cover
Contact Name
Meikardo Samuel Prayuda
Contact Email
meichardohanon@gmail.com
Phone
+628116592303
Journal Mail Official
meichardohanon@gmail.com
Editorial Address
Griya Permata IV Blok T No. 54 Sembahe Baru, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20134
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode
ISSN : -     EISSN : 30906019     DOI : https://doi.org/10.0905/vol1iss1pp1-29
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode adalah platform akademis yang memfokuskan pada penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan, khususnya dalam penggunaan media, strategi pembelajaran, dan metode pengajaran yang inovatif. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan teknologi pendidikan, strategi efektif dalam pembelajaran, serta pengembangan metode baru dalam proses pendidikan. Dengan fokus ini, jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, pendidik, dan peneliti untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan temuan terbaru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai tingkatan.
Articles 61 Documents
ANALISIS KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD TAHUN AJARAN 2023/2024 Sri Deni Sababalat; Rica Lisdawati; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 03 DESEMBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss3no06pp122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media motion graphic dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Keterampilan menyimak merupakan fondasi utama dalam penguasaan bahasa, dan sering kali menjadi aspek yang terabaikan dalam proses belajar mengajar. Melalui metode studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali bagaimana media audio visual, khususnya animasi, dapat memengaruhi perhatian, minat, dan pemahaman siswa terhadap materi cerita anak. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa penggunaan media animasi audio visual berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan menyimak siswa, baik dari segi hasil tes maupun perubahan perilaku belajar. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya inovasi guru dalam memilih media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa serta peran sentral visualisasi dalam membantu proses penyimakan secara efektif. Dengan demikian, penggunaan media animasi audio visual dapat dijadikan strategi pembelajaran alternatif yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
PENGARUH ICE BREAKING TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR SISWA DI SD KARTIKA I MEDAN Dedi Dores Marpaung; Irfan Silaban; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 03 DESEMBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss3no07pp128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode ice breaking terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa kelas V di SD Kartika I Medan. Konsentrasi merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran karena sangat memengaruhi pemahaman dan hasil belajar siswa. Penurunan konsentrasi sering terjadi dalam proses belajar yang monoton dan berkepanjangan, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mengatasi kejenuhan siswa. Metode ice breaking diterapkan sebagai solusi untuk membangkitkan semangat, meningkatkan fokus, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa merespon positif kegiatan ice breaking, terutama jenis kegiatan yang bersifat aktif dan menyenangkan. Meskipun demikian, ditemukan pula beberapa kendala, seperti kurangnya minat siswa terhadap kegiatan tertentu atau faktor kepribadian siswa yang cenderung pasif. Dengan demikian, pemilihan bentuk ice breaking yang tepat dan bervariasi sangat penting agar dapat disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik siswa. Secara umum, ice breaking terbukti dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan konsentrasi dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATA PELAJARAN IPA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI KELAS V SD Elisabeth Purba; Septilicia Purba; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 03 DESEMBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss3no08pp134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan alat peraga terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas V SD Negeri 064025 Medan. Kurangnya daya tarik siswa dalam mengikuti pembelajaran sering kali disebabkan oleh metode mengajar guru yang monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Alat peraga sebagai media pembelajaran nyata dapat membantu guru dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak secara lebih konkret dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara terhadap guru dan siswa sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga, khususnya alat peraga rantai makanan, mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi, membuat suasana kelas lebih aktif, serta memudahkan pemahaman konsep IPA secara menyeluruh. Meskipun sebagian siswa menunjukkan minat yang lebih tinggi ketika pembelajaran menggunakan alat peraga, terdapat pula beberapa siswa yang tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam minat belajar. Hal ini menunjukkan pentingnya guru dalam menyesuaikan alat peraga dengan gaya belajar siswa agar pembelajaran menjadi lebih efektif. Secara umum, alat peraga terbukti memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan minat belajar siswa.
ANALISIS STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN DAN MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD NEGRI 102006 TIGA JUHAR Aquilla Diani Br Barus; Junita Stevania Situmeang; Perbinanda Br Barus; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 03 DESEMBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss3no09pp139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 102006 Tiga Juhar. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pendidikan, dan kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa kelas IVB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan metode pembelajaran yang variatif, pemberdayaan guru melalui pelatihan, pelibatan orang tua dalam proses pendidikan, serta pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam membangun semangat belajar siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan meningkatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Dengan adanya sinergi antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa, maka tercipta lingkungan pendidikan yang positif dan mendukung tumbuhnya motivasi belajar secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang transformatif dan inklusif sangat diperlukan untuk mewujudkan mutu pendidikan yang lebih baik di tingkat sekolah dasar.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI EKOSISTEM DI SD KARTIKA I-1 MEDAN Jodi Andre Siregar; Angelika Exa Septia Siagian; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 03 DESEMBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss3no10pp145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan minat belajar siswa pada materi ekosistem dalam pembelajaran IPA kelas V SD Kartika I-1 Medan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat belajar siswa yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap siswa setelah proses pembelajaran menggunakan model PBL diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar yang signifikan, terlihat dari semangat siswa dalam menjawab soal-soal, menyelesaikan kuis, serta berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok. Siswa juga menunjukkan ketertarikan lebih tinggi terhadap pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah kontekstual. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dalam penerapan PBL, secara umum model ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menantang, dan menyenangkan. Oleh karena itu, model PBL direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran IPA.
STUDI TENTANG PERILAKU BELAJAR MANDIRI PADA SISWA SD Tamba, Annorian; Arianto Limbong; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no01pp01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa di kelas V SDN 101835 Sibolangit serta strategi yang dapat diterapkan oleh guru dalam menumbuhkan sikap mandiri siswa. Kemandirian belajar merupakan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran secara individual tanpa tergantung pada bantuan guru, teman, atau pihak lain. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian belajar siswa akibat tingginya ketergantungan terhadap gadget dan bantuan orang lain. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara sebagai metode pengumpulan data utama. Data diperoleh dari wawancara langsung kepada siswa terkait kebiasaan belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa sudah menunjukkan kemandirian dalam belajar dengan mengatur waktu belajar secara mandiri dan membaca buku tanpa disuruh. Namun, masih terdapat siswa yang belum menunjukkan sikap mandiri, seperti enggan membaca buku dan hanya belajar pada waktu tertentu. Guru memiliki peran penting dalam membentuk kemandirian siswa melalui penerapan pendekatan kontekstual, pemberian modul pembelajaran yang menarik, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan minat siswa. Selain itu, dukungan dari keluarga, khususnya orang tua, sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap mandiri dalam belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kemandirian belajar siswa perlu melibatkan kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua agar siswa dapat berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab, percaya diri, dan memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat.
ANALISIS PENERAPAN BUDAYA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS V DI SD 101788 MARINDAL 1 Manullang, Jessica Mariana; Rachel Sri Kasih Hutabalian; Esra Royana Lumbantobing; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no02pp08

Abstract

Karakter disiplin merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian siswa sejak dini. Di SD 101788 Marindal 1, disiplin ditanamkan melalui tata tertib sekolah seperti kehadiran tepat waktu, berpakaian rapi, menghormati guru, serta larangan membawa benda berbahaya. Penghargaan dan sanksi diterapkan seimbang untuk menumbuhkan motivasi dan kepatuhan siswa. Budaya sekolah juga mendukung melalui pembiasaan sikap religius, jujur, cinta lingkungan, dan gemar membaca. Keberhasilan program ini melibatkan peran aktif kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Strategi implementasi dilakukan lewat kegiatan literasi, pramuka, rutinitas harian, dan keterlibatan siswa menjaga kebersihan. Sarana yang memadai turut menunjang internalisasi nilai-nilai disiplin. Pendidikan karakter tidak cukup berbasis hukuman, tetapi harus melalui pembiasaan positif yang konsisten dan terencana. Ketika disiplin menjadi bagian budaya pribadi, siswa akan lebih bertanggung jawab, mampu mengatur waktu, serta menghargai hak dan kewajiban. Kepala sekolah menetapkan kebijakan, guru mengintegrasikan nilai-nilai dalam pembelajaran, dan orang tua memperkuat dari rumah. Dengan kerja sama semua pihak, karakter disiplin dapat tumbuh berkelanjutan dan membentuk perilaku positif siswa sejak dini.
ANALISIS PERSEPSI GURU MILENIAL TERHADAP KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH Maria sarlince Futauni; Pasaribu, Dicky; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no03pp15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas guru serta efektivitas proses belajar mengajar di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk berinovasi, menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan, serta menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar. Kurikulum ini mendorong transformasi signifikan dalam metode, strategi, dan tujuan pembelajaran yang lebih kontekstual dan fleksibel. Selain itu, pemahaman dan pelatihan yang memadai bagi guru menjadi faktor penting agar implementasi kurikulum berjalan optimal dan berkelanjutan. Kurikulum Merdeka juga memperkuat integrasi nilai-nilai lokal, pengembangan soft skills, serta kolaborasi antara guru, siswa, dan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum ini berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas. Keberhasilan pelaksanaan sangat bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar, serta dukungan dari seluruh komponen pendidikan. Dengan pendekatan yang humanistik dan berbasis kebutuhan peserta didik, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.
ANALISIS PENYEBAB KURANGNYA KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL SISWA PADA LINGKUNGAN SDN 096779 JANGGIR LETO Evi Beneditta Br Meliala; Olivia Angelina Panjaitan; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no04pp23

Abstract

Karakter adalah sifat yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dengan orang lain. Karakter kepedulian sosial merupakan tindakan yang menunjukkan upaya untuk memberikan bantuan baik secara moril maupun materil. Pada saat ini, banyak anak SD yang kurang memiliki rasa kepedulian sosial khususnya di lingkungan sekolah, misalnya menertawakan teman yang terjatuh, bersikap acuh jika ada teman atau guru yang memerlukan bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kurangnya karakter kepedulian sosial siswa pada lingkungan SDN 096779 Janggir Leto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu informan dan hasil observasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru. Observasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung pada proses pembelajaran di lingkungan sekitar sekolah. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, melaksanakan rutinitas menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kedua, ketika guru menemukan siswa yang kurang peduli dengan lingkungan guru dapat langsung menegur. Ketiga, guru menunjukkan karakter kepedulian sosial yang baik agar siswa mencontohnya
PENGARUH METODE SIMULASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SD NEGERI O67244 Juwita Gulo; Duwicha Br Ginting; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no05pp31

Abstract

Perlu kita ketahui bahwa salah satu masalah yang dihadapi siswa sekarang ini yaitu motivasi belajar yang semakin minim. Hal ini dapat terjadi karena strategi dan metode yang digunakan oleh guru sangat monoton dan kurang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa tidak bersemangat dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu kurikulum merdeka seorang guru diharapkan untuk lebih kreatif dalam kegiatan pembelajaran, terutama dalam membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Metode simulasi adalah suatu cara yang bisa digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Didalam metode simulasi ini siswa akan berperan aktif dalam pembelajaran dan memicu semangat siswa untuk belajar, Adapun kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa dalam metode simulasi ini yaitu siswa dapat bermain peran dalam suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan nyata, sesuai dengan pembelajaran yang telah dipersiapkan oleh guru. Metode simulasi ini membantu siswa dalam mengingat materi pembelajaran dengan mudah, dan gaya belajar tidak membosankan bagi siswa, meningkatkan keaktifan siswa, memori siswa semakin kuat, rasa percaya diri, kemampuan berbicara siswa, siswa semakin kreatif, dan mampu mengadakan kerjasama dalam kelompok serta menerima materi pembelajaran dari guru dengan baik.