cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Proses Pembuatan Asam Sitrat dari Molasses dengan Metode Submerged Fermentation Irsalina Wilda Amalia; Dianita Nurnanda; Nuniek Hendrianie; Raden Darmawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.006 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45960

Abstract

Asam sitrat merupakan salah satu bahan tambahan makanan minuman yang paling sering digunakan para produsen, karena mudah didapatkan dan keamanannya bagi kesehatan. Namun kebutuhan para produsen terhadap asam sitrat tersebut belum dapat tercukupi sepenuhnya, sehingga dibutuhkan proses pembuatan Asam Sitrat yang baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dari beberapa pertimbangan dapat disimpulkan bahwa lokasi proses pembuatan Asam Sitrat ini akan dibangun di Kota Mojokerto, tepatnya di Kawasan Industri Ngoro. Asam sitrat sendiri dapat dibuat menggunakan beberapa proses, yaitu Submerged fermentation dan Surface fermentation. Setelah membandingkan kedua proses tersebut maka dipilih proses submerged fermentation untuk produksi asam sitrat karena lahan yang dibutuhkan lebih sedikit, proses fermentasi selama 1-4 hari, pH nya rendah, produksinya tinggi, serta kemurnian produknya tinggi. Secara umum, proses pembuatan asam sitrat memiliki 3 tahapan utama. Pada proses pre-treatment, jamur Aspergillus niger dipersiapkan terlebih dahulu dan dilakukan pengolahan awal pada molasses seperti penghilangan impurities dan pengenceran dimana molasses merupakan bahan baku utama pada proses pembuatan asam sitrat ini. Pada tahapan proses fermentasi, dilakukan proses fermentasi dimana jamur Aspergillus niger mampu menghasilkan asam sitrat dengan yield yang cukup tinggi dan pada tahapan packaging, asam sitrat dimurnikan semaksimal mungkin, baik dengan proses evaporasi, drying dan kristalisasi, yang kemudian dilakukan proses packaging. Dengan kapasitas produksi sebesar 57.337,33 ton/tahun dan tenaga kerja sebanyak 269 orang, dibutuhkan bahan baku molasses sebanyak 16.000 kg/jam. Proses pembuatan asam sitrat ini memiliki modal yang berasal dari 40% modal sendiri dan 60% modal pinjaman dengan bunga sebesar 9,75% per tahun dan laju inflasi sebesar 3,28%. Dari hasil analisa ekonomi, didapatkan total modal investasi sebesar Rp.643.732.628.147, IRR sebesar 37,63%, POT 4,45 tahun dan Break Even Point (BEP) 30,30 %.
Pengaruh Variasi Waktu dan Temperatur Elektroplating Seng Terhadap Ketebalan, Kekuatan Lekat dan Ketahanan Korosi pada Baja Vania Mitha Pratiwi; Sulistijono Sulistijono; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Handis Zuniandra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.999 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.50068

Abstract

Baja AISI 1020 merupakan baja karbon rendah dengan kadar karbon 0,20%. Sebelum baja diaplikasikan biasanya dilakukan pengerjaan akhir logam (metal finishing) untuk meningkatkan kualitasnya seperti sifat tahan korosi, tampak rupa, ketangguhan, daya hantar listrik, dan sifat lainnya. Salah satu cara metal finishing yaitu dengan elektroplating. Elektroplating dengan bahan pelapis seng banyak diaplikasikan karena seng merupakan pelapis baja yang tahan korosi, menghasilkan tampak permukaan yang cukup baik, serta harganya yang cukup terjangkau. Berdasarkan uraian di atas penulis menganalisa pengaruh temperatur dan waktu proses elektroplating seng terhadap ketebalan, kekuatan lekat, dan ketahanan korosi baja AISI 1020. Variasi temperatur yang digunakan yaitu 25, 30, dan 35°C. Sedangkan untuk variasi waktu yaitu 9, 12, dan 15 menit. Pengukuran ketebalan lapisan seng dilakukan menggunakan alat uji DFT, untuk mengetahui kekuatan lekat dilakukan pengujian Pull-Off, dan untuk mendapatkan nilai laju korosi dilakukan dengan pengujian immerse dan dilakukan perhitungan dengan metode weight loss. Nilai ketebalan paling tinggi sebesar 28,1333 µm dengan variasi temperatur 35°C dan waktu 15 menit. Nilai kekuatan lekat paling tinggi sebesar 15,595 MPa dengan variasi temperatur 25°C dan waktu 9 menit. Nilai laju korosi paling rendah sebesar 0,0097 mmpy dengan variasi temperatur 35°C dan waktu 15 menit.
Analisa Numerik Optimasi Topologi pada Rib UAV Fixed Wing MALE (Medium Altitude Long Endurance) Tri Adi Yudantara; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46160

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) adalah pesawat tanpa awak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh atau oleh dirinya sendiri melalui program yang diberikan dalam pesawat tersebut. Susahnya menentukan dan mendesain struktur dari sayap pesawat ini menjadi permasalahan yang serius, karena jika konstruksi sayap berat akan menyebabkan flight time menurun. Sehingga perlu dilakukan optimasi pada sayap supaya mendapat hasil konstruksi yang lebih baik. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan membuat model geometri sayap pesawat lalu dilakukan simulasi static structure pada sayap pesawat untuk kemudian dilakukannya optimasi topologi pada ribs tersebut untuk mendapatkan konstruksi struktur sayap yang paling optimal. Tahapan awal dari proses ini adalah dengan memodelkan geometri sayap dengan menggunakan software inventor, lalu penginputan geometri pada software ANSYS, kemudian dilakukan optimasi topologi untuk mengetahui pengaruh pengurangan massa terhadap tegangan yang terjadi dengan melakukan berbagai variasi massa retain yaitu 50%, 60%, 70%, dan 80 sehingga dapat tercapai pemilihan desain terbaik dari kedua metode tersebut. Hasil dari penelitian ini diantaranya tegangan pada sayap UAV tanpa adanya optimasi topologi sebesar 8.02 Mpa, dan deformasi total sebesar 29.186 mm, dengan menggunakan optimasi topologi 60% maka akan menghasilkan pengurangan massa dari 170.6144 gram menjadi 55.642 gram, tegangan maksimum pada sayap sebesar 10.881 Mpa dan deformasi total sebesar 40.252 mm.
Studi Pemilihan Proses Pabrik Poly-L-Lactic Acid (PLLA) dari Tetes Tebu Bertiningrum Cintya Devi; Bagus Arief Febriansyah; Siti Nurkhamidah; Yeni Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46456

Abstract

Poly-L-Lactic Acid atau disingkat PLLA merupakan termoplastik biodegradable turunan dari sumber daya terbarukan. Kebutuhan dunia akan plastik yang terus meningkat diiringi dengan pencemaran lingkungan akan plastik yang juga terus meningkat, membuat PLLA menjadi alternatif baik pengganti plastik non-degradable seperti PET, PP dan PS. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, PLLA dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya fosil serta mengurangi emisi CO2 secara bersamaan. Proses pembuatan PLLA melalui beberapa tahap proses meliputi proses pembentukan asam laktat melalui proses fermentasi, proses pemurnian asam laktat melalui proses distilasi reaktif, dan proses polimerisasi melalui proses ring-opening polymerization. Proses pembentukan asam laktat dilakukan dengan proses fermentasi dalam fermentor secara batch menggunakan bakteri Lactobacillus delbrueckii pada kondisi suhu 42oC, tekanan atmosfir, dan pH 6,9. Asam laktat yang terbentuk dimurnikan hingga 99% dalam kolom distilasi reaktif. Asam laktat 99% kemudian dipolimerisasi terlebih dahulu menjadi prepolymer yaitu polimer dengan berat molekul rendah pada suhu 180oC dan tekanan atmosfir. Prepolymer yang terbentuk dipecah menjadi monomer siklik lactide. Monomer lactide kemudian dipolimerisasi dengan membuka cincin siklik lactide menjadi polimer PLLA dengan berat molekul (Mw) yang tinggi sebesar 220.000.
Studi Numerik Pengaruh Peletakan Cooling Pad Terhadap Distribusi Temperatur dan Pola Aliran Udara Ventilasi Kandang Ayam Broiler Close House Tipe Ventilasi Lorong Adistana Sandyawan; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.148 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46591

Abstract

Ayam broiler merupakan salah satu sumber protein hewani sehingga tingkat produktivitasnya perlu dijaga. Salah satu parameter untuk menjaga produktivitas ayam adalah dengan menjaga temperatur lingkungan kandang ideal. Temperatur ideal kandang dapat dicapat melalui pemilihan tipe konstruksi dan ventilasi kandang yang tepat. Tipe konstruksi dan ventilasi kandang yang umum digunakan untuk daerah dengan iklim tropis dan kelembaban relatif tinggi adalah close house tipe ventilasi lorong (tunnel) dan evaporative cooling. Tipe ventilasi lorong memiliki karakteristik distribusi temperatur udara yang kurang merata sehingga produktivitas ayam terganggu. Untuk meningkatkan produktivitas, diperlukan pengaturan peletakan dan jumah cooling pad sehingga distribusi temperatur udara lebih merata. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak ANSYS 18.0 dan FLUENT 18.0 untuk simulasi kandang broiler close house. Model simulasi kandang broiler terdiri dari konstruksi kandang dan ayam broiler berjumlah 5600 ekor. Geometri ayam broiler dimodelkan sebagai porous media. Variasi yang dilakukan berupa penggunaan 2 buah cooling pad bukaan penuh, 4 buah bukaan  setengah, dan  6 buah bukaan  sepertiga. Pemodelan serta meshing kandang broiler close house dilakukan dengan ICEM ANSYS 18.0 sementara simulasi dilakukan dengan software FLUENT 18.0. Hasil akan ditampilkan secara kualitatif berupa kontur temperatur dan kontur kecepatan maupun secara kuantitatif berupa grafik distribusi temperatur udara yang dirasakan ayam dalam kandang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa separasi aliran terbesar terjadi pada kabin kandang dengan 2 buah cooling pad. Aliran pada kandang dengan 4 dan 6 cooling pad mengalami pembentukan vortex wake karena terjadi perubahan penampang aliran masuk yang sangat signifikan. Ayam merasakan suhu udara dengan batas kenyamanan 28oC – 32oC saat diletakkan pada ketiga jenis variasi  kandang. Ayam pada kandang dengan 4 dan 6 cooling pad yang berada di dekat pertemuan 2 aliran cooling pad memiliki potensi mengalami thermal shock akibat dari perbedaan temperatur yang signifikan. Thermal shock dapat meningkatkan feed conversion rate (FCR) dan resiko ayam terserang penyakit.
Studi Numerik Perpindahan Panas Konveksi Paksa pada Pin Fin Berpenampang Circular dengan Susunan Aligned Rossi Cahyaningdias; Ary Bachtiar Krishna Putra
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.795 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46661

Abstract

Perpindahan panas (heat transfer) adalah ilmu yang mempelajari tentang cara perpindahan energi berupa panas yang terjadi karena adanya perbedaan temperatur.Fenomena perpindahan panas gabungan antara konduksi dan konveksi dapat diaplikasikan melalui pin fin. Penambahan fin pada permukaan dimaksudkan untuk memperbesar area, sehingga meningkatkan laju perpindahan panas. Aplikasi pada fin diterapkan dalam perancangan alat praktikum perpindahan panas konveksi paksa melalu fin berpenampang circular susuanan aligned. Untuk mengamati fenomena karakteristik perpindahan panas dan karakteristik aliran diperlukan studi numerik menggunakan perangkat lunak CFD. Analisis menggunakan perangkat lunak ICEM ANSYS 18.0 untuk proses meshing dan FLUENT 18.0 sebagai solver untuk melakukan simulasi.Pin fin berpenampang circular disusun secara aligned yang diletakkan di dalam rectangular duct.Variasi yang dilakukan berupa diameter 10 mm dan 16 mm dengan ST=20mm SL=20mm konstan dan panjang fin 70 mm. Pemanasan pada circular fin dilakukan dengan menjaga temperatur pada base plate tetap konstan 50oC. Dilakukan 4 variasi kecepatan udara masuk 2.64m/s, 3.65m/s, 3.96m/s dan 4.20m/s. Hasil akan ditampilkan baik secara kualitatif berupa gambar kontur temperatur, kontur tekanan dan kontur streamline velocity maupun secara kuantitatif berupa grafik distribusi temperatur sepanjang pin fin,grafik pengaruh diameter terhadap koefisien konveksi rata-rata setiap baris, grafik nusselt number dan coefficient pressure. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil distribusi temperatur menurun di sepanjang pin fin. Temperatur tertinggi dicapai pada kecepatan udara masuk 2.64 m/s dan temperatur terendah dicapai pada kecepatan udara masuk 4.20 m/s. Pada kecepatan yang sama, pin fin berdiameter 10 mm memiliki koefisien konveksi yang lebih besar daripada pin fin berdiameter 16 mm. Dari hasil simulasi didapatkan nilai nusselt number dan coefficient pressure lokal pada pin fin baris pertama sampai baris keempat. Perpindahan panas terbaik terjadi pada titik stagnasi yang ditunjukkan dengan nilai nusselt number terbesar. Nilai nusselt number minimum terdapat pada titik separasi. Nilai pressure coefficient maksimum terjadi pada titik stagnasi sedangkan minimun pada titik separasi
Pra Desain Pabrik Poly-L-Lactic Acid dari Tetes Tebu Eriska Wahyu Kusuma; Ayu Larasati; Siti Nurkhamidah; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.492 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46997

Abstract

Poly-L-Lactic Acid atau disingkat PLLA merupakan termoplastik biodegradable turunan dari sumber daya terbarukan. Kebutuhan dunia akan plastik yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh plastik. Hal ini membuat PLLA menjadi alternatif pengganti plastik petroleum-based untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan bioplastik dalam negeri dan adanya peluang ekspor yang masih terbuka, maka dirancang pabrik PLLA dengan kapasitas 20.000 ton/tahun dengan memanfaatkan limbah tetes tebu yang dihasilkan oleh pabrik gula sebagai bahan baku. Pabrik direncanakan berdiri pada tahun 2020 di Lampung Tengah, Sumatera Selatan.  Proses pembuatan PLLA dilakukan melalui tiga tahap, yakni proses produksi asam laktat, pemurnian asam laktat, dan polimerisasi asam laktat. Tahap produksi asam laktat dilakukan dengan proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. delbrueckii selama 26 jam pada kondisi 42oC, tekanan atmosfir, dan pH 6,9. Tahap pemurnian dilakukan hingga asam laktat mencapai kemurnian 99% dalam kolom distilasi reaktif. Tahap polimerisasi asam laktat dilakukan dengan metode ring-opening-polymerization. Untuk mendirikan pabrik PLLA dari limbah tetes tebu ini diperlukan modal tetap (FCI) sebesar Rp 926.811.877.912,00 dan modal kerja (WCI) sebesar 92.681,187.791,00. Dari perhitungan analisa ekonomi didapatkan nilai Pay Out Time (POT) 5,13 tahun dengan Break Event Point (BEP) sebesar 45,6% dan Internal Rate of Returm (IRR) sebesar 13,19%.
Pemanfaatan Gas Alam sebagai LPG (Liquified Petroleum Gas) Samuel Sembiring; Ruben Leonardo Panjaitan; Susianto Susianto; Ali Altway
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.005 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47079

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. Salah satunya adalah gas alam. Berdasarkan data Direktorat Jendral Minyak dan Gas Alam Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per tanggal 1 Januari 2017 cadangan gas alam mencapai 142,72 TCF. Gas alam merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk, salah satunya diolah menjadi Liquefied Petroleum Gas (LPG). Oleh karena itu akan didirikan pabrik LPG pada tahun 2021 di Bontang, Kalimantan Timur dipilih dikarenakan besarnya potensi gas alam yang tersedia, sumber energi, iklim dan beberapa aspek lain yang sangat mendukung untuk didirikannya pabrik LPG di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik LPG dari gas alam ini direncanakan terdiri dari 4 unit utama, yaitu Acid Gas Removal  Unit, Dehidration Unit, Refrigration Propane Unit, dan Fractination Unit. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinyu 24 jam selama 330 hari pertahun dengan kapasitas produksi sebesar 98.712 ton LPG/tahun. Jumlah gas alam yang dibutuhkan sebagai bahan baku sebesar 1,6 juta ton per tahun. Total modal investasi sebesar Rp 2.586.262.350.491. Hasil penjualan per tahun sebesar Rp 1.988.889.225.300. Sehingga diperoleh Internal Rate of Return 29,88%, Pay Out Time selama 5,6 tahun dan Break Even Point 29,76%.
Pemodelan Polishing Unit Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan di PT Saka Indonesia Pangkah Limited Riski Fitra Finazis; Totok Soehartanto
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.206 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47237

Abstract

Pemodelan pada polishing unit yang merupakan bagian dari sistem produced water treatment PT Saka Indonesia Pangkah Limited (PT.SIPL) dilakukan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). JST dipergunakan untuk mempermudah pemodelan sistem pada polishing unit yaitu pada proses fisika serta biologis yang kompleks dan sulit dimodelakn secara matematis. JST yang digunakan berstruktur Multi-layer feedforward, dengan algoritma Levenberg-Marquardt. Model JST memiliki 4 input node pada input layer yaitu temperatur, pH, COD, TSS dan 1 output node pada output layer berupa COD effluent. Metode untuk menentukan hidden node terbaik belum ada sehingga dilakukan 20 variasi hidden node, untuk mencari nilai RMSE validasi yang terbaik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai RMSE terbaik berada pada JST dengan struktur 4-13-1 (Input layer-hidden layer- output layer). Nilai RMSE yang dihasilkan bernilai 14.7919, yang mana sudah lebih baik dari model JST referensi yang bernilai 59.48. Model JST yang dipergunakan mampu menghasilkan nilai COD dibawah kadar maksimum baku mutu air limbah kegiatan produksi MIGAS fasilitas on-shore dengan rentang nilai 32.4555 - 97.84738 (mg/l). Sehingga dinamika proses pada polishing  unit dapat ditunjukkan model JST 4-13-1 dengan parameter yang mempengaruhi yaitu temperatur, pH, COD, dan TSS.
Penentuan Lokasi Alternatif TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah di Kabupaten Klungkung Dewa Made Satria Wijayakusuma; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.697 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47426

Abstract

Produksi sampah di Kabupaten Klungkung terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, TPA Sente yang sudah beroperasi sejak tahun 1990-an mengalami overload pada tahun 2017 lalu mengalami penutupan dan tidak difungsikan sebagai TPA sejak tahun 2018 sehingga tidak ada lagi TPA skala kabupaten yang melayani wilayah Klungkung daratan. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali nomor 5 tahun 2011, pada pasal 22 menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota wajib melakukan pengolahan sampah skala kawasan dan/atau skala kota secara aman bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga perlu diadakan suatu penelitian guna mencari alternative-alternatif lokasi TPA pengganti untuk melayani wilayah Klungkung Daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi-lokasi alternative TPA sampah di Kabupaten Klungkung. Tahapan penelitian yang dilakukan guna mencapai tujuan penelitian tersebut adalah yang pertama menentukan faktor-faktor prioritas penentuan lokasi TPA sampah di Kabupaten Klungkung, dengan metode analisa AHP (Analytical Hierarchy Process). Selanjutnya yaitu tahapan menentukan lokasi-lokasi prioritas alternatif TPA sampah berdasarkan skor kesesuaian lahan. Metode analisa yang digunakan dalam tahapan ini adalah menggunakan metode Weighted Overlay pada GIS dan metode AHP. Hasil dari penelitian ini terdapat 14 alternatif lokasi TPA sampah di Kabupaten Klungkung yang didasarkan dengan 11 variabel yang digunakan, dari ke-14 alternatif lokasi tersebut terdapat 2 prioritas alternative lokasi TPA yang berada di Kecamatan Dawan.