cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Optimasi Jaringan Heat Exchanger Dengan Metode Pinch Technology Menggunakan Perangkat Lunak Aspen Energy Analyzer V.10 Pada Train F PT Badak NGL Bontang Ananda Azaria Febriana; Budi Utomo Kukuh Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42269

Abstract

Kapal Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) semakin banyak dibangun seiring dengan program pengadaan 1.700 kapal nelayan berbahan fiberglass oleh pemerintah pada tahun 2016. Seiring dengan dibangunnya kapal fiberglass tersebut, maka jumlah pekerjaan reparasi kapal fiberglass juga meningkat. Akan tetapi reparasi kapal fiberglass pada galangan umumnya masih belum menggunakan standar Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) maupun guidebook reparasi kapal fiberglass. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh laminasi fiberglass akibat proses reparasi terhadap kekuatan kapal. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan lokasi kerusakan dan schedule laminasi. Lokasi kerusakan yang diteliti adalah geladak, sisi dan alas dengan kerusakan berupa sobek pada kulit. Variasi metode reparasi yang dipilih adalah single sided scharf repair dan double sided scharf repair. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan pengujian tekuk untuk menghitung tensile strength, modulus of tensile elasticity, bending strength dan modulus of bending elasticity. Hasil dari penelitian ini adalah setelah direparasi kapal FRP masih memiliki nilai tensile strength dan modulus of tensile elasticity yang memenuhi standar BKI dimana penurunan terbesar tensile strength adalah 9,66% dari nilai awal dan modulus of tensile elasticity berkurang sebesar 18,93% dari nilai awal. Setelah dilakukannya proses reparasi, kapal juga masih memiliki nilai bending strength dan modulus of bending elasticity yang memenuhi standart BKI dimana pengurangan terbesar bending strength adalah 38,94% dari nilai awal dan modulus of bending elasticity berkurang sebesar 63,62%. Biaya reparasi yang paling ekonomis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan variasi double sided scharf repair pada lokasi geladak dengan total biaya Rp2.600.985, yaitu lebih murah 13,51% dari biaya reparasi sesungguhnya.
Studi Eksperimen Perpindahan Panas Konveksi Paksa pada Berkas Pin Fin Berpenampang Circular dengan Susunan Aligned Linda Wijiati; Budi Utomo Kukuh Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.911 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42376

Abstract

Fin digunakan untuk meningkatkan perpindahan panas dengan menambah luasan atau area perpindahan panas yang disebut extended surface. Salah satu media untuk mendemonstrasikan fenomena perpindahan panas pada fin adalah dengan melakukan studi eksperimen. Studi eksperimen ini digunakan untuk mengetahui pengaruh diameter fin dan kecepatan udara terhadap perpindahan panas konveksi serta distribusi temperature di sepanjang fin. Pengujian dilakukan dengan menggunakan circular pin fin yang berjumlah 16 dengan diameter 10 mm dan 16 mm serta panjang 70 mm. Pin fin diletakkan di dalam rectangular duct dan disusun secara aligned dengan =20 mm dan =20 mm. Electric plate heater diletakkan pada base plate sebagai sumber panas yang dikontrol menggunakan thermocontrol yaitu pada T=50oC dan T=70oC. Kecepatan aliran udara divariasikan dengan menggunakan variasi air inlet pada centrifugal blower. Setelah itu dilakukan pembacaan temperature masing-masing pada 1 titik pada base plate, dan 24 titik pada circular pin fin. Pengukuran temperature dilakukan dengan thermocouple dan akuisisi data yang terintegrassi pada computer. Hasil penelitian menunjukkan distribusi temperature menurun sepanjang pin fin. Reynolds number terbesar terjadi pada v=4.20 m/s. Pada kecepatan yang sama, fin 10 mm mempunyai koefisien konveksi yang lebih besar daripada fin 16 mm.
Pra-Desain Pabrik LPG dari Gas Alam Faradisa Ayu Rahmatika; Yulian Naufal Ariq; Susianto Susianto; Fadlilatul Taufany
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.904 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.43597

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) merupakan suatu produk bahan bakar gas yang pada umumnya berupa gas propana atau butana atau merupakan campuran keduanya yang dalam temperatur kamar akan berbenduk fasa gas tetapi dalam tekanan tinggi atau pada temperatur sangat rendah akan berbentuk cair yang tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau. Salah satu bahan pembuatan LPG adalah gas alam. Gas alam merupakan bahan bakar fosil berbentuk gas yang utamanya terdiri dari metana (CH4). Gas alam merupakan komponen yang vital dalam hal suplai energi, dikarenakan karakteristiknya yang bersih, aman, dan paling efisien dibandingkan dengan sumber energi yang lain. Kelebihan dari LPG yaitu emisi CO2 yang dikeluarkan lebih sedikit dibanding penggunaan bahan bakar minyak, serta ketersediaan gas alam yang melimpah sehingga LPG dapat dijadikan energi alternatif pengganti bahan bakar minyak yang ketersediaannya semakin menipis. Pabrik LPG dari gas alam ini terdiri dari 4 unit utama yaitu: Acid gas removal unit dimana dalam unit ini CO2 dan H2S yang terkandung dikurangi kadarnya hingga batas yang diperbolehkan, Dehidration unit untuk menghilangkan uap air yang terkandung, Refrigerasi Propane untuk menfingingankan gas alam sebelum menuju unit fraksinasi, dan Fractination unit untuk memisahkan hidrokarbon berat dalam gas alam sehingga menghasilkan LPG dengan kandungan metana tinggi. Pabrik ini beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari dengan kapasitas produksi 98.712 LPG/tahun. Analisa perhitungan ekonomi didapatkan IRR 51,29%/tahun, Pay Out Time (POT) 7,97 tahun, dan Break Evemt Point (BEP) 22,96%.
Biomarking Study of Aromatic Hydrocarbon Fraction Crude Oil Tarakan, North Kalimantan Rafwan Year Perry Burhan; Abduh Muharram Chairacita; Yulfi Zetra; Endah Mutiara
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.658 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49743

Abstract

The study of the aromatics of aromatic hydrocarbons from Tarakan crude oil, North Kalimantan, has been carried out through the analysis of Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) analysis. The biomarkers identified showed the presence of naphthalene groups, phenanthrene and pentacyclic triterpenoids where the pentacyclic triterpenoid showed the highest abundance. The presence of 3,3,7-trimethyl-1,2,3,4-tetrahydrochrysene biomarkers; 1,2,9-trimethyl-1,2,3,4-tetrahydropicene; 2,7-dimethyl-1,2- (isopropylpenteno) -1,2,3,4-tetrahydrochrysene and dinorursa-1,3,5 (10), 13 (18) -tetraene as indicators of plants Angiosperms and chrysene indicate input bacteria. The existence of 1,3,7 + 2,6,9 + 2,7,9-TMP biomarkers; 3-MC and 2-MC indicate mature oil samples. The presence of DMP, TMP and chrysene biomarkers indicates terrestrial and marine depositional environments.
Pra-Desain Pabrik Bioetanol dari Bagasse Endah Prasetyo Rini; Nur Aini Nadhifah; Ali Altway; Susianto Susianto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.313 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46045

Abstract

Bioetanol merupakan suatu produk yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar yang berasal dari suber alam.  Salah satu bahan pembuatan bioetanol adalah bagasse. Bagasse merupakan sumber biomasa yang berasal dari limbah pabrik gula. Bagasse mengandung banyak selulosa dan sedikit lignin yang potensial untuk bahan pembuatan bioetanol. Kelebihan dari bioetanol yaitu aman digunakan sebagai bahan bakar, memiliki titik nyala tiga kali lebih tinggi dibandingkan bensin, dan emisi hidrokarbon sedikit. Pabrik bioetanol dari bagasse ini terdiri dari 3 proses utama yaitu: Pre-Treatment dimana dalam proses ini lignin akan dilarutkan dengan NaOH dan pemecahan selulosa menjadi glukosa dengan H2SO4, fermentasi untuk mengubah glukosa menjadi etanol, dan dehidrasi untuk memurnikan etanol. Pabrik ini beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari dengan kapasitas produksi 96.792 kL/tahun. Analisa perhitungan ekonomi didapatkan IRR 18%/tahun, Pay Out Time (POT) 7,06 tahun, dan Break Event Point (BEP) 32,07%.
Organic Geochemistry Characteristics of Aliphatic Hydrocarbon Fraction of Crude Oil from Tarakan Basin, North Borneo, Indonesia Yulfi Zetra; Maulida Fitriyyah; Rafwan Year Perry Burhan; Zjahra Vianita Nugraheni
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.254 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49742

Abstract

The study of organic geochemistry of crude oil from Pamusian field, Tarakan Basin, North Borneo has been done. The oil is fractionated by column chromatography and identified using gas chromatography-mass spectrometer (GC-MS). The presence of long chain n-alkanes, cadinane, 4β(H)-eudesmane, and 18α (H)-oleanane indicates organic matter derived from resin dammar Angiospermae family Dipterocarpaeae. It is also reported that there are drimane together with homodrimane and hopane as an indicator of bacterial input. The LHCPI value of 2.03 also indicates a high input of photosynthetic bacteria. Pr/Ph ratio of 3.76 and a drimane/homodrimane ratio of 1.058 indicating the oxic depositional environment of the sample. Isomer analysis of 18α(H)-oleanane and 17α(H),21β(H)-hopane provides information that the crude oil from Tarakan Basin is mature.
Simulasi Cycle Tempo Pengaruh Kondisi Operasi HPH Off Service terhadap Performa PLTU Paiton Unit 9 Narumi Dwi Ramadhanti; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.927 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46629

Abstract

Feedwater heater yang digunakan pada sistem pembangkit tenaga uap adalah low pressure heater (LPH), high pressure heater (HPH), dan deaerator. PLTU Paiton Unit 9 menggunakan 4 LPH, 3 HPH, dan 1 deaerator. High Pressure Heater (HPH) berfungsi meningkatkan temperatur feedwater yang akan dipanaskan di dalam boiler sehingga penggunaan bahan bakar lebih sedikit. Pada kondisi aktual HPH sering menghadapi masalah sehingga harus dilakukan perbaikan, yang mengharuskan HPH dalam kondisi off service. Kondisi tersebut memengaruhi daya netto, net plant heat rate, dan efisiensi sistem pembangkit. Pada PLTU Paiton Unit 9, apabila salah satu HPH mengalami kerusakan maka seluruh HPH tidak beroperasi karena by pass dipasang dari deaerator langsung menuju ke boiler. Oleh karena itu, dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh kondisi off service HPH terhadap performa pembangkit. Analisis dilakukan pada software Cycle Tempo 5.0 dan menggunakan data operasi aktual. Setelah itu memvariasikan simulasi dengan mengatur kondisi operasi HPH, dilakukan dengan mengatur bukaan valve yang masuk ke sisi tube HPH. Hasil penelitian dari variasi kondisi HPH off service yaitu kondisi yang paling optimal adalah kondisi eksisting dengan nilai NPHR terendah yaitu 2452,047 kCal/kWh dan nilai efisiensi sistem tertinggi yaitu 35,236%. Variasi yang paling merugikan adalah variasi HPH 1,2,3 off dengan nilai NPHR terbesar yaitu 2513,818 kCal/kWh dan nilai efisiensi sistem terendah yaitu 34,37%. Dari hasil perhitungan kecepatan fluida di dalam pipa dan beban pemanasan HPH didapatkan hasil bahwa pada variasi kondisi HPH 2 off, HPH 3 off, HPH 2 dan HPH 3 off, serta HPH 1 dan HPH 3 off , terdapat kecepatan fluida ekstraksi ke HPH melebihi kecepatan desain dan beban pemanasan HPH melebihi beban pemanasan maksimum. Hal ini karena laju massa uap ekstraksi ke HPH bertambah secara signifikan, beban pemanasan dari HPH meningkat akibat dari temperatur feedwater yang masuk ke HPH semakin rendah.
Studi Numerik Perpindahan Panas Konveksi Paksa pada Pin Fin Berpenampang Circular dengan Susunan Staggered Rezky Anugrah Wicaksono; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.997 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47384

Abstract

Fin merupakan suatu benda aplikasi perpindahan panas secara konveksi dan konduksi. Fin sendiri digunkanan untuk meningkatkan perpindahan panas dengan cara menambah luasan atau area perpindahan panas.. Md. Abu Jafar Rasel dkk. melakukan penelitian secara numerik mengenai perpindahan panas secara konveksi pada fin yang disusun secara staggered dalam rectangular duct yang memiliki kesamaan terhadap penelitian eksperimen alat praktikum perpindahan panas yang dilakukan Alik D. (2019) yang bertujuan untuk mengetahui heat transfer rate dari base maupun fin dengan memvariasikan kecepatan inlet diameter, dan temperatur base. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS 18.1 sebagai pemodelan geometri dan FLUENT 18.0 sebagai solver. Pin fin berpenampang circular disusun secara staggered yang diletakkan di dalam rectangular duct. Variasi yang dilakukan berupa diameter 10 mm dan 16 mm dengan ST=20mm SL=20mm konstan dan panjang pin fin 70 mm dengan temperatur pada base plate tetap konstan sebesar 500C. Dilakukan 4 variasi kecepatan udara masuk sebesar 2.64m/s, 3.65m/s, 3.96m/s dan 4.20m/s. Untuk mendapatkan hasil yang baik, terlebih dahulu dilakukan grid independence test sehingga diperoleh kerapatan mesh yang optimal. Hasil akan ditampilkan baik secara kualitatif berupa gambar kontur temperatur dan, kontur velocity maupun secara kuantitatif berupa grafik distribusi temperatur sepanjang pin fin. Hasil penelitian menjunjukkan distribusi temperatur menurun di sepanjang fin. Temperatur permukaan fin tertinggi terdapat pada fin baris keempat. Temperatur terendah terjadi pada v = 4.20 m/s dan temperatur tertinggi terjadi pada v = 2.64 m/s. Fin diameter 10 mm mempunyai luas permukaan yang lebih kecil dan memberikan jarak antar fin yang lebih luas daripada fin diameter 16 mm. Jarak tersebut memungkikan fluida yang melalui fin dapat membawa panas dari fin dan menyebabkan penurunan temperatur yang besar. Pada kecepatan yang sama, fin 10 mm mempunyai koefisien konveksi yang lebih besar daripada fin 16 m
Simulasi Numerik Pengaruh Penambahan Bodi Pengganggu terhadap Karakteristik Aliran Fluida Melintasi Silinder Sirkular Tersusun Tandem di Dalam Saluran Sempit Intan Pandang Prinda Sakti; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.803 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47452

Abstract

Interaksi antara fluida dengan struktur merupakan salah satu pokok analisis yang dilakukan pada suatu struktur. Dengan mengetahui karakteristik dari suatu aliran fluida yang mengalir dapat diprediksi, dianalisa dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat mendesain suatu konstruksi yang dapat menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi kinerja. Salah satu kasus interaksi fluida dengan struktur yang sering kita jumpai yaitu fenomena aliran fluida melintasi benda maupun saluran, sebagai contoh heat exchanger dimana di dalamnya terdapat tube yang dialiri oleh fluida dan instalasi pipa internal sebagai elemen structural yang sering ditemukan pada industri. Tugas akhir ini menggunakan metode simulasi numerik dua dimensi unsteady dan incompressible flow menggunakan software CFD Ansys Fluent versi 19R1. Variasi yang dilakukan adalah rasio jarak longitudinal antara silinder sirkular dengan bodi pengganggu L/D = 1,25; 1,5; 1,75; 2,0 dan variasi rasio besar diameter d/D=0,16; 0,32 serta bilangan Reynolds sebesar 1,58x104. Pemodelan turbulence viscous yang digunakan adalah shear stress transport k-ω. Penambahan bodi pengganggu d/D=0,16 dapat mereduksi coefficient drag sebesar 32%. Sedangkan pada d/D=0,32 dapat mereduksi coefficient drag sebesar 34%
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan Berdasarkan Neraca Air Siska Aprilia Sari; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47942

Abstract

Prigen merupakan daerah yang memiliki sumber air melimpah dengan kualitas baik. Seiring bertambahnya waktu, kondisi ini menyebabkan aktivitas industri berkembang pesat. Selain industri, jumlah penduduk di Prigen juga meningkat. Dampaknya kebutuhan air domestik dan tutupan lahan juga ikut meningkat. Hal tersebut berpotensi memberikan dampak yang besar terhadap ketersediaan sumberdaya air didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengelolaan sumberdaya air di Prigen berdasarkan kondisi faktual dan analisis neraca air. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan rasionalistik dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis neraca air dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, Ketersediaan air di Prigen untuk kegiatan domestik dan industri yang menggunakan air tanah berada dalam kondisi aman bersyarat, sedangkan ketersediaan air untuk kegiatan pertanian yang menggunakan air sungai masih berada dalam kondisi aman. Arahan pengelolaan sumberdaya air di Prigen difokuskan kepada dua hal yaitu, konservasi kawasan lindung dan pengendalian akivitas di Prigen yang berfungsi sebagai daerah resapan air.