cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 142 Documents
Analisis Penyebab Rendahnya Pemahaman Nilai Islam pada Generasi Z: Perspektif Individu vs Sistem Pendidikan Sari, Devita; Nurseha, Dwi Elsa; Mariam, Gita; Nofriendsyah, Harvan; Sari, Intan Permata; Hidayati, Parihani; Suresman, Edi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ze33rf75

Abstract

Generasi Z tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi pada media sosial, yang memengaruhi pola pikir dan proses internalisasi nilai keagamaan. Penelitian ini menganalisis rendahnya pemahaman nilai Islam melalui faktor individu dan sistem pendidikan, menggunakan teori Bloom, Kohlberg, Prensky, dan Johnson untuk merumuskan pendekatan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan relevan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari jurnal dan artikel ilmiah melalui kata kunci terkait budaya scroll, literasi, nilai agama, Generasi Z, dan pendidikan agama Islam pada basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan SAGE Journals (2021–2026). Dari 80 artikel, diseleksi 58 pendukung dan 6 utama, lalu dianalisis secara deskriptif melalui klasifikasi, interpretasi kritis, dan sintesis temuan. Scroll culture mendorong rendahnya literasi spiritual Generasi Z melalui pola konsumsi informasi singkat yang melemahkan refleksi dan internalisasi nilai Islam. Di sisi lain, sistem Pendidikan Agama Islam masih menghadapi kendala metode konvensional, kurikulum kurang integratif, dan minim inovasi digital. Solusi menekankan penguatan literasi individu, peran keluarga, reformasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta integrasi teknologi pembelajaran. Kesimpulannya, rendahnya pemahaman nilai Islam pada Generasi Z dipengaruhi oleh faktor individu dan sistem pendidikan yang saling berkaitan. Dominasi scroll culture membentuk pola pikir instan dan dangkal sehingga melemahkan refleksi serta internalisasi nilai. Sementara itu, pembelajaran PAI yang konvensional, kurang inovatif, dan minim relevansi memperparah kondisi tersebut. Solusi memerlukan penguatan literasi individu serta reformasi pendidikan yang kontekstual, dialogis, adaptif, dan berbasis pengalaman.
Melampaui Reduksi Ekonomistik: Rekonstruksi Teologi-Makna dalam Proyek Masyarakat Tanpa Kemiskinan Berbasis Psikologi Eksistensial Suwarno, Ilman Rizqi Nuriyanto; Hanifah, Dini; Siswanto, Ali Hasan; Agustina, Astiana Leli; Maulani, Verlina Dwi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3wkzc575

Abstract

The persistence of poverty amidst the advancement of modernity demonstrates the limitations of the dominant approach, which tends to reduce poverty to a purely economic issue. This approach ignores the dimensions of meaning, spirituality, and human existential awareness, thus failing to address the deepest roots of poverty reproduction. The research gap lies in the minimal integration of Islamic theology, Sufism, and existential psychology in building a more holistic alternative paradigm. This article aims to reconstruct the concept of a society without poverty through a theology-meaning approach based on humanistic-existential psychology, specifically Viktor Frankl's logotherapy. This research uses a conceptual qualitative method with an interdisciplinary approach that combines theological, philosophical, and psychological analysis. The analysis technique is carried out through a critical reading of classical and contemporary literature and a conceptual synthesis to formulate a new theoretical model. The main argument of this article asserts that poverty is not only a material crisis, but also a crisis of meaning (existential vacuum) that reinforces the cycle of individual and collective powerlessness. Therefore, efforts to create a society without poverty must involve a transformation of meaning through the reconstruction of theology as an emancipatory force and the integration of existential awareness into social structures. This article's scholarly contribution lies in the development of a meaning-based social transformation paradigm and the introduction of the concept of redistribution of meaning as a complement to economic redistribution in poverty studies. This approach offers a new direction in interdisciplinary research that connects theology, Sufism, and psychology within the framework of sustainable social transformation.