cover
Contact Name
Meikardo Samuel Prayuda
Contact Email
meichardohanon@gmail.com
Phone
+628116592303
Journal Mail Official
meichardohanon@gmail.com
Editorial Address
Griya Permata IV Blok T No. 54 Sembahe Baru, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20134
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode
ISSN : -     EISSN : 30906019     DOI : https://doi.org/10.0905/vol1iss1pp1-29
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode adalah platform akademis yang memfokuskan pada penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan, khususnya dalam penggunaan media, strategi pembelajaran, dan metode pengajaran yang inovatif. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan teknologi pendidikan, strategi efektif dalam pembelajaran, serta pengembangan metode baru dalam proses pendidikan. Dengan fokus ini, jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, pendidik, dan peneliti untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan temuan terbaru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai tingkatan.
Articles 61 Documents
ANALISIS PENGARUH PERAN ORANG TUA DAN GURU UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI ANAK Elvrida Yasinta Simamora; Apriliresia Br Sinaga; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no06pp38

Abstract

Literasi merupakan fondasi penting dalam perkembangan intelektual dan emosional anak yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat dominan karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Orang tua dapat menanamkan kebiasaan literasi melalui kegiatan sederhana seperti membacakan cerita atau menyediakan bahan bacaan bergambar yang sesuai usia dan minat anak. Aktivitas ini tidak hanya memperkenalkan anak pada dunia bacaan, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua. Namun demikian, peran guru di sekolah juga tak kalah penting. Guru memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pengarah dalam aktivitas literasi anak. Dengan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, guru dapat membantu menumbuhkan minat baca serta kemampuan berpikir kritis siswaLiterasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis semata, tetapi mencakup pemahaman, interpretasi, dan aplikasi informasi dalam berbagai konteks kehidupan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang sinergis antara lingkungan keluarga dan sekolah dalam membentuk budaya literasi sejak dini. Peningkatan kemampuan literasi yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan memberikan dampak jangka panjang dalam membangun generasi yang literat, kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital yang penuh dengan arus informasi. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan literasi anak sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif dua unsur utama, yakni orang tua dan guru, dalam lingkungan keseharian anak.
PENGARUH ICE BREAKING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 3 DI SD N 25 TUK-TUK SIADONG Nela Suriani Siregar; Elisabet Jojor Rumahorbo; Masriani Sinaga; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no07pp45

Abstract

Pendidikan merupakan unsur penting dalam pengembangan potensi individu, di mana motivasi belajar menjadi faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran. Hasil observasi di kelas III SD Negeri 25 Tuktuk Siadong menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan ice breaking sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Ice breaking dipahami sebagai kegiatan pemecah kebekuan yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta mendorong partisipasi aktif siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa ice breaking dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas, rasa percaya diri, dan kerja sama siswa jika diterapkan secara tepat dan variatif, seperti melalui permainan, lagu, tepuk tangan, tebak-tebakan, dan yel-yel. Secara psikologis, ice breaking membantu mengurangi kecemasan dan membangun kedekatan emosional di dalam kelas, sementara secara pedagogis, strategi ini dapat membuka ruang interaksi dan memperkuat pemahaman materi. Dengan demikian, penerapan ice breaking secara sistematis dan kontekstual dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah dasar.
PENGARUH MINAT BACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 096114 SORBADOLOK Awani Haloho; Risna Wati Br Sitepu; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no08pp52

Abstract

Permasalahan minat baca bangsa ini adalah masalah Bersama. Dilihat dari kondisi saat ini minat baca di Indonesia sungguh memprihatinkan bila dibandingkan dengan negara lainnya. Untuk menumbuhkam minat baca dalam waktu singkat sangat sulit, maka diperlukan konsntrasi dalam menumbuhkan minat baca yan tertuju pada anak usia dini. Menumbuhkan kesadaran dalam pentingnya minat baca anak diperlukan Kerjasama antar anggota keluarga sebagai agen sosialisasi. Ibu sebagai figure terdekat dengan anak, sangat berpotensi untuk meningkatkan minat baca anak. Selain itu peran keluarga juga dibutuhkan untuk meningkatkan minat baca anak. Fakta-fakta bahwa kegiatan membaca juga kegiatan utama dalam pendidikan.Masalah dalam penelitian yaitu rendahnya minat baca siswa yang berdampak pada prestasi belajar siswa. Materi bacaan perlu dibuat menarik, penuh warna, dan gambar yang dapat mengembangkan imajinasi. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran guru juga mempengaruhi minat baca siswa dalam menerapkan program literasi dan bahan bacaan yang menarik sehingga meningkatnya prestasi belajar siswa meningkat.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SD NEGERI 067244 Mesika Jawak; Aryen Anatasia; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no09pp60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa di Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan berpusat pada guru. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik observasi dan wawancara terhadap guru kelas sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif, siswa cenderung pasif, kurang fokus, dan minim interaksi dengan guru maupun teman. Namun, setelah model ini diterapkan, keaktifan siswa meningkat secara signifikan. Siswa lebih terlibat dalam diskusi kelompok, berani mengungkapkan pendapat, serta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Model pembelajaran kooperatif juga mendorong tumbuhnya keterampilan sosial, rasa tanggung jawab, dan pemahaman konseptual yang lebih mendalam. Dengan demikian, model ini terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GEDGET TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Jhan Otha Ginting; Anggun Sastra; Giska Delilla Br Sembiring; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no10pp66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gawai terhadap minat belajar siswa di tingkat sekolah menengah. Fenomena penggunaan gawai yang semakin meluas di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran mengenai pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, dan wawancara kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, gawai dapat meningkatkan minat belajar siswa apabila dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif dan sumber informasi yang mendukung proses belajar. Di sisi lain, penggunaan gawai yang tidak terkontrol cenderung menurunkan minat belajar karena siswa lebih terdorong menggunakan gawai untuk hiburan seperti bermain game dan berselancar di media sosial. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mengarahkan serta mengawasi penggunaan gawai agar tetap berada dalam koridor edukatif. Dengan demikian, penggunaan gawai harus dikendalikan dan diintegrasikan secara bijak dalam lingkungan pendidikan guna meningkatkan kualitas belajar siswa.
DAMPAK KUALITAS KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU ANAK DI SEKOLAH SDN 067244 MEDAN Ica Nikkita Br Sitepu; Clarisa Yoan; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 05 APRIL 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss2no01pp73

Abstract

Keharmonisan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, perilaku, serta perkembangan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kualitas keharmonisan keluarga terhadap perilaku anak di SDN 067244 Medan, khususnya pada siswa kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap lima siswa dengan latar belakang keluarga yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga tidak harmonis, seperti broken home atau kurang perhatian dari orang tua, cenderung memiliki perilaku pendiam, kurang percaya diri, sulit bersosialisasi, dan tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi. Sebaliknya, siswa yang berasal dari keluarga harmonis menunjukkan perilaku yang lebih stabil secara emosional dan lebih percaya diri dalam berinteraksi sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keharmonisan keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan perilaku anak, dan perhatian serta dukungan orang tua sangat dibutuhkan dalam tahap tumbuh kembang anak, terutama di usia sekolah dasar.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Septeti Angges Br Sinuraya; Vera Wati Br Tarigan; Andrian Valentino Siregar; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 05 APRIL 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss2no02pp78

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam memotivasi belajar siswa kelas IV di SD Masehi Berastagi. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik siswa, dan peran orang tua sebagai pendamping utama dalam proses pendidikan sangat berpengaruh dalam menumbuhkan semangat dan minat anak terhadap belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki pengaruh yang besar terhadap motivasi belajar siswa melalui perhatian, dukungan emosional, pemberian fasilitas belajar, serta apresiasi terhadap pencapaian anak. Namun, ditemukan juga beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu orang tua karena pekerjaan dan rendahnya pemahaman terhadap materi pelajaran. Kendati demikian, sebagian besar orang tua tetap berusaha memberikan dukungan dengan berbagai cara agar anak tetap termotivasi belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antara orang tua, guru, dan siswa menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan efektif.
PEMBELAJARAN SENI RUPA DALAM MEMBENTUK KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI SDN 0062 TANJUNG SARI Nisi Angelica H Matondang; Yona Nureka Br Karo Sekali; Romauli Aldesi Butar-butar; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 05 APRIL 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss2no03pp85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran seni rupa dalam membentuk kreativitas peserta didik kelas V di SDN 0062 Tanjung Sari, Kota Medan. Seni rupa sebagai bagian dari pendidikan seni di sekolah dasar tidak hanya bertujuan mengembangkan keterampilan visual, tetapi juga mendorong perkembangan berpikir kreatif dan ekspresi diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan berbagai aspek kreativitas peserta didik, seperti kebebasan berekspresi, menghargai fantasi, kemandirian dalam berpikir, dan keterampilan dalam berkarya. Pembelajaran yang dilakukan secara variatif, menyenangkan, serta memberikan ruang untuk eksplorasi terbukti dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mewujudkan ide-ide visual mereka. Guru berperan penting dalam menyediakan media yang menarik, memberi motivasi, serta membimbing dan mengapresiasi setiap hasil karya siswa. Dengan demikian, pembelajaran seni rupa menjadi sarana efektif dalam membentuk kreativitas peserta didik sejak usia dini.
ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER Rapidanda Manihuruk; Hanna Florida Panjaitan; Kresentia Kamilia Situmorang; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 05 APRIL 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss2no04pp91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap pembentukan karakter siswa. Dalam era global yang semakin kompleks, pendidikan menjadi salah satu aspek penting yang mempengaruhi pembentukan karakter siswa. Lingkungan keluarga, yang mencakup nilai-nilai, norma-norma, dan perilaku yang dianut oleh anggota keluarga, memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami fenomena dari perspektif subjeknya, yaitu siswa dan lingkungan keluarga mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter siswa. Siswa yang tumbuh dalam lingkungan yang menganut nilai-nilai positif cenderung memiliki karakter yang positif dan bermanfaat. Penelitian ini menegaskan pentingnya lingkungan keluarga dalam pembentukan karakter siswa dan menunjukkan bahwa strategi pendidikan yang memperhatikan lingkungan keluarga dan nilai-nilai yang dianut oleh keluarga dapat membantu dalam meningkatkan hasil belajar dan karakter siswa.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 2 SD Arnita Silaen; Monika Surabina Sinulingga; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 05 APRIL 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss2no05pp99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SDN 101791 Patumbak Kampung serta faktor-faktor yang memengaruhinya, baik dari aspek internal maupun eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara sebagai teknik utama pengumpulan data. Hasil wawancara menunjukkan bahwa karakter guru memiliki pengaruh besar terhadap minat belajar siswa. Guru yang bersikap ramah, sabar, dan mendukung, mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, sehingga meningkatkan semangat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Sebaliknya, sikap guru yang otoriter, tidak adil, dan sering marah dapat menurunkan minat belajar siswa. Selain itu, faktor internal seperti tekanan dari orang tua dan faktor eksternal seperti perlakuan tidak adil di sekolah juga turut memengaruhi semangat siswa dalam belajar. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan personal dan karakter positif dari guru dalam menciptakan iklim belajar yang mendukung dan menumbuhkan minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia.