cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 156 Documents clear
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Isabella Tower Bekasi Menggunakan Elemen Pracetak dan Hollow Core Slab dengan Sistem Ganda Diana Dwi Yunita; I Gusti Putu Raka; Faimun Faimun
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.399 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45902

Abstract

Isabella Tower Bekasi pada kondisi sebenarnya dibangun dengan menggunakan metode konvensional dengan ketinggian 20 lantai. Gedung tersebut difungsikan sebagai hunian atau tempat tinggal. Gedung hunian tersebut akan dilakukan perancangan menggunakan elemen pracetak. Perencanaan struktur gedung ini didesain menggunakan sistem ganda dengan kategori seismik E. Rangka utama didesain sebagai sistem rangka pemikul momen khusus dan dinding struktur beton khusus. Hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh bahwa rangka atau frame utama gedung mampu menahan beban lateral X dan Y yang masing masing bernilai  sebesar 29.95% dan 34.73%, sehingga persyaratan untuk sistem ganda terpenuhi. Perencanan elemen pracetak didasarkan pada tiga kondisi, yakni saat pengangkatan, sebelum komposit, dan setelah komposit. Digunakan tebal plat hollow core menggunakan tebal sebesar 15 cm. Dimensi balok terbesar ialah 50 x 70 cm dan dimensi kolom terbesar ialah 70 x 70 cm. Dalam perencanaan struktur gedung ini harus mengacu pada bagunan tahan gempa terbaru yakni, SNI 2847:2013, SNI 1727:2013, RSNI 2847:2018, RSNI 1726:2018, dan referensi lainnya. Pada tugas akhir ini  membahas perancangan struktur gedung Isabella Tower Bekasi, sehingga akan menghasilkan perencanaan yang berisikan spesifikasi dan gambar yang sesuai dengan perencanaan struktur yang mengacu pada peraturan atau standarisasi yang berlaku.
Analisa Sudut-Geser-Dalam Tanah Berbutir Halus (Cohesive Soil) Berdasarkan Pendekatan Cracked Soil Daniel Adrian; Indrasurya Budisatria Mochtar; Noor Endah Mochtar
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5747.496 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45898

Abstract

Penelitian mengenai cracked soil yang telah dilakukan Hutagamissufardal & Mochtar, 2018 adalah memodifikasi alat uji geser yaitu, alat uji geser bisa digunakan untuk mengetahui nilai kohesi dan sudut geser internal tanah pada kondisi tanah retak (cracked soil). Namun, penelitian yang telah dilakukan tidak mempertimbangkan nilai liquid limit dan void ratio dari sampel tanah lempung yang diujikan. Seperti yang diketahui bahwa, nilai kohesi tanah dan sudut geser tanah merupakan fungsi dari jenis tanah dan kepadatan. Jenis tanah dapat diketahui dari plasticity index (PI), plasticity limit (PL), atau liquid limit (LL), sedangkan kepadatan tanah dapat diketahui dari berat jenis tanah (gt) dan void ratio sehingga dibutuhkannya korelasi antara parameter liquid limit dan void ratio dengan nilai sudut geser internal tanah. Selain itu, teori serta pengujian untuk tanah pada kondisi cracked soil masih minim/butuh dikembangkan sehingga dibutuhkan studi lebih lanjut mengenai cracked soil. Material yang dipakai dalam pengujian adalah tanah lempung dari daerah Surabaya, Bojonegoro, pasir halus, dan kaolinite; material dicampuran untuk mendapatkan beberapa nilai untuk liquid limid atau pasticity index. Dalam mempersiapkan benda uji, material yang sudah dikumpulkan dicampurkan dalam keadaan slurry dan diberi beban 1-tahap sesuai konsistensi tanah yang ingin dicapai. Benda uji yang sudah selesai dibebani kemudian diuji dengan alat uji direct shear sesuai standard ASTM D 6528. Dari hasil pengujian didapatkan rumusan empiris antara plasticity index dan void ratio dengan nilai sudut geser tanah pada kondisi cracked serta didapatkan korelasi sudut geser tanah sebagai berikut: f = -0.144LL - 20.456e + 50.463 dan didapatkan korelasi nilai kohesi tanah sebagai berikut: Cu = -0.179e + 0.4199
The Study of The Usage of Vacuum Preloading Method in The Construction Project Of Palembang – Indralaya Toll Road Laili Ervianty; Hary Christady Hardiyatmo; Suryo Hapsoro
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.255 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49741

Abstract

Palembang – Indralaya (Palindra) Toll Road is part of the Trans Sumatera Toll Road built on soft soil. Soil improvement using vacuum preloading method has been conducted to resolve the problem. The method involves replacing a surcharge load with an atmospheric pressure and utilizing vertical and horizontal drains, as well as sand blanket. Factors that influence the effectivity of the performance of the vacuum method comprise the settlement, the time of settlement, the speed of settlement, the degree of consolidation, the distance of the Prefabricated Vertical Drain or PVD, and so forth. The result of the settlement using Terzaghi’s equation combined with Indraratna’s showed that the addition of the height of the fill would have been effective if it had been equal or larger than the vacuum pressure that was used (80 kPa). It could be observed from attaining faster consolidation time of 56 days. The analysis result was, then compared with the final settlement by using Asaoka method. The design of the PVD distance by using vacuum method showed that the spacing (S) was less restrained, which was 1,23 m, compared to the one using with extra load (surcharge) which was 1,2 m. The settlement of vacuum consolidation was 1,98 m, which was smaller than the surcharge one that reached 2,11 m.
Penentuan Lokasi Minimarket di Kecamatan Pakal Sabrina Chaerani Astuti; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47156

Abstract

Minimarket termasuk dalam sektor perdagangan besar dan eceran yang menyumbang 28% PDRB Kota Surabaya. Jumlah minimarket di Kota Surabaya mencapai 561, namun hanya terdapat 4 minimarket di Kecamatan Pakal. Berdasarkan SNI 03-1733-2004, Kecamatan Pakal membutuhkan minimarket tambahan untuk memenuhi kebutuhan penduduk sebanyak 55.677 jiwa. Minimarket harus berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukan rencana tata ruang dan mempertimbangkan aspek lain yang berpengaruh terhadap minimarket sehingga tidak menimbulkan konflik ruang dan konflik sosial. Melalui content analysis didapatkan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi minimarket yang kemudian di bobotkan dengan analisis AHP. Bobot tiap variabel tersebut di overlay menggunakan software Arcgis 10.1 dengan tools weighted overlay. Hasil weighted overlay berupa peta yang menunjukkan lokasi yang berpotensi untuk didirikan minimarket dengan skor kesesuaian “tidak sesuai”, “cukup sesuai”, dan “sesuai”. Variabel yang menjadi syarat mutlak dalam perizinan di overlay untuk menghasilkan lokasi yang diizinkan oleh pemerintah. Kedua peta tersebut di overlay untuk menghasilkan lokasi yang berpotensi didirikan minimarket dan diizinkan oleh pemerintah. Terdapat 11 dari 16 faktor yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi minimarket antara lain jaringan listrik, jaringan air bersih, jaringan telepon, kesesuaian dengan tata ruang, lebar jalan, fungsi jalan, jarak dengan pasar tradisional, jarak dengan fasilitas pendidikan, jarak dengan fasilitas kesehatan, jarak dengan perkantoran, dan jumlah KK jangkauan pelayanan. Variabel lebar jalan mempunyai bobot tertinggi terhadap penentuan lokasi minimarket dengan nilai 0,187. Lokasi seluas 31 Ha di Kecamatan Pakal sesuai untuk didirikan 7 minimarket dengan cakupan layanan 450 KK tiap minimarket. Lokasi tersebut berada di sepanjang jalan arteri, antara lain Jalan Raya Babat Jerawat, Jalan Pakal, Jalan Raya Raci, Jalan Jawar Surabaya dan Jalan Kauman Baru.
Strategi Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Preferensi Masyarakat di Kecamatan Jambangan, Surabaya Al Fikram Reza Maulana; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.191 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47543

Abstract

Keberadaan dan optimasi ruang terbuka hijau kota sangat dibutuhkan oleh warga kota Surabaya, maka diperlukan pengelolaan yang baik sesuai fungsinya sehingga akan sangat berpengaruh dalam mewujudkan lingkungan kota yang berkelanjutan. Kecamatan Jambangan merupakan salah satu kecamatan yang berada pada kota administrasi Surabaya Selatan yang memiliki permasalahan pada pemanfaatan ruang terbuka hijau publik. Berdasarkan data yang tercatat, pada Kecamatan Jambangan terdapat 8 RTH Publik (aktif) yang tercatat oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, dan RTH tersebut akan digunakan untuk penelitian ini. Metode analisis yang akan digunakan berupa analisis kualitatif dan analisis Delphi. Output yang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah strategi optimalisasi RTH Publik yang berdasarkan pada kondisi eksisting, kebutuhan RTH, serta faktor pengaruh optimalisasi RTH Publik. Berdasarkan Fakta empiri di lapangan, pada Kecamatan Jambangan terdapat pemanfaatan RTH yang belum optimal dari segi pemanfaatan fungsi yang ada pada RTH di Kecamatan tersebut yaitu fungsi ekologis, fungsi sosial, dan fungsi estetika. Lalu pada Kecamatan Jambangan hanya Kelurahan Jambangan yang pemanfaatan RTH-nya diperhatikan dengan baik, tidak dengan kelurahan Karah, Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Pagesangan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat faktor yang dapat mempengaruhi optimalisasi ruang terbuka hijau publik pada Kecamatan Jambangan yaitu penyelenggaraan program terkait RTH, pengawasan dan pengelolaan pemerintah, pemanfaatan lahan, fungsi lahan, jenis rekreasi, wawasan masyarakat, partisipasi masyarakat, dan kepedulian masyarakat.
Penentuan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lokasi Coworking Space di Kota Surabaya Haninggar Satria Putri; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.362 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48271

Abstract

Perkembangan teknologi memicu munculnya revolusi industri keempat atau Industrial Revolution 4.0 yang ditandai dengan bersatunya beberapa teknologi atau yang dikenal sebagai fenomena disruptive innovation. Merumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi untuk rencana Coworking Space di  Kota Surabaya merupakan salah satu strategi awal yang tepat untuk meningkatkan tingkat produktifitas dan keaktifan masyarakat dalam pengembangan kreativitas serta kegiatan literasi, belajar, dan diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi Coworking Space di Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling pada pengelola dan pengguna Coworking Space di Kota Surabaya, reduksi variabel dengan Content Analysis menggunakan software Nvivo 10. Hasil dari penelitian ini didapatkan 14 faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi Coworking Space di Kota Surabaya, yaitu Keaktifan dan daya hidup yang tinggi, Lingkungan masyarakat kosmopolitan, Tata ruang dinamis, Komunitas Kreatif di Sekitar Lokasi Coworking Space, Fungsi jalan pada lokasi Coworking Space, Tingkat Keamanan sekitar lokasi Coworking Space, Tingkat Kenyamanan sekitar lokasi Coworking Space, Jarak Coworking Space dengan permukiman, Jarak Coworking Space dengan pusat pertumbuhan ekonomi (perdagangan dan jasa), Jarak Coworking Space dengan sarana pendidikan, Kondisi estetika lingkungan, Ketersediaan jaringan listrik, Ketersediaan jaringan telekomunikasi, dan Ketersediaan lahan parkir.
Identifikasi Pola Distribusi dan Pola Hubungan Elemen Spatial Archaeology pada Satdia Dakwah Sunan Ampel di Kawasan Cagar Budaya Ampel Surabaya Fepby Pujiati Rohhana; Karina Pradinie Tucunan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.09 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48356

Abstract

Kota Surabaya memiliki berbagai potensi wisata heritage yang memiliki nilai sejarah tersendiri, salah satunya adalah kawasan Islamic heritage di kawasan Ampel yang menjadi pusat keislaman tertua di Surabaya. Warisan budaya yang ada di suatu kawasan akan mencerminkan ciri kas identitas kawasan yang dapat diketahui melalui bangunan-bangunan peninggalannya dan ide-ide di dalam masyarakat yang masih dipakai hingga sekarang. Warisan budaya di kawasan Ampel belum sepenuhnya mencerminkan identitas kawasan. Kawasan Ampel hanya terfokus pada bangunan tunggal seperti Masjid dan Makam Sunan Ampel saja tanpa menghubungkan dengan bangunan lain, sehingga belum memanfaatkan potensi kawasan Ampel secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola distribusi dan pola hubungan elemen spatial archaeology di kawasan Ampel pada masa awal masuknya Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kualitatif. Peneliti menggunakan data sekunder dari Pemerintah Kota Surabaya, survei lapangan, dan hasil wawancara dari narasumber. Sedangkan analisa menggunakan pendekatan kajian spatial archaeology. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sebaran elemen spatial archaeology yang ditemukan membentuk pola distribusi berbentuk pola clustered atau mengelompok di area pusat kawasan yaitu Masjid Sunan Ampel, sedangkan pola hubungannya membentuk pola hubungan sacral-sakral di area Masjid dan Makam Sunan Ampel, dan pola hubungan profane-profan di area gapura yang menjadi batas kawasan. Sehingga didapatkan bahwa kawasan Ampel pada stadia dakwah Sunan Ampel menjadikan nilai religi sebagai nilai yang disakralkan, sehingga area dengan nilai religi menjadi area pusat kegiatan di kawasan Ampel. Dan ide tersebut masih diterapkan hingga sekarang.
Analysis the Use of Artificial Aggregates As a Substitute of Coarse Agreggates for Surface of Flexible Pavement Mirza Al Mahbubi; Ervina Ahyudanari
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.559 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49749

Abstract

The quality of flexible pavement construction is strongly influenced by the composition of the material used, including the type of aggregate, and asphalt. Aggregates are generally defined as hard and dense earth shell formation. The mechanical properties of the asphalt mixture are strongly influenced by the fraction and aggregate properties, because the aggregate fills the majority of the asphalt mixture volume (more than 80%) and mass (about 95%). Aggregates have various forms and textures including round and cube shapes. At present, infrastructure development in Indonesia continues to increase the amount of natural aggregate usage, so this will cause the availability of materials to continue to thin out. For this reason, an effort needs to be made to find an alternative to the use of natural aggregate, one of which is the utilization of waste generated by the steam power plant (PLTU), namely fly ash. In this study the artificial aggregate was varied in spherical (AB) form from processed granulaor and angular (ABSC) from processed stone crusher. The results obtained in each variation provide a value that meets the specifications. The full use of artificial aggregates of 25% AB 75% ABSC on dense gradations provides stability of 1258.13 kg. In this study, the use of artificial aggregates can be used as an alternative as an aggregate substitute for nature. In addition to improving mixed quality, the use of artificial aggregates can be an alternative use of waste.
Identifikasi Karakteristik Obyek Daya Tarik Wisata Makam Sunan Bonang Berdasarkan Komponen Wisata Religi Wahyu Aswin Wicaksono; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48705

Abstract

Daya tarik wisata memiliki beberapa jenis yang salah satunya merupakan Wisata Religi dimana memiliki komponen wisata yang sama dengan wisata konvensional. Hal yang membedakan dari wisata religi adalah segala aktivitas didasarkan pada nilai-nilai syariah Islam yang terbebas dari kemaksiatan dan menghindari kemusyrikan. Kabupaten Tuban memiliki banyak destinasi wisata religi di tiap wilayahnya khususnya wisata makam para tokoh penyebar Agama Islam. Salah satu destinasi wisata religi Kabupaten Tuban adalah Makam Sunan Bonang. Makam Sunan Bonang merupakan tempat makam Syekh Abdullah Asy’ari. Makam Sunan Bonang memiliki karakteristik wisata seperti Daya tarik wisata Budaya dan Buatan serta telah tersedia Sarana dan prasarana. Aksesibilitas di Makam Sunan Bonang dapat dikatakan mudah dijangkau oleh tranportasi roda dua hingga roda empat. Pengelola Makam Sunan Bonang terdiri dari BPCB, Yayasan Mabbarot Sunan Bonang dan Dinas Pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik Makam Sunan Bonang yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tuban. Dari karakteristik tersebut, dapat diketahui apakah Makam Sunan Bonang telah memenuhi tiap komponen dari wisata religi. Mengidentifikasi karakteristik dari suatu dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif. Hal tersebut dilakukan dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata maupun bahasa. Sehingga akan didapatkan Karakteristik Destinasi Wisata yang sesuai dengan kondisi eksisting yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya ataupun untuk menyusun rekomendasi pengembangan destinasi wisata.
Identifikasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Pertanian Tanaman Padi di Kabupaten Jember Muhammad Luthfi Hidayatullah; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49241

Abstract

Perubahan iklim merupakan fenomena anomali iklim yang kini menjadi isu strategis dan perlu perhatian serius karena diyakini mempunyai dampak besar bagi kehidupan di berbagai sektor, termasuk dalam sektor pertanian. Dengan adanya perubahan iklim, sektor pertanian terus mengalami penurunan dalam hal produktivitas. Penelitian ini mengambil studi kasus di Kabupaten Jember yang merupakan salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan beras nasional. Kabupaten Jember merupakan produsen padi terbesar di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015. Namun, produksi padi di Kabupaten Jember mengalami penurunan pada tahun berikutnya. Hal ini sebagai dampak dari adanya perubahan iklim di Kabupaten Jember. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara in-depth interview dan content analysis penelitian ini bertujuan ingin mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian tanaman padi di Kabupaten Jember. Hasil analisis menemukan beberapa dampak terhadap sektor pertanian padi dari adanya perubahan iklim yang terjadi. Perubahan curah hujan menyebabkan berkurangnya areal sawah, perubahan debit air sungai dan air tanah, jebolnya tanggul sungai, peningkatan ancaman bencana banjir dan kekeringan, penurunan produktivitas, penurunan luas tanam dan luas panen, penurunan kualitas hasil, penurunan indeks pertanaman, dan peningkatan serangan hama penyakit. Perubahan suhu menyebabkan penurunan kualitas hasil dan peningkatan serangan hama penyakit. Sedangkan kenaikan muka air laut menyebabkan berkurangnya areal sawah dan penurunan produktivitas.

Page 10 of 16 | Total Record : 156