cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Tingkat Bahaya Bencana Banjir di Kali Lamong Kabupaten Gresik Maulidya Aghysta Fristyananda; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.843 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22103

Abstract

Adanya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong tidak terlepas dari berbagai macam pemanfaatannya. Salah satunya pemanfaatan area hijau DAS Kali Lamong di Kabupaten Gresik, sebagai kawasan budidaya yang menyebabkan kemerosotan lingkungan dan memicu terjadinya banjir. Pada tahun 2015, banjir Kali Lamong memberikan dampak terhadap setidaknya 9.587 jiwa dan 3 orang meninggal dunia serta kerugian materiil mencapai Rp 18 Milyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya bencana banjir yang terjadi di sepanjang kali lamong. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian Arahan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Kawasan Rawan Bencana Banjir Kali Lamong, Kabupaten Gresik. Pemetaan klasifikasi tingkat Bahaya banjir Kali Lamong di Kabupaten Gresik dilakukan berdasarkan karakteristik banjir dengan alat analisis menggunakan teknik analisis Overlay Weighted Sum dan pembobotan menggunakan AHP. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 10 desa dengan tingkat bahaya banjir tinggi, 31 desa dengan tingkat bahaya sedang dan 13 desa dengan tingkat bahaya rendah. Hasil penelitian ini merupakan salah satu tahapan untuk mengetahui tingkat resiko bencana banjir di Kawasan Kali Lamong.
Identifikasi Rekahan Dangkal Akibat Aktivitas Lumpur Sidoarjo di Kecamatan Tanggulangin – Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR) Ilham Adi Pratama; Firman Syaifuddin; Dwa Desa Warnana
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.76 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22131

Abstract

Rencana pengeboran sumur gas baru PT. Lapindo Brantas di Tanggulangin, Sidoarjo dinilai beresiko karena lokasinya yang dekat dengan pusat semburan yang telah rusak dan masih sangat rawan, sehingga masih ada potensi keluarnya semburan di area tanggul dan sekitarnya jika dibor. Selain itu, aktivitas lumpur sidoarjo menyebabkan kondisi bawah permukaan di daerah penelitian menjadi rentan terhadap resiko rekahan dan penurunan tanah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian tentang kondisi bawah permukaan dangkal menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) yang bertujuan untuk mendeteksi rekahan dangkal yang berada di sekitar daerah rencana pengeboran. Metode GPR dipilih karena dapat memetakan kondisi bawah permukaan yang dangkal secara terperinci dengan resolusi yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa pada daerah rencana pengeboran terdapat banyak rekahan berpola radial dengan arah barat daya-timur laut dan rekahan berpola melingkar (circular) yang berarah barat laut-tenggara. Kondisi tersebut membuat daerah bawah permukaan di sekitar lokasi rencana pengeboran menjadi tidak stabil dan berisiko karena dapat menyebabkan penurunan tanah di daerah sekitar dan dikhawatirkan dapat memperluas semburan lumpur panas pada daerah penelitian.
Karakteristik Lingkungan Fisik yang Mempengaruhi Pengelolaan Air berdasarkan Water Sensitive Urban Design di Kelurahan Tambak Sarioso I Made Sukma Pradipta; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.115 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22179

Abstract

Kelurahan Tambak Sarioso sebagai salah satu wilayah yang terletak di Kawasan Startegis Ekonomi Teluk Lamong belum terlayani kebutuhan air secara merata. Selain kurangnya ketersediaan air, terdapat persoalan air terkait genangan/banjir rob. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi persoalan air tersebut namun belum optimal. Konsep Water Sensitive Urban Design merupakan pendekatan rancang kota yang dapat mengurangi persoalan ketersediaan dan banjir. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik lingkungan fisik yang mempengaruhi pengelolaan air berdasarkan Water Sensitive Urban Design (WSUD) di Kelurahan Tambak Sarioso sebagai bahan dalam perumusan Prinsip Water Sensitive Urban Design yang berpeluang diterapkan di wilayah penelitian. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian mengenai Prinsip Water Sensitive Urban Design Kawasan Pesisir di Kelurahan Tambak Sarioso. Tahapan peneletian ini menggunakan walkthrough analysis. Hasil penelitian meunujukkan bahwa karakteristik lingkungan fisik yang mempengaruhi pengelolaan air berdasarkan Water Sensitive Urban Design di Kelurahan Tambak Sarioso terdapat persoalan air seperti genangan/banjir akibat rob dan hujan dan kurangnya pelayanan air.
Kriteria Lokasi Pembangunan Tower BTS (Base Transceiver System) di Kota Kediri Rofiqoh Etika Amalin; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.486 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22198

Abstract

Infrastruktur telekomunikasi memiliki peran penting terhadap perkembangan ekonomi nasional. Menurut data Dirjen Pos dan Telekomunikasi pengguna seluler mengalami pertumbuhan rata-rata 31,9% pertahun dalam periode 2006-2010. Upaya untuk meningkatan layanan telekomunikasi di Kota Kediri memiliki masalah karena terdapat keberadaan menara yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitarnya, lokasi yang melanggar aturan dan tower BTS yang tidak memiliki ijin. Perspektif pemilihan lokasi dari pemerintah dan operator memiliki perbedaan, sedangkan infrastruktur tersebut harus berada di lokasi yang strategis untuk mendapatkan hasil yang optimal. Oleh sebab itu, perlu adanya penelitian untuk merumuskan kriteria lokasi menurut stakeholder di Kota Kediri. Metode yang digunakan yakni analisis Delphi untuk menentukan faktor penentu lokasi. Kemudian setelah ditemukan faktor dilakukan pembobotan terhadap faktor dengan analisis AHP. Analisis terakhir yakni perumusan kriteria dengan menggunakan Content Analysis. Dari analisis Delphi dihasilkan 20 faktor yang digunakan sebagai faktor penentu lokasi pembangunan tower BTS di Kota Kediri. Faktor tersebut yakni jarak terhadap konsumen, jumlah penduduk yang dilayani, luas jangkauan pelayanan, kualitas layanan, banyaknya permintaan, pertumbuhan penduduk, perilaku pelanggan, sikap masyarakat, banyaknya gedung tinggi, ketersediaan lahan, ruang udara, estetika lingkungan, berada dalam wilayah jangkauan sel, jarak dengan kegiatan sekitar, perencanaan tata ruang, biaya pajak, proses perijinan, terdapat akses jalan, biaya investasi, ketersediaan energi listrik. Dari masing-masing faktor tersebut, diperoleh 3 faktor dengan bobot tertinggi, yakni ketersediaan energi listrik (0,09934), sesuai dengan rencana tata ruang (0.09646), dan proses perijinan (0.09194). Ketiga faktor ini paling besar pengaruhnya terhadap pemilihan lokasi tower BTS di Kota Kediri. Dengan demikian diperoleh kriteria utama lokasi pembangunan tower BTS di Kota Kediri adalah tersedianya energi listrik dengan daya yang memadai untuk BTS, lokasi yang harus sesuai dengan rencana tata ruang, dan lokasi yang memenuhi semua proses perizinan. Dari penelitian ini didapatkan bahwa energi listrik yang memadai menjadi prioritas untuk memilih lokasi tower BTS.
Karakteristik Kawasan Wisata di Desa Ngunut Kabupaten Bojonegoro dengan Konsep Community Based Tourism Cindy Nur Aziza Rahman; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.596 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22202

Abstract

Kecamatan Dander memiliki 2 kawasan wisata andalan yang berada di wilayah Perhutani yaitu Water Fun Ngunut yang terletak di Desa Ngunut dan Wana Tirta terletak di Desa Dander. Dalam penelitian ini fokus studinya berada di ODTW Water Fun Ngunut, karena pengelolaan obyek wisata ini lebih melibatkan masyarakat dengan pembagian hasil 70%. untuk masyarakat dan 30% untuk perhutani. Namun pengelolaan ODTW ini belum maksimal. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi variabel-variabel karakteristik kawasan wisata ngunut berdasarkan indikator Community Based Tourism dengan menggunakan teknik konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik kawasan wisata sesuai indikator Community Based Tourism antara lain terdapat partisipasi masyarakat dalam perencanaan, serta pokdarwis menjadi pengelola aktif dalam kegiatan wisata. Hasil penelitian ini merupakan salah satu tahapan dalam melakukan penelitan lanjutan yaitu merumuskan strategi pengembangan.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kawasan Pariwisata Bahari di Gili Labak, Kabupaten Sumenep Dwi Indah Nurmaturrokhmah; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22245

Abstract

Gili Labak merupakan salah satu pulau kecil di Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi pariwisata bahari. Namun potensi yang dimilki oleh Gili Labak tersebut belum disertai dengan adanya fasilitas yang memadai dan pengembangan yang juga belum maksimal. Tahapan pertama dalam penelitian ini adalah untuk menentukan potensi objek daya tarik wisata dengan skoring menggunakan skala Likert. Kemudian untuk mengetahui prioritas faktor-faktor pengembangan pariwisata bahari menggunakan analisis AHP. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa di Gili Labak terdapat 4 objek daya tarik wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Dan hasil analisis AHP menunjukkan bahwa prioritas faktor-faktor pengembangan adalah sarana dan prasarana, kemudian aksesibilitas, dan objek daya tarik wisata.
Kondisi Bawah Permukaan di Sekitar Tebing Watukosek Alif Prabawa Arwananda; Wien Lestari; Juan Rochman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.582 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22255

Abstract

Salah satu penyebab munculnya semburan lumpur Sidoarjo yang masih diperdebatkan hingga saat ini yaitu mengenai reaktivasi patahan watukosek. Studi yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan adanya manifestasi di permukaan akibat patahan watukosek, contohnya Tebing Watukosek dan pembelokan geomorfologi Kali Porong. Penelitian dengan menggunakan metode tahanan jenis dilakukan untuk memetakan patahan yang berada di daerah Kali Porong dan Patahan Watukosek. Lintasan yang digunakan memiliki bentangan 400m dengan arah Barat – Timur untuk memotong patahan yang berarah Barat Daya – Timur Laut dari Gunung Penanggungan menuju semburan lumpur Sidoarjo. Kedalaman pengukuran mencapai ±74.8m dengan anomali tahanan jenis terendah 1.05 Ohm.m hingga yang tertinggi 33.3 Ohm.m.
Penyelidikan Intrusi Air Laut Pada Air Tanah Dengan Metode Resistivitas 2D di Daerah Surabaya Timur. Rizky Rahmadi Wardhana; Dwa Desa Warnana; Amien Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22283

Abstract

Kawasan Surabaya Timur telah mengalami intrusi air laut dan berdampak pada akuifer air tanah sehingga memiliki kualitas air dengan adanya kadar garam yang terdapat pada sumur penduduk sekitar. Masalah adanya dugaan intrusi air laut ini telah diidentifikasi dengan menggunakan metode geolistrik dengan menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger yang terletak di kawasan Surabaya Timur yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya intrusi air laut. Pengambilan data telah dilakukan pada kawasan Surabaya Timur saja. Data sumur juga dilakukan pengambilan sampel untuk mendapatkan hasil parameter air berupa elevasi muka air tanah, Salinitas, TDS, pH, dan Konduktivitas. Akuisisi data geolistrik dilakukan pada 3 titik lokasi yaitu Sutorejo, Klampis, dan ITS dengan menggunakan metode Resistivitas 2D dan Induced Polarization. Tahapan dari pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Berdasarkan hasil interpretasi pada daerah peneltian Sutorejo, pada kedalaman 0.6-3,5 meter atau pada perlapisan paling atas diduga terjadi intrusi air laut dengan nilai resistivitas 0.734-6.31 ohm.m yang terdapat pada bagian tengah hingga Timur Laut. Dugaan ini juga didukung dari hasil penelitian dari metode Induced Polarization yang menujukkan nilai 0.202 msec pada kedalaman 0.6-3.5 meter.
Aplikasi Metode Induced Polarization untuk Mengidentifikasi Akifer di Daerah Sutorejo, Surabaya Bagas Aryaseta; Dwa Desa Warnana; Amien Widodo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.952 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22284

Abstract

Surabaya merupakan ibukota Jawa Timur yang merupakan pusat perekonomian serta pemerintahan. Ketersediaan air bersih merupakan salah satu permasalahan Surabaya. Pengambilan air tanah yang berlebihan tanpa adanya feedback yang baik akan mengakibatkan terganggunya kesetimbangan air. Salah satu akibat yang dihasilkan adalah penurunan muka air tanah serta adanya intrusi air laut. Salah satu metode untuk mengidentifikasi karakteristik air tanah adalah metode Induced Polarization. Metode ini akan mengukur chargeabilitas bawah permukaan dengan cara mengalirkan arus listrik kedalam tanah. Pengambilan data Induced Polarization dilakukan di daerah Sutorejo. Penampang chargeabilitas selanjutnya akan diinterpretasi dan dianalisis untuk mengidentifikasi perlapisan akifer. Jarak elektroda terkecil yang digunakan adalah 2.5 meter dengan panjang lintasan 80 m. Kedalaman penampang yang dihasilkan adalah 9 meter. Hasil dari penampang chargeabilitas akan dikorelasikan dengan penampang resistivitas. Dari penampang dapat diidentifikasi zona akifer lempung pasiran dan zona lempungan. Akifer lempung pasiran memiliki chargeabilitas rendah (0.00240-0.302 msec) dan resistivitas tinggi (6.81-63.1 ohm.m). Zona lempungan memiliki chargeabilitas tinggi (0.702-1.30 msec) serta resistivitas sedang (0.734-6.81 ohm.m).
Identifikasi Tingkat Bahaya Bencana Longsor, Studi kasus: Kawasan Lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Nuri Iswoyo Ramadhani; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.961 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22333

Abstract

Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar merupakan kawasan yang memiliki potensi terjadinya bencana tanah longsor. Frekuensi bencana longsor yang terjadi sekitar 300 pada 5 tahun terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerugian baik materiil maupun jiwa. Hal tersebut mengindikasikan kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana. Karena kondisi yang berpotensi dan rawan maka perlu dikaji tingkat risiko bencana longsor sebagai upaya pemanfaatan lahan yang sesuai oleh masyarakat berdasarkan tingkat risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan tingkat bahaya bencana longsor di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian pemetaan risiko bencana longsor di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Tahapan dalam mengetahui karakteristik bahaya yakni dengan pembobotan melalui AHP untuk analisis overlay weighted sum. Hasil dari penelitian ini berupa peta tingkat bahaya bencana longsor yang terbagi menjadi 3 klasifikasi dalam tingkatan bahaya bencana yakni tingkat bahaya rendah, bahaya sedang, dan bahaya tinggi.