cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 119 Documents
Pengalaman Emosional Remaja dalam Kondisi Fatherless Hikmah, Nadiatul; Selian, Sri Nurhayati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ath65n63

Abstract

The phenomenon of fatherlessness, or the absence of a father figure, is increasingly common in modern society, particularly due to divorce, death, or the father's emotional absence from the family. This condition has the potential to impact the emotional and personality development of adolescents. This study aims to deeply understand the emotional experiences of adolescents living without a father. This study used a qualitative phenomenological approach, with data obtained through interviews, observation, and documentation of three adolescents aged 15–16 in Banda Aceh. Data analysis employed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which encompasses reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that adolescents experiencing fatherlessness not only experience social and academic impacts but also a variety of emotional impacts, ranging from withdrawal and anger to creative expression. Furthermore, fatherless adolescents rely on environmental protection and individual coping strategies. These findings demonstrate the importance of emotional family support and counseling services for orphaned adolescents to help them develop emotional balance, a positive self-concept, and resilience in facing the challenges of their psychological development.
Pengalaman Mahasiswa dalam Menghadapi Stres Akademik dan Dampaknya terhadap Kualitas Tidur Racsanjani, Akbar; Selian, Sri Nurhayati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kdx35b60

Abstract

Mahasiswa adalah kelompok yang sedang mengalami fase peralihan menuju kedewasaan, di mana mereka menghadapi berbagai tuntutan akademik dan sosial yang rumit. Tugas yang menumpuk, tekanan saat ujian, dan harapan untuk mencapai prestasi akademik sering kali menyebabkan stres akademik yang dapat berpengaruh pada kesejahteraan mental. Stres akademik yang berlangsung lama tidak hanya berimbas pada keadaan emosional, tetapi juga memengaruhi aspek fisik seperti kualitas tidur. Masalah tidur yang muncul akibat stres dapat mengurangi konsentrasi, menurunkan daya kerja, dan memperburuk kinerja akademik mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa psikologi, serta mengetahui cara mahasiswa mengelola tekanan akademik agar tidak memberikan dampak negatif pada pola tidur mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada tiga mahasiswa aktif dari Fakultas Psikologi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan tema-tema yang muncul dari pengalaman yang dibagikan oleh partisipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berpengaruh cukup besar terhadap kualitas tidur. Semakin tinggi tekanan akademik yang dirasakan, semakin buruk kualitas tidur yang dialami mahasiswa. Masalah tidur yang muncul mencakup kesulitan untuk tidur, tidur yang gelisah, serta rasa kelelahan setelah bangun. Mahasiswa menerapkan strategi koping yang adaptif seperti mendengarkan musik, menulis di jurnal, berbagi cerita dengan teman, dan melakukan meditasi ringan untuk mengatasi tekanan tersebut. Dukungan dari teman dan keluarga juga memiliki peranan penting dalam mengurangi stres akademik. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa dalam mengelola stres dan menerapkan pola tidur yang sehat sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental.
Implementasi Asas Legalitas dalam Pasal 34 Qonun Jinayat Fathi Yakan A; M Ilham Agustian; Deden Najmudin
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/aagp8t21

Abstract

This article examines the implementation of the principle of legal certainty or legality in the Qanun Jinayat, specifically Article 34, a regulation of Islamic criminal law in Aceh. This research is motivated by differing views regarding the application of the Qanun Jinayat, particularly regarding the principle of legality, a fundamental principle in modern criminal law. The principle of legality, which states that "there is no punishment without law," aims to protect individuals from arbitrary actions by those in power. However, in the context of the Qanun Jinayat, it is questionable whether this regulation fully accommodates these concerns. This research uses a normative legal research method with a conceptual and regulatory approach. Data were collected through literature review, legal document analysis, and interpretation of articles in the Qanun Jinayat. The results indicate that the Qanun Jinayat has attempted to adopt the principle of legality by clearly defining prohibited acts (jarimah).
Peran Budaya Organisasi Terhadap Kesehatan Mental pada Mahasiswa Putra, Angga Fernanda; Selian, Sri Nurhayati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9sqth338

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu penting dalam dunia pendidikan tinggi karena berkaitan langsung dengan kemampuan akademik, sosial, dan emosional individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh budaya organisasi kampus terhadap kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana nilai, norma, dan pola interaksi dalam organisasi kampus membentuk kesejahteraan psikologis mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa aktif yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang menekankan solidaritas, komunikasi terbuka, dan kepemimpinan demokratis memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental mahasiswa dengan menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif. Namun, budaya hierarkis dan tekanan akademik sering memicu stres serta kelelahan psikologis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana dinamika sosial dalam organisasi mahasiswa dapat berfungsi sebagai faktor pelindung sekaligus risiko bagi kesehatan mental. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak universitas dalam mengembangkan budaya organisasi yang mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Pemahaman Konsumen Terhadap Brand Awernes Produk Skincare Azarine Firmansyah, Ihsan; Kulsum, Resya Siti; Permana, Agil; Yudawisastra, Helin Garlinia
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fxra3218

Abstract

This study aims to explore consumer understanding of brand awareness toward Azarine skincare products. A qualitative descriptive approach was employed in this research. The data were obtained from secondary sources through non-participant observation of Azarine’s official social media content and documentation in the form of consumer reviews and testimonials available on e-commerce platforms. Data analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, and conclusion drawing. The findings indicate that consumer understanding of Azarine’s brand awareness is formed through intensive digital exposure and consistent brand communication. Consumers do not merely recognize Azarine as a local skincare brand but also understand its brand identity as affordable, easily accessible, and suitable for various skin needs. Furthermore, Azarine’s brand awareness is perceived as a sense of familiarity and initial trust toward the products. This study contributes to the literature on brand awareness by providing a qualitative perspective, particularly within the context of Indonesia’s local skincare industry.
Hikmah dan Etika Ibadah Haji dalam QS. Al-Baqarah Ayat 197 Mahfuza, Hilya; Hermanto, Edi; Indriani, Syifa Farizkha; Mardiana Tambunan, Warda
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3c3xax40

Abstract

This study aims to examine the wisdom and ethical values of the Hajj pilgrimage as contained in QS. Al-Baqarah verse 197 and their relevance to the life of Muslims. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data are obtained from the Qur’an, particularly QS. Al-Baqarah verse 197, the hadiths of the Prophet Muhammad (peace be upon him), as well as classical and contemporary Qur’anic commentaries, books on Hajj jurisprudence, and relevant Islamic literature. Data analysis is conducted through a descriptive-analytical method to explore the meanings, ethical principles, and spiritual values of Hajj, such as the prohibition of rafath, fusuq, and jidal, and the emphasis on piety (taqwa) as the best provision. The findings indicate that Hajj is not merely an individual ritual worship but also contains strong moral, spiritual, and social dimensions that encourage Muslims to develop both personal piety and social responsibility in their daily lives.
Pendidikan Islam dalam Pandangan Ibnu ‘Abdil Barr pada Kitabnya Jāmi‘ Bayān al-‘Ilm wa Faḍlihi Saefuddin, A'raf
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/k3xa2p40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Imam Ibnu Abdil Barr melalui karya monumentalnya, Jāmi‘ Bayān al-‘Ilm wa Faḍlihi  terhadap pendidikan Islam. Kitab ini merupakan salah satu referensi klasik yang membahas secara komprehensif tentang keutamaan ilmu, adab menuntut ilmu, dan peran ilmuwan dalam membangun peradaban Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode analisis isi (content analysis), penelitian ini menyoroti nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kitab tersebut, termasuk tujuan pendidikan Islam, etika guru dan murid, metode pembelajaran, serta keterkaitan antara ilmu, amal, dan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Abdil Barr menempatkan ilmu sebagai pondasi utama dalam pembentukan karakter dan spiritualitas seseorang, serta menekankan pentingnya keikhlasan, ketawadhuan, dan tanggung jawab moral dalam proses pendidikan. Temuan ini relevan untuk pengembangan kurikulum pendidikan Islam kontemporer yang berorientasi pada pembentukan adab dan integritas keilmuan. Penelitian ini juga merekomendasikan perlunya integrasi pemikiran ulama klasik dalam sistem pendidikan modern guna memperkuat nilai-nilai dasar Islam dalam kehidupan belajar mengajar.
Tradisi Bagandang Nyiru dalam Masyarakat Banjar: Makna dan Nilai Pendidikan Islam Noor Latifah, Aprina; Jamalie, Zulfa
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/q5nvbc82

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang sarat akan nilai kearifan lokal, salah satunya adalah tradisi Bagandang Nyiru pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Seiring derasnya arus globalisasi, tradisi ini mulai jarang dipraktikkan dan dipahami oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, filosofi, identitas, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Bagandang Nyiru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagandang Nyiru merupakan praktik memukul nyiru secara beramai-ramai untuk mencari orang yang diyakini disembunyikan oleh makhluk gaib. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, meliputi: (1) nilai akidah, berupa keyakinan pada hal gaib dalam bingkai tauhid; (2) nilai akhlak, yang tercermin melalui sikap tolong-menolong, gotong royong, dan kedisiplinan waktu; serta (3) nilai ibadah, yang diwujudkan melalui pelaksanaan doa dan syukuran. Dengan demikian, tradisi Bagandang Nyiru tidak hanya dipahami sebagai praktik bernuansa mistis, tetapi juga berfungsi sebagai penguat identitas budaya serta sebagai sarana pendidikan yang berlandaskan kearifan lokal.
Keabsahan Perwalian Anak yang Diasuh oleh Panti Asuhan: Studi Kasus Yayasan Panti Asuhan di Kabupaten Mandailing Natal Lubis, Alwi Ibrahim; Halomoan Hsb, Putra
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w4a2dj78

Abstract

Penelitian ini mengkaji prosedur serta keabsahan perwalian anak yang diasuh oleh yayasan panti asuhan di Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan mengkaji ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perwalian anak dan mengaitkannya dengan praktik pengasuhan yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak di panti asuhan pada umumnya dilakukan secara sederhana dan informal, yaitu hanya berdasarkan surat pernyataan penyerahan anak dari orang tua atau keluarga tanpa melalui penetapan perwalian oleh pengadilan. Sebagian besar anak asuh berasal dari keluarga kurang mampu atau memiliki latar belakang keluarga yang tidak diketahui, sehingga pengasuhan dialihkan kepada panti asuhan tanpa prosedur hukum yang formal. Secara yuridis, yayasan panti asuhan yang mengasuh anak-anak tersebut tidak memiliki kedudukan hukum yang sah sebagai wali karena tidak adanya penetapan perwalian oleh pengadilan maupun penunjukan melalui wasiat orang tua. Meskipun kenyataannya yayasan telah menjalankan fungsi pengasuhan dan perlindungan anak, namun kewenangan tersebut hanya bersifat sosial dan tidak dapat disamakan dengan perwalian dalam arti hukum. Kurangnya pemahaman pengurus yayasan terhadap mekanisme hukum perwalian turut menyebabkan tidak terpenuhinya aspek keabsahan perwalian anak. Maka dari itu, diperlukan langkah-langkah hukum melalui pengajuan permohonan penetapan perwalian ke pengadilan guna memberikan kepastian hukum serta menjamin perlindungan hak-hak anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Konsep Puasa dalam Islam: Analisis Hukum dan Dimensi Spiritual Hermanto, Edi; Rafa’el, Farhan Aiman; Hasbullah, Hasbullah; Harahap, Harpan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/00h2af75

Abstract

This article discusses the meaning and regulations of fasting in Islam as one of the fundamental acts of worship that encompasses theological, spiritual, moral, and social dimensions. The purpose of this study is to explain the definition of fasting from both linguistic and Islamic legal perspectives, to examine its legal foundations, and to describe the laws and types of fasting within the framework of Islamic jurisprudence. The method employed is library research, drawing upon the Qur’an, the traditions of the Prophet Muhammad ﷺ, scholarly consensus (ijma‘), as well as classical and contemporary works of Islamic jurisprudence. The findings indicate that etymologically, fasting means self-restraint, while terminologically it is defined as refraining from all acts that invalidate fasting from dawn until sunset with sincere intention for the sake of Allah. The legal basis of fasting is clearly established in Surah Al-Baqarah verses 183–185, the hadith concerning the pillars of Islam, and the consensus of Muslim scholars regarding the obligation of fasting during the month of Ramadan. This study further explains that fasting is classified into several categories, including obligatory fasting such as Ramadan, qadha, expiation (kafarat), and vows (nazar); recommended fasting such as Mondays and Thursdays, Ayyamul Bidh, Arafah, and Ashura; as well as fasting that is prohibited or disliked at certain times. Substantively, fasting functions as a means of fostering piety, controlling desires, purifying the soul, and cultivating social empathy. Thus, fasting is not merely a ritual practice but also plays a significant role in shaping personal character and maintaining balance in a Muslim’s life. The implications of this study are expected to serve as an academic reference for students and researchers in understanding fasting comprehensively and applying its values in religious and social life based on Islamic principles and social ethics.

Page 11 of 12 | Total Record : 119