. Kata kunci: Kunyit; Rimpang Kencur; Karminatif; Motilitas Usus
Characteristic of Intratemporal Complication in Chronic Suppurative Otitis Media Patient with and without Cholesteatoma at Hasan Sadikin General Hospital Bandung Ilman F Martanegara; Bambang Purwanto; Shinta F Boesoirie
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2763

Abstract

Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan penyakit telinga umum di negara-negara berkembang. Kasus OMSK dengan kolesteatoma sering disebut sebagai tipe bahaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik komplikasi intratemporal pada pasien OMSK dengan dan tanpa kolesteatoma di Poliklinik Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dari pasien yang datang ke poliklinik THT-KL RSHS Bandung periode 2014-2017. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang radiologi. Didapatkan 791 kasus baru OMSK; pria (51,20%), sebanyak 30,59% kasus berada di rentang usia 21-30. Gejala dan tanda klinis yang paling sering terjadi adalah telinga berair (70,92) %, tipe gangguan dengar yang paling sering terjadi adalah tuli konduktif (83,94%). Pada proyeksi foto Schuller, 64,72 % menunjukkan gambaran mastoiditis kronis dengan kolesteatoma. Dari hasil kultur dijumpai 19,97 % kasus disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa. Komplikasi mastoiditis didapatkan pada 86,34%. Pada operasi Canal Wall Down ditemukan kolesteatoma pada 60, 42% kasus. Komplikasi terbanyak intratemporal pasien OMSK dengan dan tanpa kolesteatoma adalah mastoiditis kronis. Simpulan, komplikasi terbanyak intratemporal pasien OMSK dengan dan tanpa kolesteatoma adalah mastoiditis kronis. Profil penderita OMSK tipe bahaya dengan komplikasi intratemporal di RSUP Dr. Hasan Sadikin masih tinggi. Kata kunci: karakteristik; kolesteatoma; mastoiditis kronis; otitis media supuratif kronik
Influencing Factors of Hypertension on Fixed-Wing Pilots Christy Angeline; July Ivone; Abram Pratama
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2771

Abstract

Hipertensi merupakan suatu peningkatan tekanan darah arterial sistol ? 140 mmHg dan diastole ? 90 mmHg. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi hipertensi pada pilot fixed-wing. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan pada data rekam medis pilot fixed wing sebanyak 422 orang. Faktor-faktor yang diteliti yaitu: usia, obesitas, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi alkohol, denyut nadi, dan total jam terbang. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji chi square dengan a = 0,05. Dari penelitian ini didapatkan bahwa usia (p=0,000002), obesitas (p=0,00007; OR= 4,69), kebiasaan merokok (p=0,000005; OR= 3,89), kebiasaan konsumsi alkohol (p=6,3x10-18; 11,91), denyut nadi (p=0,029; OR= 3,17), dan jam terbang total (p=0,003; OR= 2,46) berhubungan dengan hipertensi pada pilot fixed-wing. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor usia, obesitas, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi alkohol, denyut nadi, dan total jam terbang berhubungan dengan hipertensi pada pilot fixed-wing. Kata kunci: faktor risiko; hipertensi; pilot; fixed-wing
Is Cancer Immunotherapy More Hype Than Hope? Ronny Lesmana; Edward J Hadi; Hanna Goenawan
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.2826

Abstract

The immunosurveillance system in the human body can detect and eradicate abnormal cells. However, cancer cells can avoid immune destruction by exploiting the immunosuppression system. Extensive research has been done to find therapeutic agents that could reverse this condition. Novel drugs called checkpoint inhibitors have been developed and showed a promising result. Besides, “living’’ drug, an engineered T-cells which can accurately target cancer cells, has increased public attention in immunotherapy. These immunotherapies might bring a new era of cancer management, a highly effective and specific treatment with fewer adverse effects. Keywords: Immunosurveillance; T-Cell; Therapeutic agents; Immunotherapies
Uji Klinik Perbandingan Pengobatan Skabies antara Permethrin 5% dan Kombinasi Permethrin 5% dengan Asam Usnat 1% Amir Hamzah; Muchtan Sujatno; Diana K Jasaputra; Savitri R Wardhani; Renny Anggraeni
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2842

Abstract

Penyakit skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Prevalensi penyakit skabies di Indonesia 4,60-12,95% dan menduduki urutan ke tiga dari 12 penyakit kulit tersering. Saat ini pengembangan obat antiskabies masih terus dilakukan antara lain dengan menggunakan obat Permethrin 5% dan Permethrin 5% dengan kombinasi Asam Usnat 1%. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efektivitas antara Permethrin 5% dan kombinasi Permethrin 5%-Asam Usnat 1% pada penderita skabies. Metode penelitian menggunakan desain uji klinik fase III acak tersamar ganda, yang dilakukan pada penderita skabies di Pondok Pesantren Nurul Iman Cibaduyut Bandung yang dinilai berdasarkan efektivitasnya terhadap gejala klinis (tanda cardinal) dan hasil uji mikroskop pada kulit penderita untuk parasit Sarcoptes scabiei. Peneliti maupun subjek penelitian tidak mengetahui obat yang diberikan. Enam puluh sampel uji diberi Label obat antiskabies A dan antiskabies B. Hasil yang didapat adalah pada pemberian terapi krim B yang mengandung kombinasi Permethrin 5% dan Asam Usnat 1% lebih cepat menunjukkan kesembuhan (p<0,05) dibandingkan dengan pemberian terapi krim A yang mengandung Permethrin 5% pada penderita skabies, dinilai dengan menghilangnya gatal dan lesi pada penderita. Simpulan, pemberian kombinasi Permethrin 5% dan Asam Usnat 1% lebih efektif dibandingkan Permethrin 5% saja.Kata Kunci: Skabies, Sarcoptes Scabei, Permethrin, Asam Usnat
Potential Extract of Poinsettia (Euphorbia pulcherrima) as a sunscreen against UV exposure Elvina Veronica; Ni Kadek S Chrismayanti; Putu S Dampati
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.2972

Abstract

Paparan sinar Ultraviolet (UV) dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan eritema,sunburn, fotoalergi, serta memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yangmengakibatkan mutasi gen, penuaan dini, dan kanker kulit. Kanker kulit di Indonesia menempatiurutan ke-tiga kanker terbanyak setelah kanker rahim dan kanker payudara. Tabir surya digunakanuntuk melindungi kulit dari paparan sinar UV walaupun banyak tabir surya menggunakan bahankimia yang dapat menimbulkan kontak dermatitis dan alergi. Berbagai penelitian menunjukkanbahwa tanaman dengan kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dapatmelindungi kulit dari paparan sinar UV. Kastuba (Euphorbia pulcherrima) merupakan tanamanhias yang mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Penulisan literature reviewini bertujuan untuk mengkaji potensi kastuba sebagai tabir surya terhadap sinar UV. Ekstrak daunkastuba berpotensi sebagai tabir surya terhadap paparan sinar UV karena kandungan antioksidanflavonoid dan lainnya yang bersifat fotoprotektor, menghambat pembentukan ROS sehinggamencegah terjadinya mutasi dan proses pembentukan kanker kulit. Antioksidan pada kastubamembantu menyembuhkan luka bakar dan menstimulasi pembentukan fibroblas sehingga mampumencegah photoaging dini akibat paparan sinar UV berlebih. Simpulan, ekstrak daun kastuba(Euphorbia Pulcherrima) berpotensi sebagai tabir surya terhadap paparan sinar UV. Kata kunci: Kastuba; Ultraviolet (UV); Antioksidan; Reactive Oxygen Species (ROS)
Potensi Dimer A3-APO untuk Mengontrol Populasi Escherichia coli Resisten Obat: Sebuah Tinjauan Pustaka Ignatius Ivan; Harvey Sudharta; Kevin Tandarto; Fanny Budiman; Maureen M Stella
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2995

Abstract

Peningkatan penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol saat ini dapat memicu terjadinya resistensi bakteri. Penggunaan antibiotik di dunia meningkat hingga 36% dalam kurun waktu 10 tahun. Pada sektor peternakan penggunaan antibiotik saat ini mencapai level yang mengkhawatirkan, dimana 80% pada peternakan unggas, 75% pada peternakan babi, 60% pada peternakan sapi potong, dan 75% pada peternakan sapi perah. Kajian ini membahas berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengontrol populasi bakteri Escherichia coli resisten antibiotik. Tujuan dilakukan kajian ini adalah untuk mencari metode yang paling baik dalam upaya mengontrol populasi bakteri Escherichia coli. Metode penelitian adalah tinjauan pustaka terhadap literatur yang bersumber dari Google Scholar dan ProQuest. Sebanyak 352 artikel ditemukan dengan search engine Google Scholar dan ProQuest pada tahap skrining abstrak. Setelah artikel full-text dilakukan skrining berdasarkan inklusi dan eksklusi maka didapat 10 artikel yang relevan untuk dibahas pada studi ini. Sebagai simpulan, metode yang paling baik dilakukan dalam upaya mengontrol populasi bakteri Escherichia coli resisten adalah dengan mengganggu dan merusak aktivitas protein folding bakteri dengan dimer A3-APO yang merupakan suatu peptida antimikroba dengan hasil efektivitas sebesar 99%-100%.Kata kunci: dimer A3-APO; obat; bakteri; mikrobiologi, antibiotik
Descriptive of Coronary Vessel Lesions Number in DM and non-DM Patients Based on CAG Edwin Setiabudi; Dimas P Baskara
Journal of Medicine and Health Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v4i1.3033

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic hyperglycemia condition caused by inadequate insulin secretion or due to failure of insulin response, which is a risk factor for coronary heart disease (Coronary Artery Disease, CAD). CAD is caused by plaque buildup on the walls of the arteries that supply blood to the heart (called coronary arteries) and other parts of the body. The aim of this study was to compare the severity of coronary lesions in DM and non-DM patients who were equipped with CAD. Descriptive research design using 229 experimental subjects, the subjects involved were based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The results showed that the DM group experienced more Triple Vessel Disease (TVD) (47.83% vs. 35.92%) than the non-DM group, however, the number of Single Vessel Disease (SVD) was smaller (17.38% vs. 26.70%). The conclusion from this study is that DM patients have a higher coronary lesion severity than non-DM patients as evidenced by the number of triple vessel disease (TVD) on examination by coronary angiographic. Keywords: coronary artery disease, coronary angiographic, diabetes mellitus, non-diabetes mellitus, triple vessel disease
Potential of Eggshell Powders as a Secondary Hyperparathyroidism Therapy Nitya M Jaya; Elisabeth Anjani; Alycia Madeleine; Made R Saraswati
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3061

Abstract

Secondary Hyperparathyroidism (sHPT) merupakan dampak sekunder dari penyakit diluar kelenjar paratiroid yang menyebabkan penurunan kadar kalsium dan peningkatan kerjakelenjar paratiroid dalam meningkatkan kadar kalsium tubuh. Tatalaksana yang ada saat iniberfokus menangani kekurangan kadar kalsium dalam tubuh salah satunya menggunakan kalsiumkarbonat. Salah satu bahan yang memilliki kandungan kalsium yang tinggi adalah kulit telur.Tujuan dari telaah literatur ini adalah untuk mengetahui efek CaCO? yang terkandung dalam kulittelur terhadap profil PTH dalam secondary hyperparathyroidism dan efek sampingnya. Jurnalyang digunakan sebagai pustaka dalam penulisan artikel ini bersumber dari PubMed, Embase,Medline dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci dan metode PRISMA. Berdasarkanhasil telaah, diketahui bahwa kulit satu butir telur ayam negeri (Gallus domesticus) mengandungkurang lebih 97% CaCO?. Potensi bubuk kulit telur yang mengandung CaCO? yakni dapatmenurunkan hormon paratiroid (PTH) pada sHPT dan meningkatkan kadar kalsium denganmekanisme berikatan dan membentuk kompleks tidak larut dengan fosfat di usus, namun efeklainnya dari zat kulit telur masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa bubukkulit telur dapat berperan dalam menurunkan hormon PTH pada hiperparatiroid sekunder danmeningkatkan kadar kalsium dalam darah dengan efek samping minimal. Untuk mengevaluasiefek klinis yang diberikan masih diperlukan uji klinis lanjutan. Kata kunci: Hiperparatiroid sekunder; Hormon paratiroid; Kalsium karbonat (CaCO 3 ); Kulit telur