cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 69 Documents clear
Model Optimisasi Distribusi dan Perencanaan Terminal Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG): Studi Kasus Pulau Jawa Riza Alfian Arief Wardana; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Hasan Iqbal Nur
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51623

Abstract

Biaya pengapalan LNG yang tinggi mengakibatkan tingginya harga gas yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Selain itu, pembangunan unit pembangkitan baru di Cilamaya dan peningkatan kapasitas daya UP Grati mengakibatkan peningkatan permintaan akan LNG. Perencanaan terminal regasifikasi di Jawa Timur diharapkan dapat menunjang pemenuhan kebutuhan akan LNG di UP Gresik dan Grati. Penyedia sarana pembangkit tenaga mengharapkan biaya LNG di Unit Pembangkitan lebih rendah dari nilai 14,5% Indonesian Crude Price (ICP). Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan model optimisasi pendistribusian LNG yang berasal dari 3 (tiga) kilang produksi, yaitu Badak LNG, Donggi Senoro LNG dan Tangguh LNG menuju 3 (tiga) terminal penerima LNG di Jawa. Model optimisasi tersebut menghasilkan 4 pilihan kapal yang digunakan dengan biaya total sebesar Rp34.620.155.621.573 untuk memenuhi permintaan akan LNG yang berjumlah 16.244.803 m3 dan biaya satuan LNG $7,53/MBTU. Perencanaan terminal regasifikasi yang dilakukan menghasilkan dua unit tangki penyimpanan berkapasitas 75.000 m3 dan biaya per tahun sebesar Rp561.191.198.608.
Pengaruh Bangkitan Pergerakan di Koridor Mulyosari terhadap Kinerja Jalannya Khairunnisa Qurratuain; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51635

Abstract

Kebijakan arah pengembangan kawasan mulyosari adalah sebagai salah satu pusat lingkungan di Unit Pengembangan Kertajaya. Penetapan sebagai Pusat Lingkungan tersebut memberikan frekuensi terjadinya perubahan penggunaan lahan dari non-komersial (perumahan) menjadi komersial (perdagangan dan jasa) dan saat ini sedang mengalami proses ke arah tersebut terutama pada Koridor Jalan Mulyosari. Perubahan penggunaan lahan tersebut memunculkan banyaknya kegiatan-kegiatan perdagangan jasa seperti tempat print, café, warung makan, bengkel, dan salon. Jenis kegiatan tersebut dapat membangkitkan lalu lintas yang dapat mempengaruhi kinerja jalan Mulyosari dan mengakibatkan volume lalu lintas akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh bangkitan pergerakan di Koridor Jalan Mulyosari terhadap kinerja jalannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan dua tahapan yaitu menganalisis tingkat pelayanan jalan koridor Jalan Mulyosari Surabaya dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus I=V/C dan menganalisis pengaruh volume bangkitan pergerakan dari kegiatan penggunaan lahan di koridor Jalan Mulyosari Surabaya terhadap tingkat pelayanan jalan Mulyosari dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung I kendaraan melintas, I bangkitan, dan I ideal. Berdasarkan hasil analisis, pengaruh bangkitan pergerakan dari penggunaan lahan terhadap kinerja jalan di koridor Jalan Mulyosari, (ideal) sebagai berikut: Untuk Koridor Barat, segmen I : 11,65 %, seg:men II : 27,39 % dan segmen III : 5,02 %. Untuk Koridor Timur, segmen I : 12,61 %, segmen II : 10,09 % dan segmen III : 15,48 %.
Perancangan Fault Tolerant Control (FTC) pada Aplikai Pengereman Regenerative Mobil Listrik dengan Model Half Car sebagai Anti-lock Braking System dengan Kesalahan Sensor Dea Faiza Febrianty; Katherin Indriawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51763

Abstract

Pada penilitian kali ini dilakukan perancangan Fault Tolerant Control yang diaplikasikan pada pengereman kendaraan listrik half car model, dengan motor bekerja secara regenerative sebagai anti-lock braking system, untuk mengkompensasi kesalahan yang ada pada sensor. Penelitian kali ini menggunakan kendaraan listrik dengan model half car sebagai plant. Terdapat 3 kontroler yang digunakan yaitu PI kontroler sebagai kontrol slip ratio yang mengatur agar slip ratio berada pada nilai 0,2, PI kontroler sebagai kontrol putaran roda, dan hysteresis control. Motor yang digunakan adalah Brushless Direct Control yang berfungsi sebagai penggerak (aktuator) pada kendaraan. Pada penelitian ini menggunakan mode generator pada motor, sehingga motor dapat menyimpan energy yang dihasilkan ketika terjadi pengereman. Dengan kesalahan sensor yang diberikan pada roda depan kendaraan, maka digunakan observer untuk mengestimasi kesalahan kemudian kesalahan tersebut akan dikompensasi oleh Fault Tolerant Control. Dari perancangan yang dilakukan, FTC mampu mengestimasi kesalahan aktual dengan karakteristik respon yaitu maximum overshoot 9,765%, rise time 0,00186 detik dan time settling 0,2954 detik. FTC juga mampu mengkompensasi kesalahan sensor berupa kesalahan bias hingga 50 rad/s dan kesalahan sensitivitas 75%.
Perbandingan Prestasi Motor Bensin 4 Langkah 100 cc Menggunakan Koil Standar dan Koil Variasi Ahmad Ihwan; Dwi Widjanarko
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi motor bensin 4 langkah 100 cc menggunakan koil standar dan koil variasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen. Data pokok yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis menggunakan persamaan nilai torsi dan persamaan nilai daya, lalu disajikan ke dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram untuk kemudian dideskripsikan. Motor bensin yang digunakan dalam penelitian ini adalah Honda Grand 100 cc yang diuji pada rentang kecepatan putaran mesin 4000, 5000, 6000, 7000 dan 8000 rpm menggunakan dinamometer. Motor bensin 4 langkah  100 cc menggunakan koil variasi 2 menunjukkan rata- rata nilai torsi tertinggi 13,20 Nm pada seluruh rentang kecepatan putaran mesin yang diamati, 5,6% lebih unggul dibandingkan menggunakan koil variasi 1 dan lebih unggul 17,9% dibandingkan menggunakan koil standar. Motor bensin 4 langkah  100 cc menggunakan koil variasi 2 menunjukkan rata-rata nilai daya tertinggi 7,26 kW pada setiap rentang kecepatan putaran mesin yang diamati, lebih unggul 6,7% dibandingkan menggunakan koil variasi 1 dan lebih unggul 21,3% dibandingkan  menggunakan koil standar.
Pemilihan Prioritas Service terhadap Development Perusahaan Kategori Kecil dan Menengah dari Lembaga Pengembangan Bisnis Ba'da Maulidia Rizqi Ba'da Putri; Imam Baihaqi; Satria Fadil Persada
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.41952

Abstract

Salah satu aspek penting dalam tingkat ekonomi suatu negara adalah UKM, dimana UKM telah berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan produk domestik bruto. Tapi walaupun demikian, UKM juga mengalami kegagalan dengan angka yang cukup tinggi. Oleh karena itu program pengembangan bagi usaha kecil dan menengah diperlukan agar dapat mengurangi tingkat kegagalan dari UKM. Beberapa dukungan yang telah diberikan oleh pemerintah untuk mendorong ketahanan dan pertumbuhan UKM adalah melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha serta Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2008 tentang Pengembangan Business Development Service-Provider (BDS-P). Pada prakteknya, penyusunan layanan pengembangan bisnis bagi UKM didasarkan atas ketentuan dari lembaga pengembangan bisnis terkait. Penyusan layanan tidak didasarkan atas permintaan atau kebutuhan dari UKM sebagai tenant. Padahal kesuksesan inkubator bisnis dan BDS-P bergantung pada kesesuaian layanan yang diberikan dengan kebutuhan dari UKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas layanan yang dapat berdampak pada pengembangan UKM dari berbagai lembaga pengembangan bisnis, baik inkubator bisnis maupun BDS-P, dimana penelitian ini mengambil studi kasus UKM di Surabaya dengan berbagai sektor ekonomi. Pemilihan studi kasus UKM di Surabaya dikarenakan perekonomian Surabaya bergantung pada UKM, sehingga Surabaya memberikan perhatian besar pada pertumbuhan UKM. Untuk mencapai tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan metode Delphi dan metode AHP. Hasil penyaringan aspirasi layanan menggunakan metode Delphi menunjukkan bahwa terdapat 9 kategori dan 52 sub layanan untuk mengembangkan UKM. Hasil pembobotan perbandingan berpasangan AHP menghasilkan 5 prioritas kategori layanan yang meliputi pendampingan oleh pakar, akses jaringan usaha, layanan pendukung, akses pendanaan, serta bantuan riset.
Pengembangan Instrumentasi dan Analisis Sinyal EMG pada Otot Leher Nabilah Ashriyah; Tri Arief Sardjono; Mohammad Nuh
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.44787

Abstract

Orang yang telah kehilangan laring (laryngectomee) atau mengalami kerusakan laring akan kehilangan fungsi bicara dan menyebabkan sulitnya berkomunikasi. Electrolarynx (EL) adalah perangkat genggam berdayakan baterai yang merupakan salah satu alternatif untuk membangkitkan suara dengan memberi getaran pada otot leher. EL adalah alternatif yang mudah digunakan dan sederhana, akan tetapi suara yang dihasilkan EL tidak natural (seperti robot), monoton, dan memiliki kualitas yang rendah sehingga dibutuhkan pengembangan lanjut untuk meningkatkan kualitas suara dan kenyamanan penggunaan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas otot leher dengan pembentukan suara. Oleh karenanya, sinyal elektromiografi (EMG) pada otot leher dianalisis terhadap intensinya untuk memulai/berhenti bicara dan hubungannya dengan nada suara yang dihasilkan. Pada penelitian ini, instrumentasi EMG minimum dirancang untuk memperoleh sinyal EMG pada otot leher. Instrumentasi EMG terdiri dari penguat instrumentasi, rangkaian filter, dan rangkaian adder. Sinyal EMG kemudian direkam dan dilakukan proses filtering, rectification, dan kalkulasi envelope sinyal sederhana dengan low pass filter Pole-Zero. Korelasi amplitudo envelope EMG dengan sinyal suara ketika berbicara dianalisis. Thresholding sinyal EMG dengan batas ambang ganda (onset/offset) diusulkan dalam mendeteksi sinyal wicara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perekaman sinyal EMG pada otot leher membutuhkan instrumentasi dengan penguatan yang jauh lebih besar. Nilai threshold untuk onset mampu mendeteksi sinyal wicara sebelum wicara terjadi dengan selang waktu sekitar 0.2 ms. Akan tetapi, offset threshold tidak mampu memberikan waktu akhir dari sinyal wicara dengan tepat, di mana deteksi wicara diakhir lebih cepat sekitar 0.12 ms dari seharusnya.
Robotic Glove Menggunakan Hybrid Functional Electrical Stimulation (FES) dan Exoskeleton untuk Rehabilitasi Tangan Manusia Achmad Ilham Fanany Al Isyrofie; Achmad Arifin; Fauzan Arrofiqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.45725

Abstract

Disabilitas yang terjadi pada tangan manusia menunjukkan masalah yang serius bagi beberapa orang. Salah satu penyebab terjadinya disabilitas pada fungsi sistem gerak manusia ialah terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat, atau Spinal Cord Injury (SCI). Penyakit stroke termasuk salah satu jenis SCI yang menyebabkan penderitanya mengalami penurunan pada sistem sensori dan motorik pada tubuh. Pada penelitian ini, akan dikembangkan suatu alat yang merupakan gabungan dari exoskeleton dan Functional Electrical Stimulation(FES). Exoskeleton adalah kerangka alat untuk dapat melatih gerakan menggenggam dan memperkuat daya genggam dengan bantuan external power. FES merupakan sebuah teknik yang memanfaatkan arus elektrik untuk mengaktifkan bagian saraf yang mengalami gangguan atau disfungsi karena berbagai gangguan neurologis. Sisi kebaruan dari metode rehabilitasi ini terletak pada optimasi penggunaan exoskeleton untuk mengurangi kelelahan otot akibat stimulasi yang berlebihan dari FES. Exoskeleton dengan panjang 77.2 mm dapat menghasilkan gerakan mekanik yang mendorong terjadinya gerakan fleksi dan ekstensi. Electrical stimulator menghasilkan output berupa gelombang kotak dengan karakteristik lebar pulsa 200 µS, frekuensi 20 Hz, dan range amplitudo sebesar 0.2 V hingga 130 V. Output hasil stimulus tersebut disalurkan menuju otot Flexor Digitorum, sehingga dapat menghasilkan gerakan fleksi dan ekstensi pada jari-jari tangan. Metode hybrid FES dan exoskeleton dengan amplitudo stimulasi yang berubah-ubah dan kecepatan motor sebesar 1.36 rpm dapat mencapai gerakan fleksi dalam rentang waktu 23.95 detik, sedangkan gerakan ekstensi dapat dicapai dalam rentang waktu 20.16 detik. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan metode kontrol yang digunakan agar dapat menghasilkan gerakan yang lebih smooth dan selaras, memilih sensor yang lebih akurat, dan memilih motor yang berukuran lebih kecil dengan torsi lebih tinggi.
Sistem Pemantauan Kantuk Menggunakan Instrumentasi Elektrokardiografi dan Visual Haar Classifier pada Pengemudi Christian Sanjaya; Rachmad Setiawan; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.45622

Abstract

Menurut data dari Polisi Lalu Lintas (Polantas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa selama periode tahun 2012 dan 2013 angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia cenderung menurun, tetapi angka jumlah kecelakaan yang terjadi masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara lain. Data tersebut menunjukkan bahwa kantuk pada pengemudi merupakan penyebab kedua terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mendeteksi kantuk. Keadaan kantuk dapat dideteksi dengan memonitor kondisi pengemudi dengan menggunakan dua metode pendekatan yaitu pengambilan sinyal biomedis dan menggunakan teknik visual. Salah satu metode pengambilan sinyal biomedis menggunakan elektrokardiograf (EKG) dan visual menggunakan kamera. EKG merupakan alat yang digunakan untuk merekam sinyal jantung. Perancangan instrumentasi EKG menggunakan surface electrode yang dipasang menggunakan metode segitiga eithoven. Instrumentasi EKG terdiri dari penguat instrumentasi yang menggunakan IC AD620 dan melewati filter low pass dengan frekuensi cutoff 0.05Hz dan filter high pass dengan cutoff 50Hz. Sinyal EKG akan dikirimkan melalui komunikasi serial ke miniPC. Berdasarkan data dapat diperoleh detak jantung dan rasio LF/HF. Penggunaan satu modalitas tidak cukup untuk menyatakan kondisi dari pengemudi, sehingga perlu ditambahkan metode visual haar classifier untuk mendeteksi kantuk. Perancangan metode visual menggunakan kamera untuk mengambil data frame. Data frame pertama video berupa height dari kelopak mata sebagai threshold. Threshold digunakan sebagai pembanding dengan height frame ke-n untuk mengklasifikasikan kondisi pengemudi sebagai parameter kedua. Penggabungan kedua parameter menggunakan metode if then rule. Melalui pengujian dengan lima subjek didapatkan bahwa sistem pemantauan kantuk menggunakan instrumentasi EKG dan visual haar classifier dapat mendeteksi kantuk satu dari lima subjek yang diuji.
Identifikasi Karakteristik Pelanggan: Pengembangan Persona Pelanggan Layanan Penanganan Gangguan Indihome PT Telkom Witel Surabaya Selatan Ni Putu Cista Deviutami Sukma; Imam Baihaqi; Berto Mulia Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50327

Abstract

Fenomena pertumbuhan daya konsumsi masyarakat Indonesia akan akses internet berdampak pada meningkatnya persaingan dalam industri penyelenggara akses internet. Sehingga perusahaan dalam industri ini harus dapat menciptakan nilai tambah dengan menyesuaikan layanan dengan ekspektasi pelanggan. Karakteristik pelanggan ini membuat customer experience menjadi hal yang krusial untuk diterapkan terutama dalam layanan back end yaitu layanan penanganan gangguan yang berfungsi untuk menjaga kualitas layanan internet yang stabil. PT Telekomunikasi Indonesia merupakan salah satu perusahaan milik negara yang menyediakan layanan akses internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pelanggan terhadap layanan penanganan gangguan pada PT Telkom Witel Surabaya Selatan. Identifikasi karakteristik pelanggan dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 12 pelanggan individual yang dibedakan berdasarkan tipe rumah yaitu residensial, apartemen, dan premium cluster. Pembagian ini ditujukan untuk eksplorasi karakteristik tiap pelanggan berdasarkan perbedaan tipe pelanggan melalui pengembangan persona. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara karakteristik, kebutuhan, ekspektasi serta penilaian layanan dari masing-masing tipe pelanggan terhadap layanan penanganan gangguan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan terkait perbedaan karakteristik pelanggan berdasarkan tipe rumah di PT Telkom Witel Surabaya Selatan.
Evaluasi Efisiensi Produksi dengan Menggunakan Metode DEA Studi Kasus: Seluruh Unit Pabrik PTPN XI Tahun 2018 Febi Murdianti; Syarifa Hanoum
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.47011

Abstract

Industri berbasis tebu dalam negeri di masa kini menghadapi banyak tantangan perubahan. Pada periode tahun 2017-2018 Indonesia menjadi importir gula terbesar di dunia. Tingginya jumlah impor gula tersebut disebabkan oleh produksi nasional yang belum mencukupi kebutuhan nasional yang semakin meningkat. PT Perkebunan Nusantara XI adalah salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang agribisnis dengan core business yaitu memproduksi gula. Saat ini, PT Perkebunan Nusantara XI memiliki permasalahan yaitu menurunnya efisiensi produksi. Inefisiensi tersebut mengakibatkan produksi gula nasional tidak dapat memenuhi kebutuhan gula nasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi produksi industri tebu di Indonesia, yaitu pada seluruh unit pabrik (13 unit pabrik) PT Perkebunan Nusantara XI pada tahun 2018. Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) sebagai alat untuk melakukan pengukuran kinerja (efisiensi produksi). Berdasarkan hasil perhitungan technical efficiency (TECRS), terdapat 5 pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XI yang mencapai tingkat efisiensi optimal. Berdasarkan hasil perhitungan technical efficiency (TEVRS), terdapat 10 pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XI yang mencapai tingkat efisiensi optimal. Berdasarkan hasil perhitungan dan penentuan peer group didapatkan beberapa pabrik gula yang dijadikan sebagai referensi atau acuan, antara lain Pabrik Gula Pagottan, Panji, Prajekan, Wonolangan, dan Wringin Anom. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap inefisiensi pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XI adalah variabel tenaga kerja, biaya listrik, dan kapasitas produksi.