cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Studi Functional Electrical Stimulation Terkontrol Fuzzy Logic Controller sebagai Solusi pada Foot Drop Correction Muhammad Adib Syamlan; Achmad Arifin; Fauzan Arrofiqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50273

Abstract

Stroke merupakan permasalahan serius dalam dunia kesehatan. Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh stroke maupun pasca stroke adalah foot drop. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang suatu sistem Functional Electrical Stimulation (FES) yang dikontrol Fuzzy Logic Controller (FLC) berjumlah 3 berbasis cycle-to-cycle control untuk menstimulasi otot yang mempengaruhi gerakan ankle dorsiflexion pada otot Tibialis Anterior (TA), ankle plantarflexion pada otot Gastrocnemius (GC), dan knee extension pada otot Vastus (VA), yang semuanya distimulasi saat swing phase pada siklus berjalan. FLC menghasilkan output berupa stimulation burst duration, mengatur seberapa lama 3 channel FES aktif menstimulasi otot. Terdapat stimulation schedule yang mengatur kapan stimulasi pada setiap FLC akan aktif pada 1 cyclenya. Hasil yang didapatkan pada FES, penggunaan PWM1 duty cycle 15% dan frekuensi 20 KHz, serta PWM2 duty cycle 98% dan frekuensi 20 Hz merupakan spesifikasi paling efektif, dikarenakan menghasilkan sudut ankle joint -40.8⁰ (otot TA), -12.1⁰ (otot GC), dan knee joint -11⁰ (otot VA), dengan pemakaian duty cycle PWM1 yang minimal. Hasil pada Subjek normal berjalan foot drop dan distimulasi didapatkan FLC1 (ankle dorsiflexion) mulai berosilasi pada cycle ke-8, FLC2 (ankle plantarflexion) cycle ke-22, dan FLC3 (knee extension) cycle ke-8. Hal ini terjadi dikarenakan sudut telah mencapai target angle dan kontroler terus beradaptasi.
Analisa Metode Cross-Coupling Generalized Predictive Control untuk Mengurangi Countour Error pada Mesin CNC Muhammad Fathu Sunu Mukti; Rusdhianto Effendie AK
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.49998

Abstract

Computerized Numerical Control (CNC) semakin banyak diminati di bidang industri manufaktur [1]. Pada umumnya, CNC dibutuhkan untuk dapat menghasilkan pergerakan yang sinkron diantara tiap sumbu geraknya untuk mengikuti suatu lintasan yang telah ditentukan. Tantangan utamanya adalah bagaimana cara untuk mengeliminasi contour error daripada menghilangkan error pada masing-masing sumbu [2]. Penelitian ini mengajukan desain cross-coupling dari Generalized Predictive Control untuk mesin CNC dengan sistem servo dua sumbu gerak. Untuk mendapatkan sinkronisasi dan respon tracking yang baik, metode Cross-Coupled Control, yang cukup banyak digunakan untuk mengurangi contour error[5], dikombinasikan dengan metode Generalized Predictive Control. Metode Cross-Coupling Generalized Predictive Control (CC-GPC) akan dibandingkan dengan metode modified Cross-Coupled Control (M-CCC) [3] untuk menunjukkan metode kontrol mana yang menghasilkan perfoma paling memuaskan untuk mengurangi contour error. Simulasi menunjukkan keuntungan dari metode CC-GPC adalah dapat meningkatkan respon dari sistem motor servo AC. Rise time (t_r) menurun menjadi 1.6 detik dan error steady state (e_ss) berkurang menjadi 0.49. Keuntungan lain adalah koreksi dari tiap sumbu terjadi secara bersamaan, sehingga sehingga sistem memiliki kemampuan yang baik untuk menahan gangguan. Dari pengujian gangguan, hasil menunjukkan Root Mean Square Error (RMSE) dari metode CC-GPC adalah 0.3806. Cukup baik dibanding RMSE metode M-CCC yang sebesar 1.0478.
Deteksi Otomatis Bidang Kepala Janin dari Citra Ultrasonografi 2 Dimensi Cahya Perbawa Aji; Tri Arief Sardjono; Muhammad Hilman Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.45679

Abstract

Modalitas pencitraan primer untuk untuk pemeriksaan anatomi dan fisiologi janin adalah alat ultrasonografi (USG) medis 2 dimensi mengingat harganya yang murah, ketersediaan yang melimpah, kemampuan realtime, dan tidak adanya bahaya radiasi. Head Circumference (HC) merupakan parameter pengukuran biometri janin yang dianalisa untuk mengetahui perkembangan janin secara kuantitatif dengan menggunakan mesin USG. Pada praktik klinis, karena rasio signal-to-noise yang rendah, klinisi seringkali mengalami kesulitan untuk mengenali bidang janin dengan tepat. Lebih dari itu, klinisi kesulitan untuk membuat elips yang paling mendekati hanya dengan tiga titik parameter minor dan mayor yang disediakan mesin USG. Proses deteksi dan pengukuran HC secara manual oleh klinisi membutuhkan waktu yang cukup lama dan akurasinya sangat bergantung dengan pengalaman dan kemampuan klinisi. Penelitian mengenai deteksi dan pengukuran otomatis HC sedang menjadi bidang penelitian yang cukup aktif. Dalam penelitian ini diajukan sebuah sistem deteksi otomatis untuk HC. Metode Convolutional Neural Network (CNN) diajukan untuk melakukan klasifikasi bidang elips janin dari jaringan ibu maupun jaringan janin lainnya. CNN dipekerjakan untuk pixel-wise classification citra ke dalam kelas bidang janin, maternal tissue, ataupun background. Pada penelitian ini, dari 13 citra uji, didapatkan rata rata akurasi segmentasi semantik sebesar 0.76.
Perancangan Database Informasi Medis untuk Sistem Prediksi Hipertensi Hisyam Malik; Mohammad Nuh; Muhammad Hilman Fatoni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.45686

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit penyebab kematian nomor 5 di Indonesia dengan prevalensi 25,8%. Hipertensi mendapat julukan sebagai silent killer karena tidak memiliki gejala. Faktor resiko hipertensi dapat memberikan indikasi adanya hipertensi pada seseorang. Sinyal tubuh manusia menyimpan informasi penting mengenai kondisi tubuh khususnya kondisi pengaruh tekanan darah. Selain itu, ketersediaan data pembelajaran dalam bentuk database yang berkaitan dengan hipertensi masih sangat sulit untuk didapatkan.Sinyal Electrocardiograph (ECG) dan Photoplentysmograph (PPG) pada beberapa penelitian, memiliki perbedaan parameter antara subyek normotensi dan hipertensi. Ekstraksi data ECG dan PPG dapat menghasilkan estimasi tekanan darah dan parameter penting sebagai tambahan faktor resiko untuk menunjang peningkatan akurasi prediksi hipertensi. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang diambil dari 30 subjek. Hasil ekstraksi data pada subjek dimasukan ke databasesebagai media penyimpanan dan sumber data yang diakses secara langsung saat sistem berjalan.Database yang dibuat berisi 30 data dengan rincian 21 subjek pria dan 9 subjek wanita. Berdasarkan hasil esktraksi data diperoleh beberapa parameter seperti Body Mass Index (25.19±5.09) kg/m2. Selain itu, hasil ekstraksi data sinyal tubuh subjek juga menghasilkan data yang dapat digunakan untuk keperluan sistem prediksi. Heartrate (88.93±10.68) beat per minute(bpm) disimpan juga bersama dengan Interval QT (0.34±0.07) detik dan persentase dicrotic notch (62.68±11.53) %. Dalam penelitian ini, faktor-faktor risiko dan hasil ekstraksi data disimpan dalam database sehingga dapat digunakan kembali untuk keperluan penelitian selanjutnya.
Rancang Bangun Hand Tracking Glove sebagai Antarmuka untuk Game Rehabilitasi Milla Rahmadiva; Achmad Arifin; Muhammad Hilman Fatoni; Siti Halimah Baki
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.46180

Abstract

Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika suplai darah menuju otak tersumbat. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian. Sebanyak 30% hingga 66% pasien stroke mengalami kelumpuhan pada lengan yang menyebabkan mereka kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari [1]. Salah satu dampak dari kelumpuhan pada lengan adalah kelainan sistem gerak pada jari. Pada penelitian ini diusulkan sebuah glove yang tidak hanya mampu menggantikan goniometer jari untuk mengukur range of motion, tetapi juga bisa menjadi alat rehabilitasi pasien pasca stroke melalui serious game yang mampu memotivasi agar range of motion jari pasien bertambah. Perancangan glove dilakukan dengan menyusun sensor secara array pada tiap jari sehingga bisa mengukur sudut sendi secara bersamaan. Pengujian glove terdiri dari pengujian hardware dan software. Hasil menunjukkan error yang kecil antara pembacaan glove dengan pembacaan goniometer jari sebagai alat yang sudah umum digunakan untuk mengukur Range of motion (ROM) jari. Mean squared error yang dihasilkan dari pengukuran dengan glove adalah 0.68.
Desain dan Implementasi Smart Home Konsumsi Daya Rendah Menggunakan Algoritma Optimisasi Cuckoo-Earthworm Miftahul Falahi Alfafa; Yusuf Bilfaqih
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50459

Abstract

Penggunaan energi merupakan hal yang paling penting pada sistem smart home, karena dengan energi yang kecil maka sistem smart home akan semakin efisien dan juga ekonomis. Konsumsi energi pada sistem smart home dioptimalkan dengan teknik penjadwalan peralatan secara real time berdasarkan harga listrik pada saat itu dan persentase kenyamanan pengguna dimana konsumsi daya setiap peralatan diatur untuk melakukan penghematan. Melalui pendekatan ini pengguna dapat menentukan tingkat kenyamanan secara fleksibel untuk melakukan penghematan tanpa mengurangi kenyamanan yang diperoleh dari setiap peralatan rumah tangga. Algoritma Cuckoo-Earthworm digunakan untuk proses penjadwalan peralatan secara real time. Sistem smart home dilengkapi dengan Raspberry Pi3 sebagai HUB controller dan Smart Plug yang digunakan untuk monitor energi yang digunakan pada setiap peralatan dan juga sebagai switch untuk melakukan penjadwalan. Komunikasi antara HUB controller dan setiap device menggunakan jaringan Z-Wave. Untuk user interface menggunakan Home Assistant. Pada implemetasi sistem smart home dengan daya rendah menggunakan algoritma Cuckoo-Eartworm kali ini didapatkan pengurangan biaya mencapai 41.39% dan energi mencapai 32.52% dari peralatan yang tidak terjadwal pada tingkat kenyamanan terendah.
Klasifikasi Epileptiform dan Wicket Spikes Menggunakan Metode Key-Point Based Local Binary Pattern Theresia Laura Tayu; Mohammad Nuh; Muhammad Yazid
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.47254

Abstract

Epilepsi adalah gangguan kronis otak disebabkan oleh adanya lepasan muatan listrik abnormal yang berlebihan di neuron-neuron otak secara berlebihan di neuron-neuron otak secara paroksismal dan disebabkan oleh berbagai etiologi, bukan disebabkan oleh penyakit otak akut. Sampai saat ini jumlah penderita Epilepsi mencapai 50 juta di seluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan kesalahan diagnosis epilepsi mencapai 20-30%. Salah satu metode yang lazim digunakan untuk pemeriksaan epilepsi adalah dengan melakukan perekaman Electroencephalogram (EEG) kemudian dilanjutkan dengan melakukan diagnosis berdasarkan hasil rekaman sinyal EEG yang dihasilkan. Proses pemeriksaan secara manual oleh dokter ini merupakan proses yang panjang dan melelahkan sehingga tidak jarang menyebabkan terjadinya kesalahan dan over-diagnosis. Salah satu jenis sinyal EEG yang cukup sering salah dianggap sebagai sinyal tanda epilepsi adalah Wicket spikes. Wicket spikes merupakan sinyal wicket yang muncul saat pasien mengalami tidur ringan pada saat pemeriksaan EEG, bentuknya yang mirip sering disalah-artikan sebagai epileptiform sharp wave. Pada penelitian ini, diajukan metode Key-Point Local Binary Pattern dan Support Vector Machine untuk melakukan klasifikasi antara Epileptiform dan Wicket spikes. Metode yang diajukan termasuk pendeteksian Key-Point pada sinyal yang sebelumnya telah melalui proses konvolusi dengan filter gaussian. Local Binary Pattern kemudian akan dihasilkan berdasarkan lokasi Key-Point. Kemudian hasil histogram tersebut akan dimasukkan ke dalam Support Vector Machine untuk diklasifikasikan. Hasil proses klasifikasi berupa hyperplane yang mengklasifikasikan tiga kelas yaitu normal, epileptiform dan wicket spikes. Didapatkan metode yang diajukan memiliki tingkat keberhasilan sebesar 96% persen untuk klasifikasi pada Epileptiform dan Wicket spikes dan lebih besar dari yang ada pada saat ini.
Optimasi Peletakan Pola Busana pada Kain Menggunakan Alogaritma Genetika Davin Masasih; Nanik Suciati; Chastine Fatichah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.49722

Abstract

Produksi pakaian dalam jumlah banyak tentu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Seorang pembuat pola harus menggandakan pola satu per satu dan harus memikirkan pemetaan pola pada kain yang tepat. Pemetaan yang seadanya akan berdampak pada biaya industri dikarenakan bahan baku mengambil peranan yang sangat penting di dalam efisiensi produksi. Dengan kuantitas bahan baku kain yang minimal, diusahakan dapat menghasilkan kuantitas pola yang maksimal. Oleh karena itu, optimasi bahan baku perlu dilakukan guna mendapatkan tingkat efisiensi produksi yang tinggi, yaitu kebutuhan bahan seminimum mungkin. Pada penelitian ini diimplementasikan algoritma genetika untuk menyelesaikan permasalahan optimasi peletakan pola busana pada kain. Algoritma genetika mampu menyelesaikan masalah kombinatorial dengan waktu yang singkat sehingga memberikan solusi terbaik. Sistem menggunakan metode 2-point crossover pada proses pindah silang, pertukaran gen pada proses mutasi, seleksi dengan Stochastic Universal Sampling, dan evaluasi dengan pergeseran per piksel untuk menghitung nilai fitness yaitu lebar kain minimum yang diperlukan. Data yang digunakan pada sistem berjumlah 339 pola yang terdiri dari berbagai macam pola busana mulai dari atasan, rok, celana, macam-macam model lengan dan kerah, serta gaun. Pola-pola tersebut divisualisasikan dalam format Scalable Vector Graphics. Uji coba dilakukan pada kain berukuran 500x150 dengan variasi banyak generasi yakni 3, 5, 7, 9, dan 11 serta variasi mutation rate dan crossover rate mulai dari 0.1 sampai 0.9. Pada uji coba dengan 6 pola diperoleh hasil terbaik pada generasi 7, mutation rate 0.3, dan crossover rate 0.6 dengan kebutuhan kain minimum yakni 137 piksel atau setara dengan 137 cm.
Internet Of Things (IOT) untuk Pemantauan dan Pengendalian Urban Farming Menggunakan Metode Tanam dalam Ruang Berbasis Wireless Sensor Network Thesar Gufont Agrinusa; Arief Kurniawan; Ahmad Zaini
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51952

Abstract

Dewasa ini tingkat pertumbuhan populasi penduduk di Indonesia terutama pada kota-kota besar semakin pesat, menyebabkan berkurangnya lahan pada sektor pertanian. Salah satu solusi yang dapat mengatasi hal tersebut adalah menerapkan konsep urban farming. Konsep dari urban farming sendiri memiliki banyak metode, salah satu metode yang tepat untuk menjawab persoalan tersebut adalah dengan menerapkan metode tanam dalam ruangan. Kegiatan bercocok tanam dilakukan didalam ruang tanam, dengan cara memanipulasi kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Namun dalam pernerapannya kondisi lingkungan belum dapat dipantau dan dikontrol secara objektif dan real time. Sehingga dibutuhkan sistem terintegrasi yang dapat dipantau dan dikontrol agar kebutuhan kondisi lingkungan ideal dalam ruang dapat terpenuhi serta pemilik dapat melakukan pemantauan terhadap ruang tanam secara langsung (real time). Sistem ini mengimplementasikan Internet of Things (IoT) dan Wireless Sensor Network dengan modul komunikasi XBee Series 1 sebagai pemantau dan kontrol kondisi lingkungan dalam ruang tanam, Pada penilitian ini berhasil mengimplementasikan pemantauan dan pengendalian urban farming menggunakan metode tanam dalam ruang berbasis Interne Of Things (IOT) dan Wireless Sensor Network (WSN).
Supply Chain Analytics Maturity Model: Sebuah Tinjauan Pustaka Mayshel Yolanda Sitorus; Imam Baihaqi; Dewie Saktia Ardiantono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50436

Abstract

Supply chain saat ini telah menjadi lebih kompleks, lebih luas, serta lebih melibatkan banyak pihak setiap harinya. Peningkatan jumlah data yang signifikan dari suatu rantai pasok menyebabkan perusahaan kesulitan untuk melaksanakan rutinitasnya dengan tetap mempertahankan bahkan meningkatkan keunggulan kompetitif mereka. Munculnya business analytics dalam supply chain atau dikenal dengan supply chain analytics (SCA) ditujukan untuk memudahkan perusahaan dalam mengumpulkan, mengolah, serta menginterpretasikan data sehingga perusahaan mendapat wawasan tentang operasi bisnis serta membuat keputusan berbasis fakta yang lebih baik pada rantai pasok mereka. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui kondisi tingkat kematangan (maturity level) dalam menerapkan SCA saat ini untuk dapat mengembangkan penerapan SCA ke tingkat yang lebih tinggi. Saat ini, masih belum banyak literatur yang meneliti lebih lanjut mengenai framework untuk mengukur penerapan SCA pada suatu perusahaan. Mengingat pentingnya pengukuran penerapan SCA, maka paper ini akan melakukan sebuah kajian pustaka terkait beberapa penelitian terdahulu tentang framework pengukuran tingkat kematangan penerapan SCA (SCA maturity model) pada perusahaan.