cover
Contact Name
Koko Hari Pramono
Contact Email
kokoharipramono88@gmail.com
Phone
085655454121
Journal Mail Official
kokoharipramono88@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya Perumahan Wisma Mukti, Jl. Klampis Anom II, Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo, Surabaya 60117
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya
ISSN : .     EISSN : 29866723     DOI : 10.20111
Core Subject :
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kajian dan penciptaan seni. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan Oktober) dengan fokus dan ruang lingkup pada studi dan penciptaan seni. Jurnal ini dikelola oleh LPPM STKW Surabaya dan diterbitkan oleh STKW Press Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Revitalisasi Tari Konvensional dalam Pertunjukan Kesenian Sandur Manduro Menuju Pertunjukan Pariwisata Wahyudiyanto, Wahyudiyanto; Windrowati, Trinil
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i2.62

Abstract

The Sandur Manduro art consists of five dance performances. Each dance requires a relatively long performance time. For audiences who value time, dance performances that take a long time can feel quite tiring. In the world of tourism that values ​​time, dance performances that take up a long time are no longer interesting to present to the audience, therefore it is necessary to condense the time aspect without reducing the quality of the performance. We, as lecturers at the Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, held a community service activity by providing a condensation activity and at the same time socializing the dances resulting from the condensation of dances in the Sandur Manduro arts. The method used is demonstration which includes: discussion, exploration, work (delivery of material -drill-), evaluation and presentation. The results of this community service are the Ayun-ayun Dance, Klana Dance and Kuda-kudaan Dance in a compact form which received high appreciation and enthusiasm from the rural community.
Pembuatan Jingle Tempe Sanan Enak Tenan Sebagai Media Promosi Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Tempe Sanan Suprihatin, Endang Wara; Sumarwahyudi; Pristiati, Tutut; Zandra, Rully Aprilia; Prasetyo, Yunanto Adi; Handayani, Silvy; Isfa'lan, Widad
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i2.66

Abstract

Tempe Sanan, one of the well-known local products from Malang, is currently facing challenges in branding and market competitiveness despite its high quality. This is especially true in the midst of the growing trend of online-based promotions, which appear to be more effective and efficient. This community service program aims to enhance the competitiveness and brand awareness of Tempe Sanan through a song, packaged in the form of a jingle. The creation of a jingle as a promotional medium was chosen because it serves as a concise, simple, and effective alternative for promotion that can be played anytime and anywhere The jingle is designed to be catchy and appealing, combining local cultural elements with Javanese lyrics and a blend of diatonic and pentatonic musical instruments. Its creation employed a participatory approach, involving local MSME (Micro, Small, and Medium Enterprise) actors in developing a culturally rich jingle. The outcomes of the activity include: 1) The creation of a jingle titled "Tempe Sanan Enak Tenan" (Tempe Sanan is Really Delicious);2) Dissemination via WhatsApp and recording in MP3 format, played at Primkobti Bangkit Usaha Kampung Sanan;3) Socialization and public presentation of the jingle at the Porprov East Java exhibition. The conclusion of this community service initiative emphasizes the effectiveness of music as a branding tool for local MSMEs, which is essential for enhancing their market competitiveness.
Pembekalan Kewirausahaan Melalui Pelatihan Pembuatan Pot Artistik Berbasis Kain Bekas di Rumah Budaya Sidoarjo Bramantijo, Bramantijo
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i2.67

Abstract

Training in fabric-based artistic pottery is a form of community service that aims to enhance the artistic and entrepreneurial skills of the community at Rumah Budaya Sidoarjo. This activity uses simple techniques and easily obtainable recycled materials to provide creative business opportunities for housewives and teenagers. This article discusses how mastering simple techniques for making artistic pots from recycled fabric can be an important form of entrepreneurial capital. The community service program consists of structured workshops held several times for art enthusiasts gathered at the Sidoarjo Cultural House. Through these workshops, participants learn to make artistic pots from used fabric and gain knowledge about marketing through social media.
Pelestarian Budaya Batik Pekalongan sebagai Sumber Pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka Maulida, Aresya; Mar’atul Khusna; Aenun Nisa; Fina Milatin Khanifah; Fitrotul Awalia; Maisaroh
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.73

Abstract

Pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis konteks dan kearifan lokal. Batik Pekalongan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelestarian Batik Pekalongan dan relevansinya sebagai sumber pembelajaran SBK pada Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen pendidikan yang berkaitan dengan batik, pembelajaran berbasis budaya, serta implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Batik Pekalongan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran SBK melalui pengenalan motif, pemahaman filosofi, pengamatan proses pembuatan batik, hingga praktik sederhana yang sesuai tahap perkembangan peserta didik sekolah dasar. Integrasi ini tidak hanya memperkaya materi SBK, tetapi juga menumbuhkan identitas budaya, kreativitas, dan sikap apresiatif terhadap warisan lokal. Selain itu, Kurikulum Merdeka yang fleksibel memungkinkan guru mengembangkan modul ajar berbasis proyek dan diferensiasi yang memanfaatkan batik sebagai sumber belajar autentik. Dengan demikian, pelestarian Batik Pekalongan melalui pembelajaran SBK menjadi strategi efektif untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.
Pemberdayaan UMKM Becek Menthok Sor Sawo melalui Pelatihan Produksi Video Feature Tri Laksono, Yunanto; Sutikno; Yuwono Fora, Krisna; Pandan Wangi, Mega; Ali Rivan, Moh
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.78

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Becek Menthok Sor Sawo dalam memanfaatkan media audiovisual sebagai strategi promosi berbasis digital. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan literasi media, rendahnya keterampilan produksi video, serta belum optimalnya pemanfaatan konten visual dalam pemasaran produk. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada produksi video feature yang mencakup praproduksi (penyusunan konsep dan naskah), produksi (teknik pengambilan gambar, komposisi, dan pergerakan kamera), serta pascaproduksi (editing dan publikasi konten). Evaluasi dilakukan melalui metode pre-test dan post-test serta observasi terhadap hasil karya peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 58,3 menjadi 82,7. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan video feature yang mampu merepresentasikan identitas produk secara lebih komunikatif dan estetis. Luaran kegiatan berupa konten video promosi yang siap digunakan pada platform digital diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing UMKM. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas melalui pemanfaatan media audiovisual berupa film dokumenter.
Penguatan Identitas Sosial dan Budaya Desa Bengkala melalui Pembuatan Film Dokumenter Karsam; Budiardjo, Hardman; Tri Laksono, Yunanto; Ridho Setiawan, Ajwar
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.80

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas sosial dan budaya masyarakat Desa Bengkala melalui produksi film dokumenter sebagai media edukasi dan representasi sosial. Desa Bengkala dikenal memiliki kekhasan budaya, termasuk keberadaan komunitas tuli (Kolok) yang telah membentuk sistem komunikasi dan interaksi sosial yang unik. Namun, potensi tersebut belum terdokumentasikan secara optimal sebagai media pembelajaran maupun promosi budaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan, produksi, hingga diseminasi film dokumenter. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, penggalian data melalui wawancara, pelatihan dasar produksi audio-visual, proses shooting, serta editing film. Selain itu, dilakukan evaluasi melalui diskusi kelompok terarah untuk mengukur pemahaman dan keterlibatan masyarakat terhadap hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa film dokumenter yang dihasilkan mampu menjadi media representasi identitas sosial dan budaya lokal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kearifan lokal. Keterlibatan masyarakat dalam proses produksi juga memberikan dampak positif berupa peningkatan kapasitas kreatif dan rasa memiliki terhadap produk budaya. Dengan demikian, film dokumenter tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan penguatan identitas lokal secara berkelanjutan.
Pesta Rakyat pada Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ekspresi Kultural dalam Format Seremonial Kenegaraan Wahyudiyanto, Wahyudiyanto
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.81

Abstract

Ceremonial always accompanies various important events for institutions, and even a nation. They are held several times to mark the institution's existence due to significant historical events. The Indonesian struggle for independence is a historical event, and commemorating Independence Day is a way to remember this patriotic moment. Governments at the central, regional, and local levels, down to the village, hamlet, and neighborhood unit (RT/RW) levels, celebrate it with great enthusiasm. Ceremonial is a state celebration packaged in the form of a ceremony, so it must be formal, sacred, and solemn because it uses symbols and important state guests, as well as relaxed and entertaining, therefore entertainment is presented in the form of art. Klampis Anom Village, Sukolilo, Surabaya, held a state ceremonial celebration to commemorate the 80th anniversary of Indonesian Independence Day on August 17, 2025. The entertainment from the STKW Surabaya Dance Arts Study Program in the form of community service appeared compact, pithy, and enchanting as seen from the enthusiasm of the audience who did not move from their seats until the performance was over.
Pembinaan Tari Salempang Ornas dalam Membangun Kohesi Sosial Masyarakat Kaliunggu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang lestari, lilis; hari pramono, koko
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v4i1.82

Abstract

Tari Salempang Ornas merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Desa Kaliungu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang sebagai representasi nilai-nilai budaya lokal. Keberadaan tari ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif Tari Salempang Ornas dalam membentuk hubungan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku seni serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Salempang Ornas mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas yang tercermin dalam proses latihan, pementasan, serta partisipasi masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi dalam aktivitas kesenian ini mampu mempererat hubungan antar individu dan kelompok, sekaligus memperkuat identitas kolektif masyarakat Lumajang. Selain itu, tari ini juga berfungsi sebagai media komunikasi budaya yang menjembatani perbedaan sosial dan generasi. Dengan demikian, Tari Salempang Ornas memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kohesi sosial melalui internalisasi nilai budaya dan praktik sosial yang berkelanjutan.

Page 4 of 4 | Total Record : 38