cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 119 Documents
Keadilan, Diyat dan Pemaafan dalam Ayat Qiṣāṣ: Kajian Etis Terhadap Surah Al-Baqarah Mubaraq, Fachrul; Hasayangan Dalimunthe, Ferdi; Alviano, Muhammad
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kxfx2g24

Abstract

Qisas is a form of punishment in Islamic criminal law imposed on perpetrators of murder and physical injury, based on the principle of equal retaliation. This study aims to explain the concept of qisas as stated in the Qur’an, particularly Surah al-Baqarah verses 178–179, and to examine its purpose in achieving justice, preventing crime, and protecting human life. This research employs a qualitative approach using library research methods. The data are collected from the Qur’an, classical Qur’anic commentaries, Islamic criminal law literature, and relevant scholarly articles. Data analysis is conducted through content analysis by examining Qur’anic verses and the opinions of scholars inductively. The findings indicate that qisas is the primary punishment for cases of murder and physical injury; however, Islam also provides an opportunity for forgiveness from the victim or the victim’s family through the payment of diyah (compensation). This provision shows that qisas does not merely emphasize retaliation but also contains values of justice, humanity, and compassion. The implementation of qisas aims to protect human life, prevent serious crimes, and establish justice and social order in society. Thus, qisas is an integral part of Islamic law that is oriented toward public welfare and the protection of the right to life
Hubungan Konsep Diri dengan Ide Bunuh Diri  pada Mahasiswa di Kota Padang Putra, Trio Kurnia; Nurmina, Nurmina
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d2kgdh88

Abstract

College students experience a transition from adolescence to early adulthood, marked by academic, social, and psychological demands, potentially leading to mental stress, including suicidal ideation. Suicidal ideation is the thought/desire to end one's life, which may be accompanied by planning. Self-concept refers to an individual's perception, assessment, and understanding of themselves, formed through experience and interaction. This study aims to determine the relationship between self-concept and suicidal ideation among college students in Padang City. The study used a quantitative correlational. The study subjects were 398 undergraduate students aged 18–24 in Padang City, using a purposive sampling technique. Data collection on suicidal ideation was based on the Beck Scale for Suicide Ideation (Beck et al., 1979) adapted from the Beck Scale for Suicide Ideation (Beck et al., 1979) and the self-concept scale based on Sari's (2020) aspects developed by Prasetyo (2025). The results of the correlation analysis showed a significant negative relationship between self-concept and suicidal ideation (r = -0.666; p < 0.001). Therefore, the higher the self-concept, the lower the tendency for suicidal ideation. This finding confirms the importance of strengthening self-concept as a protective factor in efforts to prevent suicidal ideation in students.
Kolaborasi  Sabar dan Sholat yang Terkandung dalam Alquran Surat Al-Baqarah Ikhsan, Zikri; Uniad, Hands Syah Putra; Ayub , Sri
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fz0z4n78

Abstract

The Quran not only regulates the relationship between humans and their Lord, but also regulates human relationships with other humans for the sake of happiness in this world and the hereafter. Allah SWT explains the meaning of patience and guidance for seeking help through patience and prayer, found in the Quran's chapter Al-Baqarah.
Tentang Mahar dalam Pernikahan Setiawan, M. Arif; Mujahid Siaahan, Fauzul
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7v1v0f42

Abstract

Pasal 30 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyusunan Hukum Islam (KHI) menyatakan: “Calon mempelai pria wajib membayar mahar kepada calon mempelai wanita, yang jumlah, bentuk, dan jenisnya disepakati oleh kedua belah pihak.” Pasal 32 KHI juga menyatakan: “Mahar diberikan langsung kepada calon mempelai wanita, dan sejak saat itu menjadi hak pribadinya.” Lebih lanjut, Pasal 33 KHI menyatakan bahwa: (1) Mahar diberikan secara tunai. (2) Jika calon mempelai wanita setuju, mahar dapat ditangguhkan seluruhnya atau sebagian. Mahar yang belum dibayar lunas menjadi hutang calon mempelai pria. Berdasarkan ketentuan pasal-pasal KHI di atas, dapat dipahami bahwa mahar yang diberikan
Moderasi dan Pedomannya di dalam Surah Al-Kafirun Maula Armays, M. Fadeel; Alfidzar, Ridho Asma'i; Saputra, Urif; Rasyid, Mhd.
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w819vx16

Abstract

Sedari dulu bangsa Indonesia sudah sangat dikenal oleh berbagai bangsa lain sebagai bangsa yang tergolong religius. Toleransi yang benar di dalam agama Islam ternyata masih menjadi hal yang sangat krusial untuk diajarkan, jika dikaitkan ke dalam konteks negara Indonesia, hal ini menjadi sangat penting bagi umat muslim, Al-Qur’an menjadi pedoman mutlak bagi realitas tertinggi kebenaran. Agama Islam menerangkan konsep yang sangat jelas terkait dengan toleransi antar umat beragama. Selain itu, terdapat prinsip yakni menjadikan orang-orang selain yang beragama Islam sebagai kelompok yang tidak dimusuhi jika kelompok masih mematuhi batas-batas toleransi yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode library research. Tujuan dari artikel ini adalah tema seperti yang akan dibahas sangatlah penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan kekayaan yang beraneka ragam, baik sumber daya alam yang dimiliki, maupun pada aspek antropologinya. Hasil yang didapatkan diantaranya berhubungan dengan kesadaran diri masing-masing, di mana hal inilah yang terpenting agar seseorang tidak terjebak ke dalam pengarus utamaan di dalam beragama. Kesimpulan utamanya adalah bahwa perdamaian dalam konteks keislaman dicapai dengan cara menghormati hak setiap individu untuk beragama, namun tetap memiliki garis yang jelas dalam hal prinsip ketuhanan.
Pengembangan Kreativitas Siswa Berbasis Inovasi Guru Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Taemnanu, Adoniram; Adi Saingo, Yakobus
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rn29df34

Abstract

Pengembangan kreativitas siswa merupakan bagian penting dalam upaya pendidikan yang holistik, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan kreativitas siswa yang berbasis pada inovasi guru Pendidikan Agama Kristen dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal akademik, buku referensi, dan hasil penelitian relevan yang membahas kreativitas siswa dan inovasi pembelajaran PAK. Analisis data dilakukan secara reduktif, yaitu dengan menyeleksi, mengelompokkan, dan menyederhanakan data untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kreativitas siswa sangat dipengaruhi oleh peran guru PAK dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Inovasi guru PAK melalui metode pembelajaran aktif, berbasis proyek, pemanfaatan seni, serta penggunaan teknologi digital mampu menciptakan ruang bagi siswa untuk berekspresi, berpikir kritis, dan mengintegrasikan nilai iman Kristen dalam kehidupan nyata. Meskipun guru PAK menghadapi berbagai tantangan di era modern, inovasi pembelajaran tetap menjadi strategi penting dalam mengembangkan kreativitas siswa. Inovasi guru Pendidikan Agama Kristen berperan signifikan dalam membentuk peserta didik yang kreatif, berkarakter Kristus, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Berbasis Integrasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Kearifan Lokal Landena, Anita Yelinda Astuti; Leobisa, Jonathan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ghhzva49

Abstract

Penguatan pendidikan karakter di sekolah merupakan upaya strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik secara utuh di tengah tantangan globalisasi dan krisis moral. Pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada penguasaan aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan nilai, sikap, dan perilaku yang berlandaskan moral dan budaya. Salah satu pendekatan yang relevan dalam penguatan pendidikan karakter adalah integrasi nilai-nilai karakter dalam kearifan lokal. Kearifan lokal mengandung nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penghimpunan dan penelaahan berbagai dokumen tertulis, visual, dan elektronik yang relevan dengan topik kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter berbasis kearifan lokal dapat dilakukan melalui kurikulum, proses pembelajaran, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Guru memiliki peran sentral sebagai teladan dan fasilitator dalam menanamkan nilai karakter melalui pendekatan kontekstual dan partisipatif. Integrasi ini membantu peserta didik memahami dan menginternalisasi nilai karakter secara nyata dan berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal menjadi pendekatan yang efektif dalam membentuk peserta didik yang berintegritas, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan kehidupan secara bertanggung jawab.
Profil Organisasi dan Kontribusi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok dalam Pembangunan Masyarakat Islam Berkemajuan Abul A’la Al Maududdi; Entin Sumartini; Yusrina Nur Rahma
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fzaj3z74

Abstract

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok telah berkiprah sejak tahun 1960 dalam mengembangkan dakwah dan amal usaha sebagai upaya mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil organisasi, struktur kepemimpinan, serta kontribusi PDM Kota Depok melalui pengelolaan amal usaha di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi pada periode 2022–2027. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi organisasi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap profil resmi organisasi, dokumen keputusan Muktamar dan Musyawarah Wilayah, serta data statistik amal usaha Muhammadiyah di Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDM Kota Depok memiliki struktur organisasi yang komprehensif, terdiri atas 8 Pimpinan Cabang dan 47 Pimpinan Ranting. Amal usaha yang dikelola meliputi 60 masjid dan musholla, 32 lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA/MA, dua fasilitas kesehatan PKU, panti asuhan, serta layanan ekonomi berbasis syariah. Kekuatan utama organisasi terletak pada sektor pendidikan yang telah berkembang secara berkelanjutan sejak tahun 1958. Namun demikian, persyarikatan masih menghadapi tantangan berupa kompleksitas pengelolaan organisasi dan kebutuhan akan transformasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDM Kota Depok telah memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan masyarakat melalui integrasi penguatan internal organisasi dan pelaksanaan program eksternal yang berdampak luas. Oleh karena itu, penguatan tata kelola, percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan, serta optimalisasi teknologi informasi direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan dan relevansi gerakan Muhammadiyah di Kota Depok.
Strategi Nafkah Masyarakat Petani Padi Pasca Penutupan Waduk Keuliling Putri, Putri Ulfia; Nurdin, Ibnu Phonna
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/m6b6q434

Abstract

The temporary closure of Keuliling Reservoir due to the implementation of the 21st National Sports Week (PON XXI) in Aceh-Sumut has directly impacted the agricultural activities in Gampong Baksukon, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar Regency, especially for rice farmers. This study aims to identify the livelihood strategies employed by the rice farming community following the reservoir closure. This research uses a qualitative method with a case study approach. Observation, in-depth interviews, and documentation were used by the researcher as techniques for collecting research data. Informants were selected using purposive sampling totaling 12 people, including the village chief (Keuchik), male farmers, and female farmers who met the research criteria. The findings indicate three main livelihood strategies adopted by the community, based on Scoones’ Livelihood Strategies theory: (1) Livelihood resource engineering (intensification) through the use of water pump machines and additional family labor, which has not been fully effective due to limited facilities and high operational costs, (2) Livelihood diversification involving non-agricultural activities such as livestock farming, trading, daily labor, and laudry services, which proved effective in helping balance household income, and (3) spatial engineering (migration), mainly carried out bye younger family members migrating to cities to work and send remittances home. Diversification and migration strategies have been the most successful in maintaining the economic resilience of farming households during the water crisis. It is anticipated that the results of this study will be useful in developing policies for resilience livelihood and air pollution in the rural area.

Page 12 of 12 | Total Record : 119