cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 238 Documents
Systemic Lupus Erythematosus with Uncommon Manifestations Limdawati Kwee
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3066

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun yang ditandai denganpembentukan autoantibodi yang menyerang berbagai sistem organ tubuh. SLE memilikimanifestasi klinis dan kelainan laboratorium yang beragam. Penderita SLE yang datang denganmanifestasi efusi pleura sangat jarang sehingga kerap kali tidak terdiagnosis sejak dini, padahaldengan diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat, angka kekambuhan dan komplikasi dapatmenurun, kualitas hidup penderita SLE juga menjadi lebih baik. Penelitian ini adalah penelitianyang bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Laporan kasus ini membahasseorang wanita muda yang datang dengan gagal nafas akibat efusi pleura masif. Pasien diketahuimemiliki riwayat gangguan hematologis berupa trombositopenia yang kronis. Selama perawatanpasien mengalami kelainan psikiatri berupa delirium dan halusinasi. Pasien kemudian didiagnosissebagai SLE berdasarkan kriteria EULAR/ACR 2018 dengan derajat aktivitas penyakit tergolongberat. Pasien memberikan respon yang baik dengan terapi induksi steroid, azatioprin, danhidroksiklorokuin. Dari laporan kasus ini dapat disimpulkan bahwa diagnosis SLE perludipertimbangkan pada kasus efusi pleura dengan riwayat trombositopenia kronis dan kelainanpsikiatris. Penatalaksanaan SLE berat secara dini dan tepat akan memberikan prognosis yangbaik. Kata kunci : Systemic Lupus Erythematosus ; gagal nafas; efusi pleura; neuropsikiatri SLE
Common Change of Complete Blood Count Parameters in COVID-19: a Literature Review Kevin S Dhinata
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3097

Abstract

The rising number of COVID-19 all around the world caused a drastic increase in theoccupancy rate of healthcare facilities, triggering overload in some places. This situationrequires healthcare workers to evaluate patients’ conditions and conduct risk stratificationefficiently, especially in a triage situation. Complete blood count is a widely available,economically affordable, and time-efficient testing method which may be significant in assistingthose processes. This review article analyzes changes in complete blood count parameters inCOVID-19 with the aim to identify the common changes in the parameters in COVID-19 patientsand their relation to the disease progression and severity. COVID-19 patients commonlyexperienced anemia, increased red blood cell distribution width, decreased white blood cellcount, significant changes in white blood cell differential count, and thrombocytopenia. It isunderstood that changes in complete blood count parameters and their extent may providevaluable information about the disease severity and prognosis. In conclusion, COVID-19 patientsshare a common pattern of complete blood count parameters alterations which is related to thedisease progression, severity and prognosis. It is expected that complete blood count examinationmay play a major role in COVID-19 management, given the valuable information provided bythe examination.Keywords: complete blood count; COVID-19; erythrocyte; leukocyte; platelet
Analisis Laporan Kejadian Jatuh pada Pasien Lansia Saat Rawat Inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode 2014-2016 Vera Vera
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3127

Abstract

Jatuh merupakan salah satu masalah yang dominan terjadi pada lansia. Jatuh didefinisikan sebagai suatu kejadian yang mendadak, tidak diharapkan, dan tidak disengaja yang menyebabkan pasien berada di tanah atau level yang lebih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan data laporan kasus jatuh yang masuk ke komite patient safety, dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik klinis dari pasien lansia yang jatuh saat dirawat inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Selama periode 2014-2016, didapatkan 12 laporan kejadian pasien lansia jatuh saat dirawat inap di Rumah Sakit Immanuel, komorbiditas yang paling banyak adalah diabetes melitus. Simpulan yang didapat, kejadian jatuh pada pasien lansia yang dirawat inap di RS Immanuel lebih banyak terjadi pada wanita dengan usia > 60 tahun, terjadi malam hari, di sekitar tempat tidur, dan saat tidak didampingi. Konsumsi lebih dari satu obat oleh pasien lansia sebaiknya dihindari karena berpotensi meningkatkan risiko jatuh dan menyebabkan hasil perawatan kurang baik.Kata kunci: jatuh, lansia, rawat inap
Composite Resin Crown Restoration on Microdontia Maxillary Lateralis Incisor (Case Report) Juwita R Ningsih; Retno Asih; Rizky M K Putri
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3130

Abstract

Mikrodonsia adalah kelainan ukuran gigi yang lebih kecil dari gigi normal sehingga menyebabkanadanya diastema dengan gigi sebelahnya. Kondisi ini dapat mengganggu kepercayaan diri pasien.Salah satu perawatan pada mikrodonsia adalah restorasi mahkota jaket yang bertujuan untukmengoreksi bentuk anatomis sehingga memenuhi fungsi estetika pada gigi. Laporan kasus inibertujuan untuk memaparkan perawatan terhadap gigi incisivus lateralis kanan maksila yangmengalami mikrodonsia dengan perawatan mahkota jaket berbahan resin komposit padaperempuan berusia 18 tahun yang datang ke RSGM Soelastri Universitas MuhammadiyahSurakarta (UMS). Prosedur perawatan terdiri atas preparasi mahkota, pencetakan model kerja,pemilihan warna mahkota jaket, try-in dan insersi mahkota jaket resin komposit. Pemeriksaansubyektif dan obyektif 1 minggu pasca sementasi menunjukkan keberhasilan perawatan denganhasil yang memuaskan. Simpulan, restorasi mahkota jaket resin komposit pada gigi insisivus lateralis maksila yang mengalami mikrodonsia menggunakan restorasi indirek berupa mahkotajaket resin komposit menunjukkan hasil yang baik. Kata Kunci: anomali bentuk gigi; mahkota jaket; mikrodonsia; resin komposit
Garlic (Allium sativum L.) Ethanolic Extract Capability to Inhibit Pseudomonas aeruginosa Biofilm Formation Lisa Gosal; Suryani Hutomo; Christiane M Sooai
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3143

Abstract

Ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) diketahui mengandung zat yang dapatmenghambat perlekatan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuanekstrak bawang putih dalam menghambat perlekatan bakteri P.aeruginosa. Ekstrak etanolbawang putih (Allium sativum L.) dibuat menggunakan metode maserasi. Uji anti perlekatandilakukan dengan menggunakan metode static microtiter biofilm assay pada 96-well plates.Bakteri dikultur dalam media Brain Heart Infusion (BHI) yang telah diberi ekstrak bawang putihdalam berbagai konsentrasi. Biofilm yang terbentuk pada dinding plate diwarnai dengan Kristalviolet 0,1% dan dilepas menggunakan etanol 96%, kemudian dibaca menggunakaan microplatereader dengan panjang gelombang 595 nm. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilaidensitas optik sebanding dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Data dianalisis menggunakanOne-way ANOVA didapatkan p = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan perbedaan yang bermaknaantar konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap penghambatan P. aeruginosadari konsentrasi 156,25 ?g/ml sampai pakonsentrasi 10000 ?g/ml. Konsentrasi terendah yangpenghambat Kata kunci : Ekstrak etanol bawang putih; Pseudomonas aeruginosa; perlekatan.
The Use of Torbangun Leaf Powder (Coleus amboinicus L) in Increasing Prolactin in Breastfeedings Wistar Rats and Bodyweight of the Litters Stella T Hasianna; July Ivone; Sifa D Shinta; R Zahra Nadhira
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3145

Abstract

Research on local herbs that have the effect of increasing breast milk production isneeded to help mothers with insufficient breastmilk. This research was conducted to determinethe effect of torbangun (Coleus amboinicus L) leaf powder in increasing prolactin inbreastfeeding Wistar rats and the bodyweight of the litters. Thirty breastfeeding Wistar rats weredivided into 5 groups with 5 litters each. The treatments given were 108 mg, 216 mg, and 432 mgtorbangun leaf powder (TLP), with domperidone as the positive control, and CMC 10% as thenegative control. The treatment was given 3 times/day for 14 days. Tukey's HSD means testshowed a significant difference in prolactin levels between the negative control (NC), TLP1, andTLP2 groups and the TLP3 and positive control (PC) groups with all of them having p = 0.000.There was no difference in the increase in body weight of litters between treatment groups (p =0.866). In conclusion, torbangun leaves increase the prolactin levels in breastfeeding rats buthave no difference in the increase in body weight of litters between treatment groups. Keywords: torbangun leaves; prolactin; bodyweight; breastfeeding
Intradialytic Exercise: Flexibility terhadap Skor Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Rizki Muliani; Asri R Muslim; Imam Abidin
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3147

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir ini. Salah satu terapi pengganti ginjal adalah hemodialisis, di mana fatigue merupakan gejala yang paling umum dirasakan oleh pasien yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya. Pengelolaan dengan intradialytic exercise: flexibility perlu dilakukan karena tidak menggangu proses terapi dan ini jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh intradialytic exercise: flexibility terhadap skor fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian sebanyak 20 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner functional assessment chronic illness therapy (FACIT) dan prosedur intradialytic exercise: flexibility. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur skor fatique sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Perlakuan berupa latihan fisik dengan durasi 15 menit setiap sesi latihan selama 8 kali dalam 4 minggu. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian didapatkan nilai rerata pre-test 25,70 dan post-test 30,75 yang menunjukkan terjadi peningkatan skor fatigue dan nilai p < 0,001 yang artinya terdapat pengaruh intradialytic exercise: flexibility terhadap skor fatigue. Simpulan, terdapat pengaruh intradialytic exercise: flexibility yang baik terhadap skor fatigue pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.Kata kunci : Flexibility; Hemodialisis; Intradialytic Exercise; Penyakit Ginjal Kronis
Atypical Kawasaki Disease in a Two-Year-Old Girl with Initial Presentation of Acute Diarrhea Desman Situmorang; Permata P Karina
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3156

Abstract

Kawasaki Disease is a spectrum of idiopathic, self-limited fever disease affecting childrenunder 5 years old. This disorder can be challenging to be diagnosed by a pediatrician since thereis no specific diagnostic laboratory test. One atypical Kawasaki Disease case presented withgastrointestinal symptoms, a two-year-old girl was hospitalized with fever, accompanied by non-hemorrhagic diarrhea three days before admission. Physical examination revealed unilateralcervical lymph enlargement and mild-moderate dehydration. Initial laboratory examinationresult showed thrombocytosis, leukocytosis (shift to the left), and normal routine fecal analysis.The patient was initially diagnosed with acute diarrhea with mild-moderate dehydration. She wastreated with a rehydration regimen and antibiotic, but her fever persisted. On the third day ofhospitalization, she fulfilled 3 of the classic Kawasaki Disease criteria (conjunctivitis, crackedlips with strawberry tongue, and lymphadenopathy). Further blood work resulted in increased C-reactive protein 43.35 mg/L and ESR 72 mm/hour, while chest X-ray and electrocardiographwere within normal limit. This patient was proceed to Hasan Sadikin General Hospital for furtherexamination and therapy. Atypical Kawasaki Disease can be a puzzling diagnosis due to itsuncommon presentations. Clinicians should importantly keep it in mind as a differential diagnosisin patients with prolonged fever. Keywords: atypical Kawasaki disease; diarrhea; prolonged fever
Evaluasi Pendengaran Pasien Pascatindakan Miringoplasti Berdasarkan Gambaran Audiometri Nada Murni di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung Anggie Mutmainnah; Arif Dermawan; Lina Lasminingrum
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3171

Abstract

Gendang telinga atau membran timpani merupakan membran di antara telinga luar dantelinga tengah. Membran ini sangat berperan dalam proses pendengaran. Apabila terjadikerusakan pada membran,timpani, maka fungsi pendengaran seseorang akan terganggu.Miringoplasti adalah prosedur rekonstruksi perforasi membran timpani dengan menggunakantandur pada telinga dengan rantai tulang pendengaran utuh, gerak baik, dan tidak terdapat jaringanpatologik di dalam telinga tengah. Miringoplasti bertujuan memperbaiki fungsi pendengaran danmencegah infeksi berulang ke telinga tengah dan telinga dalam. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik dan peningkatan ambang pendengaran penderita membran timpaniperforasi pascatindakan miringoplasti berdasarkan gambaran audiometri nada murni pada pasienOMSK tanpa kolesteatoma di Poli THT-KL RSHS Bandung periode 1 Januari 2012-31 Desember2016. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dari pasien yang telah menjalani miringoplasti.Terdapat 285 kasus baru perforasi membran timpani; laki-laki 153 (53,7 %), perempuan 132 (46,3%), sebanyak 169 (59,3%) pasien didapatkan peningkatan ambang dengar sebesar 10,1 dB - 20dB, mencapai ambang dengar normal sebanyak 249 (87,4%) pasien, dan penutupan perforasisebanyak 254 (89,1%) pasien. Simpulan penelitian ini didapatkan peningkatan pendengaran yangbaik pasca tindakan miringoplasti pada perforasi membran timpani tanpa kelainan yang lain. Kata kunci: Perforasi membran timpani, miringoplasti, peningkatan ambang dengar.
Korelasi antara Usia dan Derajat Osteoartritis Sendi Lutut Berdasarkan Sistem Klasifikasi Kellgren-Lawrence di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019-2020
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i1.3218

Abstract

Osteoartritis adalah penyakit sendi yang paling sering mengakibatkan disabilitas padausia lanjut. Sendi lutut merupakan sendi dengan predileksi tersering untuk menderita osteoartritis.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer berdasarkan sistem klasifikasi Kellgren-Lawrence di Departemen Radiologi RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019-2020. Penelitian ini dilakukan dengan disain penelitianpotong lintang, metode analitis korelasi Spearman. Penelitian ini menggunakan foto rontgenpasien osteoartritis sendi lutut primer di Departemen Radiologi RSHS pada periode 1 Januari2019 – 29 Februari 2020 (n=67). Derajat osteoartritis sendi lutut dinilai oleh konsultan radiologiRSHS. Hasil penelitian menunjukkan osteoartritis sendi lutut primer paling sering ditemukanpada kelompok usia 55-59 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 14 orang (20,9%) dan palingjarang ditemukan pada kelompok usia 40-44 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 2 orang (3%).Osteoartritis sendi lutut derajat berat paling sering ditemukan pada kelompok usia 55-59 tahundan 60-64 tahun dengan jumlah pasien osteoartritis derajat berat pada masing-masing kelompokusia tersebut sebanyak 3 pasien (33,3%). Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,15 (p=0,224) sehingga tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer. Simpulan penelitian, tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat osteoartritis sendi lututprimer.Kata kunci: Kellgren-Lawrence; korelasi, osteoartritis sendi lutut primer; usia